Jatoba Bark

Hymenaea courbaril
Nama
Jatoba Bark
Nama Latin/Ilmiah
Hymenaea courbaril
Famili
Bagian Digunakan
Kulit Kayu
Rasa
Pahit, kelat.
Nama Lain
Jatobá (Brasil), algarrobo (Kolombia), courbaril (Prancis), guapinol (Meksiko), stinking toe (Bahama)
Asal
Jatoba Bark (Hymenaea courbaril) berasal dari Amerika tropis, terutama Brasil, Peru, Kolombia, Venezuela, Meksiko, Amerika Tengah, dan Karibia.
Kandungan Utama
Tanin, resin, minyak atsiri, flavonoid, saponin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Jatoba Bark

Kulit kayu Jatoba, yang berasal dari pohon Hymenaea courbaril, telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional Amazon dan Amerika Selatan. Tumbuhan ini merupakan pohon besar yang tingginya dapat mencapai 30–40 meter, dengan batang kokoh dan kulit kayu berwarna cokelat keabu-abuan yang tebal. Senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan proantosianidin dalam kulit kayunya memberikan aktivitas antioksidan, antimikroba, dan anti-inflamasi yang kuat. Secara empiris, rebusan kulit kayu Jatoba digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kemih, gangguan pencernaan, serta membantu mempercepat penyembuhan luka.

Baca Lebih Lanjut
Update: 27 Agu 2026 - 21:40:29
 

II. Ciri-ciri Jatoba Bark

Jatoba suka tumbuh di hutan hujan tropis, mulai dari dataran rendah sampai hutan pegunungan yang agak tinggi. Mereka paling oke hidup di tanah yang subur dan punya sistem drainase yang bagus. Biasanya ditemukan di wilayah Amerika Tengah dan Selatan. Karakteristik/ciri-ciri Jatoba Bark (Hymenaea courbaril):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Pohon besar yang bisa menjulang tinggi sampai 30-40 meter dengan batang yang kokoh dan diameter yang lebar.
Kulit Batang Teksturnya halus sampai agak bersisik, warnanya abu-abu kecokelatan. Kalau dilukai, dia bakal ngeluarin getah (resin) yang nantinya mengeras jadi seperti batu amber.
Daun Tipe daun majemuk yang terdiri dari sepasang anak daun (bifoliolate). Bentuknya seperti sabit atau melengkung, permukaannya licin dan mengkilap.
Bunga Bunganya cantik, warnanya putih atau kehijauan, dan biasanya mekar berkelompok. Aromanya cukup wangi buat narik kelelawar penyerbuk.
Buah Bentuknya polong yang tebal, keras, dan berwarna cokelat gelap. Di dalamnya ada biji yang dibalut sama serbuk tepung berwarna kekuningan yang rasanya manis-manis unik.

III. Manfaat Jatoba Bark

8 Manfaat Jatoba Bark untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan reduksi nyeri pada kondisi inflamasi

    Aktivitas anti-inflamasi terutama berasal dari flavonoid (astilbin, kuersetin) dan diterpen labdan (asam kopalat, asam poliatik). Senyawa ini menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, sehingga mengurangi sintesis prostaglandin dan nitrit oksida. Astilbin juga dapat menghambat infiltrasi neutrofil serta modulasi sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Senyawa Aktif: astilbin, Kuersetin, asam kopalat
    Tampilkan
  2. Antibakteri, terutama terhadap bakteri gram-positif

    Asam diterpen labdan (asam kopalat, asam poliatik) merusak integritas membran bakteri dan berpotensi menghambat pompa eflux; tanin dan flavonoid mengikat protein adhesin dan menyebabkan kebocoran sel. Efek ini mengganggu transport membran dan metabolisme energi sel bakteri.

    Senyawa Aktif: asam kopalat, asam poliatik, tanin terkondensasi
    Tampilkan
  3. Antifungi terhadap Candida spp.

    Diterpen dan fenolik mengganggu biosintesis ergosterol dan meningkatkan permeabilitas membran jamur. Tanin dapat berikatan dengan protein dinding sel sehingga menghambat pertumbuhan hifa dan sel ragi.

    Senyawa Aktif: asam kopalat, Katekin, Epikatekin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Jatoba Bark

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jatoba Bark.

  1. Golongan: Seskuiterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun dan resin (eksudat batang)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (agonis Reseptor CB2), Analgesik, Dan Gastroprotektif Pada Model Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  2. Golongan: Seskuiterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dengan Menghambat Mediator Inflamasi (TNF-α, IL-1β) Pada Studi In Vitro/hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Golongan: Seskuiterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun dan resin
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba Dan Antiinflamasi Pada Uji In Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Jatoba Bark

Interaksi & Kontraindikasi Jatoba Bark dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi Jatoba bark terpisah minimal 2 jam dari suplemen zat besi untuk menghindari pengikatan tanin yang mengurangi penyerapan zat besi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (mis. metformin, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Jatoba bark berpotensi menurunkan kadar gula darah. Pantau gula darah secara teratur dan konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis obat antidiabetes.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kombinasi dapat meningkatkan efek penurunan tekanan darah. Lakukan monitoring tekanan darah secara berkala dan waspadai gejala hipotensi seperti pusing dan lemas.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Jatoba Bark

Jatoba Bark (Hymenaea courbaril) adalah bahan herbal yang secara tradisional digunakan di wilayah Amerika Tengah dan Selatan untuk berbagai kondisi kesehatan, termasuk sebagai antiinflamasi dan antimikroba. Namun, konsumsi ekstrak kulit kayu jatoba tanpa pengawasan yang tepat berpotensi menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal, seperti mual, kram perut, dan gangguan pencernaan ringan. Senyawa aktif seperti tanin dan saponin yang terkandung di dalam kulit kayu dapat mengiritasi mukosa lambung apabila dikonsumsi dalam dosis tinggi atau oleh individu dengan sistem pencernaan yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Jatoba Bark

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jatoba Bark.

Apa kandungan fitokimia utama dalam kulit kayu Jatoba (Hymenaea courbaril)?
Kulit kayu Jatoba mengandung senyawa polifenol seperti tanin, flavonoid, dan proantosianidin, serta saponin dan terpenoid. Kandungan ini berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dan antimikroba yang teramati dalam penelitian laboratorium. (Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)
Bagaimana cara mengonsumsi kulit kayu Jatoba yang umum dalam penggunaan sehari-hari?
Secara tradisional, kulit kayu Jatoba dikeringkan lalu diseduh sebagai teh. Rendam sekitar 2–3 gram kulit kayu kering dalam 200 ml air panas selama 10–15 menit, lalu saring. Minum maksimal 1–2 cangkir per hari. Namun, belum ada dosis standar yang disetujui secara ilmiah, sehingga penggunaannya perlu hati-hati dan tidak dianjurkan jangka panjang tanpa pengawasan tenaga kesehatan. (Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)
Apa manfaat kesehatan dari Jatoba yang didukung bukti ilmiah?
Studi laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak kulit kayu Jatoba memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi. Namun, bukti klinis pada manusia masih sangat terbatas, sehingga belum cukup untuk mendukung penggunaannya pada kondisi medis tertentu. (Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)
Apakah kulit kayu Jatoba memiliki efek samping?
Konsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, atau sembelit karena kandungan tanin yang bersifat astringen. Beberapa laporan juga menyebutkan kemungkinan iritasi lambung. Jika muncul gejala, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter. (Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)
Apakah kulit kayu Jatoba aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak disarankan. Belum ada data keamanan yang memadai mengenai penggunaan kulit kayu Jatoba selama kehamilan dan menyusui. Kandungan tanin dan saponin dosis tinggi berpotensi menyebabkan iritasi saluran cerna dan mengganggu penyerapan nutrisi penting. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan herbal ini. (Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)
Apakah kulit kayu Jatoba aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak ada bukti keamanan dan efektivitas untuk bayi dan anak-anak. Kadar tanin yang tinggi dapat mengiritasi saluran cerna anak yang masih sensitif serta mengganggu penyerapan zat besi yang diperlukan untuk pertumbuhan. Oleh karena itu, tidak boleh diberikan tanpa rekomendasi dokter anak. (Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)
Bagaimana interaksi kulit kayu Jatoba dengan obat-obatan?
Tanin dalam kulit kayu Jatoba dapat mengikat obat-obatan oral dan mengurangi penyerapannya, sehingga berpotensi menurunkan efektivitas obat. Selain itu, risiko iritasi lambung meningkat jika dikombinasikan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Disarankan memberi jarak 2–3 jam antara konsumsi teh Jatoba dan obat lain. (Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)
Apakah kulit kayu Jatoba memengaruhi penyerapan zat gizi?
Ya. Tanin yang terkandung dalam kulit kayu Jatoba dapat mengikat protein dan mineral seperti zat besi, seng, dan kalsium, sehingga mengurangi bioavailabilitasnya. Konsumsi teh Jatoba bersamaan dengan makanan kaya zat besi dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme. Sebaiknya dikonsumsi jauh dari waktu makan. (Chung et al., 1998)

Espinheira Santa

Maytenus ilicifolia

Cari: