Chanca Piedra

Phyllanthus urinaria
Nama
Chanca Piedra
Nama Latin/Ilmiah
Phyllanthus urinaria
Bagian Digunakan
Seluruh Bagian Tanaman
Rasa
Pahit
Nama Lain
Chanca piedra (Peru), Quebra-pedra (Brasil), Rompepiedras (Meksiko), Bhuiamla (India), Ye xia zhu (China).
Asal
Amerika Selatan, khususnya Amazon (Brasil, Peru, dan negara sekitarnya)
Kandungan Utama
Phyllanthin, hypophyllanthin, flavonoid, quercetin, rutin, tanin, alkaloid, polifenol.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Chanca Piedra

Chanca Piedra atau yang dikenal secara ilmiah sebagai Phyllanthus urinaria adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Phyllanthaceae. Tumbuhan ini banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, sering tumbuh liar di tepi jalan, ladang, atau area lembap. Ciri khasnya adalah batang tegak dengan daun majemuk menyirip genap yang tersusun rapi, serta buah kecil berbentuk bulat yang menempel di bagian bawah tangkai daun. Nama "Chanca Piedra" berasal dari bahasa Spanyol yang berarti "pemecah batu", merujuk pada khasiat tradisionalnya dalam mengatasi batu ginjal.

Baca Lebih Lanjut
Update: 27 Agu 2026 - 03:41:05
 

II. Ciri-ciri Chanca Piedra

Tanaman ini tumbuh liar di daerah tropis, sering ditemukan di pinggir jalan, kebun, atau area yang agak lembap dengan sinar matahari yang cukup. Sering dianggap sebagai gulma karena kemampuannya tumbuh cepat di tanah terbuka. Karakteristik/ciri-ciri Chanca Piedra (Phyllanthus urinaria):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Sistem perakarannya tunggang, cukup kuat untuk ukuran tanaman yang kecil.
Batang Batang berwarna kemerahan atau hijau kecokelatan, tingginya bisa mencapai 30-60 cm, dengan percabangan yang menyebar.
Daun Daun berbentuk lonjong kecil-kecil, tersusun rapi dua baris pada satu tangkai sehingga terlihat seperti daun majemuk yang menyerupai daun menyirip (pinnate).
Bunga Bunga berukuran sangat kecil, berwarna hijau keputihan atau kemerahan, muncul di ketiak daun di bagian bawah tangkai.
Buah Berbentuk bulat kecil seperti kelereng atau buah beri, menempel tepat di bawah helai daun (inilah alasan kenapa ia disebut 'meniran' atau 'Chanca Piedra' yang artinya pemecah batu).
Biji Bijinya sangat kecil, berbentuk bulat memanjang dengan tekstur bergaris halus.

III. Manfaat Chanca Piedra

8 Manfaat Chanca Piedra untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi (edema, inflamasi kronis)

    Menghambat aktivasi NF-κB dan fosforilasi MAPK (p38, ERK, JNK), menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, dan IL-1β. Polifenol seperti corilagin dan geraniin menangkap radikal bebas dan menekan peroksidasi lipid.

    Senyawa Aktif: Corilagin, geraniin, Kuersetin
    Tampilkan
  2. Hepatoprotektif (kerusakan hati)

    Meningkatkan glutation (GSH) dan aktivitas SOD/katalase, menekan stres oksidatif dan peroksidasi lipid; menghambat apoptosis hepatosit melalui regulasi Bax/Bcl-2; lignan phyllanthin dan hypophyllanthin memodulasi enzim detoksifikasi fase I/II di hati.

    Tampilkan
  3. Antihiperglikemik/antidiabetes

    Menghambat α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat absorpsi glukosa; meningkatkan aktivasi AMPK dan translokasi GLUT4 pada sel otot/adiposa; efek antioksidan melindungi sel β pankreas dari stres oksidatif.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Rutin, Corilagin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Chanca Piedra

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Chanca Piedra.

  1. Geraniin

    Golongan: Tanin terhidrolisis (ellagitannin)
    Bagian Tanaman: Daun dan herba bagian atas
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antivirus (termasuk HBV) Pada Studi In Vitro/in Vivo. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  2. Golongan: Tanin terhidrolisis (ellagitannin)
    Bagian Tanaman: Herba utuh
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Hepatoprotektif, AntiHBV; Menekan Jalur NF-κB Dan Fibrosis Hati Pada Model Pra-klinis. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Golongan: Asam fenolat
    Bagian Tanaman: Daun, batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Pada Model Tikus Menunjukkan Efek Antiurolitiasis Dengan Mengurangi Kristalisasi Kalsium Oksalat. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Chanca Piedra

Interaksi & Kontraindikasi Chanca Piedra dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tanin dalam Chanca Piedra dapat mengurangi penyerapan zat besi. Konsumsi dengan jarak waktu minimal 2 jam agar penyerapan zat besi tidak terganggu.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misalnya ACE inhibitor, ARB, penghambat kalsium)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Chanca Piedra dapat menurunkan tekanan darah. Kombinasi dengan obat antihipertensi dapat meningkatkan risiko hipotensi. Pantau tekanan darah secara teratur dan gunakan di bawah pengawasan tenaga medis.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat diuretik (misalnya furosemide, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek diuretik Chanca Piedra dapat bersifat aditif dengan obat diuretik, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit seperti hipokalemia. Lakukan pemantauan elektrolit dan asupan cairan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Chanca Piedra

Chanca Piedra (Phyllanthus urinaria) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek, namun penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal. Beberapa pengguna melaporkan mengalami mual, ketidaknyamanan perut, kram perut, dan diare ringan. Hal ini terjadi karena kandungan senyawa bioaktif dalam tanaman ini, seperti tanin dan flavonoid, dapat mengiritasi lapisan mukosa lambung pada individu yang sensitif, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong atau dalam dosis yang terlalu tinggi.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Chanca Piedra

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Chanca Piedra.

Apa saja senyawa fitokimia utama dalam Chanca Piedra (Phyllanthus urinaria)?
Chanca Piedra mengandung lignan seperti phyllanthin dan hypophyllanthin, flavonoid seperti quercetin dan rutin, tanin, asam fenolat, triterpenoid, serta alkaloid. Senyawa-senyawa ini diduga berperan dalam efek antioksidan, antiinflamasi, dan hepatoprotektif. (Phytochemistry, Journal of Ethnopharmacology)
Apakah Chanca Piedra benar-benar efektif untuk batu ginjal?
Studi in vitro dan pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak Phyllanthus urinaria dapat menghambat kristalisasi kalsium oksalat, menurunkan agregasi kristal, dan sedikit meningkatkan diuresis sehingga berpotensi membantu pencegahan batu ginjal. Namun bukti klinis pada manusia masih terbatas dan hasilnya belum konsisten. Oleh karena itu tidak boleh digunakan sebagai pengganti terapi medis. (Journal of Ethnopharmacology, Urological Research)
Bagaimana cara konsumsi harian Chanca Piedra yang aman?
Tidak ada dosis resmi yang disepakati. Secara tradisional, 1–2 gram herba kering diseduh sebagai teh dan diminum 1–2 kali sehari. Beberapa produk ekstrak menggunakan 500–1000 mg per hari. Sebaiknya dimulai dari dosis rendah dan menggunakan produk terstandar, karena kadar senyawa aktif dapat bervariasi antarmerek. (Planta Medica)
Apakah Chanca Piedra aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan. Belum ada data keamanan yang memadai pada ibu hamil dan menyusui. Beberapa spesies Phyllanthus dilaporkan menunjukkan efek stimulasi pada uterus dalam penelitian hewan, sehingga penggunaan pada kehamilan sebaiknya dihindari. Pada ibu menyusui, keamanan juga belum diketahui. (Journal of Herbal Pharmacotherapy, Reproductive Toxicology)
Apakah Chanca Piedra boleh diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Keamanan Chanca Piedra pada bayi dan anak belum diteliti secara memadai. Penggunaan pada populasi ini tidak dianjurkan tanpa pengawasan tenaga kesehatan karena risiko efek samping seperti penurunan gula darah dan gangguan pencernaan dapat lebih besar. (Journal of Herbal Medicine)
Apa saja efek samping yang perlu diwaspadai?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti mual, kembung, diare, dan rasa tidak nyaman pada lambung. Pada dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang, dapat terjadi penurunan gula darah berlebihan atau gangguan elektrolit karena efek diuretiknya. Jika muncul reaksi alergi, hentikan penggunaan. (Journal of Ethnopharmacology, Phytotherapy Research)
Apakah Chanca Piedra dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya. Chanca Piedra berpotensi meningkatkan efek obat antidiabetes sehingga risiko hipoglikemia meningkat. Efek diuretiknya juga dapat berinteraksi dengan obat diuretik dan memengaruhi kadar litium dalam tubuh. Jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan herba ini. (Journal of Clinical Pharmacy and Therapeutics)
Berapa lama Chanca Piedra sebaiknya dikonsumsi?
Secara empiris, penggunaan untuk membantu masalah saluran kemih dilakukan dalam siklus 4–6 minggu, lalu dihentikan sementara. Tidak ada protokol baku, dan penggunaan lebih dari 12 minggu tanpa pengawasan medis tidak dianjurkan karena kurangnya data keamanan jangka panjang. (Journal of Herbal Medicine)

Catuaba

Trichilia catigua

Boldo

Peumus boldus

Cari: