Advertisement
Prekese, yang dikenal dengan nama ilmiah Tetrapleura tetraptera, adalah tumbuhan berkayu dari famili Fabaceae yang berasal dari kawasan hutan tropis Afrika Barat. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 25–30 meter dengan tajuk yang rindang, daun majemuk menyirip, dan bunga kecil berwarna krem yang tersusun dalam tandan. Buahnya yang paling khas berbentuk polong bersayap empat dengan permukaan cokelat mengkilap dan beraroma khas tajam. Buah tersebut terbagi menjadi empat rusuk bersayap yang memudahkan penyebaran melalui angin dan air. Secara ekologis, T. tetraptera banyak ditemukan di daerah khatulistiwa seperti Ghana, Nigeria, Kamerun, dan Pantai Gading, serta sering tumbuh liar di tepi sungai atau di dalam hutan sekunder.
Pohon ini asli dari wilayah tropis Afrika. Biasanya tumbuh subur di hutan hujan dataran rendah dan area semak belukar. Tanaman ini sangat toleran terhadap berbagai kondisi tanah, asal drainasenya bagus. Karakteristik/ciri-ciri Prekese (Tetrapleura tetraptera):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tumbuhan | Pohon besar yang bisa tumbuh sampai 20-25 meter dengan batang yang kokoh dan terkadang memiliki akar papan (banir) di bagian bawah. |
| Daun | Daunnya tipe majemuk, ukurannya kecil-kecil, tersusun rapi menyirip, dan warnanya hijau tua mengkilap. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, warnanya agak kekuningan atau merah muda, dan biasanya muncul bergerombol. |
| Buah | Ini bagian yang paling ikonik. Buahnya berbentuk polong yang keras, panjangnya sekitar 15-25 cm, dengan empat sayap memanjang (segi empat). Warnanya berubah dari hijau saat muda menjadi cokelat tua atau keunguan saat matang. |
| Aroma | Buahnya punya aroma khas yang sangat kuat, tajam, dan agak manis, yang sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur atau obat tradisional. |
7 Manfaat Prekese untuk kesehatan.
Ekstrak buah menghambat aktivitas enzim COX-2 dan LOX, sehingga menurunkan sintesis prostaglandin dan leukotrien; flavonoid juga menekan ekspresi TNF-α, IL-6, dan aktivasi NF-κB. Efek antioksidannya menangkal kerusakan jaringan artikular akibat stres oksidatif.
Saponin aridanin dan tanin berinteraksi dengan lipid membran mikroba, menyebabkan kebocoran membran; flavonoid menghambat DNA girase dan sintesis dinding sel; komponen minyak atsiri mengganggu transport ion dan integritas membran.
Polifenol bertindak sebagai donor elektron untuk menetralkan radikal bebas, mengkelat ion logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2 sehingga meningkatkan ekspresi SOD, katalase, dan GPx.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Prekese.
Prekese (Tetrapleura tetraptera) adalah tanaman herbal yang dikenal dalam pengobatan tradisional Afrika karena potensi manfaat farmakologisnya. Namun, konsumsi ekstrak tanaman ini, terutama dalam dosis tinggi atau jangka panjang, dapat menimbulkan beberapa efek samping toksikologis. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak buah Tetrapleura tetraptera dapat memengaruhi fungsi organ vital seperti hati dan ginjal. Peningkatan parameter biokimia tertentu dalam darah telah diamati, yang mengindikasikan adanya potensi stres hepatoseluler dan nefrotoksisitas akibat akumulasi senyawa bioaktif sekunder seperti saponin dan glikosida yang terkandung di dalamnya.