Catuaba

Trichilia catigua
Nama
Catuaba
Nama Latin/Ilmiah
Trichilia catigua
Bagian Digunakan
Kulit Kayu
Rasa
Pahit, sepat
Nama Lain
Catuaba-branca (Brazil), catuaba-do-mato (Brazil), catuaba-verdadeira (Brazil), catigua bark (Inggris)
Asal
Brasil (Hutan Atlantik), Paraguay, Argentina
Kandungan Utama
Katekin, epikatekin, proantosianidin, kuersetin, dan lignan.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Catuaba

Catuaba adalah sebutan untuk beberapa tumbuhan asal Brasil yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai tonik dan afrodisiak. Salah satu spesies yang paling dikenal adalah Trichilia catigua, anggota famili Meliaceae. Tumbuhan ini berupa pohon kecil hingga sedang yang tumbuh di hutan Atlantik Brasil, dengan daun majemuk dan bunga berwarna putih kekuningan. Kulit batangnya merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan sebagai ramuan obat.

Baca Lebih Lanjut
Update: 26 Agu 2026 - 21:42:22
 

II. Ciri-ciri Catuaba

Tanaman ini asli dari hutan hujan tropis di Amerika Selatan, terutama di wilayah Brasil. Dia suka tumbuh di area hutan yang lembap dan teduh dengan tanah yang subur. Karakteristik/ciri-ciri Catuaba (Trichilia catigua):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tumbuhan Pohon berukuran kecil hingga sedang yang selalu hijau (evergreen).
Daun Daunnya majemuk, bentuknya menyirip (pinnate) dengan susunan anak daun yang saling berhadapan di sepanjang tangkai.
Bunga Memiliki bunga berukuran kecil dengan warna yang cenderung putih kekuningan, biasanya tumbuh dalam kelompok (perbungaan).
Buah Buahnya berbentuk kapsul kecil yang kalau sudah matang akan pecah dan mengeluarkan biji yang biasanya tertutup lapisan berwarna merah (aril).
Kulit Kayu Bagian yang paling terkenal adalah kulit kayunya, yang berwarna kecokelatan dan memiliki tekstur agak kasar.

III. Manfaat Catuaba

7 Manfaat Catuaba untuk kesehatan.

  1. Stres oksidatif dan kerusakan sel akibat radikal bebas

    Katekin, epikatekin, dan procyanidin B2 bekerja sebagai scavenger radikal bebas, donor elektron, dan pengkhelat logam transisi. Pada tingkat seluler, polifenol diduga mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi SOD, katalase, dan glutation peroksidase.

    Senyawa Aktif: Katekin, Epikatekin, Procyanidin B2
    Tampilkan
  2. Inflamasi dan nyeri (artralgia/mialgia)

    Menghambat produksi mediator pro-inflamasi seperti PGE2, NO, TNF-α, dan IL-1β melalui penekanan COX-2/iNOS serta gangguan aktivasi NF-κB; komponen fenolik juga menghambat lipooksigenase sehingga menurunkan infiltrasi leukosit pada jaringan yang meradang.

    Senyawa Aktif: Catiguin A, Cinchonain Ia, Epikatekin
    Tampilkan
  3. Infeksi bakteri dan biofilm oral (karies/periodontitis)

    Limonoid dan polifenol merusak integritas membran bakteri, menghambat glukosiltransferase Streptococcus mutans, mengurangi produksi asam dan pembentukan biofilm; pada bakteri Gram-negatif diduga berinteraksi dengan porin dan LPS.

    Senyawa Aktif: Catiguin A, Katekin, Epikatekin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Catuaba

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Catuaba.

  1. 7-Deacetyl-7-oxogedunin

    Golongan: Limonoid (tetranortriterpenoid)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antinociceptive/analgesik Dan Antiinflamasi Pada Model Hewan; Diduga Melalui Aktivasi Reseptor Opioid, Sistem L-arginina-NO, Dan Jalur Kolinergik..
    Tampilkan
  2. Golongan: Limonoid (tetranortriterpenoid)
    Bagian Tanaman: Kulit batang (dan biji pada beberapa spesies Trichilia)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimalaria Terhadap Plasmodium Falciparum; Antiproliferatif Dan Sitotoksik Terhadap Beberapa Lini Sel Tumor In Vitro..
    Tampilkan
  3. (+)-Catechin

    Golongan: Flavonoid (flavan-3-ol)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Penangkap Radikal Bebas Dan Antiinflamasi Melalui Penghambatan Mediator Proinflamasi..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Catuaba

Interaksi & Kontraindikasi Catuaba dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kafein atau stimulan ringan (kopi, teh, minuman berenergi)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Batasi kombinasi jika sensitif terhadap stimulan; amati gelisah, palpitasi, atau insomnia. Rujukan: data etnofarmakologi Catuaba sebagai tonikum SSP; belum ada uji klinis interaksi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat penenang/sedatif (benzodiazepin, zolpidem)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Gunakan dengan hati-hati; efek stimulan Catuaba dapat mengurangi efek sedatif. Konsultasikan dengan dokter. Rujukan: data empiris; belum ada uji klinis interaksi.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Hipertensi atau obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau tekanan darah dan hindari dosis tinggi karena potensi efek stimulan pada kardiovaskular. Rujukan: farmakologi vasoaktif/stimulan; belum ada uji klinis.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Catuaba

Catuaba (Trichilia catigua) secara tradisional digunakan sebagai afrodisiak dan stimulan sistem saraf pusat. Berdasarkan beberapa studi praklinis, konsumsi ekstrak Catuaba pada dosis umum umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun, karena sifatnya yang menstimulasi, beberapa individu dapat mengalami efek samping ringan seperti palpitasi jantung, peningkatan tekanan darah, kecemasan, gelisah, dan gangguan pencernaan ringan. Efek samping ini biasanya berkaitan langsung dengan mekanisme kerja senyawa aktifnya yang memengaruhi sistem saraf simpatik.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Catuaba

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Catuaba.

Apa itu catuaba (Trichilia catigua) dan bagaimana penggunaannya sehari-hari?
Catuaba adalah tanaman asli Brasil dari famili Meliaceae. Kulit batangnya secara tradisional digunakan sebagai tonik penambah energi dan pereda kelelahan. Penggunaan sehari-hari yang umum adalah dalam bentuk teh atau dekokta: rebus 1–2 g kulit kering dalam 150 ml air selama 5–10 menit, lalu minum 1–2 kali sehari tidak lebih dari 4 minggu. Takaran ini bersifat empiris dan belum menjadi standar farmakope resmi. Menurut Lorenzi, H. & Matos, F.J.A. (2008), Plantas Medicinais no Brasil: Nativas e Exóticas, Instituto Plantarum.
Apakah catuaba terbukti meningkatkan libido atau mengatasi disfungsi ereksi?
Klaim catuaba sebagai afrodisiak berasal dari penggunaan tradisional, tetapi belum didukung uji klinis pada manusia. Studi pada hewan menunjukkan efek seperti antidepresan yang dapat memperbaiki gejala stres yang berkaitan dengan gairah seksual, namun ini tidak membuktikan efek langsung pada fungsi ereksi. Penelitian oleh Chassot et al. (2011) dalam Journal of Ethnopharmacology menunjukkan aktivitas antidepresan pada mencit melalui sistem monoaminergik.
Apakah catuaba aman untuk bayi atau anak-anak?
Tidak. Belum ada data keamanan penggunaan catuaba pada bayi, balita, maupun anak-anak. Kandungan tanin yang cukup tinggi dapat mengganggu penyerapan mineral seperti zat besi dan menyebabkan gangguan pencernaan. Prinsip keamanan fitoterapi menyarankan agar tanaman yang belum diteliti pada populasi anak tidak diberikan. Lihat Brinker, F. (2010), Herbal Contraindications and Drug Interactions, Eclectic Medical Publications.
Apakah catuaba aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan. Tidak ada penelitian yang memadai untuk menjamin keamanan Trichilia catigua selama kehamilan dan menyusui. Senyawa bioaktif seperti limonoid, alkaloid, dan tanin berpotensi menyebabkan efek farmakologis terhadap janin atau bayi. Menurut Brinker, F. (2010), Herbal Contraindications and Drug Interactions, prinsip kehati-hatian menuntut herbal yang belum terbukti aman dihindari pada populasi ini.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi catuaba?
Efek samping belum terdokumentasi secara baik pada manusia. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan mual, mulas, pusing, insomnia, atau gelisah, terutama karena kandungan tanin dan senyawa alkaloid. Jika muncul gejala tersebut, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Duke, J.A. (2009), Duke's Handbook of Medicinal Plants of Latin America, mencatat bahwa senyawa tanin dapat menimbulkan ketidaknyamanan lambung pada sebagian orang.
Apakah catuaba dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Berpotensi berinteraksi dengan obat penenang, antidepresan, dan obat stimulan karena efeknya pada sistem saraf pusat. Tanin di dalam catuaba juga dapat mengikat obat-obatan dan mineral sehingga mengurangi penyerapan jika dikonsumsi bersamaan. Untuk mengurangi risiko, konsumsilah catuaba dengan jarak paling tidak 2 jam dari obat oral. Referensi: Brinker, F. (2010), Herbal Contraindications and Drug Interactions.
Apakah catuaba memiliki manfaat kesehatan lain yang didukung bukti ilmiah?
Beberapa uji preklinis menunjukkan potensi aktivitas antidepresan, antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Sebagai contoh, ekstrak hidroalkoholik Trichilia catigua menunjukkan efek seperti antidepresan pada mencit melalui sistem monoaminergik. Namun, manfaat tersebut masih berdasarkan penelitian laboratorium dan belum dapat direkomendasikan secara klinis sampai ada uji pada manusia. Chassot et al. (2011) dalam Journal of Ethnopharmacology.

Muira Puama

Ptychopetalum olacoides

Chanca Piedra

Phyllanthus urinaria

Cari: