Advertisement
Sinapis alba, yang dikenal sebagai sawi putih atau biji sesawi putih, merupakan tanaman semusim dari famili Brassicaceae yang dibudidayakan luas di kawasan Mediterania, Eropa, dan Asia. Tanaman ini tumbuh tegak dengan daun berlekuk dan bunga khas berwarna kuning keemasan. Bagian yang dimanfaatkan sebagai obat adalah bijinya yang bulat kecil, berwarna kuning pucat hingga kecokelatan, serta memiliki aroma khas dan rasa pedas yang tajam. Dalam dunia pengobatan, biji ini diolah melalui proses pengeringan atau penyangraian untuk mengurangi sifat iritatifnya sebelum digunakan sebagai ramuan herbal.
Tanaman ini berasal dari wilayah Mediterania, tapi sekarang sudah banyak dibudidayakan di daerah beriklim sedang di seluruh dunia. Mereka suka tanah yang subur dan cuaca yang tidak terlalu panas. Karakteristik/ciri-ciri Sinapis Seed / Bai Jie Zi (Sinapis alba):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Bentuk Biji | Bulat sempurna atau agak bulat telur, berukuran kecil dengan diameter sekitar 1,5 hingga 2,5 mm. |
| Warna Biji | Warna kulit bijinya kekuningan atau krem pucat, permukaannya terasa halus tapi kalau dilihat lebih dekat ada tekstur retakan halus. |
| Tekstur Permukaan | Licin atau halus saat disentuh, namun biji akan terasa berlendir jika dibasahi air karena kandungan musilagonya. |
| Struktur Internal | Terdiri dari kulit biji yang tipis, embrio yang terlipat, dan cadangan makanan (kotiledon) yang kaya akan minyak. |
| Aroma Dan Rasa | Tidak berbau saat kering, tapi kalau dikunyah akan terasa pedas menyengat yang khas karena adanya glukosinolat. |
6 Manfaat Sinapis Seed / Bai Jie Zi untuk kesehatan.
Sinalbin (glukosinolat utama) dihidrolisis oleh mirosinase menjadi p-hidroksibenzil isotiosianat (p-HBIT). p-HBIT mengaktifkan kanal TRPA1/TRPV1 pada aferen kulit, memicu sensasi hangat/terbakar. Stimulasi nosiseptif ini menginduksi efek counterirritation dan analgesi segmental (gate-control, pelepasan opioid endogen lokal).
p-HBIT merupakan elektrofil yang mengalkilasi gugus tiol sistein pada enzim-enzim mikroba, mengganggu redoks intraseluler, integritas membran, dan pembentukan biofilm. Sinalbin yang tidak terhidrolisis juga memiliki aktivitas antimikroba langsung pada kadar tinggi; asam sinapik berkontribusi pada efek antimikroba.
Asam sinapik dan sinapina menyumbangkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS, peroksil); sinalbin/p-HBIT dapat mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan fase II (HO-1, NQO1).
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sinapis Seed / Bai Jie Zi.
Biji sesawi putih atau Bai Jie Zi (Sinapis alba) mengandung senyawa glukosinolat, khususnya sinalbin, yang ketika terhidrolisis oleh enzim mirosinase menghasilkan isothiocyanate. Senyawa aktif ini bersifat sangat iritatif terhadap jaringan mukosa dan kulit. Penggunaan topikal yang terlalu lama atau konsumsi oral dalam dosis berlebihan dapat menyebabkan iritasi parah pada saluran pencernaan, sensasi terbakar pada lambung, mual, muntah, serta diare. Pada kulit, kontak langsung dengan bubuk biji sesawi yang dicampur air (seperti dalam aplikasi plester tradisional Tiongkok) dapat memicu dermatitis kontak, eritema, pembentukan lepuh (blistering), hingga luka bakar tingkat dua jika durasi pengaplikasian tidak diawasi dengan ketat.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sinapis Seed / Bai Jie Zi.