Sangre de Grado / Dragon's Blood

Croton lechleri
Nama
Sangre de Grado / Dragon's Blood
Nama Latin/Ilmiah
Croton lechleri
Bagian Digunakan
Getah
Rasa
Pahit, sepat
Nama Lain
Sangre de Grado (Peru), Sangre de Drago (Ecuador), Dragon's Blood (United States), Sangue de Dragão (Brazil)
Asal
Hutan hujan Amazon di Peru, Ekuador, Kolombia, Bolivia, Brasil, dan Venezuela
Kandungan Utama
Alkaloid taspine, proantosianidin, katekin, epikatekin, dan asam ellagat.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sangre de Grado / Dragon's Blood

Croton lechleri, yang dikenal sebagai Sangre de Grado atau Dragon's Blood, adalah pohon tropis dari famili Euphorbiaceae yang tumbuh di hutan hujan Amazon dan wilayah Andes di Amerika Selatan. Tumbuhan ini terkenal karena getahnya yang berwarna merah pekat seperti darah, yang keluar ketika batangnya dilukai. Getah ini telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat adat sebagai obat alami untuk menyembuhkan luka, menghentikan pendarahan, mengatasi infeksi kulit, serta meredakan gangguan pencernaan seperti diare dan maag.

Baca Lebih Lanjut
Update: 28 Agu 2026 - 03:41:25
 

II. Ciri-ciri Sangre de Grado / Dragon's Blood

Tanaman ini asli dari hutan hujan tropis di kawasan Amazon (seperti Peru, Ekuador, dan Kolombia). Dia suka tumbuh di area terbuka, pinggiran sungai, atau lahan bekas tebangan di ketinggian rendah hingga menengah dengan kondisi tanah yang lembap dan kaya nutrisi. Karakteristik/ciri-ciri Sangre de Grado / Dragon's Blood (Croton lechleri):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Pohon berukuran sedang dengan bentuk yang ramping.
Batang Kulit batangnya halus dan berwarna abu-abu terang. Kalau kulitnya disayat atau dilukai, dia bakal ngeluarin getah kental berwarna merah tua mirip darah, makanya disebut Dragon's Blood.
Daun Daunnya berbentuk hati atau oval lebar dengan ujung yang meruncing. Warnanya hijau cerah dan punya tekstur yang sedikit kasar.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna putih kehijauan, dan tumbuh berkelompok dalam tandan yang menjuntai ke bawah.
Buah Buahnya berbentuk kapsul kecil, bulat, dan akan pecah kalau sudah matang untuk menyebarkan biji.

III. Manfaat Sangre de Grado / Dragon's Blood

8 Manfaat Sangre de Grado / Dragon's Blood untuk kesehatan.

  1. Diare non-infeksi kronis pada HIV/AIDS (crofelemer/SP-303)

    Crofelemer/SP-303, suatu oligomerik proanthocyanidin dari lateks Croton lechleri, menghambat kanal klorida di epitel usus, yaitu cystic fibrosis transmembrane conductance regulator (CFTR) dan kanal klorida teraktivasi kalsium (CaCC/TMEM16A). Hambatan ini menurunkan sekresi Cl− dan air secara pasif, tanpa mengganggu absorpsi elektrolit.

    Senyawa Aktif: crofelemer (SP-303), oligomerik proanthocyanidin, katekin/epikatekin
    Tampilkan
  2. Diare sekretorik akut akibat enterotoksin

    SP-303/crofelemer mengurangi hipersekresi cairan usus dengan menghambat dua jalur sekresi klorida utama, yaitu CFTR dan CaCC. Toksin kolera, STa E. coli, dan beberapa enterotoksin meningkatkan cAMP atau kalsium intraseluler; inhibisi kanal klorida oleh SP-303 menurunkan keluaran cairan ke lumen usus.

    Senyawa Aktif: SP-303 (crofelemer), proanthocyanidin tipe A/B, Katekin
    Tampilkan
  3. Gastroprotektif / ulkus lambung

    Proanthocyanidin dan tanin membentuk lapisan kompleks dengan protein mukosa sehingga melindungi mukosa lambung; taspine merangsang proliferasi dan migrasi sel epitel. Ekstrak lateks juga menurunkan peroksidasi lipid dan pelepasan sitokin proinflamasi seperti TNF-α pada mukosa lambung, memperkuat pertahanan mukosa terhadap etanol dan NSAID.

    Senyawa Aktif: taspine, oligomerik proanthocyanidin, Katekin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Sangre de Grado / Dragon's Blood

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sangre de Grado / Dragon's Blood.

  1. Taspine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Lateks merah segar dari batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menghambat 5-lipoksigenase Dan Sintesis Leukotrien), Mempercepat Penyembuhan Luka, Antimikroba Terhadap Bakteri Gram-positif Dan Gram-negatif.
    Tampilkan
  2. Crofelemer (SP-303)

    Golongan: Proantosianidin oligomer (Flavonoid polimer)
    Bagian Tanaman: Lateks merah dari batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antisekretori Intestinal (menghambat Kanal Klorida CFTR Pada Epitel Usus); Efektif Untuk Diare Non-infeksi Pada Pasien HIV/AIDS Yang Sedang Menjalani Terapi Antiretroviral.
    Tampilkan
  3. Asam betulinat

    Golongan: Triterpenoid (seri lupane)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    AntiHIV (menghambat Replikasi Virus), Antineoplastik (induksi Apoptosis Selektif Sel Tumor), Antiinflamasi.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Sangre de Grado / Dragon's Blood

Interaksi & Kontraindikasi Sangre de Grado / Dragon's Blood dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Pemakaian luar pada luka kecil / kulit utuh

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aman digunakan sebagai antiseptik alami dan penyembuh luka. Tidak ada interaksi sistemik yang signifikan; hentikan pemakaian bila muncul iritasi atau reaksi alergi lokal.

  2. Penggunaan bersamaan dengan obat oral lain

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Belum ada laporan interaksi obat yang terdokumentasi, tetapi karena sifat astringen getah dapat mengganggu absorpsi obat, berikan jeda minimal 2 jam sebelum atau sesudah konsumsi obat lain.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiare (mis. loperamide)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kombinasi dapat menyebabkan efek aditif dalam menurunkan motilitas usus dan berisiko menimbulkan konstipasi atau obstipasi. Sebaiknya hindari penggunaan bersamaan tanpa anjuran tenaga kesehatan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Sangre de Grado / Dragon's Blood

Sangre de Grado, atau yang dikenal sebagai Dragon's Blood (getah dari pohon Croton lechleri), umumnya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk penyembuhan luka dan masalah pencernaan. Namun, penggunaan getah ini memiliki potensi efek samping yang perlu diwaspadai, terutama jika digunakan secara tidak tepat atau melebihi dosis yang dianjurkan. Berdasarkan uji klinis dan studi toksikologi, efek samping yang paling sering dilaporkan pada penggunaan oral meliputi gangguan pencernaan ringan seperti mual, kram perut, dan diare sementara. Senyawa aktif utama di dalamnya, yaitu taspine dan berbagai jenis proantosianidin, dapat mengiritasi mukosa lambung pada beberapa individu yang sensitif, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Sangre de Grado / Dragon's Blood

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sangre de Grado / Dragon's Blood.

Apa itu Sangre de Grado / Dragon's Blood (Croton lechleri) dan senyawa fitokimia apa yang terkandung di dalamnya?
Sangre de Grado adalah getah merah yang keluar dari batang Croton lechleri, tumbuhan asli hutan Amazon. Getahnya mengering menjadi resin merah, secara tradisional dipakai untuk luka dan diare. Dari sisi fitokimia, getah ini mengandung proantosianidin oligomer (termasuk SP-303/crofelemer), alkaloid taspin, lignan, dan tanin. Referensi: Duke, J.A. (2008). Duke's Handbook of Medicinal Plants of Latin America, CRC Press.
Apa bukti ilmiah terkuat dari penggunaan Croton lechleri?
Bukti terkuat adalah untuk diare non-infeksi pada pasien HIV/AIDS. Crofelemer, SP-303 yang dimurnikan, disetujui oleh FDA sebagai obat resep dengan dosis 500 mg dua kali sehari. Obat ini bekerja di usus dengan menghambat sekresi klorida melalui kanal CFTR dan kanal klorida yang diaktifkan kalsium, sehingga mengurangi kehilangan cairan. Sedangkan untuk penyembuhan luka, alkaloid taspin dalam getahnya telah dilaporkan meningkatkan proses perbaikan jaringan pada hewan coba dengan merangsang proliferasi fibroblas. Referensi: FDA Approved Product Label, Fulyzaq/crofelemer (2012); Porras-Reyes et al. (1993), studi eksperimental taspin pada penyembuhan luka.
Bagaimana cara penggunaan sehari-hari Sangre de Grado yang umum dipraktikkan?
Secara tradisional, untuk diare beberapa orang minum 1–2 tetes getah mentah yang diencerkan dalam segelas air. Untuk luka luar, getah atau ekstraknya dioleskan tipis pada luka yang sudah dibersihkan, 1–2 kali sehari. Namun penggunaan oral yang telah melalui uji klinis adalah crofelemer 500 mg dua kali sehari, bukan getah mentah. Saya menyarankan produk terstandar dan pengawasan tenaga kesehatan karena mutu dan kadar alkaloid getah mentah tidak konsisten. Referensi: FDA Approved Product Label (2012); Taylor, L. (2005). The Healing Power of Rainforest Herbs, Square One Publishers.
Apakah aman dikonsumsi setiap hari sebagai suplemen?
Belum ada bukti keamanan untuk dikonsumsi setiap hari sebagai suplemen. Getah mentah mengandung alkaloid taspin yang pada dosis tinggi bersifat iritatif dan berpotensi sitotoksik. Produk obat crofelemer disetujui untuk indikasi spesifik, bukan untuk nutrisi tambahan. Dari sudut pandang gizi, zat ini tidak memiliki nilai gizi makro atau mineral yang berarti; kesehatan tetap ditunjang oleh asupan makanan beragam dan seimbang. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, monograf Sangre de Grado; FDA Product Label (2012).
Efek samping apa yang perlu diwaspadai?
Pemakaian luar dapat menyebabkan iritasi atau dermatitis kontak pada sebagian orang. Pemakaian oral getah mentah dapat menimbulkan mual, nyeri perut, rasa tidak enak di mulut, kembung, atau justru memperburuk diare. Pada dosis tinggi, getah mentah berisiko menyebabkan muntah dan gangguan elektrolit. Crofelemer dalam uji klinis umumnya ditoleransi baik, tetapi tetap tidak boleh digunakan tanpa pengawasan jika pasien memiliki gangguan ginjal, gangguan elektrolit, atau sedang minum obat lain. Referensi: FDA Product Label (2012); Natural Medicines Comprehensive Database.
Bolehkah digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan. Keamanan dan efektivitas untuk pasien pediatrik belum ditetapkan untuk crofelemer, dan tidak ada data toksisitas kronis getah mentah pada anak. Beberapa pengobatan tradisional memang menggunakan getah ini untuk diare anak, tetapi risiko alkaloid seperti taspin, dehidrasi, dan kesalahan dosis cukup besar. Untuk anak yang mengalami diare, lebih aman memakai oralit dan konsultasi dokter anak. Referensi: FDA Product Label (2012) menyatakan keamanan pada anak belum dievaluasi; Natural Medicines Comprehensive Database.
Apakah aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan karena data manusia kurang. Belum ada uji klinis yang membuktikan keamanannya selama kehamilan dan menyusui. Meskipun Croton lechleri sendiri tidak secara jelas dikenal sebagai abortifasien, beberapa spesies Croton mengandung senyawa yang bersifat iritatif dan merangsang kontraksi usus; efek sistemiknya pada janin belum diketahui. Wanita hamil dan menyusui sebaiknya menghindari sediaan getah ini dan hanya menggunakan obat yang direkomendasikan tenaga kesehatan. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database; Duke, J.A. (2008). Duke's Handbook of Medicinal Plants of Latin America, CRC Press.
Apakah semua 'Dragon's Blood' dari berbagai tanaman sama?
Tidak sama. Nama 'Dragon's Blood' dipakai untuk resin merah dari Croton lechleri (Amerika Selatan), Daemonorops draco (palem Asia Tenggara), dan Dracaena cinnabari (Pulau Socotra). Komposisi fitokimia dan aktivitas biologisnya berbeda; oleh karena itu penelitian tentang Croton lechleri tidak otomatis berlaku untuk produk dragon's blood dari tumbuhan lain. Referensi: Gupta, D., Bleakley, B., Gupta, R.K. (2008). Dragon's blood: botany, chemistry and therapeutic uses. Journal of Ethnopharmacology, 115(3), 361-380.

Jatoba Bark

Hymenaea courbaril

Chuchuhuasi

Maytenus macrocarpa

Cari: