Advertisement
Cape Aloe (Aloe ferox) adalah spesies sukulen asli Afrika Selatan yang tumbuh liar di wilayah Cape Timur dan Western Cape. Berbeda dengan lidah buaya biasa (Aloe vera), tanaman ini memiliki batang tunggal yang kokoh dan dapat mencapai tinggi hingga 2–3 meter. Daunnya tebal, berduri di tepi dan permukaannya, tersusun dalam roset yang rapat, serta berwarna hijau kebiruan dengan lapisan lilin yang membantu mengurangi penguapan di habitat kering. Keunggulan utama Aloe ferox terletak pada kandungan senyawa aktif seperti aloin, anthraquinone, dan polisakarida yang lebih pekat dibanding spesies aloe lain.
6 Manfaat Cape Aloe untuk kesehatan.
Glikosida antron (aloin A/B) dihidrolisis oleh mikroflora kolon menjadi aglikon aktif. Aglikon merangsang pleksus mienterikus, menggeser keseimbangan elektrolit melalui inhibisi Na+/K+-ATPase, dan meningkatkan sekresi air serta elektrolit ke lumen usus besar sehingga memperlunak feses dan merangsang defekasi.
Aloe-emodin dan aloin menekan aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, dan PGE2; menghambat 5-lipoksigenase serta fosfolipase A2. Efek ini mengurangi mediator nyeri dan edema pada jaringan.
Antrakuinon seperti aloe-emodin dan krisofanol berinterkalasi dengan DNA mikroba, menghambat kerja topoisomerase bakteri, mengganggu integritas membran sel, dan meningkatkan stres oksidatif intraseluler sehingga merusak patogen.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cape Aloe.