Woad

Isatis tinctoria
Nama
Woad
Nama Latin/Ilmiah
Isatis tinctoria
Bagian Digunakan
Daun, Akar
Rasa
pahit
Nama Lain
pastel (Prancis), Färberwaid (Jerman), guado (Italia), wede (Belanda), dyer's woad (Inggris)
Asal
Eropa selatan, Asia Barat, dan Asia Tengah.
Kandungan Utama
Indikan, glukobrasisin, isatin, triptantrin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Woad

Woad (Isatis tinctoria) adalah tumbuhan berbunga dari keluarga Brassicaceae yang berasal dari kawasan Asia Barat dan Eropa Tenggara. Tumbuhan ini dikenal sebagai sumber pewarna biru alami yang telah digunakan sejak zaman Neolitikum. Secara botani, woad merupakan tanaman dwimusim (_biennial_) yang pada tahun pertama membentuk roset daun hijau kebiruan di permukaan tanah, lalu pada tahun kedua memunculkan batang tegak setinggi hingga satu meter dengan bunga-bunga kuning kecil yang tersusun dalam malai. Daunnya mengandung senyawa glukosinolat bernama isatan B, yang melalui proses fermentasi dan oksidasi dapat menghasilkan pigmen biru indigo.

Baca Lebih Lanjut
Update: 13 Agu 2026 - 22:40:13
 

II. Ciri-ciri Woad

Woad suka tumbuh di tanah yang agak kering, lahan terbuka, pinggiran jalan, atau area berbatu. Tanaman ini cukup tangguh, tahan panas, dan sering dianggap sebagai gulma di beberapa negara karena pertumbuhannya yang cepat. Karakteristik/ciri-ciri Woad (Isatis tinctoria):

Bagian Ciri-Ciri
Siklus Hidup Biasanya tanaman dua tahunan (biennial), tahun pertama tumbuh sebagai roset daun, tahun kedua berbunga.
Akar Memiliki akar tunggang yang cukup dalam dan kuat untuk mencari nutrisi di tanah.
Daun Daun bawah berbentuk roset, lonjong, dan warnanya hijau kebiruan. Daun di bagian batang lebih kecil, bentuknya seperti anak panah, dan menempel langsung ke batang.
Batang Batang tegak, tingginya bisa mencapai 1 meter, bercabang di bagian atas, dan permukaannya halus (tidak berbulu).
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna kuning cerah, dan tumbuh mengelompok di ujung batang membentuk malai (seperti payung kecil).
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk polong pipih yang menggantung, awalnya hijau lalu berubah jadi kehitaman saat matang, berisi satu biji di dalamnya.

III. Manfaat Woad

8 Manfaat Woad untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada peradangan akut/kronis dan nyeri sendi

    Ekstrak dan senyawa aktif menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK (ERK/p38), menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta menekan produksi sitokin proinflamasi TNF-α, IL-1β, IL-6, dan PGE2. Trypthantrin menghambat sintesis PGE2, sedangkan indirubin menghambat GSK-3β dan CDK yang terlibat dalam regulasi sel imun dan inflamasi.

    Senyawa Aktif: indirubin, tryptanthrin, isatin
    Tampilkan
  2. Infeksi bakteri, termasuk infeksi kulit dan saluran napas

    Aktivitas antimikroba berasal dari gangguan sintesis asam nukleat bakteri, penghambatan DNA girase/topoisomerase, perusakan membran sel, dan efek isothiocyanate hasil hidrolisis glukosinolat. Trypthantrin diketahui aktif terhadap bakteri Gram-positif dan obat anti-tuberkulosis potensial.

    Senyawa Aktif: tryptanthrin, indirubin, sinigrin/hidrolisat isothiocyanate
    Tampilkan
  3. Infeksi virus, terutama influenza dan herpes simpleks

    Polisakarida dan alkaloid indole menghambat pengikatan virus ke reseptor sel, mengganggu replikasi RNA/ DNA virus, serta menekan aktivitas neuraminidase. Indirubin dan turunannya juga dilaporkan menghambat kompleks polimerase influenza.

    Senyawa Aktif: isatin, indirubin, polisakarida Radix Isatidis
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Woad

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Woad.

  1. Triptantrin (tryptanthrin)

    Golongan: Alkaloid kuinazolinon
    Bagian Tanaman: Daun dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menghambat COX-2, 5-LOX, Dan INOS), Antibakteri, Antijamur, Serta Antiprotozoa..
    Tampilkan
  2. Indirubin

    Golongan: Alkaloid indol (bisindol)
    Bagian Tanaman: Daun dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Inhibitor Cyclin-dependent Kinase (CDK1/2/5/9); Antiproliferatif Terhadap Sel Leukemia; Antiinflamasi..
    Tampilkan
  3. Indigo (indigotin)

    Golongan: Pigmen indoloid (bisindol)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Agonis Aryl Hydrocarbon Receptor (AhR); Meningkatkan IL-22; Memperbaiki Penghalang Epitel Usus; Diteliti Pada Kolitis Ulserativa..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Woad

Interaksi & Kontraindikasi Woad dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Alergi terhadap famili Brassicaceae (brokoli, kubis, sawi, mustard)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan pada individu yang diketahui alergi terhadap Brassicaceae; risiko reaksi silang rendah tetapi tetap pantau gejala seperti ruam, gatal, atau sesak napas. Rujukan: monografi Natural Medicines Comprehensive Database.

  2. Penggunaan pada penderita Gangguan tiroid/hipotiroidisme

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari dosis tinggi dan penggunaan jangka panjang karena senyawa glukosinolat dalam woad bersifat goitrogenik dan dapat mengganggu produksi hormon tiroid. Pantau TSH/FT4 bila digunakan. Rujukan: U.S. National Library of Medicine, PubMed (Al-Snafi 2015).

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat imunosupresan (siklosporin, takrolimus, kortikosteroid)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi; woad dapat meningkatkan aktivitas imun dan berpotensi menurunkan efek imunosupresan. Konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan. Rujukan: Natural Medicines Comprehensive Database.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Woad

Woad (Isatis tinctoria) adalah tanaman herbal tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan herbal Tiongkok, terutama untuk sifat antivirus dan anti-inflamasinya. Namun, penggunaan tanaman ini, baik bagian akar maupun daunnya, tidak bebas dari risiko efek samping. Efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan gangguan saluran pencernaan. Konsumsi Woad dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat mengiritasi mukosa lambung, menyebabkan gejala seperti mual, muntah, nyeri perut, dan diare berat. Hal ini disebabkan oleh adanya senyawa aktif tertentu dalam tanaman yang dapat bersifat toksik pada sistem pencernaan jika kadarnya berlebihan dalam tubuh.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Woad

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Woad.

Apa saja senyawa fitokimia utama dalam Woad (Isatis tinctoria)?
Akar dan daun Woad mengandung beragam fitokimia, antara lain alkaloid seperti indirubin dan tryptanthrin, glukosinolat (misalnya glukobrassisin dan progoitrin), flavonoid, serta senyawa indigo seperti indican. Indirubin dan tryptanthrin dilaporkan memiliki aktivitas antiinflamasi, antivirus, dan antiproliferatif. Kandungan ini menjadi dasar penggunaan tradisional Woad sebagai antiinfeksi dan antiradang. (Xiao et al., 2014, Journal of Ethnopharmacology; Mohn et al., 2009, Planta Medica)
Bagaimana Woad digunakan dalam pengobatan sehari-hari?
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, akar Isatis tinctoria (Ban Lan Gen) dan daunnya (Da Qing Ye) biasanya direbus menjadi air seduhan untuk mengatasi demam, sakit tenggorokan, radang amandel, infeksi saluran pernapasan atas, dan infeksi virus. Dosis lazim untuk akar kering dalam bentuk rebusan adalah sekitar 9–15 gram per hari menurut Farmakope Tiongkok. Saat ini tersedia pula produk ekstrak kering dalam bentuk tablet, kapsul, maupun granul. (Pharmacopoeia of the People's Republic of China, 2015)
Apakah Woad efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh?
Studi laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak Woad memiliki aktivitas antivirus terhadap beberapa virus, seperti influenza dan Coxsackie, serta aktivitas antibakteri terhadap sejumlah bakteri patogen. Namun, sebagian besar bukti berasal dari penelitian in vitro dan hewan; uji klinis pada manusia masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penggunaan Woad untuk meningkatkan imunitas belum dapat direkomendasikan secara kuat. (Chen et al., 2018, Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine; Zhou et al., 2017, Chinese Journal of Natural Medicines)
Apakah Woad aman dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak?
Keamanan dan dosis Woad untuk bayi dan anak belum ditetapkan secara ilmiah. Beberapa sediaan tradisional Tiongkok memang pernah digunakan untuk demam pada anak, tetapi risiko efek samping seperti reaksi alergi, gangguan pencernaan, atau interaksi obat belum dapat dievaluasi dengan baik. Penggunaan pada anak di bawah 12 tahun sebaiknya hanya dilakukan di bawah pengawasan tenaga kesehatan profesional. (Barnes et al., 2007, Herbal Medicines, edisi ke-3)
Apakah Woad aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman. Woad dikontraindikasikan selama kehamilan karena beberapa senyawanya dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran. Data keamanan untuk ibu menyusui juga belum memadai, sehingga sebaiknya dihindari selama menyusui. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan herbal apa pun pada periode ini. (Newall et al., 1996, Herbal Medicines: A Guide for Health-care Professionals; Mills & Bone, 2000, Principles and Practice of Phytotherapy)
Apa saja efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Woad?
Efek samping yang dilaporkan meliputi mual, muntah, diare, sakit perut, ruam kulit, gatal, dan pusing. Reaksi hipersensitivitas hingga anafilaksis juga pernah dilaporkan setelah konsumsi produk Ban Lang Gen. Penggunaan dalam dosis tinggi atau jangka panjang belum diketahui keamanannya secara pasti. Jika muncul gejala alergi atau sesak napas, hentikan penggunaan dan segera cari pertolongan medis. (Lin et al., 2005, Human & Experimental Toxicology; TGA, 2010, Australian Adverse Drug Reactions Bulletin)
Apakah Woad dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Data interaksi obat masih terbatas, tetapi Woad berpotensi berinteraksi dengan obat imunosupresan karena aktivitas imunomodulatornya. Beberapa konstituen seperti flavonoid juga dapat memengaruhi enzim sitokrom P450. Untuk amannya, jangan mengonsumsi Woad bersamaan dengan obat antikoagulan, obat imunosupresan, atau obat yang dimetabolisme CYP, tanpa pengawasan profesional. (Williamson et al., 2013, Stockley's Herbal Medicines Interactions; Chen et al., 2018, Frontiers in Pharmacology)
Bagaimana cara mengonsumsi Woad yang benar dan aman?
Gunakan produk yang terstandarisasi dan ikuti petunjuk label. Untuk akar kering, dosis tradisional adalah 9–15 gram direbus dalam air sebagai once-hari. Hindari mengonsumsi bahan mentah secara langsung karena glukosinolat di dalamnya dapat mengganggu fungsi tiroid, terutama jika asupan yodium rendah. Jangan digunakan lebih dari 2–3 minggu tanpa rekomendasi praktisi kesehatan, dan jangan dikombinasikan dengan herbal lain tanpa diketahui interaksinya. (Fenwick et al., 1983, British Journal of Nutrition; EMA/HMPC, 2018, assessment report on Isatis tinctoria)

Koka

Erythroxylum coca

Madder

Rubia tinctorum

Cari: