Advertisement
Lodhra (Symplocos racemosa) adalah pohon atau perdu hijau abadi yang termasuk dalam famili Symplocaceae, tersebar luas di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk India, Sri Lanka, Myanmar, dan Indonesia. Tumbuhan ini tumbuh liar di hutan tropis basah pada ketinggian hingga 1.500 meter di atas permukaan laut. Secara morfologi, Symplocos racemosa memiliki daun tunggal berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi halus, serta bunga berwarna putih kekuningan yang tersusun dalam malai ketiak daun. Kulit batangnya yang berwarna cokelat keabu-abuan menjadi bagian paling bernilai karena mengandung beragam senyawa bioaktif seperti alkaloid, glikosida, tanin, resin, dan saponin.
Pohon ini asli dari wilayah Asia, terutama banyak ditemukan di dataran rendah hingga perbukitan India dan Asia Tenggara. Mereka suka tumbuh di hutan yang agak lembap dan teduh. Karakteristik/ciri-ciri Lodhra (Symplocos racemosa):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Pohon berukuran kecil hingga sedang dengan kulit kayu yang cenderung tebal. |
| Daun | Bentuknya lonjong sampai agak bulat (elips), tepinya sedikit bergerigi atau rata, dan punya tekstur yang agak kaku seperti kulit. |
| Bunga | Berwarna putih atau kekuningan, muncul dalam kelompok (tandan) yang pendek, dan punya aroma yang lumayan harum. |
| Buah | Berbentuk bulat lonjong seperti buah beri kecil, warnanya berubah dari hijau saat muda menjadi ungu gelap atau hitam saat sudah matang. |
| Kulit Batang | Bagian ini yang paling ikonik, warnanya abu-abu kecokelatan dengan tekstur yang sedikit kasar dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional. |
8 Manfaat Lodhra untuk kesehatan.
Menghambat ekspresi COX-2 dan iNOS melalui penekanan aktivasi NF-κB; triterpenoid seperti asam betulinat dan asam oleanolat menurunkan pelepasan sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Polifenol dan tanin juga menstabilkan membran sel mast sehingga mengurangi pelepasan histamin.
Mekanisme terutama melalui aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi: menangkap radikal bebas, menghambat peroksidasi lipid, menurunkan ekspresi sitokin inflamasi, dan mengaktivasi jalur Nrf2/ARE. Asam oleanolat dan kuersetin diketahui mengurangi stres oksidatif hepatosit.
Flavonoid seperti kuersetin dan rutin menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase di usus sehingga memperlambat penyerapan glukosa. Triterpenoid juga diduga meningkatkan sensitivitas insulin dan aktivasi AMPK, sehingga meningkatkan uptake glukosa perifer.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Lodhra.
Interaksi & Kontraindikasi Lodhra dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Lodhra (Symplocos racemosa) adalah tanaman herbal yang secara tradisional banyak digunakan dalam sistem pengobatan Ayurveda untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan wanita, gangguan pencernaan, dan peradangan kulit. Meskipun umumnya dianggap aman bila digunakan dalam dosis yang tepat, penggunaan lodhra tetap berpotensi menimbulkan beberapa efek samping, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau tanpa pengawasan medis. Beberapa efek samping gastrointestinal yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, kram perut, dan gangguan pencernaan ringan akibat kandungan senyawa aktif seperti glikosida dan tanin yang dapat mengiritasi mukosa lambung pada individu yang sensitif.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Lodhra.