Advertisement
Rubia tinctorum atau yang lebih dikenal sebagai madder adalah tanaman memanjat dari famili Rubiaceae yang berasal dari kawasan Mediterania, Asia Barat, dan sebagian Eropa. Tanaman ini memiliki batang bersegi empat dengan duri halus yang membantunya memanjat melalui vegetasi di sekitarnya. Daunnya berbentuk lanset dengan duri kecil pada tepi dan permukaan bawahnya, tersusun dalam lingkaran empat hingga enam helai. Akarnya yang panjang dan berdaging merupakan bagian paling bernilai karena mengandung pigmen alami berwarna merah terang yang telah digunakan sejak zaman kuno sebagai pewarna tekstil, kulit, dan bahkan bahan kosmetik.
5 Manfaat Madder untuk kesehatan.
Ekstrak antrakuinon (terutama alizarin dan purpurin) menghambat enzim COX-2/5-LOX, menurunkan produksi prostaglandin PGE2, serta menekan aktivasi faktor transkripsi NF-κB dan sitokin proinflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Efek antioksidan melalui Nrf2 ikut mengurangi kerusakan jaringan akibat stres oksidatif.
Antrakuinon seperti alizarin dan purpurin berinteraksi dengan membran sel mikroba, menyebabkan kebocoran ion, dan dapat menginterkalasi DNA sehingga mengganggu sintesis asam nukleat. Senyawa fenolik juga menghasilkan spesies oksigen reaktif yang merusak patogen.
Gugus hidroksil pada antrakuinon dan asam-asam fenolik berperan sebagai donor elektron untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS, ROS), mengkelat ion logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim SOD, katalase, dan glutation peroksidase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Madder.