Advertisement
Terebinth (Pistacia terebinthus) adalah pohon atau perdu gugur dari keluarga Anacardiaceae yang tumbuh alami di kawasan Mediterania, Asia Barat, hingga Afrika Utara. Tanaman ini dikenal karena kemampuannya beradaptasi di tanah kering dan berbatu, sering tumbuh di lereng bukit serta hutan terbuka. Terebinth memiliki daun majemuk menyirip dengan warna hijau mengilap yang berubah menjadi merah atau oranye pada musim gugur, serta menghasilkan bunga kecil kemerahan yang kemudian berkembang menjadi buah kecil menyerupai lentisk. Meski berkerabat dekat dengan pohon pistachio (Pistacia vera), terebinth lebih sering dimanfaatkan untuk nilai ekologis dan ekonomisnya dibandingkan buahnya yang kurang bernilai komersial.
Tanaman ini asli wilayah Mediterania. Biasanya tumbuh subur di area semak belukar, lereng berbatu, dan hutan terbuka yang kering. Dia sangat tahan panas dan bisa bertahan di tanah yang kurang subur. Karakteristik/ciri-ciri Terebinth (Pistacia terebinthus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tumbuhan | Pohon kecil atau semak yang bisa tumbuh setinggi 2 hingga 5 meter, terkadang bisa sampai 10 meter. |
| Daun | Daunnya majemuk menyirip (terdiri dari 7-11 helai anak daun), berbentuk lonjong, mengilap, dan punya aroma khas seperti resin kalau diremas. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, tidak memiliki kelopak, dan muncul dalam kelompok (malai) yang tumbuh di ketiak daun. Warnanya kemerahan. |
| Buah | Buah kecil berbentuk bulat seperti kacang polong yang akan berubah warna dari merah muda jadi kecokelatan saat sudah matang. |
| Kulit Batang | Batang kayunya berwarna abu-abu gelap dengan tekstur yang agak retak-retak seiring bertambahnya usia, serta menghasilkan getah yang beraroma kuat (turpentin). |
| Perakaran | Sistem perakaran yang sangat kuat dan dalam, memungkinkannya bertahan hidup di tanah yang keras dan berbatu. |
6 Manfaat Terebinth untuk kesehatan.
Senyawa fenolat seperti asam galat, kuersetin, dan rutin berfungsi sebagai donor atom hidrogen, memutus rantai radikal bebas, mengkelat ion logam transisi, dan dapat memodulasi jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase dan katalase.
Monoterpena seperti α-pinena, β-pinena, dan limonene berinteraksi dengan membran lipid bakteri dan fungi, meningkatkan permeabilitas membran serta menyebabkan kebocoran sitoplasma. Senyawa fenolat juga menghambat enzim mikroba dan adhesi sel.
Komponen fenolik dan terpenoid menghambat jalur NF-κB, menekan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta mengurangi produksi sitokin proinflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Aktivitas antioksidan turut menurunkan kerusakan oksidatif pada jaringan yang meradang.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Terebinth.
Terebinth (Pistacia terebinthus), yang dikenal karena resin dan terpentinnya, dapat menimbulkan beberapa efek samping terutama jika tertelan, terhirup, atau bersentuhan langsung dengan kulit. Paparan langsung terhadap getah atau minyak esensial tanaman ini seringkali memicu reaksi alergi pada kulit berupa dermatitis kontak, kemerahan, gatal-gatal, dan pembengkakan bagi individu yang sensitif terhadap anggota famili Anacardiaceae (seperti mangga dan pohon poison ivy). Senyawa volatil dan resin yang terkandung di dalamnya juga dapat mengiritasi selaput lendir pada mata dan saluran pernapasan jika terhirup dalam konsentrasi tinggi, menyebabkan batuk, sesak napas, atau iritasi tenggorokan.