Yellow Dock

Curly Dock | Rumex crispus
Nama
Yellow Dock (Curly Dock)
Nama Latin/Ilmiah
Rumex crispus
Bagian Digunakan
Daun, Akar
Rasa
Pahit, sepat
Nama Lain
Lengua de vaca (Spanyol), oseille crépue (Prancis), krauser Ampfer (Jerman), krulzuring (Belanda), krusskräppa (Swedia)
Asal
Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat
Kandungan Utama
Antrakuinon, tanin, flavonoid, asam oksalat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Yellow Dock

Rumex crispus, yang dikenal luas sebagai Yellow Dock atau coklat kuning, adalah tumbuhan herbal tahunan yang termasuk dalam famili Polygonaceae. Asli dari Eropa dan Asia Barat, tanaman ini kini telah menyebar luas ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, sebagai gulma di lahan terbuka, pinggir jalan, dan area terganggu lainnya. Ciri khasnya adalah daun berbentuk lanset memanjang dengan tepi bergelombang (crispus berarti "keriting") serta akar tunggang yang tebal berwarna kuning kecoklatan, yang menjadi sumber utama kandungan senyawa aktifnya. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga setinggi 1 meter, dengan batang tegak dan bunga kecil kehijauan yang tersusun dalam malai padat. Yellow Dock dikenal karena adaptasinya yang kuat terhadap berbagai kondisi tanah, terutama tanah liat yang padat dan sedikit asam.

Baca Lebih Lanjut
Update: 04 Sep 2026 - 06:41:52
 

II. Ciri-ciri Yellow Dock

Si Yellow Dock ini cukup tangguh dan sering ditemui di padang rumput, pinggir jalan, area basah yang lembap, hingga lahan terlantar. Dia suka banget sama tanah yang agak padat atau berpasir dan punya daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Karakteristik/ciri-ciri Yellow Dock (Rumex crispus):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuhan herba menahun yang tumbuh tegak dengan tinggi bisa mencapai 1 meter lebih.
Akar Punya akar tunggang yang tebal, panjang, berwarna kuning kecokelatan di bagian dalam (makanya namanya Yellow Dock).
Batang Batangnya tegak, biasanya halus, dan bisa bercabang di bagian atas dekat bunga.
Daun Daunnya punya ciri khas tepi yang bergelombang atau keriting. Daun bagian bawah ukurannya besar dan panjang seperti tombak, makin ke atas daunnya makin kecil.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna hijau kemerahan, tersusun dalam kelompok yang rapat di sepanjang tangkai bunga yang menjulang tinggi.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk biji kecil bersayap yang warnanya bakal berubah jadi cokelat kemerahan saat sudah matang atau kering.

III. Manfaat Yellow Dock

8 Manfaat Yellow Dock untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Edema Akut

    Emodin dan krisofanol menghambat jalur NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta mengurangi produksi TNF-α dan IL-6. Ekstrak juga menekan aktivitas enzim COX-1 dan COX-2 secara in vitro.

    Senyawa Aktif: Emodin, Krisofanol, Fisikon
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antioksidan

    Polifenol (terutama flavonoid dan antrakuinon) mendonorkan elektron dan menstabilkan radikal bebas melalui gugus hidroksil aromatik. Menekan peroksidasi lipid dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GSH.

    Tampilkan
  3. Antimikroba Spektrum Luas

    Antrakuinon (emodin, krisofanol) berinteraksi dengan membran sel bakteri dan jamur, mengganggu integritas membran, menghambat sintesis asam nukleat, dan memicu stres oksidatif intraseluler.

    Senyawa Aktif: Emodin, Krisofanol, Rumeksin (stilbenoid)
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Yellow Dock

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Yellow Dock.

  1. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Laksatif (stimulasi Peristaltik Usus), Antiinflamasi (inhibisi COX-2), Antikanker (induksi Apoptosis Pada Sel Kanker Kolorektal In Vitro)..
    Tampilkan
  2. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba (terhadap Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli), Antioksidan (penangkal Radikal Bebas DPPH), Dan Antiinflamasi (penghambatan NF-κB)..
    Tampilkan
  3. Fision (Physcion)

    Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antijamur (Candida Albicans), Antivirus (inhibisi Replikasi Virus Influenza In Vitro), Dan Hepatoprotektif (pada Model Sel HepG2)..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Yellow Dock

Interaksi & Kontraindikasi Yellow Dock dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen kalsium

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi Yellow Dock terpisah selang 2 jam dari suplemen kalsium karena kandungan oksalat dapat mengikat kalsium dan mengurangi penyerapan.

  2. Antikoagulan (warfarin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Gunakan dengan hati-hati dan pantau INR secara berkala; perubahan fungsi pencernaan akibat efek laksatif dapat memengaruhi respons antikoagulan.

  3. Diuretik golongan tiazid atau loop

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan karena efek laksatif Yellow Dock dapat mempercepat kehilangan kalium dan meningkatkan risiko hipokalemia; jika terpaksa, pantau elektrolit secara rutin.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Yellow Dock

Yellow Dock (Rumex crispus) adalah tanaman herbal yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi masalah pencernaan, sembelit, dan kondisi kulit tertentu. Namun, konsumsi tanaman ini, terutama bagian akarnya, dapat menimbulkan berbagai efek samping mulai dari yang ringan hingga berat. Efek samping yang paling umum terjadi berkaitan dengan sistem pencernaan karena kandungan senyawa glikosida antrakuinon di dalamnya. Senyawa ini bertindak sebagai laksatif stimulan yang kuat, sehingga penggunaannya secara berlebihan atau pada individu yang sensitif dapat menyebabkan kram perut, nyeri abdomen, mual, dan diare parah yang berisiko memicu dehidrasi serta ketidakseimbangan elektrolit.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Yellow Dock

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Yellow Dock.

Apa itu Yellow Dock (Rumex crispus) dan senyawa fitokimia apa yang terkandung di dalamnya?
Yellow Dock adalah tanaman tahunan dari famili Polygonaceae. Bagian akar mengandung derivat antrakuinon seperti krisofanol dan emodin, selain itu juga terdapat tanin, flavonoid, dan asam oksalat. Kandungan inilah yang menjadi dasar aktivitas biologisnya. Sumber: Barceloux, D.G. (2008). Medical Toxicology of Natural Substances, John Wiley & Sons.
Apa efek farmakologi Yellow Dock yang didukung bukti ilmiah?
Efek yang paling terdokumentasi adalah sebagai laksatif stimulan. Senyawa antrakuinon pada Yellow Dock merangsang peristaltik usus besar sehingga digunakan secara tradisional untuk mengatasi sembelit. Studi lain menunjukkan potensi antioksidan dan antimikroba secara in vitro, namun data klinis pada manusia masih terbatas. Sumber: European Medicines Agency (EMA) Public Statement on Anthraquinone Laxatives in Herbal Medicinal Products (2018); Barceloux, D.G. (2008).
Bagaimana cara konsumsi Yellow Dock yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Penggunaan tradisional akar kering umumnya diseduh sebagai infusa atau dekok. Karena efek laksatifnya, penggunaan sebaiknya hanya sesekali dan tidak lebih dari 1–2 minggu tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Dosis yang tepat belum dibakukan, dan konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kram perut, diare, serta penurunan kalium darah. Sumber: Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D. (2007). Herbal Medicines, 3rd Edition, Pharmaceutical Press.
Apa saja efek samping yang perlu diwaspadai dari Yellow Dock?
Efek samping yang dilaporkan antara lain mual, muntah, kram perut, dan diare. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan elektrolit seperti hipokalemia, perubahan warna mukosa usus (melanosis coli), dan memperburuk risiko batu ginjal karena kandungan oksalatnya. Sumber: EMA Public Statement on Anthraquinone Laxatives (2018); Noonan, S.C., & Savage, G.P. (1999). Oxalate content of foods and its effect on humans. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition.
Apakah Yellow Dock aman dikonsumsi oleh ibu hamil?
Tidak. Yellow Dock mengandung antrakuinon laksatif yang dapat merangsang usus secara kuat dan berpotensi meningkatkan kontraksi uterus. Data keamanan pada kehamilan tidak memadai, sehingga ibu hamil sebaiknya menghindari penggunaannya. Sumber: Barceloux, D.G. (2008); Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D. (2007). Herbal Medicines, Pharmaceutical Press.
Apakah Yellow Dock aman untuk ibu menyusui?
Tidak dianjurkan. Belum ada penelitian yang memadai mengenai keamanan Yellow Dock pada ibu menyusui. Metabolit antrakuinon dapat masuk ke dalam ASI dan berisiko menyebabkan efek pencahar pada bayi. Sumber: Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D. (2007). Herbal Medicines, Pharmaceutical Press.
Apakah Yellow Dock aman diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan. Anak-anak lebih rentan terhadap gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit akibat efek laksatif. Tidak ada data keamanan yang mendukung penggunaan Yellow Dock pada bayi dan anak-anak, sehingga penggunaannya harus dihindari. Sumber: EMA Public Statement on Anthraquinone Laxatives in Herbal Medicinal Products (2018).
Apakah Yellow Dock dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya. Karena dapat menurunkan kadar kalium darah, Yellow Dock berisiko meningkatkan toksisitas digoxin dan obat antiaritmia. Penggunaan bersamaan dengan diuretik, kortikosteroid, atau akar manis (licorice) dapat memperparah kehilangan kalium. Selain itu, efek laksatifnya dapat mengurangi penyerapan obat lain di usus. Sumber: Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D. (2007). Herbal Medicines, Pharmaceutical Press.

Eyebright

Euphrasia officinalis

Anggur Oregon

Mahonia aquifolium

Cari: