Kembang Bugang

Clerodendrum calamitosum
Nama
Kembang Bugang
Nama Latin/Ilmiah
Clerodendrum calamitosum
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit
Nama Lain
white butterfly (Inggris), bunga tulang (Malaysia), bang-bang (Filipina), bai hua cheng tong (Tiongkok), dok phi sua (Thailand)
Asal
Jawa, Indonesia
Kandungan Utama
Flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, dan steroid/triterpenoid.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kembang Bugang

Clerodendrum calamitosum, yang dikenal sebagai Kembang Bugang, adalah perdu tropis dari famili Lamiaceae yang tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini memiliki habitus tegak dengan tinggi mencapai 1–2 meter, daun berbentuk bulat telur dengan tepi bergerigi, serta permukaan yang sedikit berbulu halus. Ciri paling menonjol adalah bunga majemuknya yang berwarna putih bersih dengan tabung mahkota panjang, kelopak merah muda, dan benang sari yang menjulur keluar—memberikan kesan anggun dan mencolok. Bunga ini kerap mekar sepanjang tahun, terutama pada musim hujan, sehingga sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias pekarangan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 17:41:48
 

II. Ciri-ciri Kembang Bugang

Tumbuhan ini biasanya tumbuh liar di semak belukar atau tepi hutan yang terkena cahaya matahari cukup. Di Indonesia, sering ditemukan di daerah dataran rendah hingga ketinggian menengah dan cukup adaptif di lingkungan yang agak lembap. Karakteristik/ciri-ciri Kembang Bugang (Clerodendrum calamitosum):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Berupa semak tegak yang bisa tumbuh setinggi 1 sampai 2 meter.
Batang Batangnya berkayu, berbentuk bulat, dan memiliki percabangan yang banyak.
Daun Daunnya tunggal, letaknya berhadapan, bentuknya oval dengan tepian yang bergerigi kasar. Warnanya hijau segar dengan permukaan yang agak kasar.
Bunga Bunganya unik, berwarna putih bersih dengan bentuk corong yang panjang. Biasanya tumbuh bergerombol di ujung batang atau ketiak daun dan punya aroma yang cukup wangi.
Buah Buahnya berbentuk bulat kecil, saat masih muda berwarna hijau dan berubah menjadi hitam atau keunguan gelap saat sudah matang.
Akar Sistem perakarannya tunggang yang cukup kuat untuk menopang batang semak.

III. Manfaat Kembang Bugang

7 Manfaat Kembang Bugang untuk kesehatan.

  1. Peradangan / edema (anti-inflamasi)

    Ekstrak daun menghambat aktivitas COX-2 dan menurunkan biosintesis prostaglandin E2; menekan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6 serta menurunkan ekspresi iNOS melalui modulasi jalur NF-κB.

    Tampilkan
  2. Nyeri (efek analgesik)

    Menghambat pelepasan mediator nyeri perifer seperti prostaglandin dan bradikinin, sehingga mengurangi sensitivitas nosiseptor; sebagian efek diduga melibatkan jalur opioid sentral namun belum terbukti definitif.

    Tampilkan
  3. Infeksi bakteri dan jamur

    Flavonoid dan glikosida feniletanoid mengganggu integritas membran sel mikroorganisme, meningkatkan permeabilitas sel, serta menghambat enzim permukaan dan pembentukan biofilm.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Kembang Bugang

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kembang Bugang.

  1. Golongan: Fenolik (asam hidroksisinamat)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Inhibitor α-glukosidase Sehingga Berpotensi Sebagai Antidiabetes..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (flavonol glikosida)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Pelindung Vaskuler, Dan Antiedema..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antiproliferatif, Dan Imunomodulator..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kembang Bugang

Interaksi & Kontraindikasi Kembang Bugang dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi dengan jarak minimal 2 jam dari konsumsi herbal karena tanin dalam Kembang Bugang dapat mengikat zat besi dan menurunkan penyerapan.

  2. Kafein (kopi, teh, minuman energi)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Batasi penggunaan bersamaan; kafein dapat mengurangi efek sedatif herbal, namun tidak menimbulkan bahaya serius.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (metformin, glibenklamid, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau kadar gula darah rutin karena herbal berpotensi meningkatkan efek penurun gula dan memicu hipoglikemia.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+11)

VI. Efek Samping Kembang Bugang

Kembang Bugang (Clerodendrum calamitosum) adalah tanaman herbal yang secara tradisional sering digunakan di Indonesia sebagai diuretik untuk membantu melancarkan buang air kecil dan mengatasi masalah batu ginjal. Meskipun sering dianggap aman karena berasal dari bahan alam, penggunaan tanaman ini tetap memiliki potensi efek samping, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau tanpa takaran yang tepat. Beberapa penelitian toksisitas pada hewan uji menunjukkan bahwa ekstrak tanaman dari marga Clerodendrum dapat memengaruhi fungsi organ vital seperti hati dan ginjal jika diberikan dalam dosis tinggi atau jangka panjang.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Kembang Bugang

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kembang Bugang.

Apa itu Kembang Bugang (Clerodendrum calamitosum) dan senyawa apa saja yang dikandungnya?
Kembang Bugang (Clerodendrum calamitosum, sinonim Clerodendrum indicum) adalah perdu dari famili Lamiaceae yang banyak digunakan sebagai tanaman obat di Asia Tenggara. Kandungan fitokimia utama yang telah dilaporkan meliputi flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, dan alkaloid. Senyawa terpenoid yang khas pada beberapa anggota genus Clerodendrum adalah clerodana diterpenoid. Perry, L.M. (1980). Medicinal Plants of East and Southeast Asia: Attributed Properties and Uses. Cambridge: MIT Press.
Bagaimana cara penggunaan Kembang Bugang dalam kehidupan sehari-hari?
Secara tradisional, daun Kembang Bugang direbus dan air rebusannya diminum untuk membantu meredakan demam, batuk, asma, dan gangguan pencernaan. Daun yang ditumbuk juga digunakan sebagai tapal untuk luka, bisul, dan keluhan kulit. Namun, pengobatan ini masih bersifat empiris dan belum memiliki standar dosis ilmiah. Khare, C.P. (2008). Indian Medicinal Plants: An Illustrated Dictionary. Springer.
Apakah Kembang Bugang aman dikonsumsi sebagai obat herbal?
Keamanan konsumsi jangka panjang belum diketahui secara pasti. Efek samping yang dilaporkan pada penggunaan dosis tinggi antara lain mual, muntah, dan diare, terutama akibat kandungan saponin dan senyawa clerodana yang dapat bersifat iritatif. Hindari penggunaan tanpa pengawasan tenaga kesehatan, terutama jika sedang menjalani pengobatan lain. Brinker, F. (1998). Herbal Contraindications and Drug Interactions. Portland: Eclectic Medical Publications.
Apa saja efek samping yang perlu diwaspadai?
Efek samping yang mungkin muncul meliputi gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, dan diare; reaksi alergi berupa gatal atau ruam; serta penurunan tekanan darah yang berlebihan bila digunakan bersama obat antihipertensi. Kandungan saponin juga berpotensi mengiritasi lambung bila dikonsumsi dalam dosis besar. Brinker, F. (1998). Herbal Contraindications and Drug Interactions. Portland: Eclectic Medical Publications.
Bolehkah Kembang Bugang digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Belum ada penelitian yang memadai mengenai keamanan dan dosis Kembang Bugang pada bayi dan anak-anak. Oleh karena itu, tidak dianjurkan diberikan kepada kelompok usia ini tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Secara umum, herbal yang belum diketahui keamanannya sebaiknya tidak digunakan pada anak. World Health Organization. (2004). WHO Guidelines on Safety Monitoring of Herbal Medicines in Pharmacovigilance Systems.
Apakah Kembang Bugang aman untuk ibu hamil atau menyusui?
Tidak dianjurkan. Data ilmiah tentang keamanan Kembang Bugang pada ibu hamil dan menyusui sangat terbatas. Beberapa spesies Clerodendrum dilaporkan memiliki efek stimulasi pada otot polos rahim dan bersifat emmenagog, sehingga berisiko bagi kehamilan. Untuk ibu menyusui, belum ada cukup bukti untuk memastikan keamanannya. Sebaiknya hindari selama kehamilan dan menyusui. Brinker, F. (1998). Herbal Contraindications and Drug Interactions. Portland: Eclectic Medical Publications.
Apakah Kembang Bugang dapat digunakan sebagai obat diabetes?
Studi praklinis pada hewan menggunakan ekstrak daun Clerodendrum calamitosum/indicum menunjukkan adanya efek penurunan kadar glukosa darah, tetapi bukti tersebut masih terbatas pada uji in vitro dan hewan. Belum ada uji klinis yang memadai pada manusia. Oleh karena itu, penggunaannya untuk diabetes tidak boleh menggantikan obat medis tanpa konsultasi dokter. Khare, C.P. (2008). Indian Medicinal Plants: An Illustrated Dictionary. Springer.
Apa saja interaksi obat yang mungkin terjadi?
Jika dikonsumsi bersamaan dengan obat antidiabetes atau antihipertensi, Kembang Bugang berpotensi meningkatkan efek obat tersebut sehingga dapat menyebabkan hipoglikemia atau hipotensi. Herbal ini juga berpotensi berinteraksi dengan obat yang dimetabolisme di hati karena mengandung berbagai senyawa metabolik sekunder. Selalu diskusikan dengan apoteker atau dokter sebelum mengonsumsinya. Brinker, F. (1998). Herbal Contraindications and Drug Interactions. Portland: Eclectic Medical Publications.

Dadap

Erythrina variegata

Sambang Darah

Excoecaria cochinchinensis

Cari: