Boldo

Peumus boldus
Nama
Boldo
Nama Latin/Ilmiah
Peumus boldus
Bagian Digunakan
Daun.
Rasa
Pahit, aromatik.
Nama Lain
Boldo (Chile), boldu (Chile), boldo-do-chile (Brasil), boldo verdadeiro (Brasil)
Asal
Chili (daerah tengah).
Kandungan Utama
Alkaloid (boldine), minyak atsiri (askaridol, sineol), flavonoid, dan tanin.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Boldo

Peumus boldus, yang lebih dikenal sebagai boldo, adalah tumbuhan asli wilayah pegunungan Andes di Chile. Tanaman perdu atau pohon kecil ini memiliki daun hijau zaitun yang aromatik, dengan tekstur kasar dan tepi yang sedikit bergelombang. Dalam dunia botani, boldo termasuk famili Monimiaceae dan telah lama menjadi bagian penting dari pengobatan tradisional masyarakat Amerika Selatan. Daunnya yang kaya akan minyak atsiri sering dikeringkan dan dijadikan teh herbal, yang diyakini mampu membantu mengatasi gangguan pencernaan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 27 Agu 2026 - 09:42:39
 

II. Ciri-ciri Boldo

Tanaman ini asli dari wilayah perbukitan kering di Chili tengah. Dia suka banget sama iklim Mediterania, jadi tahan panas dan bisa tumbuh subur di tanah yang berbatu atau berdrainase baik. Karakteristik/ciri-ciri Boldo (Peumus boldus):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tumbuhan Pohon cemara (evergreen) yang tumbuh lambat, bisa jadi semak besar atau pohon kecil setinggi 6-15 meter.
Daun
  • Bentuk: Lonjong agak bulat, kaku, dan punya tekstur kasar.
  • Warna: Hijau tua mengkilap di bagian atas, agak pucat di bagian bawah.
  • Khas: Mengandung kelenjar minyak yang bikin daunnya wangi aromatik kalau diremas.
Bunga
  • Warna: Putih sampai kekuningan.
  • Tipe: Bunga berkelamin satu (dioecious), jadi pohon jantan dan betina biasanya terpisah.
Buah
  • Bentuk: Bulat kecil seperti buah beri.
  • Warna: Hijau saat muda dan berubah jadi ungu gelap atau hitam kalau sudah matang, rasanya manis.
Kulit Batang Berwarna abu-abu keabu-abuan dan teksturnya cukup kasar saat pohon sudah dewasa.

III. Manfaat Boldo

8 Manfaat Boldo untuk kesehatan.

  1. Hepatoprotektif

    Boldine menangkap radikal bebas dan mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2/ARE, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (SOD, CAT, GSH). Efek ini menekan peroksidasi lipid dan menghambat jalur NF-κB/TNF-α, sehingga mengurangi kerusakan hepatosit dan aktivasi sel stellata hati (jalur TGF-β/Smad) pada fibrosis hati.

    Senyawa Aktif: boldine, Kuersetin, Katekin
    Tampilkan
  2. Koleretik dan gangguan bilier fungsional

    Alkaloid aporfin (terutama boldine) meningkatkan aliran empedu dengan menstimulasi sekresi hepatosit dan melemaskan otot polos saluran empedu melalui blokade kanal kalsium tipe-L; efek ini memberi dasar penggunaan pada pencernaan lemak dan rasa tidak nyaman bilier.

    Senyawa Aktif: boldine, isoboldine, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Dispepsia fungsional

    Efek karminatif dan spasmolitik berasal dari flavonoid dan alkaloid; boldine menghambat kontraksi otot polos gastrointestinal melalui mekanisme antagonis kalsium, sedangkan rasa pahit merangsang sekresi lambung/cairan pencernaan secara refleks.

    Senyawa Aktif: boldine, Rutin, Katekin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Boldo

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Boldo.

  1. Boldine

    Golongan: Alkaloid aporfina
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Hepatoprotektif/koleretik, Antiinflamasi, Dan Antispasmodik Pada Studi In Vitro/in Vivo..
    Tampilkan
  2. Ascaridole

    Golongan: Monoterpenoid peroksida
    Bagian Tanaman: Daun (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antelmintik, Antijamur, Dan Antiprotozoa Pada Studi Preklinis..
    Tampilkan
  3. Golongan: Monoterpenoid hidrokarbon
    Bagian Tanaman: Daun (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba Dan Antiinflamasi; Sering Dikaji Sebagai Komponen Sinergis Dalam Minyak Atsiri..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Boldo

Interaksi & Kontraindikasi Boldo dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tanin pada daun boldo dapat mengikat zat besi non-heme dan menurunkan absorpsinya. Konsumsi boldo terpisah minimal 2 jam dari suplemen zat besi. (Ref: EMA monografi Peumus boldus; literatur interaksi tanin-besi)

  2. Antikoagulan/antiplatelet (warfarin, clopidogrel, aspirin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Boldine dalam boldo berpotensi menghambat agregasi trombosit. Kombinasi dengan antikoagulan/antiplatelet dapat meningkatkan risiko perdarahan; pantau INR/tanda perdarahan atau hindari. (Ref: Natural Medicines; studi farmakologi boldine)

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat yang dimetabolisme CYP450 (mis. midazolam, klozapin, simvastatin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Ekstrak boldo dilaporkan menghambat isoenzim CYP2D6/CYP3A4 secara in vitro. Gunakan hati-hati pada obat indeks terapeutik sempit; konsultasikan dokter dan monitor efek samping. (Ref: uji interaksi CYP450; Natural Medicines)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Boldo

Boldo (Peumus boldus) adalah tanaman herbal yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi gangguan pencernaan dan hati. Namun, konsumsi boldo, terutama dalam dosis tinggi atau jangka panjang, dapat menimbulkan berbagai efek samping yang signifikan. Efek samping utama berasal dari kandungan senyawa alkaloid utamanya, yaitu boldine. Pada sistem pencernaan, penggunaan boldo secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi lambung, mual, muntah, dan diare berat karena sifat pencahar stimulan yang dimilikinya. Selain itu, karena senyawa aktif dimetabolisme di hati dan diekskresikan melalui empedu, penggunaan yang tidak tepat dapat memberikan beban tambahan pada organ hati.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Boldo

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Boldo.

Apa saja senyawa fitokimia utama dalam daun boldo dan apa fungsinya?
Daun boldo mengandung alkaloid aporfin boldine, minyak atsiri (terutama ascaridole, eucalyptol, p-cymene), flavonoid, dan tanin. Boldine adalah senyawa yang paling banyak diteliti; pada studi eksperimental bersifat antioksidan, antiinflamasi, koleretik, dan hepatoprotektif. Ascaridole merupakan endoperoksida monoterpena yang dapat bersifat toksik bila terpapar dalam jumlah besar, sehingga membatasi keamanan penggunaan jangka panjang. Referensi: European Medicines Agency. Community herbal monograph on Peumus boldus Molina, folium. EMA/HMPC/340937/2007; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 1 (1999).
Bagaimana cara mengonsumsi boldo yang benar untuk penggunaan sehari-hari?
Cara tradisional adalah menyeduh 1–2 g daun kering dalam 150–200 ml air mendidih, menutup cangkir, membiarkan 5–10 menit, lalu menyaringnya. Seduhan ini dapat diminum 1–3 cangkir per hari, sebaiknya sebelum makan. Penggunaan tidak dianjurkan lebih dari 14 hari berturut-turut; jika keluhan menetap atau memburuk, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan. Referensi: European Medicines Agency (2009). EMA/HMPC/340937/2007; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 1 (1999).
Apa indikasi penggunaan boldo yang didukung bukti ilmiah?
Secara tradisional boldo digunakan untuk meredakan gangguan pencernaan ringan seperti dispepsia, perut kembung, rasa begah, dan membantu aliran empedu pada gangguan bilier ringan. Efek farmakologis yang tercatat antara lain koleretik, antioksidan, dan antiinflamasi. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas; sebagian besar berasal dari studi eksperimental dan penggunaan tradisional. Referensi: EMA/HMPC/340937/2007; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 1 (1999).
Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh boldo?
Pada dosis normal, efek samping umumnya ringan seperti mual, muntah, nyeri perut, atau diare. Dosis tinggi atau pemakaian berulang dapat meningkatkan risiko hepatotoksisitas karena senyawa ascaridole dalam minyak atsirinya. Hentikan penggunaan dan segera cari pertolongan medis jika timbul gejala kuning pada mata/kulit, urine gelap, mual hebat, atau kelelahan berat. Referensi: European Medicines Agency (2009). EMA/HMPC/340937/2007; PDR for Herbal Medicines, 4th ed. (2007).
Apa saja kontraindikasi penggunaan boldo?
Boldo tidak boleh digunakan pada pasien dengan penyumbatan saluran empedu/kolestasis, gangguan hati berat, atau hipersensitivitas terhadap Peumus boldus. Juga tidak dianjurkan pada kehamilan, menyusui, dan anak di bawah 18 tahun. Penggunaan jangka panjang harus dihindari. Referensi: European Medicines Agency (2009). EMA/HMPC/340937/2007; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 1 (1999).
Apakah boldo aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak. Boldo tidak direkomendasikan untuk bayi dan anak-anak karena data keamanan tidak memadai dan kandungan ascaridole berpotensi menyebabkan iritasi saluran cerna, muntah, kejang, serta kerusakan hati bila dosis tidak tepat. Jangan memberikan teh boldo kepada anak tanpa pengawasan dokter. Referensi: European Medicines Agency (2009). EMA/HMPC/340937/2007; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 1 (1999).
Bolehkah boldo digunakan oleh ibu hamil atau menyusui?
Tidak dianjurkan. Boldo secara tradisional dilaporkan memiliki efek stimulasi pada otot polos uterus sehingga berisiko menimbulkan kontraksi dan keguguran. Selain itu, belum ada data keamanan yang memadai mengenai penumpukan senyawanya dalam ASI. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari boldo. Referensi: European Medicines Agency (2009). EMA/HMPC/340937/2007; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 1 (1999).
Apakah boldo aman dikombinasikan dengan obat-obatan?
Data interaksi antara boldo dan obat-obatan masih sangat terbatas. Monografi resmi tidak mencatat interaksi spesifik, tetapi karena boldo mengandung ascaridole yang berpotensi memengaruhi hati, kombinasi dengan obat resep apa pun sebaiknya dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan. Selalu informasikan penggunaan herbal ini kepada dokter atau apoteker. Referensi: European Medicines Agency (2009). EMA/HMPC/340937/2007.
Apakah boldo dapat digunakan untuk 'detoksifikasi' hati atau tubuh?
Klaim 'detoksifikasi' belum terbukti secara ilmiah. Penggunaan tradisional boldo diarahkan pada gangguan pencernaan dan bilier ringan, bukan untuk membuang racun dari tubuh. Pada dosis normal boldo mungkin membantu sekresi empedu, tetapi ini tidak sama dengan detoksifikasi. Jangan menggunakan boldo untuk mengobati hepatitis, sirosis, atau kerusakan hati tanpa pengawasan dokter. Referensi: European Medicines Agency (2009). EMA/HMPC/340937/2007; PDR for Herbal Medicines, 4th ed. (2007).

Chanca Piedra

Phyllanthus urinaria

Espinheira Santa

Maytenus ilicifolia

Cari: