Shirisha

Albizia lebbeck
Nama
Shirisha
Nama Latin/Ilmiah
Albizia lebbeck
Famili
Bagian Digunakan
Kulit Kayu, Daun, Biji, dan Bunga
Rasa
Tikta, Kashaya
Nama Lain
Siris (India), woman's tongue (Karibia), lebbeck (Mesir), kokko (Myanmar), vaagai (Sri Lanka)
Asal
Anak benua India, Asia Tenggara, dan Australia utara.
Kandungan Utama
Saponin, flavonoid, alkaloid, tanin, glikosida.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Shirisha

Shirisha (Albizia lebbeck) adalah pohon tropis yang termasuk dalam famili Fabaceae, subfamili Mimosoideae. Tumbuhan ini dikenal dengan berbagai nama lokal seperti ki hujan, kungkur, atau tekik, dan tersebar luas di Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Australia utara. Pohonnya dapat tumbuh hingga 30 meter dengan tajuk melebar seperti payung, kulit batang berwarna abu-abu kecokelatan, serta daun majemuk menyirip ganda yang rapat. Bunganya berwarna putih kekuningan dengan benang sari panjang yang harum, menyerupai bunga sikat, sedangkan buahnya berupa polong tipis berwarna cokelat mengilap yang tetap bergelantungan di pohon dalam waktu lama.

Baca Lebih Lanjut
Update: 05 Sep 2026 - 03:41:51
 

II. Ciri-ciri Shirisha

Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan subtropis. Shirisha sangat tangguh karena bisa tumbuh di berbagai jenis tanah, termasuk tanah yang agak kering, tanah berbatu, atau tanah dengan tingkat salinitas sedang. Ia sering ditemukan di hutan terbuka dan sering ditanam sebagai pohon peneduh. Karakteristik/ciri-ciri Shirisha (Albizia lebbeck):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohon berukuran sedang hingga besar dengan kulit kayu berwarna abu-abu kecokelatan yang cenderung kasar dan retak-retak.
Daun Daunnya berbentuk majemuk menyirip ganda (bipinnate). Setiap helai daun kecil berbentuk lonjong, permukaannya halus, dan akan melipat saat malam hari.
Bunga Bunganya unik berbentuk seperti bola kapas berwarna putih kekuningan dengan banyak benang sari yang panjang dan harum, biasanya mekar di musim panas.
Buah Berupa polong (pod) yang pipih dan panjang. Saat sudah tua, warnanya berubah menjadi cokelat kekuningan dan akan mengeluarkan suara gemerincing jika tertiup angin karena bijinya yang kering di dalam.
Akar Memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam, serta mampu bersimbiosis dengan bakteri untuk membantu mengikat nitrogen di dalam tanah.

III. Manfaat Shirisha

8 Manfaat Shirisha untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri sendi (artritis)

    Ekstrak menghambat aktivitas COX-2 dan 5-lipooksigenase, menurunkan sintesis prostaglandin dan leukotrien; menekan fosforilasi IκB-α dan translokasi NF-κB sehingga menurunkan ekspresi TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Lupeol, saponin triterpenoid
    Tampilkan
  2. Asma bronkial dan rinitis alergi

    Stabilisasi membran sel mast sehingga menghambat degranulasi dan pelepasan histamin; menghambat jalur 5-lipooksigenase dan sintesis leukotrien; menekan inflamasi saluran napas tipe Th2, termasuk eosinofilia dan hiperreaktivitas bronkus.

    Senyawa Aktif: saponin triterpenoid, Rutin, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antimikroba (antibakteri dan antijamur)

    Saponin mengganggu integritas membran sel mikroba; tanin mengikat protein permukaan dan adhesin; flavonoid menghambat pembentukan biofilm dan aktivitas enzim bakteri.

    Senyawa Aktif: Saponin, tanin, Kuersetin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Shirisha

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Shirisha.

  1. Echinocystic acid

    Golongan: Triterpenoid saponin (aglikon)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Dan Antiproliferatif; Fraksi Saponin Albizia Lebbeck Dilaporkan Memiliki Efek Antialergi/antiasma Pada Model Hewan..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Stabilisasi Sel Mast, Dan Penghambatan Pelepasan Histamin; Berkontribusi Pada Efek Antialergi..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (flavonol glikosida)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antiplatelet, Dan Pelindung Vaskular; Berperan Dalam Efek Antiinflamasi Ekstrak Daun..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Shirisha

Interaksi & Kontraindikasi Shirisha dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi, kalsium, atau multimineral

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan tanin pada kulit batang Albizia lebbeck dapat mengikat mineral sehingga mengurangi penyerapannya. Konsumsi Shirisha terpisah 1–2 jam dari suplemen mineral.

  2. Antihistamin generasi kedua (misalnya loratadine, setirizin)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Efek anti-alergi dan stabilisasi sel mast dari Shirisha dapat bersifat aditif dengan antihistamin. Umumnya aman bila digunakan dalam dosis lazim, tetapi jangan menggandakan dosis obat antihistamin tanpa anjuran dokter.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (amlodipine, valsartan, ACE inhibitor)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Albizia lebbeck dapat memiliki efek penurunan tekanan darah. Bila dikombinasikan dengan obat antihipertensi, pantau tekanan darah secara berkala dan waspadai gejala hipotensi seperti pusing atau lemas.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Shirisha

Shirisha (Albizia lebbeck) adalah tanaman herbal yang umum digunakan dalam pengobatan Ayurveda untuk mengelola gangguan pernapasan, alergi, dan kondisi inflamasi. Meskipun umumnya dianggap aman bila digunakan dalam dosis yang tepat, konsumsi ekstrak tanaman ini dapat menimbulkan beberapa efek samping pada sistem pencernaan, seperti mual, muntah, dan rasa tidak nyaman di perut, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong atau dalam dosis berlebihan. Senyawa aktif saponin dan alkaloid yang terkandung di dalamnya dapat mengiritasi mukosa lambung pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Shirisha

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Shirisha.

Apa itu Shirisha dan apa kandungan fitokimia utamanya?
Shirisha (Albizia lebbeck) adalah pohon obat dari suku Fabaceae yang banyak digunakan dalam pengobatan Ayurveda. Bagian yang biasa dimanfaatkan adalah kulit batang, daun, bunga, dan biji. Kandungan fitokimia utamanya meliputi saponin triterpenoid, flavonoid, tanin, dan alkaloid. Referensi: The Ayurvedic Pharmacopoeia of India, Part I, Vol. IV (2001). Ministry of AYUSH, Government of India; Rastogi, R.P. & Mehrotra, B.N. (1993). Compendium of Indian Medicinal Plants, Vol. 3. CDRI, Lucknow.
Bagaimana cara penggunaan Shirisha dalam kehidupan sehari-hari?
Secara tradisional, kulit batang Shirisha direbus dengan air lalu diminum sebagai dekokta, atau digiling menjadi bubuk. Namun belum ada dosis harian baku yang disepakati dalam pengobatan modern. Penggunaan sebaiknya mengikuti sediaan terstandar atau petunjuk praktisi kesehatan agar tidak terjadi kesalahan dosis. Referensi: Bhattacharya, S. & Haldar, P.K. (2012). Albizia lebbeck: A review. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 4(2), 1-6.
Apakah Shirisha efektif untuk asma dan alergi?
Beberapa penelitian farmakologi menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang Albizia lebbeck memiliki aktivitas antialergi dan antiasma pada hewan uji, antara lain dengan menghambat bronkospasme akibat histamin. Meski demikian, uji klinis pada manusia masih terbatas sehingga Shirisha tidak boleh digunakan sebagai pengganti obat asma tanpa pengawasan dokter. Referensi: Tripathi, R.M. & Das, P.K. (1977). Studies on the anti-asthmatic activity of Albizia lebbeck. Indian Journal of Pharmacology, 9, 242-247.
Bagaimana efek anti-inflamasi dan antioksidan Shirisha?
Ekstrak kulit batang dan daun Albizia lebbeck dilaporkan menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan pada studi pra-klinis. Efek ini diduga berkaitan dengan flavonoid dan saponin yang dapat menghambat mediator peradangan dan menangkal radikal bebas. Namun dosis efektif dan keamanan jangka panjang pada manusia masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Referensi: Dhar, M.L., et al. (1968). Screening of Indian plants for biological activity. Indian Journal of Experimental Biology, 6, 232-247.
Apakah Shirisha aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Belum ada bukti keamanan yang memadai tentang penggunaan Shirisha pada ibu hamil dan menyusui. Kandungan saponinnya berpotensi mengiritasi saluran cerna dan dapat memengaruhi tonus otot polos, sehingga secara teoritis berisiko jika digunakan selama kehamilan. Ibu hamil, ibu menyusui, dan perempuan yang sedang merencanakan kehamilan sebaiknya menghindari penggunaan tanaman ini kecuali atas pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: Mills, S. & Bone, K. (2005). The Essential Guide to Herbal Safety. Churchill Livingstone.
Apakah Shirisha dapat digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Tidak disarankan. Belum ada data keamanan dan dosis yang jelas untuk bayi serta anak-anak. Sistem pencernaan dan metabolisme anak yang belum matang, ditambah adanya saponin yang dapat mengiritasi lambung, membuat risiko efek samping lebih tinggi. Penggunaan pada kelompok usia ini hanya boleh dilakukan oleh praktisi kesehatan berpengalaman dan dalam pengawasan ketat. Referensi: McGuffin, M., et al. (1997). American Herbal Products Association's Botanical Safety Handbook. CRC Press.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Shirisha?
Efek samping yang dilaporkan umumnya berkaitan dengan gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, diare, dan rasa tidak nyaman di lambung, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Reaksi alergi juga mungkin terjadi pada orang yang sensitif terhadap tanaman dari suku Fabaceae. Karena data toksisitas jangka panjang masih terbatas, penggunaan berlebihan atau terus-menerus tanpa pengawasan tidak dianjurkan. Referensi: McGuffin, M., et al. (1997). American Herbal Products Association's Botanical Safety Handbook. CRC Press.
Apakah Shirisha aman dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain?
Interaksi antara Shirisha dan obat-obatan modern belum didokumentasikan secara memadai. Karena tanaman ini memiliki efek anti-inflamasi, imunomodulator, dan kandungan saponin yang aktif, secara teoritis dapat berinteraksi dengan obat imunosupresan, kortikosteroid, atau obat yang bekerja pada sistem pernapasan. Sebaiknya konsumsi Shirisha dipisahkan dari obat lain dan selalu dikonsultasikan dengan dokter atau apoteker. Referensi: Bhattacharya, S. & Haldar, P.K. (2012). Albizia lebbeck: A review. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 4(2), 1-6; Mills, S. & Bone, K. (2005). The Essential Guide to Herbal Safety. Churchill Livingstone.

Pippali Root

Piper longum

Vasa Leaf

Adhatoda vasica

Cari: