Advertisement
Woad (Isatis tinctoria) adalah tumbuhan berbunga dari keluarga Brassicaceae yang berasal dari kawasan Asia Barat dan Eropa Tenggara. Tumbuhan ini dikenal sebagai sumber pewarna biru alami yang telah digunakan sejak zaman Neolitikum. Secara botani, woad merupakan tanaman dwimusim (_biennial_) yang pada tahun pertama membentuk roset daun hijau kebiruan di permukaan tanah, lalu pada tahun kedua memunculkan batang tegak setinggi hingga satu meter dengan bunga-bunga kuning kecil yang tersusun dalam malai. Daunnya mengandung senyawa glukosinolat bernama isatan B, yang melalui proses fermentasi dan oksidasi dapat menghasilkan pigmen biru indigo.
Woad suka tumbuh di tanah yang agak kering, lahan terbuka, pinggiran jalan, atau area berbatu. Tanaman ini cukup tangguh, tahan panas, dan sering dianggap sebagai gulma di beberapa negara karena pertumbuhannya yang cepat. Karakteristik/ciri-ciri Woad (Isatis tinctoria):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Siklus Hidup | Biasanya tanaman dua tahunan (biennial), tahun pertama tumbuh sebagai roset daun, tahun kedua berbunga. |
| Akar | Memiliki akar tunggang yang cukup dalam dan kuat untuk mencari nutrisi di tanah. |
| Daun | Daun bawah berbentuk roset, lonjong, dan warnanya hijau kebiruan. Daun di bagian batang lebih kecil, bentuknya seperti anak panah, dan menempel langsung ke batang. |
| Batang | Batang tegak, tingginya bisa mencapai 1 meter, bercabang di bagian atas, dan permukaannya halus (tidak berbulu). |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berwarna kuning cerah, dan tumbuh mengelompok di ujung batang membentuk malai (seperti payung kecil). |
| Buah Dan Biji | Buahnya berbentuk polong pipih yang menggantung, awalnya hijau lalu berubah jadi kehitaman saat matang, berisi satu biji di dalamnya. |
8 Manfaat Woad untuk kesehatan.
Ekstrak dan senyawa aktif menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK (ERK/p38), menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta menekan produksi sitokin proinflamasi TNF-α, IL-1β, IL-6, dan PGE2. Trypthantrin menghambat sintesis PGE2, sedangkan indirubin menghambat GSK-3β dan CDK yang terlibat dalam regulasi sel imun dan inflamasi.
Aktivitas antimikroba berasal dari gangguan sintesis asam nukleat bakteri, penghambatan DNA girase/topoisomerase, perusakan membran sel, dan efek isothiocyanate hasil hidrolisis glukosinolat. Trypthantrin diketahui aktif terhadap bakteri Gram-positif dan obat anti-tuberkulosis potensial.
Polisakarida dan alkaloid indole menghambat pengikatan virus ke reseptor sel, mengganggu replikasi RNA/ DNA virus, serta menekan aktivitas neuraminidase. Indirubin dan turunannya juga dilaporkan menghambat kompleks polimerase influenza.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Woad.
Interaksi & Kontraindikasi Woad dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Woad (Isatis tinctoria) adalah tanaman herbal tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan herbal Tiongkok, terutama untuk sifat antivirus dan anti-inflamasinya. Namun, penggunaan tanaman ini, baik bagian akar maupun daunnya, tidak bebas dari risiko efek samping. Efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan gangguan saluran pencernaan. Konsumsi Woad dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat mengiritasi mukosa lambung, menyebabkan gejala seperti mual, muntah, nyeri perut, dan diare berat. Hal ini disebabkan oleh adanya senyawa aktif tertentu dalam tanaman yang dapat bersifat toksik pada sistem pencernaan jika kadarnya berlebihan dalam tubuh.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Woad.