Advertisement
Nyamplung (Calophyllum inophyllum) merupakan pohon tropis serbaguna yang termasuk dalam keluarga Calophyllaceae, tersebar luas di kawasan pesisir Afrika Timur, Asia Tenggara, hingga kepulauan Pasifik. Tumbuhan ini dikenal dengan berbagai nama lokal seperti tamanu, kamani, atau bintangur, dan memiliki peran ekologis penting sebagai vegetasi pantai yang mampu menahan abrasi serta menjadi naungan alami. Pohonnya dapat tumbuh hingga 25 meter dengan tajuk yang rimbun, daun hijau mengkilap, dan bunga putih harum yang mekar sepanjang tahun. Lebih dari sekadar pohon peneduh, nyamplung menyimpan potensi besar dalam bijinya yang selama ini belum banyak dioptimalkan secara komersial.
8 Manfaat Nyamplung Seed untuk kesehatan.
Ekstrak biji menekan produksi mediator inflamasi melalui penghambatan aktivasi NF-κB, penurunan ekspresi COX-2/iNOS, serta penurunan pelepasan TNF-α, IL-6, dan NO. Coumarin seperti calophyllolide dan inophyllolide berkontribusi pada efek modulasi inflamasi.
Minyak biji meningkatkan proliferasi dan migrasi fibroblas, mempercepat re-epitelisasi, deposisi kolagen, dan neovaskularisasi; efek antimikroba dan antioksidan juga membantu menciptakan lingkungan luka yang optimal.
Kumarin, neoflavonoid, dan asam lemak dalam biji mengganggu integritas membran sel mikroorganisme, menghambat pembentukan biofilm, dan mengganggu aliran ion sehingga menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Nyamplung Seed.
Biji nyamplung (Calophyllum inophyllum) mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti asam lemak, coumarin (seperti calophyllolide), dan flavonoid yang sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan produk kosmetik. Meskipun minyak ekstraknya dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan penyembuhan luka, penggunaan topikal maupun oral dapat menimbulkan beberapa efek samping. Pada kulit yang sensitif, aplikasi minyak nyamplung murni dilaporkan dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan atau alergi, yang ditandai dengan kemerahan, rasa gatal, sensasi terbakar, dan ruam lokal akibat kandungan senyawa aktif yang poten.