Advertisement
Henna (Lawsonia inermis) adalah perdu atau pohon kecil dari famili Lythraceae yang berasal dari wilayah Afrika Utara, Asia Selatan, dan Timur Tengah. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah beriklim panas dan kering, dengan daun berbentuk elips serta bunga berwarna putih atau merah muda yang harum. Bagian yang paling bernilai dari henna adalah daunnya, yang dikeringkan lalu digiling menjadi bubuk halus. Kandungan utama daun henna adalah lawsone (2-hidroksi-1,4-naftokuinon), senyawa pigmen alami yang memberikan warna oranye-merah ketika berikatan dengan protein kulit, rambut, dan kuku. Karena sifat inilah, henna telah digunakan selama ribuan tahun sebagai pewarna tubuh dan rambut.
Tanaman ini asli dari daerah tropis dan subtropis seperti Afrika Utara, Asia Barat, dan Asia Selatan. Henna suka banget sama cuaca panas dan kering, serta tanah yang punya drainase air yang baik. Enggak heran kalau dia sangat tahan sama kekeringan. Karakteristik/ciri-ciri Henna (Lawsonia inermis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Perdu atau pohon kecil yang bisa tumbuh setinggi 2 sampai 6 meter. |
| Batang | Kulit batangnya halus, berwarna cokelat keabuan, dan kalau sudah tua biasanya punya cabang yang ujungnya runcing menyerupai duri. |
| Daun | Bentuknya lanset (lonjong meruncing), ukurannya kecil, teksturnya halus, dan tumbuh berlawanan arah di sepanjang batang. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, tumbuh dalam rangkaian (malai), warnanya putih sampai merah muda, dan punya aroma wangi yang khas. |
| Buah | Berbentuk kapsul bulat kecil yang kering, warnanya cokelat, dan di dalamnya terdapat banyak biji kecil. |
7 Manfaat Henna untuk kesehatan.
Lawsone (2-hidroksi-1,4-naftokuinon), luteolin dan apigenin menghambat aktivitas siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (5-LOX), sehingga menurunkan sintesis prostaglandin E2 dan leukotrien. Penghambatan aktivasi NF-κB menurunkan ekspresi TNF-α, IL-1β, dan IL-6; efek antioksidan lawsone juga mengurangi stres oksidatif pada kartilago dan sinovium.
Lawsone dan naftokuinon lain membentuk spesies oksigen reaktif (ROS), mengganggu transpor elektron pada membran mikroba, serta menghambat enzim respirasi sel. Flavonoid dan tanin berikatan dengan protein adhesin membran mikroba, menghambat pembentukan biofilm, dan meningkatkan permeabilitas membran.
Flavonoid (luteolin, apigenin, quercetin) dan asam fenolik (asam galat) menyumbangkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas; meningkatkan aktivitas enzim antioksidan intraseluler (SOD, katalase, GPx) melalui jalur Nrf2/ARE; menghambat peroksidasi lipid.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Henna.
Interaksi & Kontraindikasi Henna dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Henna alami (Lawsonia inermis) umumnya dianggap aman dan jarang menyebabkan efek samping yang parah, namun pada beberapa individu dapat memicu reaksi alergi berupa dermatitis kontak ringan hingga sedang. Gejala hipersensitivitas ini biasanya ditandai dengan kemerahan, gatal, sensasi terbakar, dan pembengkakan pada area kulit yang terpapar. Risiko efek samping dermatologis ini meningkat secara signifikan ketika henna alami dicampurkan dengan bahan kimia aditif, terutama para-phenylenediamine (PPD), untuk menghasilkan warna hitam pekat atau mempercepat proses pewarnaan. Campuran yang dikenal sebagai 'black henna' ini sering kali memicu reaksi alergi parah, lepuh, luka bernanah, hingga risiko jaringan parut permanen dan hipopigmentasi atau hiperpigmentasi pasca-inflamasi.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Henna.