Advertisement
Asparagus racemosus, yang lebih dikenal sebagai Shatavari, merupakan tanaman perdu merambat dari famili Asparagaceae yang tumbuh liar di berbagai wilayah tropis India, Sri Lanka, dan Asia Tenggara. Secara botanis, tanaman ini memiliki akar berbentuk umbi-umbian kecil yang berwarna putih kekuningan, daun berbentuk jarum halus, serta bunga kecil berwarna putih yang muncul dalam tandan. Nama "Shatavari" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "memiliki seratus suami" atau "yang mampu merawat seribu penyakit", merujuk pada khasiatnya yang sangat dihormati dalam pengobatan Ayurveda terutama untuk kesehatan reproduksi wanita dan sistem hormonal.
Tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, biasanya di area hutan terbuka, semak belukar, dan perbukitan dengan ketinggian hingga 1.500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini suka tanah yang agak berpasir atau berbatu dan punya kemampuan bertahan di kondisi kering. Karakteristik/ciri-ciri Shatavari (Asparagus racemosus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Memiliki akar berbentuk umbi yang banyak, berdaging, dan bergerombol menyerupai kumpulan jari tangan (tuberous roots). |
| Batang | Tipe tumbuhan memanjat (climber) dengan batang yang berkayu, berduri, dan bisa tumbuh merambat hingga beberapa meter. |
| Daun | Sebenarnya bukan daun asli, melainkan 'cladodes' (modifikasi batang yang menyerupai daun) yang berbentuk seperti jarum halus, berwarna hijau cerah, dan tumbuh berkelompok. |
| Bunga | Bunga berukuran kecil, berwarna putih atau agak kekuningan, harum, dan muncul dalam bentuk tandan (raceme) di ketiak daun. |
| Buah | Buah beri bulat kecil yang saat muda berwarna hijau dan akan berubah menjadi merah atau ungu kehitaman saat sudah matang, dengan biji yang keras di dalamnya. |
8 Manfaat Shatavari untuk kesehatan.
Shatavari meningkatkan prolaktin melalui penghambatan dopamin di hipofisis anterior dan stimulasi reseptor estrogen. Senyawa saponin steroid (shatavarins) memodulasi jalur STAT5 dan PI3K/Akt pada sel laktosit.
Menghambat jalur NF-κB dan COX-2, menurunkan ekspresi TNF-α, IL-6, dan MMP-13. Senyawa flavonoid dan saponin menekan aktivasi makrofag M1 dan produksi prostaglandin.
Menginduksi mukus lambung melalui aktivasi prostaglandin E2 dan NO, serta menghambat H+/K+-ATPase. Saponin memperkuat sawar mukosa dan meningkatkan aktivitas SOD, katalase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Shatavari.
Interaksi & Kontraindikasi Shatavari dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Shatavari (Asparagus racemosus) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek hingga menengah, namun penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat memicu beberapa efek samping. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi reaksi alergi pada kulit dan sistem pernapasan, terutama pada individu yang sensitif terhadap keluarga tanaman Asparagaceae. Gejala alergi ini dapat berupa dermatitis kontak, ruam kulit, gatal-gatal, serta sesak napas atau mengi akibat reaksi hipersensitivitas.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Shatavari.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Shatavari.