Advertisement
Sengon bark merujuk pada pohon sengon atau *Falcataria moluccana*, spesies legum anggota suku Fabaceae yang dikenal sangat cepat tumbuh dan banyak dibudidayakan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Secara alami, pohon ini dapat mencapai tinggi hingga 40 meter dengan batang silindris dan kulit kayu berwarna abu-abu keputihan serta permukaan yang kasar. Meskipun sering dimanfaatkan sebagai kayu ringan untuk industri perkayuan, kulit batang sengon ternyata menyimpan potensi bioaktif yang menarik perhatian peneliti, terutama dalam pengembangan fitofarmaka dan bahan baku herbal.
6 Manfaat Sengon Bark untuk kesehatan.
Polifenol dalam ekstrak kulit batang Falcataria moluccana, terutama flavonoid dan tanin, mendonorkan atom hidrogen kepada radikal bebas seperti DPPH, ABTS, dan spesies oksigen reaktif. Gugus hidroksil pada struktur flavonoid juga dapat mengkelat ion logam transisi seperti Fe2+ dan Cu2+, sehingga menekan pembentukan radikal hidroksil melalui reaksi Fenton. Aktivitas yang terukur pada F. moluccana masih bersifat kimiawi/antioksidan langsung; bukti modulasi enzim endogen seperti Nrf2 belum memadai.
Flavonoid dan tanin dapat berikatan dengan adhesin bakteri dan menghambat enzim seperti glukosiltransferase serta DNA girase, meningkatkan permeabilitas membran bakteri, dan mengganggu metabolisme sel. Saponin berinteraksi dengan membran sel sehingga menyebabkan kebocoran sitoplasma. Lupeol juga memiliki aktivitas antibakteri dan anti-biofilm.
Kuersetin dan kaempferol menghambat aktivitas enzim COX-2 dan 5-LOX, sehingga menurunkan sintesis prostaglandin dan leukotrien. Keduanya juga menekan aktivasi NF-κB dan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Lupeol diketahui memodulasi jalur MAPK yang berperan dalam respons inflamasi.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sengon Bark.
Ekstrak dan bagian dari tanaman Sengon (Falcataria moluccana), terutama pada bagian kulit kayu dan daunnya, diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti saponin, tanin, flavonoid, dan alkaloid. Dalam penggunaan tradisional atau paparan industri kayu, senyawa-senyawa bioaktif ini dapat menimbulkan efek samping tertentu terhadap kesehatan manusia. Konsumsi atau kontak langsung dengan preparat yang berasal dari kulit kayu sengon dalam dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, yang dimanifestasikan melalui gejala mual, muntah, dan nyeri lambung akibat sifat astringen dari kandungan tanin yang tinggi.