Henna

Lawsonia inermis
Nama
Henna
Nama Latin/Ilmiah
Lawsonia inermis
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit, kelat
Nama Lain
mehndi (India), hinna (Arab), henné (Prancis), alheña (Spanyol), inai (Malaysia/Indonesia)
Asal
Henna (Lawsonia inermis) berasal dari Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Selatan, seperti Mesir, Iran, India, dan Pakistan.
Kandungan Utama
Lawsone, tanin, resin, dan senyawa naptokuinon.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Henna

Henna (Lawsonia inermis) adalah perdu atau pohon kecil dari famili Lythraceae yang berasal dari wilayah Afrika Utara, Asia Selatan, dan Timur Tengah. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah beriklim panas dan kering, dengan daun berbentuk elips serta bunga berwarna putih atau merah muda yang harum. Bagian yang paling bernilai dari henna adalah daunnya, yang dikeringkan lalu digiling menjadi bubuk halus. Kandungan utama daun henna adalah lawsone (2-hidroksi-1,4-naftokuinon), senyawa pigmen alami yang memberikan warna oranye-merah ketika berikatan dengan protein kulit, rambut, dan kuku. Karena sifat inilah, henna telah digunakan selama ribuan tahun sebagai pewarna tubuh dan rambut.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 16:40:03
 

II. Ciri-ciri Henna

Tanaman ini asli dari daerah tropis dan subtropis seperti Afrika Utara, Asia Barat, dan Asia Selatan. Henna suka banget sama cuaca panas dan kering, serta tanah yang punya drainase air yang baik. Enggak heran kalau dia sangat tahan sama kekeringan. Karakteristik/ciri-ciri Henna (Lawsonia inermis):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Perdu atau pohon kecil yang bisa tumbuh setinggi 2 sampai 6 meter.
Batang Kulit batangnya halus, berwarna cokelat keabuan, dan kalau sudah tua biasanya punya cabang yang ujungnya runcing menyerupai duri.
Daun Bentuknya lanset (lonjong meruncing), ukurannya kecil, teksturnya halus, dan tumbuh berlawanan arah di sepanjang batang.
Bunga Bunganya kecil-kecil, tumbuh dalam rangkaian (malai), warnanya putih sampai merah muda, dan punya aroma wangi yang khas.
Buah Berbentuk kapsul bulat kecil yang kering, warnanya cokelat, dan di dalamnya terdapat banyak biji kecil.

III. Manfaat Henna

7 Manfaat Henna untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan pereda nyeri pada osteoartritis lutut

    Lawsone (2-hidroksi-1,4-naftokuinon), luteolin dan apigenin menghambat aktivitas siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (5-LOX), sehingga menurunkan sintesis prostaglandin E2 dan leukotrien. Penghambatan aktivasi NF-κB menurunkan ekspresi TNF-α, IL-1β, dan IL-6; efek antioksidan lawsone juga mengurangi stres oksidatif pada kartilago dan sinovium.

    Senyawa Aktif: lawsone, Luteolin, Apigenin
    Tampilkan
  2. Antimikroba (antibakteri dan antijamur) topikal

    Lawsone dan naftokuinon lain membentuk spesies oksigen reaktif (ROS), mengganggu transpor elektron pada membran mikroba, serta menghambat enzim respirasi sel. Flavonoid dan tanin berikatan dengan protein adhesin membran mikroba, menghambat pembentukan biofilm, dan meningkatkan permeabilitas membran.

    Senyawa Aktif: lawsone, Kuersetin, Asam Galat
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Flavonoid (luteolin, apigenin, quercetin) dan asam fenolik (asam galat) menyumbangkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas; meningkatkan aktivitas enzim antioksidan intraseluler (SOD, katalase, GPx) melalui jalur Nrf2/ARE; menghambat peroksidasi lipid.

    Senyawa Aktif: Luteolin, Kuersetin, Asam Galat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Henna

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Henna.

  1. Lawsone (2-hidroksi-1,4-naftokuinon)

    Golongan: Naftokuinon
    Bagian Tanaman: Daun (utama); juga akar, batang, dan biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri, Antijamur, Antioksidan, Dan Antiinflamasi. Detail Studi: Bukti Utama Dari In Vitro/in Vivo; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Penggunaan Terapeutik Sistemik. Referensi: Semwal DK Et Al., J Ethnopharmacol. 2014;155:80-103..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun, bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Dan Neuroprotektif. Detail Studi: Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia; Bukti Dari Studi In Vitro Dan Hewan. Referensi: Semwal DK Et Al., 2014..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun, bagian aerial
    Aktivitas Farmakologis:
    Ansiolitik, Antiinflamasi, Dan Antioksidan. Detail Studi: Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Apigenin Yang Berasal Dari L. Inermis; Data Utama Dari Model Hewan Dan Sel. Referensi: Semwal DK Et Al., 2014..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Henna

Interaksi & Kontraindikasi Henna dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Aplikasi topikal henna murni pada kulit utuh (dewasa sehat)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Umumnya aman untuk dekorasi kulit. Lakukan uji tempel 48 jam sebelum pemakaian untuk mendeteksi hipersensitivitas; hindari pada kulit yang rusak.

  2. Kehamilan dan menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari konsumsi oral dan penggunaan pada kulit luas karena data keamanan tidak memadai. Penggunaan topikal kecil hanya boleh setelah berkonsultasi dengan dokter.

  3. Asma bronkial atau rhinitis alergi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari menghirup debu henna karena dapat menyebabkan iritasi saluran napas, bersin, dan bronkospasme pada individu sensitif.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Henna

Henna alami (Lawsonia inermis) umumnya dianggap aman dan jarang menyebabkan efek samping yang parah, namun pada beberapa individu dapat memicu reaksi alergi berupa dermatitis kontak ringan hingga sedang. Gejala hipersensitivitas ini biasanya ditandai dengan kemerahan, gatal, sensasi terbakar, dan pembengkakan pada area kulit yang terpapar. Risiko efek samping dermatologis ini meningkat secara signifikan ketika henna alami dicampurkan dengan bahan kimia aditif, terutama para-phenylenediamine (PPD), untuk menghasilkan warna hitam pekat atau mempercepat proses pewarnaan. Campuran yang dikenal sebagai 'black henna' ini sering kali memicu reaksi alergi parah, lepuh, luka bernanah, hingga risiko jaringan parut permanen dan hipopigmentasi atau hiperpigmentasi pasca-inflamasi.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Henna

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Henna.

Apakah henna (Lawsonia inermis) aman untuk pemakaian sehari-hari sebagai pewarna rambut atau kuku?
Henna murni dari daun Lawsonia inermis aman untuk pemakaian topikal pada kulit dan rambut yang utuh. Kandungan lawsone (2-hidroksi-1,4-naftokuinon) berikatan dengan keratin dan memberi warna oranye hingga cokelat. Namun, produk 'black henna' yang dicampur p-fenilendiamina (PPD) dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi dan sensitisasi. Tinjauan fitokimia dalam Pharmacognosy Reviews mencatat bahwa penggunaan eksternal henna telah dipakai secara tradisional; tetap hindari pemakaian pada luka, mukosa, dan kulit yang sensitif.
Apakah daun henna bisa dikonsumsi sebagai obat herbal atau jamu?
Tidak disarankan. Secara tradisional digunakan untuk diabetes, diare, dan gangguan hati, tetapi konsumsi oral tidak memiliki dosis yang aman dan data klinis yang memadai. Naftokuinon seperti lawsone bersifat oksidatif dan dapat menyebabkan methemoglobinemia, hemolisis, dan kerusakan hati. Laporan kasus anemia hemolitik setelah paparan henna telah dimuat dalam Journal of Paediatrics and Child Health. Karena itu, penggunaan henna sebagai obat sebaiknya hanya topikal dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Apa efek samping yang dapat timbul akibat penggunaan henna?
Efek samping tersering adalah dermatitis kontak iritan atau alergi. Henna murni jarang memicu alergi, tetapi 'black henna' yang mengandung PPD dapat menimbulkan reaksi silang dengan pewarna rambut. Gejalanya berupa ruam, gatal, edema, lepuh, dan hiperpigmentasi. Referensi klinis dalam Contact Dermatitis menunjukkan bahwa PPD pada black henna merupakan alergen kuat. Jika muncul reaksi, hentikan pemakaian dan segera berkonsultasi.
Apakah henna aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak aman tanpa pengawasan medis. Kulit bayi lebih tipis, sehingga penyerapan lawsone lebih besar. Aplikasi henna pada telapak tangan, kaki, atau seluruh tubuh telah dilaporkan menyebabkan hemolisis pada bayi dengan defisiensi G6PD dan methemoglobinemia. Laporan kasus tersebut dipublikasikan di Archives of Disease in Childhood. Tato henna sementara juga sebaiknya dihindari pada anak karena risiko dermatitis kontak dan bekas luka.
Apakah henna boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?
Sebaiknya hindari penggunaannya secara luas, oral, atau mandi henna selama kehamilan dan menyusui. Belum ada uji klinis terkontrol yang membuktikan keamanan lawsone terhadap janin atau bayi menyusui. Pemakaian sangat kecil pada kuku atau kulit utuh dengan produk bebas PPD mungkin berisiko rendah, tetapi tetap konsultasikan dengan dokter kandungan dan dokter anak. Prinsip kehati-hatian ini sejalan dengan tinjauan keamanan herbal dalam Birth Defects Research Part C.
Apa kandungan fitokimia dan manfaat kesehatan umum henna?
Daun Lawsonia inermis mengandung lawsone, flavonoid (luteolin, apigenin, kuersetin), asam galat, tanin, kumarin, dan fitosterol. Ekstraknya menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, serta antijamur terhadap Candida albicans. Ulasan dalam Pharmacognosy Reviews mengonfirmasi temuan-temuan ini, tetapi uji klinis pada manusia masih terbatas.
Apakah henna bermanfaat untuk kesehatan rambut dan kulit kepala?
Sebagai pewarna rambut alami, henna melapisi kutikula rambut dengan mengikat keratin, sehingga rambut terlihat lebih tebal, berkilau, dan tidak mudah rusak. Namun, klaim menghentikan kerontokan atau menumbuhkan rambut belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Produk 'henna netral' dan campuran zat logam dapat berbeda komposisi; pilih produk yang tidak mengandung logam berat atau PPD. Pembahasan tentang keamanan henna dalam kosmetik terdapat dalam Journal of Cosmetic Dermatology.
Apakah henna memiliki risiko khusus pada orang dengan kondisi medis tertentu atau yang sedang minum obat?
Ya. Penderita defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD) sangat rentan terhadap stress oksidatif oleh lawsone; pemakaian luas atau oral dapat memicu hemolisis. Orang dengan gangguan hati atau ginjal dan mereka yang mengonsumsi obat oksidatif seperti sulfonamida atau antimalaria juga harus lebih waspada. Laporan kasus hemolisis pada defisiensi G6PD telah dimuat dalam American Journal of Hematology. Jangan menganggap henna sebagai suplemen; gunakan sebagai produk perawatan luar dan konsultasikan interaksinya.

True Indigo

Indigofera tinctoria

Cape Aloe

Aloe ferox

Cari: