Advertisement
Pohon ini asli dari Asia Tenggara dan Asia Selatan. Suka tumbuh di hutan hujan tropis yang lembap, tanah yang subur, dan sering ditemukan di sepanjang tepi sungai atau daerah dengan curah hujan tinggi. Karakteristik/ciri-ciri Nagkesar (Mesua ferrea):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Pohon berukuran sedang hingga besar dengan kulit kayu yang cenderung halus atau bersisik, berwarna abu-abu kecokelatan. Kayunya sangat keras dan berat, makanya dijuluki 'kayu besi'. |
| Daun | Daunnya berbentuk lonjong atau lanset, kaku, dan mengilap. Bagian atas daun berwarna hijau tua, sedangkan bagian bawahnya sering kali berwarna keputihan atau keperakan karena lapisan lilin. |
| Bunga | Ini bagian paling ikoniknya. Bunganya besar, berwarna putih bersih dengan pusat (benang sari) berwarna kuning emas yang sangat mencolok dan harum banget. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat atau kerucut tumpul, berwarna cokelat, dan punya kulit yang keras. Biasanya berisi satu sampai empat biji di dalamnya. |
| Perakaran | Memiliki sistem perakaran tunggang yang kuat, membantu pohon ini berdiri kokoh dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang keras. |
Nagkesar (Mesua ferrea) adalah tanaman herbal yang umum digunakan dalam sistem pengobatan tradisional Ayurveda untuk mengatasi berbagai kondisi seperti perdarahan, demuk, dan masalah pencernaan. Meskipun memiliki banyak klaim manfaat terapeutik, penggunaan ekstrak tanaman ini dalam dosis tinggi atau tanpa pengawasan dapat menimbulkan beberapa efek samping yang merugikan bagi tubuh. Berdasarkan penelitian toksikologi, konsumsi berlebihan dapat mengiritasi saluran pencernaan, yang bergejala sebagai mual, muntah, dan ketidaknyamanan lambung akibat kandungan senyawa aktif seperti minyak atsiri dan tanin yang kuat di dalamnya.