Sambang Darah

Excoecaria cochinchinensis
Nama
Sambang Darah
Nama Latin/Ilmiah
Excoecaria cochinchinensis
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit
Nama Lain
Chinese croton (Inggris), jungle fire (Inggris), hong bei gui (China), đơn đỏ (Vietnam), ta tum (Thailand)
Asal
Tiongkok selatan, Vietnam, Kamboja, Laos, Thailand, Malaysia, Indonesia.
Kandungan Utama
Flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, dan triterpenoid.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sambang Darah

Sambang darah (Excoecaria cochinchinensis) merupakan perdu hias dari famili Euphorbiaceae yang populer di pekarangan tropis karena keindahan daunnya yang bercorak dua warna—hijau tua mengilap di permukaan atas dan merah keunguan di sisi bawah. Keunikan ini membuatnya sering disebut sebagai "daun merah" atau "sambang darah" karena getahnya yang kemerahan, serta posisinya yang kerap dijadikan tanaman pagar hidup atau ornamental. Meski berukuran mungil, tumbuhan ini dalam taksonomi kerap disalahartikan dengan kerabat dekatnya, namun ciri daun berhadapan serta tepi bergerigi halus menjadi penanda utama yang membedakannya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 19:41:01
 

II. Ciri-ciri Sambang Darah

Tumbuhan ini asalnya dari Asia Tenggara, sering banget dijadiin tanaman hias di pekarangan rumah karena warnanya yang cantik. Dia suka banget sama tempat yang kena sinar matahari cukup, tapi bisa juga hidup di tempat agak teduh. Gampang ditanam di tanah yang subur dan drainasenya bagus. Karakteristik/ciri-ciri Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Semak tegak atau perdu kecil dengan tinggi bisa mencapai 1-2 meter.
Batang Batangnya berkayu, bercabang banyak, dan kalau dipotong bakal ngeluarin getah putih kayak susu yang sifatnya beracun.
Daun
  • Bentuk: Lonjong memanjang dengan ujung yang runcing.
  • Warna: Unik banget, bagian atas daun warnanya hijau mengkilap, tapi bagian bawahnya warna merah tua atau keunguan.
  • Tepi Daun: Bergerigi halus.
Bunga Bunga kecil-kecil yang tumbuh di ketiak daun, biasanya warnanya kuning kehijauan dan ukurannya nggak terlalu mencolok.
Buah Buah kendaga bulat kecil yang bakal pecah kalau sudah kering.

III. Manfaat Sambang Darah

8 Manfaat Sambang Darah untuk kesehatan.

  1. Antioksidan / penangkal stres oksidatif

    Ekstrak daun sambang darah kaya polifenol yang mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS), mengkelat logam transisi, serta mengaktivasi jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen dan mengurangi peroksidasi lipid.

    Senyawa Aktif: Asam Galat, Kuersetin, Rutin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi

    Diterpenoid dan flavonoid menghambat fosforilasi IκBα sehingga NF-κB tidak mengalami translokasi inti; menurunkan ekspresi iNOS dan COX-2; mengurangi produksi NO, PGE2, TNF-α, dan IL-6 pada makrofag.

    Senyawa Aktif: excoecarin D, excoecarin E, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antibakteri spektrum luas

    Flavonoid dan tanin berinteraksi dengan protein membran bakteri, mengubah permeabilitas membran, menyebabkan kebocoran isi sel, serta menghambat adhesi bakteri dan sintesis asam lemak pada membran sel.

    Senyawa Aktif: Asam Galat, Kuersetin, Lupeol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Sambang Darah

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sambang Darah.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi Melalui Penghambatan COX/LOX Dan NF-κB, Serta Antiproliferatif Pada Beberapa Lini Sel Tumor In Vitro.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Potensi Antiproliferatif Dengan Menginduksi Apoptosis Pada Sel Kanker.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid glikosida
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Memperkuat Kapiler, Dan Mengurangi Edema Pada Model Eksperimental.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Sambang Darah

Interaksi & Kontraindikasi Sambang Darah dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan obat antikoagulan (warfarin)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Belum ada laporan interaksi langsung. Namun tidak dianjurkan mengonsumsi herbal ini secara oral karena toksisitasnya.

  2. Penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tidak ada data interaksi yang memadai. Tetap hindari penggunaan internal karena risiko keracunan.

  3. Alergi terhadap getah/lateks

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kontak langsung dengan getah; dapat timbul reaksi hipersensitivitas lokal seperti dermatitis kontak.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Sambang Darah

Tanaman Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis) dikenal dalam pengobatan tradisional, namun bagian getah dan ekstraknya menyimpan efek samping yang signifikan karena kandungan senyawa beracun di dalamnya, terutama dari famili Euphorbiaceae. Getah putih susu dari tanaman ini bersifat sangat mengiritasi kulit dan selaput lendir. Kontak langsung dengan kulit dapat menyebabkan dermatitis kontak, sensasi terbakar yang parah, dan inflamasi lokal. Jika getah tersebut mengenai mata, hal ini dapat memicu konjungtivitis akut, iritasi kornea yang parah, dan dalam kasus yang ekstrim berisiko menyebabkan kerusakan penglihatan sementara atau permanen.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Sambang Darah

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sambang Darah.

Apa itu tanaman Sambang Darah dan apa kandungan kimianya?
Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis) adalah perdu dari famili Euphorbiaceae yang getahnya beracun. Menurut Flora of Java (Backer & Bakhuizen van den Brink, 1963), marga Excoecaria memiliki lateks yang bersifat menyebabkan iritasi. Kandungan utamanya adalah ester forbol dari golongan diterpenoid, selain triterpenoid, flavonoid, dan tanin. Ester forbol inilah yang menyebabkan rasa pedih dan peradangan pada kulit.
Apakah daun Sambang Darah aman bila dikonsumsi sebagai teh herbal atau lalapan?
Tidak aman. Tidak ada dosis konsumsi oral yang terbukti aman. Ester forbol dapat mengiritasi mukosa mulut dan lambung, menimbulkan mual, muntah, dan nyeri perut. Poisonous Plants: A Handbook for Doctors, Pharmacists, Toxicologists, Biologists and Veterinarians (Frohne & Pfänder, 2005) menekankan bahwa lateks dari banyak anggota Euphorbiaceae bersifat toksik jika tertelan.
Apakah Sambang Darah memiliki khasiat obat yang sudah didukung bukti ilmiah?
Belum ada uji klinik pada manusia yang memadai. Secara tradisional daunnya dipakai untuk penyakit kulit seperti panu dan gatal, tetapi bukti manfaat masih terbatas pada pengamatan empiris dan sebagian uji laboratorium. Seorang ahli fitokimia dapat menjelaskan bahwa aktivitas antimikroba dari flavonoid/tanin bersifat potensial, namun potensi ini tidak menjadikannya aman untuk dikonsumsi. Prinsip itu juga ditegaskan dalam The Honest Herbal: A Sensible Guide to the Use of Herbs and Related Remedies (Tyler, 1993).
Bagaimana cara pemakaian luar yang dianggap lebih aman?
Tidak ada cara pemakaian luar yang benar-benar aman tanpa kehati-hatian. Penggunaan tradisional biasanya menumbuk daun lalu menempelkannya pada kulit yang tidak luka, tetapi ini tidak dianjurkan pada anak, ibu hamil, atau orang dengan luka terbuka. Sebaiknya lakukan uji tempel di daerah kecil dahulu. Paparan getah dapat menyebabkan dermatitis kontak, sesuai peringatan dalam Medical Toxicology of Natural Substances (Barceloux, 2008).
Apa saja efek samping yang perlu diwaspadai?
Kontak dengan getah dapat menimbulkan kemerahan, rasa panas, gatal, bengkak, hingga lepuh. Jika terkena mata dapat terjadi iritasi berat. Bila tertelan, efeknya mencakup mual, muntah, diare, dan nyeri abdomen. Medical Toxicology of Natural Substances (Barceloux, 2008) mengingatkan bahwa beberapa ester diterpen bersifat sebagai promotor tumor pada pengujian eksperimental sehingga paparan kronis harus dihindari.
Apakah Sambang Darah aman untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui?
Tidak. Belum ada data keamanan untuk kelompok-kelompok ini, sehingga penggunaannya tidak dianjurkan. Kulit dan sistem pencernaan bayi serta anak-anak lebih sensitif terhadap iritasi dan absorbsi zat toksik. Ibu hamil dan menyusui juga sebaiknya menghindari karena senyawa aktifnya dapat terabsorpsi dan berisiko bagi janin/bayi. Pendekatan ini sejalan dengan WHO Guidelines on Safety Monitoring of Herbal Medicines (2004) yang menekankan kehati-hatian pada populasi rentan.
Apa yang harus saya lakukan jika anak saya terkena getah Sambang Darah?
Cuci bagian yang terkena segera dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit. Jika getah terkena mata, bilas dengan air mengalir sambil membuka kelopak mata. Jika tertelan, jangan merangsang muntah, berikan sedikit air minum dan segera bawa ke fasilitas kesehatan. Prosedur ini mengikuti prinsip penanganan iritan sesuai Medical Toxicology of Natural Substances (Barceloux, 2008).
Dari sudut pandang gizi, apakah daun Sambang Darah bisa dijadikan sumber nutrisi?
Tidak. Meskipun daun hijau umumnya mengandung vitamin, mineral, dan serat, tanaman ini tidak dapat digolongkan sebagai pangan atau suplemen karena senyawa toksik seperti ester forbol lebih dominan dan membahayakan tubuh. Kandungan nutrisi tidak relevan bila manfaatnya jauh lebih kecil daripada risiko keracunan. WHO Guidelines on Safety Monitoring of Herbal Medicines (2004) juga menegaskan bahwa profil keamanan harus menjadi pertimbangan pertama sebelum herbal dipertimbangkan untuk digunakan.

Kembang Bugang

Clerodendrum calamitosum

Andong

Cordyline fruticosa

Cari: