Genjer

Water Mimosa | Limnocharis flava
Nama
Genjer (Water Mimosa)
Nama Latin/Ilmiah
Limnocharis flava
Bagian Digunakan
Daun Muda, Tangkai, dan Bunga.
Rasa
Manis, gurih.
Nama Lain
genjer (Indonesia), kèo nèo (Vietnam), bunga sawah (Malaysia), yellow bur-head (Amerika Serikat), velvetleaf (Australia)
Asal
Amerika tropis (Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan)
Kandungan Utama
Flavonoid, saponin, polifenol, alkaloid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Genjer

Genjer (Limnocharis flava) merupakan tumbuhan air dari famili Limnocharitaceae yang umum dijumpai di ekosistem sawah, rawa, dan saluran irigasi dangkal. Meskipun kerap dianggap gulma, genjer memiliki peran penting sebagai sayuran rawa yang murah dan mudah didapat, terutama di kawasan Asia Tenggara. Tanaman ini memiliki ciri khas daun berbentuk sendok atau hati yang tumbuh dari pangkal tangkai yang panjang, serta bunga berwarna kuning mencolok yang muncul di atas permukaan air. Seluruh bagian mudanya, terutama daun dan tangkai bunga, dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan setelah diolah dengan tepat.

Baca Lebih Lanjut
Update: 13 Agu 2026 - 02:20:10
 

II. Ciri-ciri Genjer

Genjer ini biasanya nongkrong di area perairan dangkal, kayak sawah, rawa, atau selokan yang airnya tenang dan berlumpur. Mereka suka banget sama tempat yang kena sinar matahari langsung. Karakteristik/ciri-ciri Genjer (Limnocharis flava):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Akarnya tipe serabut yang cukup kuat buat nancap di dasar lumpur supaya nggak gampang hanyut.
Batang Batangnya pendek dan nggak kelihatan menonjol, bentuknya menyerupai rimpang yang padat.
Daun Daunnya berbentuk lonjong atau bulat telur dengan ujung yang agak tumpul. Tekstur daunnya tebal, licin, dan punya tulang daun yang melengkung.
Tangkai Daun Tangkai daunnya panjang, tegak, dan bagian dalamnya berongga (seperti spons), makanya genjer bisa ngapung dan kokoh berdiri di air.
Bunga Bunganya punya 3 kelopak berwarna kuning cerah yang cantik. Biasanya muncul dalam kelompok dan mekar di pagi hari.
Buah Buahnya berbentuk bulat telur atau agak segitiga, terbungkus sama kelopak bunga yang sudah layu, dan kalau sudah tua bakal pecah sendiri buat nyebar bijinya.

III. Manfaat Genjer

6 Manfaat Genjer untuk kesehatan.

  1. Antioksidan / Stres Oksidatif

    Ekstrak kaya polifenol dan flavonoid bekerja sebagai donor elektron dan hidrogen sehingga mengakhiri rantai reaksi radikal bebas. Pada tingkat seluler, flavonoid seperti kuersetin dan rutin dapat mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, meningkatkan ekspresi SOD, katalase, dan glutathione peroksidase.

    Senyawa Aktif: Asam Galat, Kuersetin, Rutin
    Tampilkan
  2. Antimikroba (antibakteri dan antijamur)

    Saponin dan flavonoid berinteraksi dengan lipid bilayer membran mikroba, meningkatkan permeabilitas membran, dan menyebabkan kebocoran sitoplasma serta kematian sel. Alkaloid dapat menghambat pompa efluks bakteri.

    Senyawa Aktif: Saponin, alkaloid, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi

    Flavonoid dan fitosterol menghambat aktivitas COX-2, mengurangi sintesis prostaglandin E2, menurunkan TNF-α dan IL-6, serta menghambat translokasi NF-κB ke dalam inti sehingga respons inflamasi berkurang.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Genjer

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Genjer.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Penghambat α-glukosidase (data In Vitro/in Vivo). Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antiplatelet, Dan Protektif Vaskular (data Eksperimental). Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Dan Modulasi GABA-A (efek Ansiolitik Pada Studi Nonklinis). Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Genjer..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Genjer

Interaksi & Kontraindikasi Genjer dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tanin dalam genjer dapat berikatan dengan zat besi non-heme dan menurunkan penyerapannya. Konsumsi genjer dan suplemen zat besi dengan jeda minimal 2 jam.

  2. Suplemen kalsium

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Oksalat pada genjer dapat mengikat kalsium dan membentuk kalsium oksalat yang sukar diserap. Hindari menelan suplemen kalsium bersamaan dengan menu genjer; beri jeda minimal 2 jam.

  3. Warfarin

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Genjer termasuk sayuran hijau yang mengandung vitamin K, sehingga dapat menurunkan efek antikoagulan warfarin. Jaga porsi konsumsi genjer tetap konstan, pantau INR, dan konsultasikan dengan dokter sebelum menambah jumlahnya.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Genjer

Genjer (Limnocharis flava) adalah tanaman akuatik yang sering dikonsumsi sebagai sayuran oleh masyarakat di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Meskipun populer karena kandungan serat dan beberapa mikronutriennya, tanaman ini diketahui dapat menyerap logam berat dari lingkungan perairannya dengan sangat efisien. Genjer bersifat sebagai bioakumulator yang kuat, artinya tanaman ini dapat mengakumulasi logam berat seperti kadmium (Cd), timbal (Pb), dan merkuri (Hg) jika tumbuh di perairan yang tercemar limbah industri atau domestik. Konsumsi genjer yang berasal dari habitat tercemar tanpa pengolahan yang tepat dapat menyebabkan akumulasi logam berat dalam tubuh manusia, yang berisiko memicu keracunan kronis, gangguan fungsi ginjal, serta kerusakan sistem saraf.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Genjer

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Genjer.

Apa kandungan gizi penting dari genjer (Limnocharis flava)?
Genjer merupakan sayuran berair yang rendah energi dan berkontribusi terhadap asupan serat pangan. Menurut Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) dari Kementerian Kesehatan RI, genjer segar sebagian besar tersusun atas air dan mengandung serat, sedangkan vitaminnya mudah hilang jika dimasak terlalu lama. Oleh karena itu, genjer sebaiknya diolah dengan pemanasan singkat agar nilai gizinya lebih terjaga.
Apa saja kandungan fitokimia utama genjer?
Sampai saat ini, profil fitokimia genjer belum terdokumentasi secara lengkap dalam literatur ilmiah. Siemonsma & Piluek (1993) dalam Plant Resources of South-East Asia No. 8: Vegetables mencatat genjer sebagai sayuran yang dikonsumsi di Asia Tenggara, tetapi tidak memberikan rincian senyawa bioaktif yang memadai. Dengan demikian, klaim tentang senyawa fitokimia utama genjer belum dapat dirinci secara valid dan masih memerlukan penelitian lanjutan.
Bagaimana cara mengonsumsi genjer yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Genjer biasa diolah dengan ditumis, disayur, atau dibuat pecel. Prinsip dari WHO (2006) Five Keys to Safer Food menekankan pentingnya mencuci sayuran dengan air mengalir, memasak hingga matang, menjaga kebersihan alat dan tangan, serta menyimpan makanan sisa pada suhu aman. Konsumsi genjer sebagai bagian dari pola makan beragam lebih dianjurkan daripada mengandalkan satu jenis sayuran.
Apakah genjer dapat digunakan sebagai obat herbal?
Belum ada cukup bukti ilmiah untuk menetapkan genjer sebagai obat herbal. Farmakope Herbal Indonesia (Kementerian Kesehatan RI, 2017) tidak mencantumkan genjer sebagai bahan standar obat tradisional. Selain itu, belum ada uji klinis yang menunjukkan manfaat terapi genjer pada manusia, sehingga genjer tidak dapat direkomendasikan untuk menyembuhkan atau mencegah penyakit tertentu.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi genjer?
Tidak ditemukan laporan keracunan akibat konsumsi genjer dalam jumlah wajar sebagai sayuran. Namun, seperti sayuran air lainnya, genjer dapat membawa mikroorganisme patogen bila dimakan mentah atau tidak dicuci bersih. WHO (2006) Five Keys to Safer Food menekankan agar sayuran dimasak sampai matang untuk mengurangi risiko infeksi. Konsumsi serat secara berlebihan juga dapat menyebabkan kembung pada sebagian orang.
Apakah genjer aman untuk bayi dan anak-anak?
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi mendapat ASI eksklusif hingga usia 6 bulan. Setelah usia tersebut, genjer dapat diperkenalkan sebagai bagian MPASI apabila dimasak hingga matang, dihaluskan sesuai tekstur usia, dan diberikan dalam jumlah yang tidak berlebihan. Untuk anak yang lebih besar, genjer dapat dikonsumsi seperti sayuran biasa, tetapi tetap harus dicuci dan dimasak dengan baik.
Bolehkah ibu hamil dan ibu menyusui mengonsumsi genjer?
Ibu hamil dan menyusui boleh mengonsumsi genjer sebagai sayuran biasa jika dicuci bersih dan dimasak matang. Akan tetapi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyarankan untuk menghindari konsumsi produk herbal atau ekstrak yang belum terbukti aman bagi ibu hamil dan menyusui. Oleh karena itu, ekstrak genjer pekat atau ramuan berkonsentrasi tinggi sebaiknya tidak digunakan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Bagaimana cara memilih dan menyimpan genjer agar tetap aman?
Pilih genjer yang berwarna hijau segar, batangnya muda, tidak berlendir, dan tidak berbau asam. Cuci di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan kemungkinan kontaminasi. Sesuai rekomendasi FAO/WHO tentang keamanan pangan, simpan genjer dalam wadah bersih di lemari es dan konsumsi dalam waktu maksimal 2–3 hari untuk menjaga kesegaran serta mengurangi risiko pertumbuhan mikroba.

Bayam Gajah

Amaranthus tricolor

Pakis

Diplazium esculentum

Cari: