Lodhra

Symplocos racemosa
Nama
Lodhra
Nama Latin/Ilmiah
Symplocos racemosa
Bagian Digunakan
Kulit Batang
Rasa
Kashaya, Tikta
Nama Lain
Lodh (India), kharane (Nepal), velli (Sri Lanka), lodh (Bangladesh), lodh (Pakistan)
Asal
India, Sri Lanka, Nepal, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Tiongkok selatan.
Kandungan Utama
Kandungan utama tumbuhan Lodhra antara lain alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, dan glikosida.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Lodhra

Lodhra (Symplocos racemosa) adalah pohon atau perdu hijau abadi yang termasuk dalam famili Symplocaceae, tersebar luas di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk India, Sri Lanka, Myanmar, dan Indonesia. Tumbuhan ini tumbuh liar di hutan tropis basah pada ketinggian hingga 1.500 meter di atas permukaan laut. Secara morfologi, Symplocos racemosa memiliki daun tunggal berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi halus, serta bunga berwarna putih kekuningan yang tersusun dalam malai ketiak daun. Kulit batangnya yang berwarna cokelat keabu-abuan menjadi bagian paling bernilai karena mengandung beragam senyawa bioaktif seperti alkaloid, glikosida, tanin, resin, dan saponin.

Baca Lebih Lanjut
Update: 03 Sep 2026 - 15:41:13
 

II. Ciri-ciri Lodhra

Pohon ini asli dari wilayah Asia, terutama banyak ditemukan di dataran rendah hingga perbukitan India dan Asia Tenggara. Mereka suka tumbuh di hutan yang agak lembap dan teduh. Karakteristik/ciri-ciri Lodhra (Symplocos racemosa):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Pohon berukuran kecil hingga sedang dengan kulit kayu yang cenderung tebal.
Daun Bentuknya lonjong sampai agak bulat (elips), tepinya sedikit bergerigi atau rata, dan punya tekstur yang agak kaku seperti kulit.
Bunga Berwarna putih atau kekuningan, muncul dalam kelompok (tandan) yang pendek, dan punya aroma yang lumayan harum.
Buah Berbentuk bulat lonjong seperti buah beri kecil, warnanya berubah dari hijau saat muda menjadi ungu gelap atau hitam saat sudah matang.
Kulit Batang Bagian ini yang paling ikonik, warnanya abu-abu kecokelatan dengan tekstur yang sedikit kasar dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional.

III. Manfaat Lodhra

8 Manfaat Lodhra untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi (nyeri sendi/arthritis dan edema)

    Menghambat ekspresi COX-2 dan iNOS melalui penekanan aktivasi NF-κB; triterpenoid seperti asam betulinat dan asam oleanolat menurunkan pelepasan sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Polifenol dan tanin juga menstabilkan membran sel mast sehingga mengurangi pelepasan histamin.

    Senyawa Aktif: Asam betulinat, Asam Oleanolat, Symplocoside
    Tampilkan
  2. Hepatoprotektif (perlindungan hati)

    Mekanisme terutama melalui aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi: menangkap radikal bebas, menghambat peroksidasi lipid, menurunkan ekspresi sitokin inflamasi, dan mengaktivasi jalur Nrf2/ARE. Asam oleanolat dan kuersetin diketahui mengurangi stres oksidatif hepatosit.

    Senyawa Aktif: Asam Oleanolat, Asam betulinat, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antidiabetes dan pengendalian glukosa darah

    Flavonoid seperti kuersetin dan rutin menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase di usus sehingga memperlambat penyerapan glukosa. Triterpenoid juga diduga meningkatkan sensitivitas insulin dan aktivasi AMPK, sehingga meningkatkan uptake glukosa perifer.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Rutin, Asam Oleanolat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Lodhra

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Lodhra.

  1. Loturine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Uterotonik (merangsang Kontraksi Uterus) Dan Hemostatik, Sejalan Dengan Penggunaan Tradisional Lodhra Pada Menorrhagia. Bukti Ilmiah Modern Sangat Terbatas; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  2. Asam betulinat (Betulinic acid)

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Dan Antiproliferatif Terhadap Beberapa Lini Sel Kanker. Bukti Terutama Dari Studi In Vitro Dan Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Kulit batang dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatoprotektif, Antiinflamasi, Dan Berpotensi Menurunkan Kadar Glukosa Darah. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Herbal Lodhra..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Lodhra

Interaksi & Kontraindikasi Lodhra dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Pisahkan konsumsi minimal 2 jam. Kandungan tanin pada Lodhra dapat mengikat zat besi non-heme sehingga menghambat penyerapan zat besi; jarak waktu dianjurkan untuk menghindari defisiensi zat besi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (misal metformin, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Lakukan pemantauan glukosa darah secara teratur. Sejumlah studi in-vivo menunjukkan ekstrak Symplocos racemosa memiliki efek menurunkan glukosa darah; kombinasi dengan obat antidiabetes berisiko menimbulkan hipoglikemia.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Monitor tekanan darah. Kandungan flavonoid dan tanin pada Lodhra dapat berefek vasodilator dan berpotensi meningkatkan efek obat antihipertensi, sehingga tekanan darah dapat turun berlebihan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Lodhra

Lodhra (Symplocos racemosa) adalah tanaman herbal yang secara tradisional banyak digunakan dalam sistem pengobatan Ayurveda untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan wanita, gangguan pencernaan, dan peradangan kulit. Meskipun umumnya dianggap aman bila digunakan dalam dosis yang tepat, penggunaan lodhra tetap berpotensi menimbulkan beberapa efek samping, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau tanpa pengawasan medis. Beberapa efek samping gastrointestinal yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, kram perut, dan gangguan pencernaan ringan akibat kandungan senyawa aktif seperti glikosida dan tanin yang dapat mengiritasi mukosa lambung pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Lodhra

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Lodhra.

Apa itu Lodhra (Symplocos racemosa) dan bagian tanaman apa yang biasa digunakan?
Lodhra (Symplocos racemosa) adalah pohon dari famili Symplocaceae yang banyak digunakan dalam pengobatan Ayurveda. Bagian yang paling sering digunakan adalah kulit batangnya, baik dalam bentuk serbuk, dekokta, maupun sediaan fermentasi seperti Lodhrasava. Monograf The Ayurvedic Pharmacopoeia of India mencantumkan kulit batang Lodhra sebagai bahan obat untuk gangguan rahim, perdarahan, dan beberapa kondisi lainnya. Nama 'Lodhra' juga merujuk pada warna kulit batang yang kekuningan hingga keputihan.
Apa kandungan fitokimia utama dari Lodhra?
Kulit batang Lodhra mengandung golongan tanin, flavonoid, alkaloid, senyawa fenolik, triterpenoid, saponin, dan lignan. Kandungan tanin memberikan efek astringen yang kuat, sedangkan flavonoid dan senyawa fenolik berperan sebagai antioksidan. Profil fitokimia ini terutama dirangkum dalam Compendium of Indian Medicinal Plants (Rastogi & Mehrotra) dan buku Indian Medicinal Plants: An Illustrated Dictionary (Khare).
Bagaimana cara konsumsi atau penggunaan Lodhra sehari-hari yang aman?
Tidak ada dosis harian standar yang telah ditetapkan melalui uji klinik modern. Dalam praktik Ayurveda, serbuk kulit batang Lodhra umumnya digunakan sekitar 1–3 gram per hari untuk orang dewasa, dibagi dalam 2–3 kali minum, dicampur air hangat atau madu. Dekokta atau air rebusan kulit batang biasanya dibuat dari 3–6 gram bahan kering dalam 200 ml air, lalu diminum 50–100 ml. Namun, The Ayurvedic Pharmacopoeia of India menekankan bahwa dosis harus diberikan oleh praktisi yang kompeten; jangan menggunakannya sebagai suplemen harian tanpa pengawasan.
Apa manfaat Lodhra untuk kesehatan reproduksi wanita dan gangguan menstruasi?
Lodhra secara tradisional digunakan sebagai penenang rahim serta untuk mengurangi perdarahan menstruasi berlebih dan keputihan. Penggunaan ini tercatat dalam The Ayurvedic Pharmacopoeia of India dan buku Indian Medicinal Plants: An Illustrated Dictionary (Khare). Penelitian farmakologi dasar menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang Lodhra memiliki efek anti-inflamasi dan dapat memengaruhi kontraksi otot polos uterus, sehingga menjadi dasar biologis penggunaan tersebut. Meski demikian, uji klinis pada manusia yang berkualitas masih terbatas dan belum cukup untuk merekomendasikan penggunaannya tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Apakah Lodhra aman untuk ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak?
Keamanan Lodhra untuk ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak belum terbukti melalui uji klinis yang memadai. Karena Lodhra diketahui dapat memengaruhi tonus otot polos rahim, ibu hamil sebaiknya tidak menggunakannya tanpa rekomendasi dokter atau bidan. Untuk ibu menyusui, bayi, dan anak-anak, The Ayurvedic Pharmacopoeia of India hanya mencantumkan dosis untuk orang dewasa; tidak ada data dosis atau keamanan yang cukup untuk kelompok tersebut. Oleh karena itu, penggunaannya pada kelompok rentan ini sebaiknya dihindari kecuali diresepkan oleh tenaga kesehatan berkompeten.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Lodhra?
Kandungan tanin yang tinggi dapat menyebabkan mulut kering, mual, kembung, atau konstipasi bila digunakan berlebihan. Beberapa orang yang sensitif juga dapat mengalami reaksi alergi seperti ruam kulit atau gatal. Data toksisitas jangka panjang masih terbatas, sehingga penggunaan dalam dosis tinggi atau dalam waktu lama tidak dianjurkan. Buku Indian Medicinal Plants: An Illustrated Dictionary (Khare) menekankan perlunya kehati-hatian pada tanaman tanin tinggi karena dapat mengiritasi lambung dan mengganggu penyerapan zat gizi bila dikonsumsi berlebihan.
Apakah Lodhra bisa digunakan untuk kesehatan kulit?
Secara tradisional, Lodhra digunakan sebagai pasta topikal untuk bisul, ruam, dan luka karena sifat anti-inflamasi dan astringennya. Rujukan etnofarmakologi dalam Indian Medicinal Plants: An Illustrated Dictionary (Khare) mencatat penggunaan kulit batang Lodhra untuk gangguan kulit secara topikal. Namun, efektivitas klinisnya pada manusia belum diuji secara menyeluruh, sehingga pemakaian sebagai obat kulit utama perlu didampingi perawatan medis yang sesuai.
Apakah Lodhra dapat digunakan untuk kesehatan hati, diabetes, atau kondisi metabolik lainnya?
Beberapa studi preklinis menunjukkan bahwa ekstrak Lodhra memiliki aktivitas hepatoprotektif dan dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada model hewan. Senyawa fenolik dan flavonoid diduga berkontribusi terhadap efek antioksidan dan anti-hiperglikemik tersebut. Namun, bukti ini masih bersifat awal; Compendium of Indian Medicinal Plants (Rastogi & Mehrotra) memuat berbagai aktivitas farmakologi tanaman ini, tetapi tidak ada rekomendasi klinis untuk menggunakannya sebagai terapi diabetes atau penyakit hati. Lodhra tidak boleh menggantikan obat medis tanpa pengawasan dokter.

Kachnar

Bauhinia variegata

Nagkesar

Mesua ferrea

Cari: