Kasifikasi ilmiah Bai Zhu (Atractylodes macrocephala)
Author: Koidz.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Asteridae |
| Ordo: | Asterales |
| Famili: | Asteraceae |
| Subfamili: | Carduoideae |
| Tribus: | Cardueae |
| Genus: | Atractylodes |
| Spesies: | Atractylodes macrocephala |
Atractylodes macrocephala adalah tanaman herba tahunan yang dikenal luas dalam pengobatan tradisional Tiongkok dengan sebutan 'Baizhu'. Tanaman ini memiliki akar rimpang yang berdaging dan sering kali dipanen untuk dikeringkan karena mengandung senyawa aktif seperti atractylenolide yang dipercaya sangat manjur untuk meningkatkan fungsi pencernaan dan menguatkan daya tahan tubuh.
Secara fisik, tanaman ini memiliki daun yang tumbuh berselang-seling dengan bentuk yang agak unik dan bunga berwarna ungu pucat yang menawan. Di Indonesia, tanaman ini biasanya lebih dikenal oleh kalangan praktisi herbal atau pengobatan oriental, karena habitat aslinya memang berasal dari wilayah pegunungan di Asia Timur, namun kini sudah banyak dibudidayakan secara komersial untuk memenuhi kebutuhan pasar farmasi herbal dunia.
Advertisement