Analgesik

Analgesic

Info:

Aktivitas: Analgesik (Analgesic)
Kategori: Sistem Saraf & Inflamasi
Sub-Kategori: Agen Pereda Nyeri, Inhibisi COX, Modulasi Opioid

Kategori Penyakit/Kondisi: Penyakit Nyeri & Radang

Brief:

Kemampuan senyawa untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit tanpa menyebabkan kehilangan kesadaran.

Mekanisme:

Menghambat enzim COX-1/COX-2 (mengurangi produksi prostaglandin), berinteraksi dengan reseptor opioid, atau memodulasi jalur sinyal nyeri di sistem saraf pusat.

Deskripsi:

Aktivitas analgesik adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit tanpa menyebabkan kehilangan kesadaran. Nyeri adalah mekanisme perlindungan tubuh yang penting, namun nyeri kronis dapat sangat mengganggu kualitas hidup. Herbal Indonesia seperti kunyit (kurkumin), jahe (gingerol), dan cengkeh (eugenol) telah terbukti memiliki aktivitas analgesik yang efektif.

Mekanisme analgesik pada herbal meliputi penghambatan enzim COX-1 dan COX-2 yang mengurangi produksi prostaglandin (mediator nyeri dan peradangan), interaksi dengan reseptor opioid (seperti efek morfin tetapi lebih ringan), dan modulasi jalur sinyal nyeri di sistem saraf pusat. Kurkumin dari kunyit bekerja sebagai inhibitor COX-2 yang selektif, mirip dengan obat antiinflamasi non-steroid tetapi dengan efek samping yang lebih minimal. Eugenol dari cengkeh memiliki efek anestetik lokal yang mengurangi sensitivitas saraf terhadap nyeri. Dengan profil keamanan yang baik, herbal analgesik menawarkan alternatif alami untuk mengatasi berbagai jenis nyeri, termasuk nyeri sendi, sakit kepala, dan nyeri haid.


Senyawa:


Advertisement


Herba:


Adas Pulasari / Alyxia reinwardtii

Alyxia reinwardtii
Adas Pulasari

Analgesik (Studi Hewan)

Mekanisme sentral dan perifer: senyawa alkaloid (alyxine) diduga berikatan dengan reseptor opioid µ dan κ, meningkatkan ambang nyeri. Efek perifer melalui inhibisi sintesis prostaglandin (COX-2) dan aktivasi saluran kalium ATP-sensitif.

Senyawa: Alyxine, Noralyxine, Skopoletin

Tingkat Bukti: Terbatas

Daun Inggu / Common Rue

Ruta graveolens
Daun Inggu

Anti-inflamasi dan analgesik

Menghambat aktivitas siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menekan produksi prostaglandin dan leukotrien. Juga memodulasi jalur NF-κB, mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

Senyawa: Rutin, Kuersetin, Graveolensine

Tingkat Bukti: Sedang

Kapulaga Jawa / Java Cardamom

Amomum compactum
Kapulaga Jawa

Analgesik (nyeri perifer)

Memblokade kanal ion natrium pada ujung saraf perifer dan menekan pembentukan bradikinin; efek sinergis antara 1,8-sineol dan eugenol melalui jalur opioid perifer.

Senyawa: Eugenol, 1,8-sineol, α-Terpineol

Tingkat Bukti: Terbatas

Pecut Kuda / Snake Weed

Stachytarpheta jamaicensis
Pecut Kuda

Analgesik (Antinosiseptif)

Penghambatan biosintesis prostaglandin melalui blokade COX-2 (mekanisme perifer) dan aktivasi jalur opioidergik (mekanisme sentral) berdasarkan penurunan respons nyeri yang dibalikkan oleh nalokson pada studi hewan. Juga melibatkan sistem kanabinoid melalui peningkatan kadar endokananoid.

Senyawa: Flavonoid (luteolin, apigenin), Asam betulinat, Iridoid glikosida

Tingkat Bukti: Terbatas

Chuan Xiong / Chuanxiong

Ligusticum chuanxiong

Analgesik pada nyeri haid (dismenore primer)

TMP dan ligustilide menghambat kontraksi otot polos rahim melalui blokade saluran kalsium tipe-L dan aktivasi saluran kalium, serta mengurangi produksi prostaglandin (PGF2α) dengan menekan aktivitas COX-2 dan fosfolipase A2.

Senyawa: Tetramethylpyrazine (TMP), Ligustilide, Ferulic acid

Tingkat Bukti: Sedang

Kayu Putih / Cajuput

Melaleuca cajuputi
Kayu Putih

Anti-inflamasi dan analgesik (nyeri muskuloskeletal)

Penghambatan siklooksigenase-2 (COX-2) dan jalur NF-κB, mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6). Efek analgesik melalui modulasi reseptor TRPV1 dan aktivitas opioid perifer.

Senyawa: 1,8-Cineole, α-Terpineol, Kuersetin

Tingkat Bukti: Sedang


Antispasmodik

Antispasmodic

Antipiretik

Antipyretic

Cari: