Advertisement
Atractylodes macrocephala, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Bai Zhu, merupakan tanaman herba tahunan dari famili Asteraceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok, Jepang, dan Korea, dan tumbuh subur di daerah beriklim sedang dengan tanah yang gembur dan lembap. Bagian yang paling sering digunakan adalah rimpangnya yang berdaging, berwarna putih kekuningan, dan memiliki aroma khas yang harum. Secara botanis, tanaman ini memiliki batang tegak, daun bergerigi, dan bunga majemuk berwarna putih keunguan yang mirip dengan bunga aster. Rimpang Bai Zhu biasanya dipanen pada musim gugur setelah tanaman mencapai kematangan optimal.
Advertisement
Dalam kerangka pengobatan tradisional Tiongkok (TCM), Bai Zhu tergolong dalam kategori ramuan yang "memperkuat Qi" dan "mengeringkan kelembapan". Ia secara khusus digunakan untuk menyehatkan limpa dan lambung, mengatasi masalah pencernaan seperti kelelahan, nafsu makan berkurang, perut kembung, serta diare yang disebabkan oleh kelembapan dan dingin. Bai Zhu sering dikombinasikan dengan ramuan lain dalam formula klasik seperti Si Jun Zi Tang (Empat Manusia Bijak) untuk memperkuat energi vital. Selain itu, sifatnya yang sedikit manis dan hangat dipercaya membantu menghentikan keringat berlebih, menstabilkan janin pada ibu hamil, serta mengusir kelembapan dari tubuh yang bermanifestasi sebagai nyeri sendi atau edema ringan.
Penelitian farmakologis modern telah mengidentifikasi sejumlah senyawa bioaktif dalam Atractylodes macrocephala, termasuk atractylenolide I, II, III, serta polisakarida dan seskuiterpenoid. Ekstrak dari rimpang ini menunjukkan aktivitas anti-inflamasi, antioksidan, dan imunomodulator yang signifikan. Beberapa studi juga melaporkan efek perlindungan terhadap mukosa lambung serta potensi regulasi kadar gula darah. Meskipun penggunaan Bai Zhu umumnya dianggap aman, dosis berlebihan atau penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dapat menyebabkan dehidrasi atau gangguan elektrolit karena sifat diuretik ringannya. Oleh karena itu, konsultasi dengan praktisi herbal atau tenaga kesehatan sangat dianjurkan sebelum mengintegrasikan Bai Zhu ke dalam regimen pengobatan.
Manfaat Atractylodes / Bai Zhu untuk kesehatan.
Atractylenolide I dan II menghambat kontraksi otot polos usus melalui antagonisme reseptor serotonin 5-HT3 dan 5-HT4, serta memodulasi saluran ion kalsium tipe-L. Polisakarida Bai Zhu meningkatkan integritas tight junction usus melalui upregulasi protein ZO-1 dan okludin.
Polisakarida Bai Zhu (PAM) mengaktifkan makrofag melalui jalur TLR4/NF-κB, meningkatkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) dan fagositosis. Atractylenolide III memodulasi respons imun adaptif dengan meningkatkan proliferasi limfosit T CD4+.
Atractylenolide I menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK (p38, JNK) sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan sitokin pro-inflamasi (IL-6, TNF-α). Atractylenolide II juga menghambat jalur JAK/STAT3.
Polisakarida Bai Zhu meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GSH-Px, CAT) dan menurunkan kadar MDA melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE. Flavonoid dan asam fenolat dalam Bai Zhu juga mengkelat logam transisi.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Atractylodes / Bai Zhu.