Advertisement
Erythroxylum coca, yang dikenal luas sebagai tanaman koka, adalah perdu tropis asli kawasan Andes di Amerika Selatan, khususnya Peru, Bolivia, dan Kolombia. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian 500–2.000 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan tinggi serta tanah yang subur dan lembap. Secara botani, daunnya berbentuk elips, tipis, berwarna hijau cerah, dan memiliki garis-garis halus khas yang membedakannya dari spesies Erythroxylum lain. Masyarakat adat Andes telah membudidayakan koka selama ribuan tahun sebagai bagian integral dari ritual keagamaan, pengobatan tradisional, dan adaptasi sosial-ekonomi di lingkungan pegunungan yang keras.
6 Manfaat Coca untuk kesehatan.
(-)-Cocaine dan alkaloid tropana terkait memblokade kanal natrium berpintu tegangan pada neuron sensorik, mencegah inisiasi dan konduksi potensial aksi. Kokain juga menghambat transporter monoamin (DAT, NET, SERT) sehingga menimbulkan vasokonstriksi lokal yang memperlambat absorpsi dan memperpanjang efek anestesi.
Flavonoid dan asam fenolat dalam daun koka mendonorkan elektron kepada radikal bebas, mengkelasi ion logam transisi, dan memotong rantai oksidasi lipid. Efek ini teramati dalam sistem reaksi kimia in vitro.
Ekstrak daun koka dilaporkan mengganggu adhesi Streptococcus mutans pada permukaan gigi dan merusak membran bakteri gram-positif; alkaloid tropana dan flavonoid dapat menghambat enzim glikosiltransferase pembentuk biofilm. Rincian target molekuler masih belum diketahui.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Coca.