Advertisement
Abrus precatorius, yang dikenal di Jawa sebagai akar manis Jawa, adalah tanaman merambat dari famili Fabaceae yang memiliki karakteristik daun majemuk menyirip dan biji berwarna merah menyala dengan bintik hitam. Meskipun akarnya mengandung senyawa glisirizin yang memberikan rasa manis, seluruh bagian tanaman ini, terutama bijinya, mengandung abrin—sebuah protein toksik yang sangat berbahaya bila tertelan. Di habitat aslinya, tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, sering ditemukan di semak belukar, tepi hutan, serta lahan terbuka yang terkena sinar matahari cukup.
Tanaman merambat ini asalnya dari daerah tropis. Sering banget ditemuin tumbuh liar di semak-semak, pinggir hutan, atau area terbuka yang kena banyak sinar matahari. Dia punya kemampuan adaptasi yang oke di tanah yang agak kering. Karakteristik/ciri-ciri Akar Manis Jawa (Abrus precatorius):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tipe tanaman merambat atau memanjat (liana) dengan batang yang agak ramping dan berkayu. |
| Daun | Daunnya majemuk menyirip ganjil, bentuknya lonjong kecil-kecil, dan kalau disentuh rasanya agak halus. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, warna ungu muda atau merah muda, tersusun dalam tandan yang keluar dari ketiak daun. |
| Buah | Buahnya berbentuk polong yang agak pipih dan kasar, kalau sudah matang bakal pecah sendiri. |
| Biji | Ini yang paling ikonik: bijinya bulat, keras, warna merah terang dengan bercak hitam di satu ujungnya. Ingat ya, biji ini beracun kalau dimakan! |
| Akar | Sistem perakarannya tunggang, cukup dalam, dan punya bintil-bintil akar karena dia termasuk keluarga kacang-kacangan (legume) yang bersimbiosis dengan bakteri nitrogen. |
8 Manfaat Akar Manis Jawa untuk kesehatan.
Ekstrak daun/akar menghambat aktivitas COX-2 dan 5-LOX, menurunkan prostaglandin E2 (PGE2), TNF-α, dan IL-6, serta memodulasi NF-κB. Triterpenoid dan fitosterol dalam ekstrak berkontribusi pada regulasi jalur inflamasi.
Flavonoid dan saponin meningkatkan permeabilitas membran mikroba dan menyebabkan kebocoran sel; alkaloid mengganggu pompa efluks dan sintesis dinding sel. Senyawa fenolik juga berinteraksi dengan protein permukaan mikroba.
Senyawa fenolik dan flavonoid mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas, meningkatkan aktivitas enzim SOD, katalase, dan GPx, serta mengaktifkan jalur Nrf2 yang menurunkan peroksidasi lipid.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Akar Manis Jawa.
Interaksi & Kontraindikasi Akar Manis Jawa dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Akar Manis Jawa (Abrus precatorius) dikenal mengandung berbagai senyawa beracun, terutama abrin yang merupakan racun jenis protein ribosome-inactivating protein (RIP) yang sangat potent. Meskipun bagian akar dan daunnya kerap digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan batuk atau sariawan, konsumsi atau kontak dengan bagian tanaman ini tanpa pengolahan yang tepat dan dosis yang sangat ketat dapat memicu keracunan berat. Toksisitas abrin bekerja dengan cara menghambat sintesis protein di dalam sel, yang berujung pada kematian sel dan kerusakan jaringan multiorgan. Gejala awal keracunan biasanya muncul dalam beberapa jam hingga hari setelah paparan, meliputi mual hebat, muntah, nyeri perut yang parah, dan diare berdarah akibat iritasi serta kerusakan mukosa saluran pencernaan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Akar Manis Jawa.