He Shou Wu

Fallopia multiflora | Fallopia multiflora
Nama
He Shou Wu (Fallopia multiflora)
Nama Latin/Ilmiah
Fallopia multiflora
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Manis, pahit
Nama Lain
Fo-ti (China), Kawara-kei (Jepang), Ha-su-o (Korea), Hà thủ ô (Vietnam), Chinese knotweed (Amerika Serikat)
Asal
China
Kandungan Utama
Emodin, krisofanol, fisikon, tetrahidroksistilbena glukosida, lesitin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang He Shou Wu

Fallopia multiflora, yang lebih dikenal dengan nama Fo-Ti atau He Shou Wu, adalah tanaman merambat asli Asia Timur yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Tanaman ini termasuk dalam keluarga Polygonaceae dan dikenal karena akar bengkoknya yang tebal, yang merupakan bagian utama yang digunakan sebagai ramuan herbal. Secara botani, ia tumbuh subur di lereng bukit dan hutan lebat, dengan batang memanjat yang bisa mencapai beberapa meter. Akarnya sering dipanen setelah tanaman berumur 3–5 tahun dan kemudian diolah melalui proses fermentasi atau pengeringan untuk menghasilkan ekstrak yang kaya akan senyawa bioaktif, seperti stilbenoid, antrakuinon, dan lektin.

Baca Lebih Lanjut
Update: 19 Agu 2026 - 10:41:12
 

II. Ciri-ciri He Shou Wu

Tanaman merambat ini aslinya dari Tiongkok, suka banget tumbuh di lereng bukit, pinggiran hutan, atau celah bebatuan yang teduh dan punya drainase tanah yang baik. Karakteristik/ciri-ciri He Shou Wu (Fallopia multiflora):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Bagian paling ikonik, bentuknya seperti umbi besar yang keras, berkayu, dan warnanya cokelat kemerahan gelap.
Batang Tipe batang merambat, teksturnya agak berkayu, bisa tumbuh melilit searah jarum jam, dan warnanya hijau kecokelatan.
Daun Bentuknya mirip hati atau jantung (ovate-cordate), tepiannya rata, permukaannya halus, dan tersusun berseling di sepanjang batang.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna putih atau kehijauan, dan muncul bergerombol membentuk malai yang menjuntai cantik.
Buah Buahnya termasuk jenis buah keras kecil (achene) yang terbungkus kelopak bunga yang sudah mengering.

III. Manfaat He Shou Wu

8 Manfaat He Shou Wu untuk kesehatan.

  1. Antioksidan dan Anti-penuaan

    Mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutathione peroksidase; menekan produksi spesies oksigen reaktif (ROS) melalui inhibisi NADPH oksidase dan xanthine oksidase.

    Senyawa Aktif: 2,3,5,4′-tetrahydroxystilbene-2-O-β-D-glucoside (TSG), Emodin, Polisakarida (PS-1, PS-2)
    Tampilkan
  2. Hepatoprotektif (Perlindungan Hati)

    Menghambat apoptosis hepatosit melalui regulasi Bcl-2/Bax dan aktivasi Nrf2; menurunkan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) dan mengurangi stres oksidatif di jaringan hati.

    Senyawa Aktif: TSG, Emodin, Physcion
    Tampilkan
  3. Neuroprotektif (Penyakit Alzheimer)

    Menghambat agregasi amiloid-β dan fosforilasi tau; mengaktivasi jalur BDNF/TrkB; mengurangi stres oksidatif dan peradangan saraf melalui inhibisi NF-κB dan aktivasi Nrf2.

    Senyawa Aktif: TSG, Emodin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan He Shou Wu

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) He Shou Wu.

  1. 2,3,5,4'-Tetrahydroxystilbene-2-O-β-D-glucopyranoside (TSG)

    Golongan: Stilbenoid
    Bagian Tanaman: Akar (Radix Polygoni Multiflori)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antipenuaan, Neuroprotektif, Hepatoprotektif, Pencegah Osteoporosis.
    Tampilkan
  2. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Laksatif, Antiinflamasi, Antikanker, Antivirus.
    Tampilkan
  3. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri, Antiinflamasi, Hepatoprotektif (dosis Rendah), Antifibrosis Ginjal.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi He Shou Wu

Interaksi & Kontraindikasi He Shou Wu dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat Estrogen (Kontrasepsi oral, Terapi Hormon Pengganti)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Fo-Ti memiliki aktivitas estrogenik ringan yang secara teori dapat berinteraksi dengan terapi hormon. Efek klinis yang signifikan jarang terjadi, namun pemantauan respons hormonal dianjurkan pada penggunaan jangka panjang.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat Imunosupresan (Siklosporin, Kortikosteroid dosis tinggi)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Fo-Ti dapat memodulasi sistem imun, namun bukti interaksi langsung masih terbatas. Sebagai langkah pencegahan, hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan medis.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat Diabetes (Insulin, Metformin, Sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Fo-Ti dilaporkan memiliki efek penurun gula darah. Risiko hipoglikemia meningkat jika dikombinasikan dengan obat antidiabetes. Pantau kadar glukosa darah secara ketat dan sesuaikan dosis obat jika perlu.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping He Shou Wu

He Shou Wu (Fallopia multiflora) telah banyak dikaitkan dengan berbagai kasus toksisitas hati yang signifikan dalam literatur medis modern. Sejumlah besar laporan kasus dan studi farmakovigilans mendokumentasikan bahwa konsumsi ramuan ini, baik dalam bentuk mentah maupun yang telah diolah, dapat memicu cedera hati terinduksi obat (drug-induced liver injury/DILI). Efek hepatotoksik ini umumnya bermanifestasi sebagai peningkatan enzim hati (seperti ALT dan AST), ikterus (penyakit kuning), hepatitis akut, hingga gagal hati yang membutuhkan transplantasi. Senyawa antrakuinon dan stilbene yang terkandung di dalam tanaman ini diidentifikasi berperan dalam memicu stres oksidatif dan respons imun idiosinkratik pada individu yang rentan.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis He Shou Wu

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari He Shou Wu.

  1. Kejadian dan Faktor Risiko Cedera Hati yang Diinduksi Polygonum multiflorum: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan insiden cedera hati lebih tinggi pada penggunaan Polygonum multiflorum mentah dan pada subjek pembawa alel HLA-B*35:01. Sebagian besar kasus bersifat ringan hingga sedang, tetapi hepatitis berat dapat terjadi pada subjek tertentu.
    Tampilkan
  2. Etnofarmakologi, Fitokimia, dan Toksikologi Fallopia multiflora (He Shou Wu): Tinjauan Sistematis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Tinjauan mengidentifikasi senyawa aktif utama seperti emodin, resveratrol, dan stilben glikosida yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan hepatotoksik. Proses pengolahan (processing) dapat mengurangi hepatotoksisitas tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko.
    Tampilkan
  3. Efektivitas dan Keamanan Ekstrak Polygonum multiflorum pada Pria dengan Alopesia Androgenetik: Uji Klinis Acak, Tersamar Ganda, dan Terkontrol Plasebo

    Tahun: 2024
    Temuan:
    Kelompok yang menerima ekstrak selama 24 minggu menunjukkan peningkatan signifikan pada kepadatan dan ketebalan rambut dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada efek samping serius antar kelompok.
    Tampilkan

VIII. FAQ He Shou Wu

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang He Shou Wu.

Apa itu Fo-Ti (He Shou Wu) dan bagaimana sejarah penggunaannya?
Fo-Ti adalah akar dari tanaman Fallopia multiflora (sinonim Polygonum multiflorum), yang telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok selama berabad-abad. Secara historis, ia digunakan untuk 'menyehatkan darah', memperkuat ginjal, dan mencegah uban prematur. Dalam fitokimia, akar ini mengandung antrakuinon (seperti emodin dan rhein), stilbenoid (seperti 2,3,5,4′-tetrahydroxystilbene-2-O-β-D-glucoside, TSG), dan polisakarida. (Chinese Herbal Medicine: Materia Medica, 3rd ed., 2004)
Berapa dosis harian Fo-Ti yang aman untuk konsumsi?
Dosis tradisional umum untuk akar kering yang direbus adalah 6–12 gram per hari. Bentuk kapsul atau ekstrak standar biasanya mengandung 500–1000 mg per hari. Namun, penggunaan jangka panjang >1 bulan harus di bawah pengawasan karena potensi hepatotoksisitas. Studi menyarankan dosis aman TSG (senyawa aktif) tidak melebihi 0,5–1 g/hari. (Journal of Ethnopharmacology, 2015, 165: 92-100)
Apakah Fo-Ti aman untuk ibu hamil, menyusui, bayi, dan anak-anak?
Tidak disarankan. Tidak ada studi keamanan yang memadai pada populasi ini. Kandungan antrakuinon dapat bersifat iritatif dan berpotensi menyebabkan kontraksi rahim. Ibu menyusui sebaiknya menghindari karena metabolit dapat masuk ke ASI. Untuk anak-anak, risiko toksisitas lebih tinggi karena metabolisme yang belum matang. (Drugs and Lactation Database, LactMed, 2021)
Apa efek samping yang mungkin terjadi dari konsumsi Fo-Ti?
Efek samping paling serius adalah hepatotoksisitas (kerusakan hati) yang dilaporkan pada kasus overdosis atau penggunaan jangka panjang. Gejala awal bisa berupa jaundice, kelelahan, dan peningkatan enzim hati. Efek lain termasuk diare (karena efek laksatif antrakuinon), mual, dan reaksi alergi. Beberapa kasus hepatitis autoimun juga dikaitkan. (World Journal of Gastroenterology, 2016, 22(21): 5050-5059)
Apakah Fo-Ti berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya. Kandungan antrakuinon dapat meningkatkan efek obat pencahar dan menyebabkan hipokalemia. Fo-Ti juga dapat memengaruhi metabolisme obat di hati melalui CYP450 (terutama CYP2E1 dan CYP3A4). Interaksi khusus dengan warfarin (antikoagulan) dapat meningkatkan risiko perdarahan. Juga berpotensi menurunkan efektivitas imunosupresan. (Phytomedicine, 2018, 40: 1-10)
Benarkah Fo-Ti dapat menghitamkan rambut dan mencegah penuaan?
Klaim tersebut berasal dari pengobatan tradisional Tiongkok yang mengaitkan rambut putih dengan 'defisiensi ginjal'. Beberapa studi in vitro dan hewan menunjukkan ekstrak Fo-Ti (terutama TSG) dapat menghambat aktivitas tirosinase dan melindungi melanosit dari oksidasi, sehingga berpotensi memperlambat uban. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas dan tidak konsisten. (Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2013, ID 854798)
Bagaimana pengaruh Fo-Ti terhadap kesehatan umum, seperti anti-aging dan imunitas?
Senyawa stilbenoid (TSG) dalam Fo-Ti memiliki aktivitas antioksidan kuat yang dapat mengurangi stres oksidatif, salah satu pemicu penuaan. Studi hewan menunjukkan efek neuroprotektif dan peningkatan memori. Polisakarida dari Fo-Ti juga dilaporkan memodulasi respons imun adaptif. Meskipun demikian, klaim anti-aging pada manusia memerlukan uji klinis lebih lanjut. (Phytotherapy Research, 2019, 33(5): 1315-1325)

Dangsam

Codonopsis pilosula

Bai Zhu

Atractylodes macrocephala

Cari: