Rasna

Pluchea lanceolata
Nama
Rasna
Nama Latin/Ilmiah
Pluchea lanceolata
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Tikta, Katu
Nama Lain
Rasna (India), Mitha rasna (Bangladesh), Marsh fleabane (Inggris), Rasna (Nepal), Rasna (Pakistan)
Asal
India, Pakistan, Sri Lanka, dan Afrika tropis.
Kandungan Utama
Alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, dan minyak atsiri.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Rasna

Rasna (Pluchea lanceolata) adalah tumbuhan perdu famili Asteraceae yang banyak dijumpai di daerah kering dan semi-kering, terutama di India, Pakistan, serta beberapa wilayah Asia Selatan. Secara morfologi, tanaman ini memiliki batang tegak bercabang, daun lanset berselang-seling dengan tepi bergerigi, dan bunga majemuk berwarna ungu atau merah muda yang tersusun dalam bongkol. Rasna dikenal mampu beradaptasi pada tanah salin dan kondisi kekeringan, sehingga sering dianggap sebagai gulma di lahan pertanian, tetapi memiliki nilai penting dalam sistem pengobatan tradisional.

Baca Lebih Lanjut
Update: 07 Sep 2026 - 15:41:37
 

II. Ciri-ciri Rasna

Tanaman ini tipe petarung yang tahan banting, suka tumbuh di tanah yang agak asin atau tanah berpasir (salin). Biasanya banyak ditemukan di area terbuka, lahan kering, atau daerah yang lingkungannya agak ekstrem. Karakteristik/ciri-ciri Rasna (Pluchea lanceolata):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Semak herbal tahunan yang ukurannya bisa mencapai 1-1,5 meter.
Batang Batangnya tegak, punya banyak cabang, dan permukaannya agak kasar atau berbulu halus.
Daun Bentuknya seperti tombak (lanset), teksturnya agak tebal/kaku, warnanya hijau keabu-abuan karena ada bulu-bulu halus, dan tepiannya bisa rata atau agak bergerigi.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berkumpul dalam bongkol (kapitulum), warnanya biasanya merah muda hingga ungu pucat, dan muncul di ujung batang atau ketiak daun.
Akar Punya sistem perakaran yang kuat dan dalam, ini yang bikin dia bisa bertahan hidup di tanah yang keras atau gersang.

III. Manfaat Rasna

7 Manfaat Rasna untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri sendi (artritis reumatoid/osteoartritis)

    Ekstrak dan senyawa aktif menekan jalur inflamasi melalui inhibisi NF-κB, menurunkan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6), menghambat enzim COX-2 dan lipoksigenase, serta menangkap radikal bebas yang mengaktifkan inflamasi. Lupeol dan β-sitosterol bekerja sebagai inhibitor mediator inflamasi; quercetin dan asam klorogenat menghambat degranulasi sel mast dan mengatur produksi prostaglandin.

    Tampilkan
  2. Antioksidan sistemik / pencegahan stres oksidatif

    Polifenol (asam klorogenat, asam kafeat) dan flavonoid (quercetin) bertindak sebagai donor elektron dan radikal scavenger, mengkelat ion logam transisi (Fe²⁺/Cu²⁺), menghambat peroksidasi lipid, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen SOD, katalase, dan glutathione peroxidase.

    Tampilkan
  3. Diabetes melitus tipe 2 / hiperglikemia

    Menghambat α-glukosidase dan α-amilase di usus sehingga memperlambat absorpsi glukosa; meningkatkan pemakaian glukosa perifer dan sensitivitas insulin melalui aktivasi AMPK; melindungi sel β pankreas dari stres oksidatif melalui kapasitas antioksidan asam klorogenat dan quercetin.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Rasna

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Rasna.

  1. Golongan: Terpenoid (fitosterol)
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi; Imunomodulator; Membantu Menghambat Pelepasan Sitokin Proinflamasi Seperti TNF-α Dan IL-6.
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (fitosterol)
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi; Antiosteoartritis; Menurunkan Ekspresi Mediator Inflamasi In Vitro.
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid (triterpenoid)
    Bagian Tanaman: Daun dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi; Antiartritis; Antineoplastik; Memodulasi Jalur NF-κB Dan Apoptosis.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Rasna

Interaksi & Kontraindikasi Rasna dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Belum ada laporan interaksi signifikan dengan Pluchea lanceolata. Namun tetap pantau tekanan darah dan gunakan dalam dosis wajar.

  2. Parasetamol

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tidak ditemukan interaksi klinis bermakna pada penggunaan jangka pendek. Hindari kombinasi lebih dari 5–7 hari tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (metformin/insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek terhadap gula darah belum banyak diteliti, tetapi penggunaan rutin berpotensi mengubah kontrol glikemik. Pantau gula darah dan konsultasikan dengan dokter.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Rasna

Rasna (Pluchea lanceolata) adalah tanaman herbal yang umum digunakan dalam sistem pengobatan tradisional Ayurveda untuk mengatasi gangguan inflamasi seperti nyeri sendi dan rematik. Meskipun memiliki sifat anti-inflamasi dan analgesik, konsumsi tanaman ini dalam dosis yang tidak tepat atau tanpa pengawasan dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal, termasuk mual, muntah, dan rasa tidak nyaman pada lambung. Senyawa aktif di dalam tanaman ini dapat mengiritasi mukosa lambung pada individu yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap herbal tertentu.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Rasna

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Rasna.

Mengapa Pluchea lanceolata disebut Rasna dan bagian tanaman apa yang biasa digunakan?
Pluchea lanceolata termasuk semak famili Asteraceae yang dalam farmakognosi India dikenal dengan nama Rasna. Akar dan daunnya merupakan bagian yang paling sering dipakai untuk ramuan. Karena istilah Rasna juga digunakan untuk beberapa jenis tanaman lain, pengguna perlu memastikan nama botani pada label produk. Informasi identitas dan bagian tumbuhan dapat dilihat dalam Indian Medicinal Plants: An Illustrated Dictionary (C.P. Khare, 2007).
Apa kandungan fitokimia utama yang terdapat dalam Rasna (Pluchea lanceolata)?
Ekstrak Rasna mengandung senyawa golongan fenolik, flavonoid, triterpenoid, pitosterol, dan minyak atsiri. Sebagian pustaka juga menyebutkan adanya seskuiterpen lakton yang berpotensi sebagai anti-inflamasi, sedangkan flavonoid dan asam fenolik berperan dalam aktivitas antioksidan. Rujukan: Compendium of Indian Medicinal Plants, Rastogi & Mehrotra (CSIR-CDRI).
Apakah khasiat antiinflamasi Rasna sudah didukung bukti ilmiah?
Bukti ilmiah yang tersedia sebagian besar berasal dari model hewan dan uji in vitro. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Pluchea lanceolata mampu mengurangi edema pada kaki tikus dan memiliki efek analgesik; aktivitas antioksidan juga terdeteksi. Namun, hingga saat ini belum ada uji klinis berskala besar pada manusia, sehingga klaim khasiat pengobatan pada manusia harus disampaikan secara hati-hati. Data dasar tersebut terdokumentasi dalam The Wealth of India (CSIR).
Bagaimana cara konsumsi sehari-hari Rasna yang umum dan dosisnya?
Secara tradisional, daun/akar Rasna dibuat menjadi rebusan atau serbuk. Dosis yang lazim untuk serbuk orang dewasa adalah 3-6 gram per hari, dibagi dalam dua kali minum; rebusan dapat dibuat dari sekitar 1-3 gram simplisia dalam 200 ml air hingga tersisa 100 ml. Dosis harus disesuaikan dengan sediaan dan kondisi pengguna. Penggunaan lebih dari 14 hari sebaiknya di bawah pengawasan praktisi kesehatan. Rujukan umum untuk dosis serbuk ini adalah The Ayurvedic Pharmacopoeia of India.
Apa efek samping dan kelompok yang perlu menghindari Rasna?
Belum banyak laporan efek samping berat, tetapi pada orang sensitif dapat terjadi gangguan lambung, mual, atau reaksi alergi. Karena Pluchea lanceolata termasuk suku Asteraceae, orang yang alergi terhadap serbuk sari krisan atau ragweed sebaiknya lebih waspada. Ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak sebaiknya tidak menggunakan Rasna tanpa tenaga kesehatan karena belum ada data keamanan pada populasi tersebut. Rekomendasi ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam Botanical Safety Handbook (AHPA).
Bagaimana posisi Rasna dalam terapi gizi?
Rasna bukan makanan pokok; air rebusannya hampir tidak menyumbang energi, protein, vitamin, atau mineral berarti. Efek herbal terutama berasal dari kandungan polifenol dan terpenoid. Sebagai ahli gizi, saya menekankan bahwa terapi utama peradangan kronis tetap berupa pola makan seimbang, tinggi sayur dan buah, serta asupan lemak omega-3. Rasna hanya dapat menjadi pelengkap setelah dipastikan aman dan bukan pengganti obat medis. Rujukan: Dietary Guidelines for Indians (ICMR-NIN, 2020).

Mahameda

Polygonatum cirrhifolium

Ativisha

Aconitum heterophyllum

Cari: