Advertisement
Atractylodes macrocephala, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Bai Zhu, merupakan tanaman herba tahunan dari famili Asteraceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok, Jepang, dan Korea, dan tumbuh subur di daerah beriklim sedang dengan tanah yang gembur dan lembap. Bagian yang paling sering digunakan adalah rimpangnya yang berdaging, berwarna putih kekuningan, dan memiliki aroma khas yang harum. Secara botanis, tanaman ini memiliki batang tegak, daun bergerigi, dan bunga majemuk berwarna putih keunguan yang mirip dengan bunga aster. Rimpang Bai Zhu biasanya dipanen pada musim gugur setelah tanaman mencapai kematangan optimal.
Tumbuh subur di daerah pegunungan yang sejuk, biasanya di area berhutan atau lereng bukit dengan drainase tanah yang baik. Tanaman ini menyukai lingkungan yang agak lembap namun tidak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Bai Zhu (Atractylodes macrocephala):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Memiliki rimpang (rizoma) yang tebal, berdaging, berbentuk seperti bonggol, dan aromatik. Inilah bagian yang paling sering dimanfaatkan. |
| Batang | Tegak, berbentuk silindris, bisa mencapai tinggi 20–60 cm, dan biasanya tidak bercabang atau hanya sedikit bercabang di bagian atas. |
| Daun | Daun bagian bawah memiliki tangkai, berbentuk menjari (terbagi 3-5 bagian), sedangkan daun bagian atas lebih kecil dan tidak bertangkai. Tepi daun bergerigi kasar. |
| Bunga | Berbentuk bonggol (kapitulum) yang terletak di ujung batang. Kelopaknya berwarna ungu kemerahan atau putih dengan bentuk seperti tabung. |
| Buah | Berupa buah kendaga (achenium) yang berbulu halus, berbentuk lonjong, dan berukuran kecil. |
8 Manfaat Bai Zhu untuk kesehatan.
Atractylenolide I dan II menghambat kontraksi otot polos usus melalui antagonisme reseptor serotonin 5-HT3 dan 5-HT4, serta memodulasi saluran ion kalsium tipe-L. Polisakarida Bai Zhu meningkatkan integritas tight junction usus melalui upregulasi protein ZO-1 dan okludin.
Polisakarida Bai Zhu (PAM) mengaktifkan makrofag melalui jalur TLR4/NF-κB, meningkatkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) dan fagositosis. Atractylenolide III memodulasi respons imun adaptif dengan meningkatkan proliferasi limfosit T CD4+.
Atractylenolide I menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK (p38, JNK) sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan sitokin pro-inflamasi (IL-6, TNF-α). Atractylenolide II juga menghambat jalur JAK/STAT3.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bai Zhu.
Interaksi & Kontraindikasi Bai Zhu dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Bai Zhu (Atractylodes macrocephala) adalah salah satu tanaman herbal yang umum digunakan dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) untuk memperkuat limpa, menambah energi (qi), dan mengatasi retensi cairan. Secara umum, herbal ini dianggap relatif aman jika dikonsumsi dalam dosis yang tepat. Namun, beberapa individu dapat mengalami efek samping ringan, terutama pada sistem pencernaan. Keluhan yang paling sering dilaporkan meliputi mulut kering, mual, muntah, hilangnya nafsu makan, dan diare ringan. Pada beberapa kasus, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di perut atau sembelit karena sifatnya yang cenderung mengeringkan cairan tubuh (drying property).
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Bai Zhu.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bai Zhu.