Aktivitas antidiabetes adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk menurunkan kadar glukosa darah, meningkatkan sensitivitas insulin, atau mencegah komplikasi diabetes. Indonesia memiliki kekayaan herbal yang telah digunakan secara tradisional untuk mengatasi diabetes, termasuk daun salam, sambiloto, kunyit, dan kayu manis. Penelitian modern mengungkap berbagai mekanisme antidiabetes herbal, termasuk penghambatan enzim α-glukosidase dan α-amilase yang memperlambat penyerapan glukosa dari makanan.
Beberapa herbal juga bekerja dengan mengaktifkan reseptor insulin atau meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur seperti SIRT1, seperti yang ditemukan pada quinine dari kina dan prunetin dari Glycosmis. Aktivitas antidiabetes lainnya meliputi perlindungan terhadap komplikasi diabetik dengan menghambat enzim aldose reductase, yang mencegah akumulasi sorbitol pada sel saraf dan ginjal. Dengan prevalensi diabetes yang terus meningkat di Indonesia, pengembangan terapi berbasis herbal menawarkan alternatif yang lebih aman dan terjangkau untuk manajemen diabetes dan pencegahan komplikasinya.
Advertisement
Menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase, meningkatkan sensitivitas insulin, merangsang sekresi insulin, dan mengurangi stres oksidatif pada sel β pankreas.
Senyawa: Flavonoid (quercetin), Tanin, Alkaloid
Tingkat Bukti: Terbatas
Menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase di usus halus (seperti acarbose), memperlambat absorpsi glukosa. Juga meningkatkan fosforilasi reseptor insulin dan translokasi GLUT4 ke membran sel otot dan adiposa melalui jalur PI3K/Akt.
Senyawa: Elephantopin, Seskuiterpen lakton lainnya, Flavonoid terprenilasi
Tingkat Bukti: Sedang
Quercetin meningkatkan penyerapan glukosa di otot melalui aktivasi AMPK dan GLUT4, serta menghambat α-glukosidase dan α-amilase usus. Allicin juga merangsang sekresi insulin dari sel β pankreas dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Senyawa: Kuersetin, Alisin, S-metil sistein sulfoksida
Tingkat Bukti: Sedang
Menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase di usus halus, mengurangi penyerapan glukosa. Meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur AMPK dan PPAR-γ, serta meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas.
Senyawa: Kuersetin, Asam Galat, Avicularin
Tingkat Bukti: Sedang
Meningkatkan sekresi insulin melalui stimulasi sel β pankreas, menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat penyerapan glukosa, serta meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur AMPK dan PPAR-γ.
Senyawa: Asam Korosolik, Kuersetin, Epikatekin
Tingkat Bukti: Sedang