Advertisement
Thespesia populnea, yang dikenal di Indonesia sebagai waru lengis, adalah tumbuhan pepohonan pantai dari famili Malvaceae yang memiliki hubungan dekat dengan kapas dan okra. Secara morfologi, pohon ini dapat tumbuh hingga 15 meter dengan tajuk yang rimbun. Daunnya berbentuk jantung dengan permukaan mengilap, sementara bunganya berwarna kuning cerah yang berubah menjadi oranye kemerahan seiring bertambahnya usia—memiliki pusat berwarna ungu tua yang kontras. Buahnya berupa kapsul bulat yang mengayu, dan seluruh bagian pohon ini menghasilkan getah kuning yang lengket, sehingga banyak masyarakat menyebutnya "waru lengis" (lengis berarti berminyak atau licin).
Biasanya tumbuh subur di sepanjang pesisir pantai atau hutan bakau. Pohon ini tahan banget sama kadar garam yang tinggi dan angin laut yang kencang, makanya sering jadi tanaman peneduh di tepi pantai. Karakteristik/ciri-ciri Waru Lengis (Thespesia populnea):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Pohon yang cukup rindang dengan tinggi bisa mencapai 6-15 meter, kulit batangnya agak kasar dan berwarna kecokelatan. |
| Daun | Bentuknya kayak jantung atau segitiga tumpul dengan ujung yang meruncing. Warnanya hijau mengkilap dan kalau dipegang teksturnya agak tebal seperti kulit. |
| Bunga | Cantik banget, bentuknya menyerupai bunga kembang sepatu. Saat baru mekar warnanya kuning cerah dengan bagian tengah berwarna merah marun, tapi kalau sudah mau layu warnanya berubah jadi kemerahan/oranye. |
| Buah | Berbentuk bulat pipih atau menyerupai kapsul kayu. Kalau masih muda warnanya hijau, dan kalau sudah tua akan berubah jadi cokelat kering. |
| Akar | Sistem perakarannya kuat dan menyebar, sangat efektif buat menahan abrasi di area pantai. |
7 Manfaat Waru Lengis untuk kesehatan.
Menghambat enzim COX-2 dan 5-LOX, menurunkan aktivasi NF-κB, serta menekan produksi sitokin proinflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Flavonoid seperti quercetin dan kaempferol turut menstabilkan membran lisosom dan menghambat pelepasan mediator inflamasi.
Flavonoid mendonorkan atom hidrogen kepada radikal bebas, mengaktivasi jalur Nrf2/ARE, mengkelat ion logam transisi Fe2+/Cu2+, menurunkan MDA, dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen SOD, CAT, serta GSH.
Senyawa fenolik mengganggu integritas membran mikroba, menghambat enzim seluler seperti ATPase dan topoisomerase, serta mencegah pembentukan biofilm. Gossypol diketahui aktif terhadap bakteri Gram-positif, Gram-negatif, dan fungi.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Waru Lengis.
Waru lengis (Thespesia populnea) adalah tanaman yang bagian-bagiannya seperti daun, kulit batang, dan bunga sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan seperti peradangan kulit, rematik, dan masalah pencernaan. Namun, penggunaan tanaman ini tidak sepenuhnya bebas dari risiko efek samping, terutama jika dikonsumsi atau diaplikasikan secara tidak tepat. Berbagai penelitian fitokimia menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif biologis seperti flavonoid, tanin, saponin, dan glikosida. Dalam dosis tinggi atau pada individu yang sensitif, kandungan senyawa bioaktif ini dapat memicu reaksi merugikan pada tubuh manusia, termasuk gangguan lambung, mual, muntah, serta iritasi pada saluran pencernaan bagian atas.