Advertisement
Catuaba adalah sebutan untuk beberapa tumbuhan asal Brasil yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai tonik dan afrodisiak. Salah satu spesies yang paling dikenal adalah Trichilia catigua, anggota famili Meliaceae. Tumbuhan ini berupa pohon kecil hingga sedang yang tumbuh di hutan Atlantik Brasil, dengan daun majemuk dan bunga berwarna putih kekuningan. Kulit batangnya merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan sebagai ramuan obat.
Tanaman ini asli dari hutan hujan tropis di Amerika Selatan, terutama di wilayah Brasil. Dia suka tumbuh di area hutan yang lembap dan teduh dengan tanah yang subur. Karakteristik/ciri-ciri Catuaba (Trichilia catigua):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tumbuhan | Pohon berukuran kecil hingga sedang yang selalu hijau (evergreen). |
| Daun | Daunnya majemuk, bentuknya menyirip (pinnate) dengan susunan anak daun yang saling berhadapan di sepanjang tangkai. |
| Bunga | Memiliki bunga berukuran kecil dengan warna yang cenderung putih kekuningan, biasanya tumbuh dalam kelompok (perbungaan). |
| Buah | Buahnya berbentuk kapsul kecil yang kalau sudah matang akan pecah dan mengeluarkan biji yang biasanya tertutup lapisan berwarna merah (aril). |
| Kulit Kayu | Bagian yang paling terkenal adalah kulit kayunya, yang berwarna kecokelatan dan memiliki tekstur agak kasar. |
7 Manfaat Catuaba untuk kesehatan.
Katekin, epikatekin, dan procyanidin B2 bekerja sebagai scavenger radikal bebas, donor elektron, dan pengkhelat logam transisi. Pada tingkat seluler, polifenol diduga mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi SOD, katalase, dan glutation peroksidase.
Menghambat produksi mediator pro-inflamasi seperti PGE2, NO, TNF-α, dan IL-1β melalui penekanan COX-2/iNOS serta gangguan aktivasi NF-κB; komponen fenolik juga menghambat lipooksigenase sehingga menurunkan infiltrasi leukosit pada jaringan yang meradang.
Limonoid dan polifenol merusak integritas membran bakteri, menghambat glukosiltransferase Streptococcus mutans, mengurangi produksi asam dan pembentukan biofilm; pada bakteri Gram-negatif diduga berinteraksi dengan porin dan LPS.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Catuaba.
Interaksi & Kontraindikasi Catuaba dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Catuaba (Trichilia catigua) secara tradisional digunakan sebagai afrodisiak dan stimulan sistem saraf pusat. Berdasarkan beberapa studi praklinis, konsumsi ekstrak Catuaba pada dosis umum umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun, karena sifatnya yang menstimulasi, beberapa individu dapat mengalami efek samping ringan seperti palpitasi jantung, peningkatan tekanan darah, kecemasan, gelisah, dan gangguan pencernaan ringan. Efek samping ini biasanya berkaitan langsung dengan mekanisme kerja senyawa aktifnya yang memengaruhi sistem saraf simpatik.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Catuaba.