Advertisement
Aktivitas antiemetik adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk mengurangi atau mencegah rasa mual dan muntah. Mual dan muntah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gangguan pencernaan, kehamilan (morning sickness), efek samping kemoterapi, dan mabuk perjalanan. Herbal seperti jahe (gingerol), pepermin (mentol), dan kunyit (kurkumin) telah terbukti efektif sebagai antiemetik alami.
Mekanisme antiemetik pada herbal melibatkan interaksi dengan reseptor serotonin (5-HT3), reseptor dopamin, atau reseptor histamin di area postrema otak yang merupakan pusat pengaturan mual dan muntah. Jahe bekerja dengan menghambat reseptor 5-HT3 dan juga memiliki efek langsung pada sistem pencernaan dengan mengurangi iritasi lambung. Pepermin bekerja dengan efek menenangkan pada otot polos saluran pencernaan dan efek anestetik lokal. Dengan profil keamanan yang baik, herbal antiemetik menawarkan alternatif alami untuk mengatasi mual dan muntah tanpa efek samping sedasi yang sering terjadi pada obat antiemetik sintetik.
Advertisement
Antagonis pada reseptor 5-HT3 di saluran pencernaan dan pusat muntah di medula oblongata, serta meningkatkan motilitas lambung melalui aktivasi reseptor serotonin dan kolinergik. 6-gingerol dan shogaol juga memblokir reseptor neurokinin-1 (NK1) dan menghambat pelepasan serotonin dari sel enterochromaffin.
Senyawa: 6-gingerol, 6-shogaol, zingerone
Tingkat Bukti: Kuat
Diduga melalui antagonisme reseptor 5-HT3 di saluran pencernaan dan sistem saraf pusat, serta efek karminatif (memperlancar gas). Minyak atsiri bekerja secara lokal di lambung dan usus.
Senyawa: Minyak atsiri (kamper, sineol, borneol), Galangin, ACA
Tingkat Bukti: Tradisional