Advertisement
Croton lechleri, yang dikenal sebagai Sangre de Grado atau Dragon's Blood, adalah pohon tropis dari famili Euphorbiaceae yang tumbuh di hutan hujan Amazon dan wilayah Andes di Amerika Selatan. Tumbuhan ini terkenal karena getahnya yang berwarna merah pekat seperti darah, yang keluar ketika batangnya dilukai. Getah ini telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat adat sebagai obat alami untuk menyembuhkan luka, menghentikan pendarahan, mengatasi infeksi kulit, serta meredakan gangguan pencernaan seperti diare dan maag.
Tanaman ini asli dari hutan hujan tropis di kawasan Amazon (seperti Peru, Ekuador, dan Kolombia). Dia suka tumbuh di area terbuka, pinggiran sungai, atau lahan bekas tebangan di ketinggian rendah hingga menengah dengan kondisi tanah yang lembap dan kaya nutrisi. Karakteristik/ciri-ciri Sangre de Grado / Dragon's Blood (Croton lechleri):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Pohon berukuran sedang dengan bentuk yang ramping. |
| Batang | Kulit batangnya halus dan berwarna abu-abu terang. Kalau kulitnya disayat atau dilukai, dia bakal ngeluarin getah kental berwarna merah tua mirip darah, makanya disebut Dragon's Blood. |
| Daun | Daunnya berbentuk hati atau oval lebar dengan ujung yang meruncing. Warnanya hijau cerah dan punya tekstur yang sedikit kasar. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berwarna putih kehijauan, dan tumbuh berkelompok dalam tandan yang menjuntai ke bawah. |
| Buah | Buahnya berbentuk kapsul kecil, bulat, dan akan pecah kalau sudah matang untuk menyebarkan biji. |
8 Manfaat Sangre de Grado / Dragon's Blood untuk kesehatan.
Crofelemer/SP-303, suatu oligomerik proanthocyanidin dari lateks Croton lechleri, menghambat kanal klorida di epitel usus, yaitu cystic fibrosis transmembrane conductance regulator (CFTR) dan kanal klorida teraktivasi kalsium (CaCC/TMEM16A). Hambatan ini menurunkan sekresi Cl− dan air secara pasif, tanpa mengganggu absorpsi elektrolit.
SP-303/crofelemer mengurangi hipersekresi cairan usus dengan menghambat dua jalur sekresi klorida utama, yaitu CFTR dan CaCC. Toksin kolera, STa E. coli, dan beberapa enterotoksin meningkatkan cAMP atau kalsium intraseluler; inhibisi kanal klorida oleh SP-303 menurunkan keluaran cairan ke lumen usus.
Proanthocyanidin dan tanin membentuk lapisan kompleks dengan protein mukosa sehingga melindungi mukosa lambung; taspine merangsang proliferasi dan migrasi sel epitel. Ekstrak lateks juga menurunkan peroksidasi lipid dan pelepasan sitokin proinflamasi seperti TNF-α pada mukosa lambung, memperkuat pertahanan mukosa terhadap etanol dan NSAID.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sangre de Grado / Dragon's Blood.
Interaksi & Kontraindikasi Sangre de Grado / Dragon's Blood dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Sangre de Grado, atau yang dikenal sebagai Dragon's Blood (getah dari pohon Croton lechleri), umumnya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk penyembuhan luka dan masalah pencernaan. Namun, penggunaan getah ini memiliki potensi efek samping yang perlu diwaspadai, terutama jika digunakan secara tidak tepat atau melebihi dosis yang dianjurkan. Berdasarkan uji klinis dan studi toksikologi, efek samping yang paling sering dilaporkan pada penggunaan oral meliputi gangguan pencernaan ringan seperti mual, kram perut, dan diare sementara. Senyawa aktif utama di dalamnya, yaitu taspine dan berbagai jenis proantosianidin, dapat mengiritasi mukosa lambung pada beberapa individu yang sensitif, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sangre de Grado / Dragon's Blood.