Sacha Inchi

Plukenetia volubilis
Nama
Sacha Inchi
Nama Latin/Ilmiah
Plukenetia volubilis
Bagian Digunakan
Biji, Daun
Rasa
Gurih, mirip kacang
Nama Lain
Sacha inchi (Peru), Inca peanut (Inggris), sacha maní (Ekuador), maní del monte (Peru), amendoim-da-amazônia (Brasil).
Asal
Peru, Brasil, Ekuador, Kolombia, Venezuela, Bolivia
Kandungan Utama
Asam lemak omega-3, protein, vitamin E

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sacha Inchi

Sacha Inchi (Plukenetia volubilis) adalah tumbuhan merambat dari keluarga Euphorbiaceae yang berasal dari hutan hujan Amazon, terutama kawasan Peru, Kolombia, dan Brasil. Tanaman ini juga dikenal sebagai kacang Inca, dan telah dibudidayakan sejak zaman pra-Columbus oleh masyarakat asli setempat. Berbeda dengan kacang-kacangan lain, buah Sacha Inchi berbentuk bintang dengan empat hingga tujuh sudut, dan di dalamnya terdapat biji yang kaya minyak serta protein. Sebagai tanaman yang adaptif, Plukenetia volubilis dapat tumbuh di daerah tropis hingga ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut, menjadikannya komoditas potensial untuk lahan marginal.

Baca Lebih Lanjut
Update: 29 Agu 2026 - 21:40:40
 

II. Ciri-ciri Sacha Inchi

Tanaman ini asli dari hutan hujan tropis Amazon. Suka banget sama tempat yang hangat dan lembap, biasanya tumbuh subur di dataran rendah sampai menengah dengan drainase tanah yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Sacha Inchi (Plukenetia volubilis):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Tanaman merambat (semi-woody climber) yang bisa tumbuh cukup panjang kalau ada penyangga.
Daun Bentuknya menyerupai hati (jantung) dengan tepi yang bergerigi, warnanya hijau terang, dan letaknya berselang-seling.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna putih kehijauan, dan muncul dalam kelompok kecil di ujung batang.
Buah Buahnya unik banget, berbentuk seperti bintang (biasanya punya 4 sampai 7 tonjolan), warnanya hijau saat muda dan berubah jadi cokelat tua pas sudah kering di pohon.
Biji Ada di dalam setiap ruang buah, bentuknya bulat agak pipih, warnanya cokelat gelap dengan corak yang khas, mirip kacang tapi lebih besar.

III. Manfaat Sacha Inchi

8 Manfaat Sacha Inchi untuk kesehatan.

  1. Dislipidemia dan perbaikan profil lipid

    Asam α-linolenat (ALA) dan asam linoleat mengaktifkan PPAR-α di hati, meningkatkan oksidasi asam lemak dan menurunkan sintesis trigliserida. Fitosterol seperti β-sitosterol berkompetisi dengan kolesterol pada transporter NPC1L1 sehingga menurunkan absorpsi kolesterol usus. Tokoferol mengurangi oksidasi LDL.

    Senyawa Aktif: asam α-linolenat, Asam Linoleat, β-Sitosterol
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi dan modulasi respon imun

    ALA menghambat konversi asam arakidonat menjadi prostaglandin pro-inflamasi PGE2 melalui penekanan COX-2. γ-tokoferol menghambat COX-2 dan 5-lipoksigenase, sedangkan flavonoid seperti kuersetin menekan aktivasi NF-κB sehingga menurunkan TNF-α dan IL-6.

    Senyawa Aktif: asam α-linolenat, γ-tokoferol, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan pencegahan stres oksidatif

    Polifenol dan tokoferol bekerja sebagai donor elektron untuk menetralkan radikal bebas. Senyawa ini juga mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase, katalase, dan glutathione peroksidase.

    Senyawa Aktif: α-Tokoferol, γ-tokoferol, Asam Galat, Katekin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Sacha Inchi

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sacha Inchi.

  1. Asam α-linolenat (ALA)

    Golongan: Asam lemak tak jenuh ganda (PUFA omega-3)
    Bagian Tanaman: Biji (minyak biji)
    Aktivitas Farmakologis:
    Menurunkan Trigliserida Serum; Berpotensi Antiinflamasi Dan Kardioprotektif..
    Tampilkan
  2. Golongan: Asam lemak tak jenuh ganda (PUFA omega-6)
    Bagian Tanaman: Biji (minyak biji)
    Aktivitas Farmakologis:
    Menjaga Fungsi Barier Kulit; Asam Lemak Esensial..
    Tampilkan
  3. Golongan: Asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA)
    Bagian Tanaman: Biji (minyak biji)
    Aktivitas Farmakologis:
    Memperbaiki Profil Lipid Apabila Menggantikan Lemak Jenuh; Mendukung Kesehatan Kardiovaskular..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Sacha Inchi

Interaksi & Kontraindikasi Sacha Inchi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan pada penderita Gangguan pencernaan (mual, kembung, diare) pada dosis tinggi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Mulai dengan dosis kecil dan konsumsi bersama makanan. Kurangi dosis atau hentikan bila gejala menetap.

  2. Suplemen vitamin E dosis tinggi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Sacha inchi kaya vitamin E. Hitung total asupan vitamin E dari semua suplemen untuk mencegah toksisitas akibat kelebihan vitamin E.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (mis. kaptopril, losartan)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Dapat menyebabkan efek aditif penurunan tekanan darah. Lakukan pemantauan tekanan darah secara berkala dan waspadai gejala hipotensi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Sacha Inchi

Sacha Inchi (Plukenetia volubilis) umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi oleh kebanyakan orang, namun beberapa individu dapat mengalami efek samping gastrointestinal, terutama pada awal penggunaan atau ketika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Efek samping saluran pencernaan yang paling sering dilaporkan meliputi mual, kram perut, dan diare ringan. Hal ini seringkali dikaitkan dengan kandungan minyak dan asam lemak tak jenuh yang tinggi, serta adanya senyawa antinutrisi seperti saponin dan alkaloid mentah jika biji tidak diproses atau disangrai dengan benar sebelum dikonsumsi.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Sacha Inchi

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sacha Inchi.

Apa itu Sacha Inchi dan apa saja kandungan senyawa fitokimia utamanya?
Sacha Inchi (Plukenetia volubilis) adalah tanaman asli hutan Amazon yang bijinya dikenal sebagai superfood. Sebagai ahli fitokimia, biji ini mengandung minyak kaya asam α-linolenat (ALA, omega-3) sekitar 48%, asam linoleat (omega-6) sekitar 36%, serta protein dengan asam amino esensial lengkap, terutama metionin dan sistein. Selain itu, biji dan daunnya mengandung polifenol, flavonoid, dan tokoferol (vitamin E). Kandungan ini menjadikannya sumber antioksidan yang baik. Referensi: Journal of Agricultural and Food Chemistry.
Bagaimana cara konsumsi Sacha Inchi sehari-hari yang tepat?
Biji Sacha Inchi umumnya dipanggang atau diolah menjadi tepung, dan minyaknya digunakan sebagai dressing salad. Untuk konsumsi sehari-hari, biji panggang dapat dimakan langsung sekitar 10–15 biji sebagai camilan. Minyak Sacha Inchi cukup digunakan 1 sendok teh hingga 1 sendok makan per hari. Hindari memanaskan minyak pada suhu tinggi karena dapat merusak asam lemak omega-3. Simpan dalam wadah gelap dan sejuk untuk mencegah oksidasi. Referensi: Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety.
Apakah Sacha Inchi aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Hingga saat ini belum ada uji klinis memadai yang meneliti keamanan Sacha Inchi secara khusus pada kehamilan dan menyusui. Meskipun ALA omega-3 penting untuk perkembangan janin, penggunaan suplemen Sacha Inchi sebaiknya dihindari atau dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter karena risiko alergi dan belum adanya data keamanan dosis. Pada ibu menyusui, minyak Sacha Inchi dalam jumlah normal sebagai makanan mungkin tidak berbahaya, tetapi tetap harus waspada. Referensi: European Food Safety Authority (EFSA) guidelines.
Apakah Sacha Inchi boleh diberikan pada bayi dan anak-anak?
Tidak disarankan memberikan biji utuh Sacha Inchi pada anak di bawah usia 4–5 tahun karena risiko tersedak. Untuk anak yang lebih besar, dapat diberikan dalam bentuk tepung atau minyak dalam jumlah kecil setelah memastikan tidak ada alergi. Belum ada penelitian khusus yang menetapkan dosis aman untuk anak-anak, sehingga konsultasi dengan dokter anak diperlukan terutama jika anak memiliki riwayat alergi kacang. Referensi: pedoman American Academy of Pediatrics mengenai risiko tersedak pada anak.
Apa saja efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Sacha Inchi?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti gangguan pencernaan (mual, diare) jika dikonsumsi berlebihan. Yang paling penting adalah kemungkinan reaksi alergi, terutama pada individu yang sensitif terhadap kacang-kacangan. Gejala alergi dapat berupa gatal, bengkak, ruam, hingga anafilaksis. Karena kandungan omega-3 yang tinggi, konsumsi dalam dosis besar bersama obat pengencer darah dapat meningkatkan risiko perdarahan. Hentikan pemakaian jika timbul gejala alergi. Referensi: Current Opinion in Allergy and Clinical Immunology.
Apakah Sacha Inchi dapat membantu menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung?
Beberapa studi klinis menunjukkan bahwa konsumsi minyak Sacha Inchi dapat menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta meningkatkan HDL (kolesterol baik) pada orang dewasa dengan hiperkolesterolemia. Efek ini terutama disebabkan oleh asam α-linolenat (ALA) omega-3 yang bekerja menunjang fungsi kardiovaskular. Namun, hasil ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan tidak dapat menggantikan obat statin. Referensi: Lipids in Health and Disease.
Bagaimana dosis atau takaran Sacha Inchi yang dianjurkan?
Belum ada dosis resmi yang ditetapkan oleh BPOM atau FDA. Studi klinis yang meneliti efek pada kolesterol menggunakan minyak Sacha Inchi sebanyak 10–15 mL per hari selama 4 bulan. Untuk biji panggang, dosis umum yang dianggap aman adalah sekitar 10–15 biji per hari. Mulailah dengan dosis kecil untuk melihat toleransi tubuh. Jangan melebihi takaran tersebut tanpa pengawasan ahli gizi atau dokter. Referensi: Nutrition Journal.
Apakah Sacha Inchi aman untuk penderita alergi kacang?
Sacha Inchi adalah biji dari tanaman Euphorbiaceae, bukan kacang pohon sejati, tetapi proteinnya berpotensi menimbulkan reaksi silang dengan alergen kacang lainnya. Pada orang yang memiliki alergi kacang tanah atau kacang pohon, konsumsi Sacha Inchi sebaiknya dihindari atau dilakukan uji alergi terlebih dahulu. Beberapa laporan menunjukkan protein pengikat 2S albumin pada Sacha Inchi dapat menyebabkan alergi pada individu sensitif. Referensi: Journal of Proteome Research.

Chacruna Leaf

Psychotria viridis

Cacao Leaf

Theobroum cacao

Cari: