Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Kejadian dan Faktor Risiko Cedera Hati yang Diinduksi Polygonum multiflorum: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    17 studi observasional dengan total 2.356 subjek, termasuk 312 kasus cedera hati terkait obat.
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi; umumnya 10–20 g/hari selama 1–6 bulan, terutama pada penggunaan herba mentah.
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan insiden cedera hati lebih tinggi pada penggunaan Polygonum multiflorum mentah dan pada subjek pembawa alel HLA-B*35:01. Sebagian besar kasus bersifat ringan hingga sedang, tetapi hepatitis berat dapat terjadi pada subjek tertentu.
  2. Etnofarmakologi, Fitokimia, dan Toksikologi Fallopia multiflora (He Shou Wu): Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    85 artikel yang memenuhi kriteria, meliputi studi klinis, eksperimental, dan laporan kasus.
    Dosis/Durasi:
    Tidak dirangkum; pada studi hewan, dosis berkisar 0,5–3 g/kg berat badan per hari.
    Temuan:
    Tinjauan mengidentifikasi senyawa aktif utama seperti emodin, resveratrol, dan stilben glikosida yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan hepatotoksik. Proses pengolahan (processing) dapat mengurangi hepatotoksisitas tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko.
  3. Efektivitas dan Keamanan Ekstrak Polygonum multiflorum pada Pria dengan Alopesia Androgenetik: Uji Klinis Acak, Tersamar Ganda, dan Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 pria berusia 20–50 tahun dengan alopesia androgenetik derajat II–III (Skala Norwood-Hamilton).
    Dosis/Durasi:
    500 mg/hari ekstrak terstandar yang dibagi menjadi dua dosis harian selama 24 minggu.
    Temuan:
    Kelompok yang menerima ekstrak selama 24 minggu menunjukkan peningkatan signifikan pada kepadatan dan ketebalan rambut dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada efek samping serius antar kelompok.
  4. Efek Anti-Penuaan Ekstrak Fallopia multiflora yang Diolah pada Model Mencit yang Diinduksi D-Galaktosa

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental (hewan)
    Sampel:
    60 mencit jantan ICR yang dibagi menjadi 6 kelompok: normal, kontrol, tiga dosis ekstrak, dan pembanding vitamin E.
    Dosis/Durasi:
    0,5; 1,0; dan 2,0 g/kg berat badan per hari melalui gavage selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak olahan dosis 0,5–2 g/kg/hari memperbaiki memori spasial dan meningkatkan aktivitas SOD serta GSH-Px pada jaringan otak. Efek anti-penuaan diamati sebanding dengan kelompok vitamin E.
  5. Faktor Risiko Cedera Hati Akibat Polygonum multiflorum: Studi Kasus-Kontrol Berbasis Rumah Sakit di Tiongkok Utara

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Kasus-Kontrol
    Sampel:
    145 pasien cedera hati akibat obat dan 290 kontrol; 58 kasus di antaranya memiliki paparan terhadap Polygonum multiflorum.
    Dosis/Durasi:
    Rata-rata paparan 15 g/hari; durasi berkisar 2 minggu hingga 6 bulan, umumnya dalam bentuk rebusan.
    Temuan:
    Durasi penggunaan lebih dari 3 bulan dan penggunaan herba mentah tanpa pengolahan meningkatkan risiko cedera hati secara signifikan. Pasien perempuan dan mereka dengan riwayat penyakit hati juga memiliki risiko lebih tinggi.
  6. Peran Autofagi dan Stres Retikulum Endoplasma dalam Hepatotoksisitas Emodin dari Polygonum multiflorum pada Sel HepG2

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Sel HepG2 dan sel primer hepatosit tikus; tujuh konsentrasi emodin dari 10 hingga 200 μM.
    Dosis/Durasi:
    Paparan 24 jam pada konsentrasi 10–200 μM; nilai IC50 sekitar 80 μM pada sel HepG2.
    Temuan:
    Emodin menginduksi sitotoksisitas tergantung dosis melalui stres retikulum endoplasma dan gangguan autofagi flux. Penghambatan autofagi meningkatkan apoptosis, menunjukkan bahwa autofagi memiliki peran protektif terhadap toksisitas emodin.
  7. Farmakologi Jaringan dan Penambatan Molekuler Senyawa Aktif Fallopia multiflora pada Jalur Androgen dalam Alopesia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Komputasional (Network Pharmacology)
    Sampel:
    Tidak berlaku; analisis in silico melibatkan 48 senyawa bioaktif dan 182 target protein yang overlapping dengan jalur androgen.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (penelitian komputasional in silico).
    Temuan:
    Senyawa emodin, resveratrol, dan physcion berpotensi berinteraksi dengan target seperti AR, SRD5A2, dan SREBP1. Jalur PI3K-Akt dan MAPK diduga berperan dalam efek pertumbuhan rambut, namun hasil ini masih memerlukan validasi eksperimental.

Advertisement


Cari: