• Herbapedia.id

Sambung Nyawa

Gynura segetum
Nama: Sambung Nyawa
Nama Ilmiah: Gynura segetum
Famili: Asteraceae

Kandungan:
Flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, dan polifenol
Nama Lain:
Daun sambung nyawa (Malaysia), Bai waen (Thailand), Handama (Jepang), Longevity spinach (Inggris), Bai feng cai (Taiwan)
Asal:
Indonesia (Jawa), Malaysia, Thailand
Bagian Utama:
Daun
Rasa:
Pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sambung Nyawa

Gynura segetum, yang dikenal luas sebagai Sambung Nyawa atau daun dewa, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Asteraceae yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, terutama ditemukan di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Tanaman ini memiliki ciri khas batang sukulen yang mudah berakar jika dipotong dan ditanam, sehingga sering digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai tanaman “penyambung nyawa” karena kemampuannya meregenerasi jaringan dan mempercepat penyembuhan luka. Daunnya berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi, berwarna hijau tua, dan mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, serta polifenol yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan antiinflamasinya.

Advertisement

Secara empiris, Sambung Nyawa telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat untuk mengobati luka bakar, luka sayat, perdarahan, dan gangguan kulit lainnya—baik dengan cara menempelkan daun segar yang telah dihaluskan langsung ke area luka maupun dengan mengonsumsinya sebagai rebusan. Senyawa dalam tanaman ini diketahui mampu merangsang proliferasi sel fibroblas dan mempercepat pembentukan kolagen, sehingga efektif dalam regenerasi jaringan kulit. Selain itu, ekstrak air dari Gynura segetum juga memiliki aktivitas antiplatelet dan antikoagulan ringan, yang membantu memperlancar sirkulasi darah saat terjadi luka atau memar. Beberapa studi modern mendukung klaim tradisional ini, menunjukkan bahwa fraksi etanol daun sambung nyawa dapat meningkatkan kepadatan serat kolagen dan mengurangi waktu penyembuhan luka pada tikus percobaan.

Pada konteks fitoterapi yang lebih luas, selain penyembuhan luka, Gynura segetum juga sering digunakan sebagai tonik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi peradangan sendi, serta menurunkan kadar gula darah pada pengobatan diabetes ringan. Namun demikian, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan dan interaksi dengan obat antikoagulan karena potensinya sebagai antiplatelet. Penelitian fitokimia lebih lanjut terus dilakukan untuk mengisolasi senyawa aktif spesifik—seperti astragalin dan kaempferol-3-O-glukosida—yang diduga bertanggung jawab atas efek regeneratif dan imunomodulator tanaman ini. Dengan meningkatnya minat pada obat herbal, budidaya sambung nyawa pun mulai diperluas sebagai bahan baku industri suplemen kesehatan dan kosmetik penyembuh luka alami.

Update: 29 Jul 2026 - 11:10:37

 

II. Manfaat Sambung Nyawa

Manfaat Sambung Nyawa untuk kesehatan.


Advertisement

III. Kandungan Sambung Nyawa

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sambung Nyawa.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksikuat, Antiinflamasi, Antikanker Melalui Inhibisi Jalur NF-κB.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antiproliferatif Terhadap Sel Kanker Payudara.
    Tampilkan
  3. Golongan: Asam Fenolat
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidiabetes Dengan Menghambat α-glukosidase, Antioksidan, Hepatoprotektif.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Sambung Nyawa

Penggunaan bersamaan dengan suplemen vitamin K

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Tidak ada interaksi signifikan secara klinis pada dosis normal. Namun, jika Anda sedang mengonsumsi antikoagulan, konsultasikan dengan dokter.

Penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi (misalnya ACE inhibitor, ARB, CCB)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Sambung Nyawa dapat menurunkan tekanan darah. Pantau tekanan darah secara teratur, terutama pada awal kombinasi. Dosis obat antihipertensi mungkin perlu disesuaikan.

Penggunaan bersamaan dengan obat antidiabetes (metformin, insulin, sulfonilurea)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Herbal ini memiliki efek hipoglikemik. Pantau kadar gula darah secara ketat untuk menghindari hipoglikemia. Konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis obat diabetes.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Sambung Nyawa

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sambung Nyawa.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam Sambung Nyawa (Gynura segetum)?
Sambung Nyawa mengandung flavonoid, saponin, tanin, polifenol, dan alkaloid. (Kumala & Lestari, 2015)
Bagaimana cara mengonsumsi Sambung Nyawa yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Dosis aman dewasa adalah 3–5 gram daun kering yang direbus atau diseduh sebagai teh, diminum 1–2 kali sehari. (BPOM RI, 2019)
Apakah Sambung Nyawa aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan karena dapat merangsang kontraksi rahim dan belum ada data keamanan pada ibu menyusui. (Wijayakusuma, 2008)
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Sambung Nyawa?
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan mual, pusing, diare, atau reaksi alergi. Penggunaan jangka panjang perlu pengawasan. (Harborne, 1998)
Bisakah Sambung Nyawa digunakan untuk bayi atau anak-anak?
Belum ada penelitian yang memadai tentang keamanan pada anak. Sebaiknya tidak digunakan tanpa konsultasi dokter. (Sa’diah et al., 2020)
Apa manfaat kesehatan umum dari Sambung Nyawa?
Tanaman ini memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan membantu menurunkan kadar gula darah. (Lestari et al., 2016)
Bagaimana pengaruh Sambung Nyawa terhadap tekanan darah?
Beberapa studi menunjukkan efek antihipertensi berkat kandungan flavonoid yang dapat melebarkan pembuluh darah. (Susanti et al., 2017)
Apakah Sambung Nyawa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Dapat berinteraksi dengan obat antidiabetes dan antikoagulan (pengencer darah), sehingga perlu pemantauan dokter. (Kumar et al., 2019)

Bidara

Ziziphus mauritiana

Tapak Dara / Periwinkle

Catharanthus roseus