Belimbing

Star Fruit | Averrhoa carambola
Nama
Belimbing (Star Fruit)
Nama Latin/Ilmiah
Averrhoa carambola
Bagian Digunakan
Buah
Rasa
Asam, manis
Nama Lain
karambola (Filipina), khế (Vietnam), kamrakh (India), yángtáo (Tiongkok), starfruit (Inggris)
Asal
Asia tenggara, terutama Indonesia dan Malaysia.
Kandungan Utama
Vitamin C, serat, kalium, flavonoid, asam oksalat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Belimbing

Belimbing (Averrhoa carambola) merupakan tumbuhan buah tropis yang berasal dari Asia Tenggara dan termasuk dalam famili Oxalidaceae. Pohon ini dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 5–12 meter dengan tajuk yang rimbun serta daun majemuk menyirip yang peka terhadap sentuhan dan cahaya. Buahnya yang khas berbentuk lonjong dengan rusuk atau bintang lima menjadi ciri pembeda utamanya, dan saat matang berwarna kuning keemasan dengan daging buah yang renyah serta berair.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Agu 2026 - 23:43:07
 

II. Ciri-ciri Belimbing

Tumbuh subur di daerah tropis dengan sinar matahari penuh. Biasanya ditemukan di dataran rendah hingga ketinggian 500 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan yang cukup sepanjang tahun. Karakteristik/ciri-ciri Belimbing (Averrhoa carambola):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Pohon kecil yang bercabang banyak, rimbun, dan bisa tumbuh setinggi 5 hingga 12 meter.
Batang Batang kayu dengan kulit kayu berwarna cokelat muda, teksturnya agak kasar dan seringkali memiliki banyak cabang rendah.
Daun Daun majemuk menyirip ganjil, berwarna hijau muda hingga tua. Bentuk anak daunnya oval atau bulat telur dengan ujung runcing.
Bunga Bunga kecil berbentuk bintang, berwarna merah muda atau ungu keputihan, biasanya muncul bergerombol di ketiak daun atau langsung dari batang.
Buah Buah buni berbentuk lonjong dengan lima rusuk yang menonjol, sehingga jika dipotong melintang akan membentuk pola bintang. Kulit buahnya tipis, licin, berwarna kuning cerah saat sudah matang.
Biji Biji berbentuk pipih, berwarna cokelat, dan biasanya berjumlah sedikit di dalam setiap buah.

III. Manfaat Belimbing

8 Manfaat Belimbing untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan analgesik

    Flavonoid seperti quercetin, rutin, dan apigenin menghambat aktivitas COX-2 dan jalur NF-κB, sehingga menurunkan produksi mediator inflamasi PGE2, TNF-α, dan IL-6. Efek analgesik berkaitan dengan penurunan sensitisasi nosiseptor oleh mediator inflamasi.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Rutin, Apigenin
    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas

    Saponin dan tanin berinteraksi dengan membran sel mikroba, menyebabkan kebocoran ion dan lisis sel. Polifenol juga dapat menghambat adhesi mikroba dan mengganggu integritas dinding sel bakteri serta membran fungi.

    Senyawa Aktif: Saponin, Tanin, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan penangkal stres oksidatif

    Senyawa fenolik dan vitamin C menyumbang elektron untuk menetralkan radikal bebas, mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen SOD, katalase, dan glutation peroksidase. Efek ini menurunkan peroksidasi lipid dan kadar MDA.

    Senyawa Aktif: Vitamin C, Kuersetin, Asam Galat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Belimbing

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Belimbing.

  1. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Buah, daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antidiabetik, Dan Penghambat α-glukosidase Pada Studi In Vitro Dan Hewan..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (flavonol-O-glikosida)
    Bagian Tanaman: Daun, buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Vasoprotektif, Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Menghambat Agregasi Trombosit In Vitro..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (flavan-3-ol)
    Bagian Tanaman: Buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Kardioprotektif, Dan Meningkatkan Fungsi Endotel Melalui Peningkatan Nitric Oxide Pada Studi Flavanol..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Belimbing

Interaksi & Kontraindikasi Belimbing dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen kalsium atau makanan/minuman tinggi kalsium

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tidak dilarang, tetapi beri jeda 2–3 jam. Asam oksalat dalam belimbing dapat mengikat kalsium dan menurunkan penyerapan kalsium dari usus.

  2. Kehamilan dan menyusui

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi belimbing sebagai buah segar dalam jumlah wajar umumnya dianggap aman. Hindari ekstrak, jus pekat, atau suplemen herbal karena data keamanannya belum memadai.

  3. Suplemen vitamin C dosis tinggi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi. Vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan ekskresi oksalat di urine, dan belimbing juga kaya oksalat, sehingga meningkatkan risiko pembentukan batu kalsium oksalat di ginjal.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Belimbing

Belimbing (Averrhoa carambola) mengandung neurotoksin kuat yang disebut caramboxin, serta konsentrasi asam oksalat yang tinggi. Pada individu dengan fungsi ginjal yang normal, senyawa-senyawa ini biasanya dapat disaring dan diekskresikan dengan baik melalui urin tanpa menimbulkan dampak serius. Namun, pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (CKD) atau gagal ginjal, ginjal tidak mampu mengeluarkan racun tersebut, sehingga terjadi penumpukan caramboxin dalam darah yang dapat menembus sawar darah-otak dan memicu neurotoksisitas berat.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Belimbing

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Belimbing.

Apa saja kandungan fitokimia utama dan nilai gizi belimbing?
Belimbing mengandung vitamin C, serat pangan, flavonoid, saponin, tanin, asam oksalat, dan senyawa fenolik. Senyawa fenolik dan vitamin C berperan dalam aktivitas antioksidan. (Chau, C.F., et al. 2006. Nutritional composition and antioxidant activity of star fruit. Food Chemistry.)
Apakah belimbing bermanfaat sebagai sumber antioksidan?
Ekstrak dan jus belimbing dilaporkan memiliki kapasitas antioksidan yang berkorelasi dengan kandungan total fenoliknya. Konsumsi buah segar dalam porsi wajar dapat menyumbang vitamin C dan antioksidan, tetapi bukan pengganti pola makan sehat. (Chau, C.F., et al. 2006. Food Chemistry.)
Berapa banyak belimbing yang aman dikonsumsi sehari-hari?
Untuk orang sehat, konsumsi dalam porsi makanan biasa seperti satu buah belimbing segar per hari masih dianggap aman. Karena belimbing mengandung asam oksalat, hindari mengonsumsi jus belimbing pekat dalam jumlah besar setiap hari. Perbanyak minum air untuk membantu mencegah pengendapan oksalat di ginjal. (Muthu, N., et al. 2016. Star fruit toxicity: A review. Saudi Journal of Kidney Diseases and Transplantation.)
Mengapa belimbing berbahaya bagi penderita penyakit ginjal?
Belimbing mengandung karamboksin dan asam oksalat. Pada penderita penyakit ginjal kronis, ekskresi kedua senyawa ini terganggu sehingga dapat menyebabkan efek neurotoksik dan nefrotoksik yang berat, bahkan kematian. Penderita gangguan ginjal sebaiknya menghindari belimbing sepenuhnya. (Neto, M.M., et al. 1998. Lancet; Garcia-Cruz, L., et al. 2013. Anais da Academia Brasileira de Ciências.)
Apa gejala yang muncul jika seseorang keracunan belimbing?
Gejala keracunan belimbing meliputi cegukan yang berlangsung lama, mual, muntah, lemah, kesemutan, kebingungan, kejang, hingga koma. Gejala neurotoksik biasanya muncul dalam beberapa jam setelah konsumsi, terutama pada pasien dengan penyakit ginjal. (Muthu, N., et al. 2016. Star fruit toxicity: A review. Saudi Journal of Kidney Diseases and Transplantation.)
Apakah belimbing dapat digunakan sebagai obat herbal untuk penyakit tertentu?
Secara tradisional, belimbing digunakan untuk mengatasi demam, batuk, nyeri, dan diabetes. Namun klaim ini belum didukung uji klinis yang kuat. Belimbing bukan obat standar dan tidak boleh digunakan untuk menggantikan terapi medis; risiko toksisitasnya harus diwaspadai. (Muthu, N., et al. 2016; Garcia-Cruz, L., et al. 2013.)
Apakah belimbing aman untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui?
Belum ada data ilmiah yang memadai untuk menyatakan keamanan belimbing pada bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kelompok ini sebaiknya menghindari konsumsi belimbing dalam jumlah besar atau dalam bentuk jus pekat sampai ada bukti keamanan yang lebih jelas. (Muthu, N., et al. 2016. Star fruit toxicity: A review. Saudi Journal of Kidney Diseases and Transplantation.)
Bagaimana cara mengonsumsi atau mengolah belimbing agar risiko efek sampingnya berkurang?
Risiko efek samping dapat dikurangi dengan mengonsumsi belimbing tidak berlebihan, tidak mengonsumsi jus belimbing pekat dalam jumlah banyak, serta memastikan tubuh terhidrasi. Namun cara ini tidak menghilangkan karamboksin dan asam oksalat; orang dengan gangguan ginjal tetap harus menghindari belimbing. (Neto, M.M., et al. 1998; Muthu, N., et al. 2016.)

Passion Fruit Leaf

Passiflora edulis

Kedondong Leaf

Spondias dulcis

Cari: