Advertisement
Rubia tinctorum atau yang lebih dikenal sebagai madder adalah tanaman memanjat dari famili Rubiaceae yang berasal dari kawasan Mediterania, Asia Barat, dan sebagian Eropa. Tanaman ini memiliki batang bersegi empat dengan duri halus yang membantunya memanjat melalui vegetasi di sekitarnya. Daunnya berbentuk lanset dengan duri kecil pada tepi dan permukaan bawahnya, tersusun dalam lingkaran empat hingga enam helai. Akarnya yang panjang dan berdaging merupakan bagian paling bernilai karena mengandung pigmen alami berwarna merah terang yang telah digunakan sejak zaman kuno sebagai pewarna tekstil, kulit, dan bahkan bahan kosmetik.
Tanaman ini suka banget sama tanah yang kaya kapur dan drainase airnya bagus. Biasa tumbuh liar di wilayah Mediterania, Asia Tengah, sampai sebagian wilayah Eropa. Dia paling oke kalau kena sinar matahari penuh. Karakteristik/ciri-ciri Madder (Rubia tinctorum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tanaman herba menahun yang tumbuh merambat atau memanjat dengan bantuan duri-duri kecil. |
| Akar | Bagian paling ikonik, akarnya panjang, silindris, dan berwarna merah mencolok karena kandungan zat pewarna alami (alizarin). |
| Batang | Batang berbentuk persegi (segi empat) yang bisa tumbuh cukup panjang dan punya duri-duri kecil yang bikin dia bisa 'nempel' di tanaman lain. |
| Daun | Daunnya berbentuk lanset atau lonjong, tumbuh melingkar (whorl) di setiap buku batang, biasanya berjumlah 4 sampai 6 helai per lingkaran. |
| Bunga | Bunga berukuran kecil, berwarna kuning kehijauan, dan muncul dalam kelompok atau malai di ketiak daun. |
| Buah | Buahnya kecil, berdaging, dan berubah warna jadi hitam atau ungu gelap saat sudah matang. |
5 Manfaat Madder untuk kesehatan.
Ekstrak antrakuinon (terutama alizarin dan purpurin) menghambat enzim COX-2/5-LOX, menurunkan produksi prostaglandin PGE2, serta menekan aktivasi faktor transkripsi NF-κB dan sitokin proinflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Efek antioksidan melalui Nrf2 ikut mengurangi kerusakan jaringan akibat stres oksidatif.
Antrakuinon seperti alizarin dan purpurin berinteraksi dengan membran sel mikroba, menyebabkan kebocoran ion, dan dapat menginterkalasi DNA sehingga mengganggu sintesis asam nukleat. Senyawa fenolik juga menghasilkan spesies oksigen reaktif yang merusak patogen.
Gugus hidroksil pada antrakuinon dan asam-asam fenolik berperan sebagai donor elektron untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS, ROS), mengkelat ion logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim SOD, katalase, dan glutation peroksidase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Madder.
Interaksi & Kontraindikasi Madder dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Madder (Rubia tinctorum) adalah tanaman yang akarnya telah lama digunakan secara tradisional sebagai pewarna tekstil merah dan dalam pengobatan herbal. Namun, konsumsi atau penggunaan ekstrak tanaman ini menyimpan berbagai efek samping yang telah didokumentasikan dalam literatur ilmiah. Salah satu efek samping yang paling menonjol dan langsung terlihat adalah perubahan warna pada cairan tubuh, seperti urine, keringat, dan air liur, yang berubah menjadi kemerahan atau kecoklatan akibat kandungan pigmen alami di dalamnya. Meskipun fenomena ini umumnya tidak berbahaya secara fisiologis, hal tersebut sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi pasien yang tidak mengetahuinya.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Madder.