Kasifikasi ilmiah Woad (Isatis tinctoria)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Brassicales |
| Famili: | Brassicaceae |
| Subfamili: | Brassicoideae |
| Tribus: | Isatideae |
| Genus: | Isatis |
| Spesies: | Isatis tinctoria |
Isatis tinctoria atau yang lebih dikenal dengan sebutan woad adalah tanaman berbunga dari keluarga Brassicaceae yang punya sejarah panjang sebagai sumber pewarna biru alami. Tanaman ini dulunya sangat populer di Eropa untuk memberikan warna biru yang ikonik pada kain, sebelum akhirnya perannya digantikan oleh tanaman nila (indigo). Penampilannya cukup unik dengan bunga berwarna kuning cerah dan daun yang memiliki rona kebiruan, membuatnya cukup menarik jika dilihat sekilas.
Selain fungsinya sebagai pewarna, tanaman ini juga punya catatan panjang dalam dunia pengobatan tradisional, terutama di Tiongkok di mana akarnya sering digunakan sebagai bahan herbal. Meskipun di beberapa negara tanaman ini dianggap sebagai gulma karena sifatnya yang mudah menyebar dan adaptif, Isatis tinctoria tetap menjadi bagian penting dari sejarah industri tekstil dan botani dunia yang menarik untuk dipelajari.
Advertisement