Mate

Yerba mate | Ilex paraguariensis
Nama
Mate (Yerba mate)
Nama Latin/Ilmiah
Ilex paraguariensis
Bagian Digunakan
Daun, Ranting
Rasa
pahit, earthy, herba
Nama Lain
Erva-mate (Brasil), ka'a (Paraguay), mate (Uruguay), yerba mate (Argentina)
Asal
Argentina, Brasil, Paraguay, Uruguay
Kandungan Utama
Kafein, teobromin, asam klorogenat, polifenol, dan saponin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Mate

Yerba Mate (Ilex paraguariensis) adalah spesies pohon evergreen dari keluarga Aquifoliaceae yang berasal dari kawasan hutan subtropis di Amerika Selatan, terutama wilayah Paraná, Paraguay, Argentina, dan Brasil bagian selatan. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga setinggi 15 meter di alam liar, meskipun dalam perkebunan biasa dipangkas agar tetap rendah. Daunnya yang hijau mengilap, bergerigi halus, serta bercabang rapat menjadi bagian utama yang dimanfaatkan. Secara historis, suku Guarani telah mengonsumsi daunnya sebagai minuman ritual dan obat tradisional jauh sebelum kolonisasi Eropa, menjadikan Ilex paraguariensis sebagai warisan botani yang berakar kuat dalam identitas budaya setempat.

Baca Lebih Lanjut
Update: 14 Agu 2026 - 02:40:08
 

II. Ciri-ciri Mate

Tumbuh subur di wilayah subtropis Amerika Selatan, terutama di hutan hujan pegunungan. Tanaman ini suka banget sama tanah yang lembap, subur, dan area yang teduh atau setengah teduh. Karakteristik/ciri-ciri Mate (Ilex paraguariensis):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Pohon hijau abadi (evergreen) yang bisa tumbuh cukup tinggi, bahkan sampai 15 meter kalau di alam liar.
Daun
  • Bentuk: Lonjong atau oval dengan pinggiran yang bergerigi kasar.
  • Tekstur: Kaku, tebal, dan punya lapisan lilin supaya nggak gampang kering.
  • Warna: Hijau tua mengilap di bagian atas.
Bunga
  • Ukuran: Kecil banget, warnanya putih kehijauan, dan muncul dalam kelompok kecil di ketiak daun.
  • Tipe: Bunga berkelamin dua atau terpisah (dioecious) tergantung individunya.
Buah
  • Bentuk: Bulat kecil mirip beri.
  • Warna: Warna merah cerah saat sudah matang, isinya mengandung beberapa biji keras.
Batang
  • Kulit Kayu: Warna abu-abu kecokelatan dengan tekstur yang agak halus tapi bisa pecah-pecah seiring bertambahnya usia.

III. Manfaat Mate

7 Manfaat Mate untuk kesehatan.

  1. Penurunan stres oksidatif

    Polifenol dan flavonoid dalam daun bekerja sebagai penangkap radikal bebas dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutation peroksidase. Asam klorogenat juga mengkelat logam transisi dan menghambat peroksidasi lipid membran.

    Tampilkan
  2. Perbaikan profil lipid dan kardiometabolik

    Asam klorogenat menurunkan absorpsi kolesterol usus dan meningkatkan konversi kolesterol menjadi asam empedu; saponin mengikat kolesterol dan menurunkan bioavailabilitasnya; kafein memodulasi lipolisis dan metabolisme lipid hepatik.

    Senyawa Aktif: Asam Klorogenat, matesaponin, Kafein
    Tampilkan
  3. Penurunan berat badan dan lemak tubuh

    Kafein meningkatkan termogenesis dan oksidasi asam lemak melalui antagonisme reseptor adenosin dan aktivasi tonus simpatis. Asam klorogenat menghambat lipase pankreas dan menekan adipogenesis melalui jalur AMPK. Saponin dapat mengurangi penyerapan lemak di usus.

    Senyawa Aktif: Kafein, Asam Klorogenat, saponin triterpenoid
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Mate

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Mate.

  1. Golongan: Alkaloid (metilxantin)
    Bagian Tanaman: Daun kering; batang muda kadang ikut terdokumentasi
    Aktivitas Farmakologis:
    Stimulan SSP Melalui Antagonisme Reseptor Adenosin; Meningkatkan Kewaspadaan, Waktu Reaksi, Daya Tahan Fisik, Dan Efek Termogenesis Ringan.
    Tampilkan
  2. Teobromin (3,7-dimetilxantin)

    Golongan: Alkaloid (metilxantin)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Vasodilator, Diuretik Ringan, Bronkodilator, Dan Antagonis Adenosin Non-spesifik; Efek Stimulasi Kardiovaskular Lebih Lemah Daripada Kafein.
    Tampilkan
  3. Golongan: Asam fenolat / polifenol (asam kafeoilkuinat)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Penghambat Pelepasan Glukosa; Berpotensi Memodulasi Metabolisme Lipid Dan Tekanan Darah.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Mate

Interaksi & Kontraindikasi Mate dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplementasi zat besi (misalnya anemia defisiensi besi)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Beri jeda minimal 1–2 jam antara konsumsi mate dan suplemen zat besi karena tanin dalam mate dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme.

  2. Hipertensi / tekanan darah tinggi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Batasi konsumsi mate karena kandungan kafeinnya dapat meningkatkan tekanan darah, terutama pada penderita hipertensi yang tidak terkontrol. Pantau tekanan darah secara berkala.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan kecemasan atau insomnia

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari konsumsi mate, terutama pada sore atau malam hari, karena kafein dapat memperburuk kecemasan, gelisah, dan gangguan tidur.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Mate

Konsumsi teh Mate (Ilex paraguariensis), terutama dalam jumlah besar dan suhu yang sangat panas, berkaitan erat dengan berbagai efek samping kesehatan yang signifikan. Kandungan kafein di dalamnya dapat memicu efek samping tipks stimulansia seperti kecemasan, insomnia, takikardia, dan peningkatan tekanan darah pada individu yang sensitif. Selain itu, kebiasaan minum mate tradisional (dengan sedotan logam atau bombilla) dalam suhu yang sangat tinggi telah diidentifikasi oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) sebagai karsinogen bagi manusia (Grup 2A), yang meningkatkan risiko karsinoma sel skuamosa pada esofagus akibat cedera termal kronis pada mukosa saluran pencernaan.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Mate

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Mate.

Apa saja kandungan fitokimia utama dari mate dan apa manfaatnya bagi kesehatan?
Mate (Ilex paraguariensis) mengandung metilxantin (kafein dan teobromin), saponin, asam klorogenat, turunan asam kafeoilkuinat, flavonoid, serta sejumlah mineral dan vitamin. Berbagai studi menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan stimulan sistem saraf pusat; beberapa penelitian pada manusia juga melaporkan efek peningkatan kewaspadaan dan oksidasi lemak, tetapi bukti klinis jangka panjang masih terbatas. Referensi: Heck, C. I., & de Mejia, E. G. (2007). Yerba Mate Tea (Ilex paraguariensis): A Comprehensive Review on Chemistry, Health Implications, and Technological Considerations. Journal of Food Science, 72(9), R138–R151.
Berapa jumlah konsumsi harian mate yang dianggap aman untuk orang dewasa?
Tidak ada batas resmi khusus untuk mate, tetapi kandungan kafeinnya menjadi penentu utama. Otoritas keamanan pangan Eropa (EFSA) menetapkan asupan kafein harian hingga 400 mg dan dosis tunggal hingga 200 mg untuk orang dewasa sehat sebagai batas yang tidak menimbulkan masalah kesehatan. Satu cangkir mate dapat mengandung sekitar 30–90 mg kafein tergantung jumlah daun, suhu, dan waktu seduh; oleh karena itu konsumsi 2–4 cangkir per hari umumnya masih dalam batas wajar, asalkan total kafein dari makanan/minuman lain turut diperhitungkan. Referensi: EFSA Panel on Dietetic Products, Nutrition and Allergies (2015). Scientific Opinion on the safety of caffeine. EFSA Journal, 13(5), 4102.
Apakah konsumsi mate aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Ibu hamil sebaiknya membatasi kafein hingga kurang lebih 200 mg per hari; satu porsi mate kecil yang diseduh lemah mungkin masih dapat diterima, tetapi karena kandungan kafein tidak standar, hindari konsumsi berlebihan. Kafein melewati plasenta dan dapat memengaruhi berat lahir, sedangkan pada ibu menyusui kafein masuk ke ASI dan dapat membuat bayi rewel atau sulit tidur. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya. Referensi: American College of Obstetricians and Gynecologists (2018). Moderate Caffeine Consumption During Pregnancy. Obstetrics & Gynecology, 131(5), e170–e172.
Bolehkah mate diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak dianjurkan. Belum ada bukti yang mendukung keamanan mate untuk bayi dan anak kecil, dan kandungan kafein dapat menyebabkan stimulasi berlebihan, jantung berdebar, gangguan tidur, serta risiko dehidrasi atau toksisitas pada dosis tinggi. Organisasi kesehatan anak umumnya menyarankan agar anak di bawah 12 tahun menghindari kafein dari minuman seperti kopi, teh, dan mate. Referensi: American Academy of Pediatrics (2023). Caffeine Use in Children and Adolescents. AAP News.
Apa saja efek samping yang mungkin timbul jika mengonsumsi mate secara berlebihan?
Efek samping utama berasal dari kafein: insomnia, cemas, tremor, palpitasi, sakit kepala, peningkatan tekanan darah, dan gangguan lambung. Konsumsi mate yang sangat panas juga dikaitkan dengan iritasi mukosa esofagus, dan pada kebiasaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko karsinoma esofagus. Selain itu, senyawa polifenol dalam mate dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme bila diminum bersamaan dengan makanan. Referensi: Gambero, A., & Ribeiro, M. L. (2015). The positive effects of yerba mate (Ilex paraguariensis) in obesity. Nutrients, 7(1), 541–556; IARC Working Group (2016). Carcinogenicity of drinking coffee, mate, and very hot beverages. The Lancet Oncology, 17(7), 877–878.
Apakah mate dapat menyebabkan atau mencegah kanker?
Penelitian yang ada belum mendukung klaim bahwa mate sendiri mencegah kanker. Sebagian studi justru menemukan peningkatan risiko karsinoma esofagus pada peminum mate yang sangat panas, dan IARC mengklasifikasikan 'minuman mate sangat panas' (suhu lebih dari sekitar 65°C) sebagai kemungkinan karsinogenik bagi manusia (Grup 2A) karena kerusakan termal pada jaringan, bukan karena komponen tanaman itu sendiri. Karena itu, disarankan menyeduh dan meminum mate dalam suhu hangat, bukan panas mendidih. Referensi: Loomis, D., et al. (2016). Carcinogenicity of drinking coffee, mate, and very hot beverages. The Lancet Oncology, 17(7), 877–878.
Apakah mate berinteraksi dengan obat-obatan?
Sebagai sumber kafein, mate dapat berinteraksi dengan obat yang memengaruhi enzim CYP1A2, misalnya fluvoxamine, ciprofloxacin, dan kontrasepsi oral, sehingga kadar kafein dalam darah dapat meningkat. Efek stimulannya juga dapat berinteraksi dengan obat stimulan lain, obat tekanan darah, dan obat sedatif. Jika Anda sedang menjalani pengobatan rutin, konsultasikan dengan apoteker atau dokter sebelum mengonsumsi mate secara teratur. Referensi: Carrillo, J. A., & Benitez, J. (2000). Clinically significant pharmacokinetic interactions between dietary caffeine and medications. Clinical Pharmacokinetics, 39(2), 127–153.
Bagaimana cara terbaik mengonsumsi mate dalam rutinitas sehari-hari agar memperoleh manfaat dan mengurangi risiko?
Minumlah dalam keadaan hangat, bukan panas (di bawah sekitar 65°C), batasi 1–3 cangkir per hari, pilih produk mate yang dikeringkan secara alami tanpa asap agar lebih rendah hidrokarbon aromatik polisiklik, dan jangan minum bersama makanan utama bila Anda rentan anemia defisiensi besi. Bila ingin mengurangi kafein, gunakan sedikit daun dan seduh lebih singkat. Referensi: Heck, C. I., & de Mejia, E. G. (2007); IARC (2016).

Guarana

Paullinia cupana

Pohon kola

Cola acuminata

Cari: