Madder

Rubia tinctorum
Nama
Madder
Nama Latin/Ilmiah
Rubia tinctorum
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Pahit
Nama Lain
garance (Prancis), krapp (Jerman), robbia (Italia), granza (Spanyol), kök boya (Turki)
Asal
Eropa Tenggara, kawasan Mediterania, Asia Barat.
Kandungan Utama
Alizarin, purpurin, rubiadin, asam ruberitrat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Madder

Rubia tinctorum atau yang lebih dikenal sebagai madder adalah tanaman memanjat dari famili Rubiaceae yang berasal dari kawasan Mediterania, Asia Barat, dan sebagian Eropa. Tanaman ini memiliki batang bersegi empat dengan duri halus yang membantunya memanjat melalui vegetasi di sekitarnya. Daunnya berbentuk lanset dengan duri kecil pada tepi dan permukaan bawahnya, tersusun dalam lingkaran empat hingga enam helai. Akarnya yang panjang dan berdaging merupakan bagian paling bernilai karena mengandung pigmen alami berwarna merah terang yang telah digunakan sejak zaman kuno sebagai pewarna tekstil, kulit, dan bahkan bahan kosmetik.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 16:00:04
 

II. Ciri-ciri Madder

Tanaman ini suka banget sama tanah yang kaya kapur dan drainase airnya bagus. Biasa tumbuh liar di wilayah Mediterania, Asia Tengah, sampai sebagian wilayah Eropa. Dia paling oke kalau kena sinar matahari penuh. Karakteristik/ciri-ciri Madder (Rubia tinctorum):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tanaman herba menahun yang tumbuh merambat atau memanjat dengan bantuan duri-duri kecil.
Akar Bagian paling ikonik, akarnya panjang, silindris, dan berwarna merah mencolok karena kandungan zat pewarna alami (alizarin).
Batang Batang berbentuk persegi (segi empat) yang bisa tumbuh cukup panjang dan punya duri-duri kecil yang bikin dia bisa 'nempel' di tanaman lain.
Daun Daunnya berbentuk lanset atau lonjong, tumbuh melingkar (whorl) di setiap buku batang, biasanya berjumlah 4 sampai 6 helai per lingkaran.
Bunga Bunga berukuran kecil, berwarna kuning kehijauan, dan muncul dalam kelompok atau malai di ketiak daun.
Buah Buahnya kecil, berdaging, dan berubah warna jadi hitam atau ungu gelap saat sudah matang.

III. Manfaat Madder

5 Manfaat Madder untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri sendi

    Ekstrak antrakuinon (terutama alizarin dan purpurin) menghambat enzim COX-2/5-LOX, menurunkan produksi prostaglandin PGE2, serta menekan aktivasi faktor transkripsi NF-κB dan sitokin proinflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Efek antioksidan melalui Nrf2 ikut mengurangi kerusakan jaringan akibat stres oksidatif.

    Senyawa Aktif: alizarin, purpurin, rubiadin
    Tampilkan
  2. Antimikroba (anti bakteri dan antijamur)

    Antrakuinon seperti alizarin dan purpurin berinteraksi dengan membran sel mikroba, menyebabkan kebocoran ion, dan dapat menginterkalasi DNA sehingga mengganggu sintesis asam nukleat. Senyawa fenolik juga menghasilkan spesies oksigen reaktif yang merusak patogen.

    Senyawa Aktif: alizarin, purpurin, lucidin
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Gugus hidroksil pada antrakuinon dan asam-asam fenolik berperan sebagai donor elektron untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS, ROS), mengkelat ion logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim SOD, katalase, dan glutation peroksidase.

    Senyawa Aktif: alizarin, purpurin, rubiadin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Madder

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Madder.

  1. Ruberythric acid (alizarin 2-O-β-primeveroside)

    Golongan: Antrakuinon glikosida
    Bagian Tanaman: Akar/rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Merupakan Prekursor Aglikon Alizarin. Sebagai Glikosida Antrakuinon, Berpotensi Memberikan Efek Laksatif Dan Diuretik Bila Terhidrolisis, Tetapi Data Farmakologis Langsung Pada Madder Masih Terbatas..
    Tampilkan
  2. Alizarin (1,2-dihydroxyanthraquinone)

    Golongan: Antrakuinon aglikon
    Bagian Tanaman: Akar/rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Menghambat Monoamine Oksidase (MAO) Secara In Vitro; Antiinflamasi Melalui Penekanan Ekspresi INOS/NO; Antioksidan, Antimikroba, Dan Antiproliferatif Pada Beberapa Sel Tumor In Vitro..
    Tampilkan
  3. Purpurin (1,2,4-trihydroxyanthraquinone)

    Golongan: Antrakuinon aglikon
    Bagian Tanaman: Akar/rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Inhibitor MAO-A Pada Uji Enzimatik In Vitro; Antimikroba; Menunjukkan Sitotoksisitas Terhadap Beberapa Sel Tumor In Vitro..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Madder

Interaksi & Kontraindikasi Madder dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Tes laboratorium urin

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi madder dapat membuat urin berwarna merah dan mengganggu interpretasi tes urin. Informasikan petugas laboratorium dan hentikan konsumsi 48 jam sebelum pemeriksaan.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat oral (terutama obat lepas lambat)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Madder memiliki efek laksatif antrakuinon yang dapat mempercepat transit usus dan sedikit menurunkan absorpsi obat. Beri jarak konsumsi minimal 2 jam dari obat oral.

  3. Diuretik (misalnya furosemid, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek diuretik madder dapat bersifat aditif, meningkatkan risiko hipovolemia dan gangguan elektrolit. Hindari kombinasi; jika digunakan, pantau fungsi ginjal dan elektrolit.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+10)

VI. Efek Samping Madder

Madder (Rubia tinctorum) adalah tanaman yang akarnya telah lama digunakan secara tradisional sebagai pewarna tekstil merah dan dalam pengobatan herbal. Namun, konsumsi atau penggunaan ekstrak tanaman ini menyimpan berbagai efek samping yang telah didokumentasikan dalam literatur ilmiah. Salah satu efek samping yang paling menonjol dan langsung terlihat adalah perubahan warna pada cairan tubuh, seperti urine, keringat, dan air liur, yang berubah menjadi kemerahan atau kecoklatan akibat kandungan pigmen alami di dalamnya. Meskipun fenomena ini umumnya tidak berbahaya secara fisiologis, hal tersebut sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi pasien yang tidak mengetahuinya.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Madder

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Madder.

Apa itu madder (Rubia tinctorum) dan bagaimana penggunaan sehari-harinya?
Madder adalah akar dari Rubia tinctorum, tanaman yang sejak dulu digunakan sebagai pewarna merah tekstil dan obat tradisional untuk gangguan saluran kemih, batu ginjal, dan gangguan menstruasi. Untuk pemakaian sehari-hari, akar kering bisa dibuat dekok atau seduhan, tetapi konsumsi oral berulang tidak direkomendasikan karena mengandung antrakuinon yang berpotensi genotoksik. Referensi: European Medicines Agency, Public statement on Rubia tinctorum L., radix, 2014; Derksen et al., Journal of Chromatography A, 978:119-127, 2002.
Apa kandungan fitokimia utama dari akar madder?
Akar madder mengandung antrakuinon dan glikosidanya, antara lain alizarin, purpurin, lucidin, rubiadin, ruberythric acid, dan rubiadin 3-O-primeveroside. Alizarin dan purpurin memberi warna merah; lucidin dan rubiadin yang dapat dilepaskan dari glikosidanya merupakan aglikon yang menjadi perhatian keamanan. Referensi: Derksen et al., Journal of Chromatography A, 978:119-127, 2002.
Apakah madder terbukti efektif untuk mengobati batu ginjal?
Penggunaan tradisional sebagai peluruh batu ginjal dikaitkan dengan efek diuretik dan spasmolitik, tetapi bukti klinis pada manusia sangat terbatas. Sebaliknya, uji pada hewan menunjukkan bahwa madder berpotensi menyebabkan tumor ginjal. Oleh karena itu, madder tidak boleh digunakan untuk mengobati batu ginjal tanpa pengawasan medis. Referensi: European Medicines Agency, 2014; European Medicines Agency, Public statement on hydroxyanthracene derivatives, 2018.
Apa efek samping madder yang perlu diwaspadai?
Efek samping umum meliputi sakit perut, mual, diare, perubahan warna urine menjadi merah atau oranye, dan reaksi kulit pada pemakaian topikal. Paparan jangka panjang pada hewan meningkatkan risiko tumor ginjal, dan lucidin diketahui bersifat genotoksik. Referensi: Kawakami et al., Japanese Journal of Cancer Research, 78:1035-1038, 1987; European Medicines Agency, 2018.
Apakah madder aman dikonsumsi sebagai suplemen herbal jangka panjang?
Tidak. Badan pengawas obat di Eropa menerbitkan pernyataan bahwa produk herbal yang mengandung Rubia tinctorum sebaiknya tidak digunakan karena adanya risiko karsinogenik dan genotoksik dari senyawa antrakuinonnya. Tidak ada dosis aman yang dapat dipertanggungjawabkan untuk konsumsi harian. Referensi: European Medicines Agency, 2014; European Medicines Agency, 2018.
Bolehkah madder digunakan pada bayi atau anak-anak?
Tidak boleh. Belum ada data keamanan untuk usia bayi dan anak-anak, sedangkan sensitivitas anak terhadap senyawa genotoksik dapat lebih tinggi. Madder tidak sesuai digunakan untuk bayi maupun anak-anak. Referensi: European Medicines Agency, 2014.
Bolehkah madder dikonsumsi oleh ibu hamil atau menyusui?
Tidak. Madder memiliki efek emenagog yang dapat merangsang kontraksi rahim dan berisiko menyebabkan keguguran. Pada ibu menyusui, belum ada informasi yang cukup mengenai ekskresi senyawa aktif ke dalam ASI, sehingga penggunaan madder harus dihindari. Referensi: European Medicines Agency, 2014; European Commission Scientific Committee on Food, 2003.
Apakah madder bisa dijadikan pewarna makanan alami?
Madder pernah dievaluasi sebagai pewarna makanan, tetapi otoritas keamanan pangan di Eropa menganggapnya tidak aman karena antrakuinonnya bersifat genotoksik dan dapat menyebabkan tumor pada hewan percobaan. Saat ini madder lebih banyak digunakan sebagai pewarna tekstil, bukan sebagai bahan tambahan pangan. Referensi: European Commission Scientific Committee on Food, 2003; Kawakami et al., Japanese Journal of Cancer Research, 78:1035-1038, 1987.

Woad

Isatis tinctoria

True Indigo

Indigofera tinctoria

Cari: