Advertisement
Sacha Inchi (Plukenetia volubilis) adalah tumbuhan merambat dari keluarga Euphorbiaceae yang berasal dari hutan hujan Amazon, terutama kawasan Peru, Kolombia, dan Brasil. Tanaman ini juga dikenal sebagai kacang Inca, dan telah dibudidayakan sejak zaman pra-Columbus oleh masyarakat asli setempat. Berbeda dengan kacang-kacangan lain, buah Sacha Inchi berbentuk bintang dengan empat hingga tujuh sudut, dan di dalamnya terdapat biji yang kaya minyak serta protein. Sebagai tanaman yang adaptif, Plukenetia volubilis dapat tumbuh di daerah tropis hingga ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut, menjadikannya komoditas potensial untuk lahan marginal.
Tanaman ini asli dari hutan hujan tropis Amazon. Suka banget sama tempat yang hangat dan lembap, biasanya tumbuh subur di dataran rendah sampai menengah dengan drainase tanah yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Sacha Inchi (Plukenetia volubilis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Tanaman merambat (semi-woody climber) yang bisa tumbuh cukup panjang kalau ada penyangga. |
| Daun | Bentuknya menyerupai hati (jantung) dengan tepi yang bergerigi, warnanya hijau terang, dan letaknya berselang-seling. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berwarna putih kehijauan, dan muncul dalam kelompok kecil di ujung batang. |
| Buah | Buahnya unik banget, berbentuk seperti bintang (biasanya punya 4 sampai 7 tonjolan), warnanya hijau saat muda dan berubah jadi cokelat tua pas sudah kering di pohon. |
| Biji | Ada di dalam setiap ruang buah, bentuknya bulat agak pipih, warnanya cokelat gelap dengan corak yang khas, mirip kacang tapi lebih besar. |
8 Manfaat Sacha Inchi untuk kesehatan.
Asam α-linolenat (ALA) dan asam linoleat mengaktifkan PPAR-α di hati, meningkatkan oksidasi asam lemak dan menurunkan sintesis trigliserida. Fitosterol seperti β-sitosterol berkompetisi dengan kolesterol pada transporter NPC1L1 sehingga menurunkan absorpsi kolesterol usus. Tokoferol mengurangi oksidasi LDL.
ALA menghambat konversi asam arakidonat menjadi prostaglandin pro-inflamasi PGE2 melalui penekanan COX-2. γ-tokoferol menghambat COX-2 dan 5-lipoksigenase, sedangkan flavonoid seperti kuersetin menekan aktivasi NF-κB sehingga menurunkan TNF-α dan IL-6.
Polifenol dan tokoferol bekerja sebagai donor elektron untuk menetralkan radikal bebas. Senyawa ini juga mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase, katalase, dan glutathione peroksidase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sacha Inchi.
Interaksi & Kontraindikasi Sacha Inchi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Sacha Inchi (Plukenetia volubilis) umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi oleh kebanyakan orang, namun beberapa individu dapat mengalami efek samping gastrointestinal, terutama pada awal penggunaan atau ketika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Efek samping saluran pencernaan yang paling sering dilaporkan meliputi mual, kram perut, dan diare ringan. Hal ini seringkali dikaitkan dengan kandungan minyak dan asam lemak tak jenuh yang tinggi, serta adanya senyawa antinutrisi seperti saponin dan alkaloid mentah jika biji tidak diproses atau disangrai dengan benar sebelum dikonsumsi.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sacha Inchi.