Espinheira Santa

Maytenus ilicifolia
Nama
Espinheira Santa
Nama Latin/Ilmiah
Maytenus ilicifolia
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit
Nama Lain
Espinheira-santa (Brasil), congorosa (Argentina), cancerosa (Uruguai), cangorosa (Paraguai), espinho-de-deus (Brasil)
Asal
Brasil, Argentina, Paraguay, Uruguay
Kandungan Utama
Tanin, flavonoid, triterpenoid, dan alkaloid.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Espinheira Santa

Maytenus ilicifolia, yang dikenal luas sebagai espinheira santa di Brasil, adalah perdu berkayu dari keluarga Celastraceae yang telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Amerika Selatan. Secara botani, tumbuhan ini memiliki daun kaku dan bertepi berduri yang sangat mirip dengan daun holly, berwarna hijau mengilap, serta batang yang cenderung bengkok. Tumbuhan ini tumbuh alami di wilayah selatan Brasil, Paraguay, Uruguay, dan Argentina, biasanya di tanah berbatu dan beriklim subtropis. Nama “espinheira santa” sendiri berarti “semak berduri suci” dalam bahasa Portugis, merujuk pada duri khas pada daunnya serta statusnya sebagai obat keramat bagi penduduk lokal.

Baca Lebih Lanjut
Update: 27 Agu 2026 - 15:40:59
 

II. Ciri-ciri Espinheira Santa

Tanaman asli dari Amerika Selatan, terutama ditemukan di hutan Brasil, Argentina, Paraguay, dan Uruguay. Suka tumbuh di area yang agak teduh dengan tanah yang lembap dan subur. Sering disebut sebagai tanaman obat tradisional yang tangguh. Karakteristik/ciri-ciri Espinheira Santa (Maytenus ilicifolia):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Semak belukar atau pohon kecil yang selalu hijau (evergreen) dengan cabang-cabang yang agak kaku.
Daun
  • Bentuk: Lonjong dengan tepi yang berduri atau bergerigi tajam, sekilas mirip daun holly (Ilex).
  • Tekstur: Kaku, tebal, dan permukaannya terasa agak seperti kulit (leathery).
  • Warna: Hijau tua yang mengkilap.
Batang Memiliki kulit kayu yang halus saat muda, namun bisa menjadi sedikit kasar seiring bertambahnya usia, dengan warna abu-abu kecokelatan.
Bunga Bunga berukuran kecil, warnanya kehijauan atau putih kekuningan, dan biasanya muncul dalam kelompok kecil di ketiak daun.
Buah Berbentuk kapsul kecil yang akan pecah saat matang, memperlihatkan biji yang biasanya tertutup lapisan berwarna oranye atau merah (arilus).

III. Manfaat Espinheira Santa

6 Manfaat Espinheira Santa untuk kesehatan.

  1. Gastroprotektif; dispepsia dan gastrite

    Tanin dan proantosianidin membentuk lapisan protektif pada mukosa lambung; triterpen seperti friedelin dan lupeol mengurangi sekresi asam, meningkatkan produksi musin/prostaglandin, dan berpotensi menghambat Helicobacter pylori. Faktor endogen seperti nitric oxide (NO) juga terlibat dalam efek gastroprotektif pada model hewan.

    Senyawa Aktif: Friedelin, Lupeol, epicatequina, proantosianidinas
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi dan analgesik

    Triterpen quinonametid seperti pristimerin dan maytenin menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi iNOS/COX-2, dan mengurangi sitokin pro-inflamasi TNF-α serta IL-1β. Friedelin juga memiliki efek antinociceptif.

    Senyawa Aktif: pristimerin, maytenin, Friedelin
    Tampilkan
  3. Antimikroba, termasuk anti-Helicobacter pylori

    Pristimerin dan maytenin mengganggu membran mikroba; tanin mengendapkan protein permukaan sel bakteri; flavonoid seperti quercetin menghambat pertumbuhan bakteri, terutama H. pylori, pada konsentrasi MIC laboratorium.

    Senyawa Aktif: pristimerin, maytenin, quercetina
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Espinheira Santa

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Espinheira Santa.

  1. Golongan: Terpenoid (triterpena pentasiklik kerangka friedelan)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Gastroprotektif; Pada Model Hewan Mengurangi Lesi Mukosa Lambung Akibat Etanol/NSAID, Diduga Melalui Prostaglandin Dan Oksida Nitrat (NO)..
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (triterpena pentasiklik kerangka lupane)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiulserogenik Dan Antiinflamasi; Menstabilkan Mukosa Lambung Dan Menghambat Sekresi Asam Pada Studi Eksperimental..
    Tampilkan
  3. β-Amirin (β-amyrin)

    Golongan: Terpenoid (triterpena pentasiklik kerangka oleanane)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Gastroprotektif Dan Antiinflamasi; Triterpena Oleanane Seperti β-amirin Berkontribusi Pada Efek Antiulkus Ekstrak Daun..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Espinheira Santa

Interaksi & Kontraindikasi Espinheira Santa dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan jangka pendek (maksimal 4 minggu) pada orang dewasa sehat

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Penggunaan sesuai dosis lazim umumnya dapat ditoleransi. Hentikan jika timbul nyeri lambung, mual, muntah, atau reaksi alergi.

  2. Konsumsi alkohol

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Batasi atau hindari alkohol karena dapat memperparah iritasi lambung dan meningkatkan risiko efek samping saluran cerna.

  3. Antasida dan penghambat pompa proton (PPI)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Beri jeda minimal 2 jam antara konsumsi espinheira santa dengan obat antasida atau PPI untuk mencegah perubahan pH lambung yang dapat memengaruhi penyerapan senyawa aktif.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Espinheira Santa

Espinheira Santa (Maytenus ilicifolia) adalah tanaman herbal yang secara tradisional banyak digunakan di Amerika Selatan untuk mengatasi masalah pencernaan seperti tukak lambung dan kelebihan asam lambung. Meskipun umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek, penggunaan tanaman ini tetap memiliki potensi efek samping yang perlu diwaspadai. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi keluhan gastrointestinal ringan seperti mual, mulut kering, dan gangguan pencernaan sementara pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Espinheira Santa

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Espinheira Santa.

Apa itu Espinheira Santa dan kandungan fitokimia utamanya?
Espinheira Santa adalah tanaman obat asal Brasil yang dikenal sebagai gastroprotektor. Daunnya mengandung tanin, flavonoid seperti quercetin dan rutin, triterpenoid seperti friedelin dan maytenin, serta alkaloid. Kandungan inilah yang mendasari aktivitas antiulkus, antiinflamasi, dan antioksidan. Tinjauan ilmiah mengenai kandungan kimia dan farmakologinya tersedia dalam Niero, R. et al. Maytenus ilicifolia: a review of its traditional uses, chemical constituents and pharmacology. Revista Brasileira de Farmacognosia, 2011.
Apa manfaat utama Espinheira Santa untuk kesehatan umum?
Manfaat utama yang didukung bukti ilmiah adalah melindungi mukosa lambung, mengurangi produksi asam berlebih, dan membantu meredakan gastritis serta dispepsia. Studi farmakologis menunjukkan aktivitas antiulkus pada model hewan coba dengan mekanisme yang melibatkan peningkatan prostaglandin, produksi mukus, dan penurunan keasaman lambung. Referensi utama: Baggio, C.H. et al. Journal of Ethnopharmacology, 2007 dan Cipriani, M.C. et al. Journal of Ethnopharmacology, 2009.
Bagaimana cara mengonsumsi Espinheira Santa yang tepat?
Secara tradisional digunakan sebagai infusa atau teh daun kering. Umumnya, 2 gram daun kering diseduh dengan 150 mL air mendidih dan dibiarkan selama 5–10 menit, lalu diminum 2–3 kali sehari sebelum makan. Penggunaan sebaiknya mengikuti label produk atau anjuran tenaga kesehatan karena konsentrasi ekstrak komersial berbeda-beda. Monografi fitoterapi Brasil dari ANVISA (Formulário de Fitoterápicos da Farmacopeia Brasileira) juga dapat dijadikan acuan resmi.
Apakah Espinheira Santa aman dikonsumsi setiap hari dalam jangka panjang?
Belum ada bukti klinis yang cukup untuk mendukung penggunaan harian tanpa jeda dalam waktu lama. Untuk penggunaan jangka pendek, teh Espinheira Santa umumnya dianggap aman; namun karena daunnya mengandung tanin dan senyawa triterpenoid yang dapat memengaruhi pencernaan dan organ lain dalam dosis tinggi, sebaiknya digunakan hanya beberapa minggu atau sesuai anjuran. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum pemakaian lebih dari 4–6 minggu. Referensi: Niero, R. et al., Revista Brasileira de Farmacognosia, 2011.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Espinheira Santa?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti mual, mual ringan, gangguan pencernaan, pusing, atau reaksi alergi kulit. Dosis tinggi atau penggunaan ekstrak pekat dapat meningkatkan risiko toksisitas karena kandungan triterpenoid dan alkaloid. Konsumsi melebihi dosis tradisional tidak dianjurkan. Keamanan jangka panjang belum diketahui pasti, sehingga penggunaan berlebihan harus dihindari. Referensi: ANVISA, Formulário de Fitoterápicos da Farmacopeia Brasileira dan Niero, R. et al. 2011.
Apakah Espinheira Santa aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan, dan umumnya dianggap kontraindikasi pada kehamilan serta menyusui. Belum ada uji klinis yang membuktikan keamanannya untuk janin atau bayi. Beberapa sumber menyebutkan adanya efek stimulasi pada otot polos yang berpotensi mengganggu kehamilan, dan senyawa seperti maytenin yang bersifat bioaktif dapat menimbulkan risiko. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan Espinheira Santa. Referensi: ANVISA, Formulário de Fitoterápicos da Farmacopeia Brasileira, 2021.
Apakah Espinheira Santa boleh diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Keamanannya pada bayi dan anak belum terbukti, sehingga tidak disarankan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Kandungan tanin pada daun dapat mengganggu penyerapan zat besi dan mineral, serta berisiko menyebabkan iritasi lambung pada saluran cerna anak yang masih berkembang. Tidak ada dosis pediatrik yang valid. Referensi: ANVISA, Formulário de Fitoterápicos da Farmacopeia Brasileira.
Apakah Espinheira Santa dapat dikonsumsi bersamaan dengan obat medis?
Sebaiknya tidak dikonsumsi tanpa pengawasan karena belum ada data interaksi obat herbal ini yang memadai. Tanin dalam daun dapat berikatan dengan obat dan mengurangi penyerapannya. Jika ingin mengonsumsi, beri jeda waktu sekitar 2 jam dari obat lain, dan tetap konsultasikan ke dokter atau apoteker, terutama jika sedang menggunakan obat untuk tekanan darah, diabetes, atau obat penekan asam lambung. Referensi: Niero, R. et al., Revista Brasileira de Farmacognosia, 2011.
Apakah Espinheira Santa dapat menyembuhkan infeksi Helicobacter pylori?
Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak Maytenus ilicifolia memiliki aktivitas antibakteri, termasuk terhadap Helicobacter pylori secara in vitro. Namun belum ada bukti klinis pada manusia yang memadai untuk menjadikannya terapi utama atau pengganti terapi eradikasi H. pylori yang melibatkan antibiotik. Espinheira Santa dapat berperan sebagai adjuvan, tetapi penggunaannya untuk infeksi H. pylori harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. Referensi: Niero, R. et al., Revista Brasileira de Farmacognosia, 2011.

Boldo

Peumus boldus

Jatoba Bark

Hymenaea courbaril

Cari: