Advertisement
Asparagus racemosus, yang lebih dikenal sebagai Shatavari, merupakan tanaman perdu merambat dari famili Asparagaceae yang tumbuh liar di berbagai wilayah tropis India, Sri Lanka, dan Asia Tenggara. Secara botanis, tanaman ini memiliki akar berbentuk umbi-umbian kecil yang berwarna putih kekuningan, daun berbentuk jarum halus, serta bunga kecil berwarna putih yang muncul dalam tandan. Nama "Shatavari" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "memiliki seratus suami" atau "yang mampu merawat seribu penyakit", merujuk pada khasiatnya yang sangat dihormati dalam pengobatan Ayurveda terutama untuk kesehatan reproduksi wanita dan sistem hormonal.
Advertisement
Dalam pengobatan tradisional Ayurveda, Shatavari dikategorikan sebagai Rasayana (tonik rejuvenatif) yang bekerja menyeimbangkan ketiga dosha—Vata, Pitta, dan Kapha—khususnya pada sistem reproduksi wanita. Akar tanaman ini digunakan untuk meningkatkan produksi ASI (galactagogue), meredakan gejala menopause, mengatur siklus menstruasi, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain itu, Shatavari juga digunakan sebagai adaptogen untuk mengurangi stres, memperbaiki pencernaan, dan mengatasi gangguan lambung seperti maag dan dispepsia. Sifat anti-inflamasi dan antioksidannya menjadikannya bahan penting dalam ramuan herbal untuk meningkatkan vitalitas secara umum.
Kandungan fitokimia utama dalam Asparagus racemosus meliputi saponin steroid (seperti shatavarin I–IV), flavonoid, alkaloid, dan polisakarida. Shatavarin bertanggung jawab atas aktivitas imunomodulator, antioksidan, dan efek adaptogenik tanaman ini. Penelitian modern menunjukkan bahwa ekstrak akar Shatavari dapat merangsang pertumbuhan sel-sel lactotropik di kelenjar pituitari sehingga meningkatkan produksi prolaktin—menjelaskan efek galactagogue-nya. Studi klinis awal juga mengonfirmasi potensinya dalam mengurangi kecemasan, melindungi mukosa lambung, serta mendukung kesehatan ovarium dan fungsi endokrin. Meskipun demikian, penggunaan berlebihan pada individu dengan kelebihan Kapha atau gangguan ginjal perlu diwaspadai, sehingga konsultasi dengan praktisi herbal sangat dianjurkan.
Manfaat Shatavari untuk kesehatan.
Shatavari meningkatkan prolaktin melalui penghambatan dopamin di hipofisis anterior dan stimulasi reseptor estrogen. Senyawa saponin steroid (shatavarins) memodulasi jalur STAT5 dan PI3K/Akt pada sel laktosit.
Menghambat jalur NF-κB dan COX-2, menurunkan ekspresi TNF-α, IL-6, dan MMP-13. Senyawa flavonoid dan saponin menekan aktivasi makrofag M1 dan produksi prostaglandin.
Menginduksi mukus lambung melalui aktivasi prostaglandin E2 dan NO, serta menghambat H+/K+-ATPase. Saponin memperkuat sawar mukosa dan meningkatkan aktivitas SOD, katalase.
Mengaktivasi Nrf2/ARE pathway, meningkatkan glutathion dan enzim antioksidan endogen. Senyawa flavonoid dan polifenol menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS) dan kelat logam transisi.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Shatavari.