Advertisement
Shirisha (Albizia lebbeck) adalah pohon tropis yang termasuk dalam famili Fabaceae, subfamili Mimosoideae. Tumbuhan ini dikenal dengan berbagai nama lokal seperti ki hujan, kungkur, atau tekik, dan tersebar luas di Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Australia utara. Pohonnya dapat tumbuh hingga 30 meter dengan tajuk melebar seperti payung, kulit batang berwarna abu-abu kecokelatan, serta daun majemuk menyirip ganda yang rapat. Bunganya berwarna putih kekuningan dengan benang sari panjang yang harum, menyerupai bunga sikat, sedangkan buahnya berupa polong tipis berwarna cokelat mengilap yang tetap bergelantungan di pohon dalam waktu lama.
Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan subtropis. Shirisha sangat tangguh karena bisa tumbuh di berbagai jenis tanah, termasuk tanah yang agak kering, tanah berbatu, atau tanah dengan tingkat salinitas sedang. Ia sering ditemukan di hutan terbuka dan sering ditanam sebagai pohon peneduh. Karakteristik/ciri-ciri Shirisha (Albizia lebbeck):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Pohon berukuran sedang hingga besar dengan kulit kayu berwarna abu-abu kecokelatan yang cenderung kasar dan retak-retak. |
| Daun | Daunnya berbentuk majemuk menyirip ganda (bipinnate). Setiap helai daun kecil berbentuk lonjong, permukaannya halus, dan akan melipat saat malam hari. |
| Bunga | Bunganya unik berbentuk seperti bola kapas berwarna putih kekuningan dengan banyak benang sari yang panjang dan harum, biasanya mekar di musim panas. |
| Buah | Berupa polong (pod) yang pipih dan panjang. Saat sudah tua, warnanya berubah menjadi cokelat kekuningan dan akan mengeluarkan suara gemerincing jika tertiup angin karena bijinya yang kering di dalam. |
| Akar | Memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam, serta mampu bersimbiosis dengan bakteri untuk membantu mengikat nitrogen di dalam tanah. |
8 Manfaat Shirisha untuk kesehatan.
Ekstrak menghambat aktivitas COX-2 dan 5-lipooksigenase, menurunkan sintesis prostaglandin dan leukotrien; menekan fosforilasi IκB-α dan translokasi NF-κB sehingga menurunkan ekspresi TNF-α, IL-1β, dan IL-6.
Stabilisasi membran sel mast sehingga menghambat degranulasi dan pelepasan histamin; menghambat jalur 5-lipooksigenase dan sintesis leukotrien; menekan inflamasi saluran napas tipe Th2, termasuk eosinofilia dan hiperreaktivitas bronkus.
Saponin mengganggu integritas membran sel mikroba; tanin mengikat protein permukaan dan adhesin; flavonoid menghambat pembentukan biofilm dan aktivitas enzim bakteri.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Shirisha.
Interaksi & Kontraindikasi Shirisha dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Shirisha (Albizia lebbeck) adalah tanaman herbal yang umum digunakan dalam pengobatan Ayurveda untuk mengelola gangguan pernapasan, alergi, dan kondisi inflamasi. Meskipun umumnya dianggap aman bila digunakan dalam dosis yang tepat, konsumsi ekstrak tanaman ini dapat menimbulkan beberapa efek samping pada sistem pencernaan, seperti mual, muntah, dan rasa tidak nyaman di perut, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong atau dalam dosis berlebihan. Senyawa aktif saponin dan alkaloid yang terkandung di dalamnya dapat mengiritasi mukosa lambung pada individu yang sensitif.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Shirisha.