Advertisement
African Peach atau yang dikenal dengan nama ilmiah Nauclea latifolia adalah spesies pohon dari famili Rubiaceae yang tumbuh alami di kawasan sabana dan hutan tropis Afrika Barat dan Tengah. Meskipun disebut "peach" atau persik, buahnya sebenarnya berbentuk bulat dengan permukaan kasar dan menyerupai buah beri berwarna kuning hingga oranye saat matang. Tumbuhan ini memiliki batang berkayu yang kokoh, daun hijau mengilap dengan bentuk oval, serta bunga kecil berwarna putih kekuningan yang tersusun dalam bongkol bulat. Ekstrak dari berbagai bagian tumbuhan ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Afrika, terutama untuk mengatasi demam, malaria, diabetes, dan gangguan pencernaan.
Tanaman ini asli dari daerah tropis Afrika. Biasanya tumbuh subur di area hutan sekunder, savana, dan lahan yang agak lembap. Suka banget sama sinar matahari dan bisa bertahan di berbagai jenis tanah. Karakteristik/ciri-ciri African Peach (Nauclea latifolia):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tumbuh sebagai semak besar atau pohon kecil yang bisa mencapai tinggi 3 hingga 10 meter. |
| Batang | Kulit batangnya kasar, berwarna abu-abu kecokelatan, dan sering terlihat pecah-pecah seiring bertambahnya usia. |
| Daun | Daunnya berbentuk oval atau elips, ukurannya cukup lebar, teksturnya halus, dan tersusun berpasangan di sepanjang ranting. |
| Bunga | Bunganya unik banget, bentuknya bulat seperti bola kecil (mirip kancing atau pom-pom) berwarna putih kekuningan dengan aroma yang cukup harum. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat, permukaannya agak kasar atau berbintil-bintil. Saat masih muda warnanya hijau, kalau sudah matang berubah jadi merah jambu atau kemerahan dan bisa dimakan. |
7 Manfaat African Peach untuk kesehatan.
Ekstrak Nauclea latifolia menghambat jalur NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2, TNF-α, IL-1β, IL-6, serta menurunkan produksi nitrit oksida (NO) pada makrofag. Alkaloid indol dan β-karbolina juga memodulasi respon nyeri baik sentral maupun perifer.
Alkaloid indol seperti strictosamide menghambat pertumbuhan Plasmodium falciparum, diduga dengan mengganggu detoksifikasi heme dan meningkatkan stres oksidatif pada parasit; beberapa senyawa juga aktif terhadap strain resisten klorokuin.
Alkaloid β-karbolina dan indol pada Nauclea latifolia merusak membran sel mikroba, menghambat pompa efluks, dan berpotensi berinterkalasi dengan DNA mikroorganisme; saponin juga berkontribusi terhadap permeabilisasi membran.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) African Peach.
African Peach (Nauclea latifolia) adalah tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Afrika untuk mengatasi berbagai kondisi seperti demam, malaria, epilepsi, dan nyeri. Meskipun memiliki potensi farmakologis, konsumsi bagian tanaman ini—terutama akar dan ekstrak batangnya—dapat menimbulkan berbagai efek samping toksik jika tidak digunakan dengan benar. Studi toksikologi pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak Nauclea latifolia mengandung alkaloid aktif (seperti gambirtannine dan vincosamide) yang dalam dosis tinggi dapat menyebabkan efek samping sistemik yang signifikan, termasuk toksisitas pada hati dan ginjal. Gejala keracunan yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, pusing, kelemahan otot, dan gangguan pencernaan akut.