Akar Manis Jawa

Abrus precatorius
Nama
Akar Manis Jawa
Nama Latin/Ilmiah
Abrus precatorius
Famili
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Manis
Nama Lain
Jequirity (Brazil), rosary pea (Inggris), ratti (India), saga (Malaysia), ojo de cangrejo (Meksiko).
Asal
India, Asia Tenggara, dan Afrika tropis.
Kandungan Utama
Glisirizin, abrin, abrusosida

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Akar Manis Jawa

Abrus precatorius, yang dikenal di Jawa sebagai akar manis Jawa, adalah tanaman merambat dari famili Fabaceae yang memiliki karakteristik daun majemuk menyirip dan biji berwarna merah menyala dengan bintik hitam. Meskipun akarnya mengandung senyawa glisirizin yang memberikan rasa manis, seluruh bagian tanaman ini, terutama bijinya, mengandung abrin—sebuah protein toksik yang sangat berbahaya bila tertelan. Di habitat aslinya, tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, sering ditemukan di semak belukar, tepi hutan, serta lahan terbuka yang terkena sinar matahari cukup.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Agu 2026 - 00:40:04
 

II. Ciri-ciri Akar Manis Jawa

Tanaman merambat ini asalnya dari daerah tropis. Sering banget ditemuin tumbuh liar di semak-semak, pinggir hutan, atau area terbuka yang kena banyak sinar matahari. Dia punya kemampuan adaptasi yang oke di tanah yang agak kering. Karakteristik/ciri-ciri Akar Manis Jawa (Abrus precatorius):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tipe tanaman merambat atau memanjat (liana) dengan batang yang agak ramping dan berkayu.
Daun Daunnya majemuk menyirip ganjil, bentuknya lonjong kecil-kecil, dan kalau disentuh rasanya agak halus.
Bunga Bunganya kecil-kecil, warna ungu muda atau merah muda, tersusun dalam tandan yang keluar dari ketiak daun.
Buah Buahnya berbentuk polong yang agak pipih dan kasar, kalau sudah matang bakal pecah sendiri.
Biji Ini yang paling ikonik: bijinya bulat, keras, warna merah terang dengan bercak hitam di satu ujungnya. Ingat ya, biji ini beracun kalau dimakan!
Akar Sistem perakarannya tunggang, cukup dalam, dan punya bintil-bintil akar karena dia termasuk keluarga kacang-kacangan (legume) yang bersimbiosis dengan bakteri nitrogen.

III. Manfaat Akar Manis Jawa

8 Manfaat Akar Manis Jawa untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri (termasuk nyeri sendi/edema inflamasi)

    Ekstrak daun/akar menghambat aktivitas COX-2 dan 5-LOX, menurunkan prostaglandin E2 (PGE2), TNF-α, dan IL-6, serta memodulasi NF-κB. Triterpenoid dan fitosterol dalam ekstrak berkontribusi pada regulasi jalur inflamasi.

    Senyawa Aktif: Lupeol, β-Sitosterol, Kuersetin
    Tampilkan
  2. Aktivitas antimikroba (antibakteri dan antijamur spektrum luas)

    Flavonoid dan saponin meningkatkan permeabilitas membran mikroba dan menyebabkan kebocoran sel; alkaloid mengganggu pompa efluks dan sintesis dinding sel. Senyawa fenolik juga berinteraksi dengan protein permukaan mikroba.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Saponin triterpenoid
    Tampilkan
  3. Antioksidan sistemik dan pencegahan stres oksidatif

    Senyawa fenolik dan flavonoid mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas, meningkatkan aktivitas enzim SOD, katalase, dan GPx, serta mengaktifkan jalur Nrf2 yang menurunkan peroksidasi lipid.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Akar Manis Jawa

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Akar Manis Jawa.

  1. Glycyrrhizin (asam glisirizat)

    Golongan: Triterpenoid saponin
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Hepatoprotektif, Ekspektoran; Memberikan Rasa Manis..
    Tampilkan
  2. Abrin (isoabrin, abrin-a/b)

    Golongan: Protein toksik / ribosome-inactivating protein (RIP)
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Tidak Digunakan Untuk Terapi; Dalam Riset Digunakan Sebagai Model RIP Untuk Konjugat Imunotoksin..
    Tampilkan
  3. Abrine (N-metil-L-triptofan)

    Golongan: Alkaloid indol
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Belum Ada Aktivitas Farmakologis Utama Yang Tervalidasi; Lebih Banyak Digunakan Sebagai Penanda Fitokimia/toksisitas Biji..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Akar Manis Jawa

Interaksi & Kontraindikasi Akar Manis Jawa dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Alkohol

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Batasi atau hindari konsumsi alkohol. Efek diuretik alkohol dapat memperberat gangguan elektrolit dan dehidrasi yang mungkin timbul akibat penggunaan akar manis Jawa.

  2. Kafein / minuman berkafein

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Batasi asupan kafein. Efek stimulan kafein dapat berinteraksi aditif dalam meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen dan diklofenak

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Gunakan dengan hati-hati dan konsultasi dokter. OAINS dan akar manis Jawa sama-sama dapat menahan natrium dan cairan, sehingga meningkatkan risiko hipertensi dan edema.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+12)

VI. Efek Samping Akar Manis Jawa

Akar Manis Jawa (Abrus precatorius) dikenal mengandung berbagai senyawa beracun, terutama abrin yang merupakan racun jenis protein ribosome-inactivating protein (RIP) yang sangat potent. Meskipun bagian akar dan daunnya kerap digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan batuk atau sariawan, konsumsi atau kontak dengan bagian tanaman ini tanpa pengolahan yang tepat dan dosis yang sangat ketat dapat memicu keracunan berat. Toksisitas abrin bekerja dengan cara menghambat sintesis protein di dalam sel, yang berujung pada kematian sel dan kerusakan jaringan multiorgan. Gejala awal keracunan biasanya muncul dalam beberapa jam hingga hari setelah paparan, meliputi mual hebat, muntah, nyeri perut yang parah, dan diare berdarah akibat iritasi serta kerusakan mukosa saluran pencernaan.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Akar Manis Jawa

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Akar Manis Jawa.

Apa itu Akar Manis Jawa (Abrus precatorius) dan mengapa disebut 'akar manis'?
Akar Manis Jawa adalah akar dari tumbuhan Abrus precatorius, suku Fabaceae. Meskipun bijinya beracun, akarnya mengandung glycyrrhizin, senyawa manis yang juga ditemukan pada licorice (Glycyrrhiza glabra). Kandungan fitokimia akar meliputi triterpenoid, flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan glikosida. Referensi: Patel et al. (2016). Abrus precatorius: A comprehensive review. Journal of Medicinal Plants Studies 4(6): 227-234.
Bagaimana cara penggunaan akar manis Jawa dalam kehidupan sehari-hari?
Umumnya akar kering direbus menjadi air seduhan atau ditumbuk menjadi bubuk. Dosis yang aman belum dibakukan secara resmi, oleh karena itu konsumsinya tidak boleh berlebihan. Kandungan glycyrrhizin pada akar dapat menimbulkan efek samping bila dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah besar. Referensi: World Health Organization. WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Volume 3, 2007.
Apakah akar manis Jawa aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman untuk ibu hamil. Kandungan glycyrrhizin dapat menyebabkan retensi natrium, hipertensi, edema, dan memiliki efek hormonal yang dapat mengganggu perkembangan janin. Studi pada licorice menunjukkan asupan tinggi selama kehamilan berhubungan dengan gangguan perkembangan anak. Keamanan untuk ibu menyusui belum diteliti, sehingga sebaiknya dihindari. Referensi: Räikkönen et al. (2017). Maternal licorice consumption during pregnancy and pubertal, cognitive, and psychiatric outcomes in children. American Journal of Epidemiology 185(5): 318-325.
Apakah biji Abrus precatorius beracun? Apa bedanya dengan akarnya?
Ya, biji Abrus precatorius sangat beracun karena mengandung abrin, protein toksin yang menghambat sintesis protein. Mengunyah biji dapat menyebabkan muntah, diare berdarah, gagal ginjal bahkan kematian. Akar tidak mengandung abrin dan justru mengandung glycyrrhizin yang manis. Namun harus dipastikan akar tidak terkontaminasi biji saat diolah. Referensi: Dickers K.J. & Bradberry S.M. (2005). Abrin poisoning. Toxicon 45(8): 1051-1056.
Apa efek samping jika mengonsumsi akar manis Jawa secara berlebihan?
Karena mengandung glycyrrhizin, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan hipokalemia, retensi natrium, hipertensi, edema, aritmia, dan kelemahan otot. Risiko lebih tinggi pada orang dengan tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, gagal jantung, atau yang sedang menggunakan obat diuretik dan kortikosteroid. Referensi: Nazari S. et al. (2017). Physiological and pharmacological effects of glycyrrhizin. Phytotherapy Research 31(3): 393-409.
Apakah akar manis Jawa bisa digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan. Belum ada uji klinis yang memadai mengenai keamanan dan dosis untuk bayi dan anak. Kandungan glycyrrhizin dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dan tekanan darah, terutama pada usia muda yang lebih sensitif. Penggunaan herbal ini pada anak sebaiknya hanya atas pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: National Center for Complementary and Integrative Health. Licorice Root. NCCIH, 2021.
Apakah akar manis Jawa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya. Glycyrrhizin dapat memicu hipokalemia sehingga meningkatkan risiko toksisitas digoxin, memperkuat efek diuretik seperti furosemid dan tiazid, serta berinteraksi dengan kortikosteroid. Akar ini juga dapat mengganggu efek obat antihipertensi karena dapat menaikkan tekanan darah. Referensi: Fugh-Berman A. (2000). Herb-drug interactions. The Lancet 355(9198): 134-138.
Apa manfaat kesehatan dari akar manis Jawa yang didukung bukti ilmiah?
Secara tradisional, akar ini digunakan untuk meredakan batuk, bronkitis, radang tenggorokan, dan gangguan pencernaan. Berbagai kajian fitokimia menunjukkan aktivitas antioksidan, antimikroba, anti-inflamasi, dan hepatoprotektif dari ekstrak akar Abrus precatorius. Meski demikian, bukti klinis pada manusia masih terbatas sehingga penggunaannya tidak boleh menggantikan pengobatan medis. Referensi: Jaiswal N. et al. (2014). Pharmacological properties of Abrus precatorius L. International Journal of Phytomedicine 6(4): 475-480.

Kayu Angin

Usnea barbata

Daun Sirih Gading Emas

Epipremnum pinnatum

Cari: