Kasifikasi ilmiah Coca (Erythroxylum coca)
Author: Lam.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosanae |
| Ordo: | Malpighiales |
| Famili: | Erythroxylaceae |
| Subfamili: | Erythroxyloideae |
| Tribus: | Erythroxyleae |
| Genus: | Erythroxylum |
| Spesies: | Erythroxylum coca |
Erythroxylum coca, atau yang lebih dikenal sebagai tanaman koka, adalah semak tropis yang berasal dari wilayah Amerika Selatan, khususnya di sepanjang lereng pegunungan Andes. Tanaman ini memiliki sejarah panjang yang sangat erat dengan budaya masyarakat adat setempat, di mana daunnya telah digunakan selama ribuan tahun sebagai stimulan ringan untuk meningkatkan energi, melawan rasa lapar, serta mengatasi efek buruk dari ketinggian di pegunungan.
Secara fisik, tanaman ini tumbuh sebagai semak yang rimbun dengan daun berbentuk oval berwarna hijau cerah. Meskipun sering disalahpahami karena kandungan alkaloidnya yang dapat diekstraksi menjadi kokain, dalam bentuk aslinya, daun koka sebenarnya memiliki nilai medis dan ritual yang sangat dihormati di negara asalnya. Namun, perlu diingat bahwa budidaya dan kepemilikan tanaman ini diatur dengan sangat ketat oleh hukum internasional dan hukum nasional di banyak negara.
Advertisement