Advertisement
Chanca Piedra atau yang dikenal secara ilmiah sebagai Phyllanthus urinaria adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Phyllanthaceae. Tumbuhan ini banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, sering tumbuh liar di tepi jalan, ladang, atau area lembap. Ciri khasnya adalah batang tegak dengan daun majemuk menyirip genap yang tersusun rapi, serta buah kecil berbentuk bulat yang menempel di bagian bawah tangkai daun. Nama "Chanca Piedra" berasal dari bahasa Spanyol yang berarti "pemecah batu", merujuk pada khasiat tradisionalnya dalam mengatasi batu ginjal.
Tanaman ini tumbuh liar di daerah tropis, sering ditemukan di pinggir jalan, kebun, atau area yang agak lembap dengan sinar matahari yang cukup. Sering dianggap sebagai gulma karena kemampuannya tumbuh cepat di tanah terbuka. Karakteristik/ciri-ciri Chanca Piedra (Phyllanthus urinaria):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Sistem perakarannya tunggang, cukup kuat untuk ukuran tanaman yang kecil. |
| Batang | Batang berwarna kemerahan atau hijau kecokelatan, tingginya bisa mencapai 30-60 cm, dengan percabangan yang menyebar. |
| Daun | Daun berbentuk lonjong kecil-kecil, tersusun rapi dua baris pada satu tangkai sehingga terlihat seperti daun majemuk yang menyerupai daun menyirip (pinnate). |
| Bunga | Bunga berukuran sangat kecil, berwarna hijau keputihan atau kemerahan, muncul di ketiak daun di bagian bawah tangkai. |
| Buah | Berbentuk bulat kecil seperti kelereng atau buah beri, menempel tepat di bawah helai daun (inilah alasan kenapa ia disebut 'meniran' atau 'Chanca Piedra' yang artinya pemecah batu). |
| Biji | Bijinya sangat kecil, berbentuk bulat memanjang dengan tekstur bergaris halus. |
8 Manfaat Chanca Piedra untuk kesehatan.
Menghambat aktivasi NF-κB dan fosforilasi MAPK (p38, ERK, JNK), menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, dan IL-1β. Polifenol seperti corilagin dan geraniin menangkap radikal bebas dan menekan peroksidasi lipid.
Meningkatkan glutation (GSH) dan aktivitas SOD/katalase, menekan stres oksidatif dan peroksidasi lipid; menghambat apoptosis hepatosit melalui regulasi Bax/Bcl-2; lignan phyllanthin dan hypophyllanthin memodulasi enzim detoksifikasi fase I/II di hati.
Menghambat α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat absorpsi glukosa; meningkatkan aktivasi AMPK dan translokasi GLUT4 pada sel otot/adiposa; efek antioksidan melindungi sel β pankreas dari stres oksidatif.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Chanca Piedra.
Interaksi & Kontraindikasi Chanca Piedra dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Chanca Piedra (Phyllanthus urinaria) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek, namun penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal. Beberapa pengguna melaporkan mengalami mual, ketidaknyamanan perut, kram perut, dan diare ringan. Hal ini terjadi karena kandungan senyawa bioaktif dalam tanaman ini, seperti tanin dan flavonoid, dapat mengiritasi lapisan mukosa lambung pada individu yang sensitif, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong atau dalam dosis yang terlalu tinggi.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Chanca Piedra.