White Willow Bark

Salix alba
Nama: White Willow Bark
Nama Latin/Ilmiah: Salix alba
Famili: Salicaceae

Kandungan:
Salicin, flavonoid, tanin
Nama Lain:
White willow (Inggris), Silberweide (Jerman), Saule blanc (Prancis), Sauce blanco (Spanyol), Salice bianco (Italia)
Asal:
Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara
Bagian Utama:
Kulit Kayu
Rasa:
Bitter, astringent

Highlights:

Advertisement


I. Tentang White Willow Bark

Kulit kayu putih (Salix alba) merupakan salah satu tumbuhan obat tertua yang dikenal manusia, berasal dari wilayah Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara. Pohon ini termasuk dalam famili Salicaceae dan dapat tumbuh hingga ketinggian 25 meter, dengan kulit batang berwarna abu-abu kecokelatan yang pecah-pecah secara vertikal seiring bertambahnya usia. Bagian yang paling bernilai secara farmakologis adalah kulit batangnya, yang mengandung senyawa aktif utama bernama salisin—sebuah glikosida yang ketika dikonsumsi akan diubah tubuh menjadi asam salisilat. Penemuan ilmiah ini menjadi fondasi pengembangan aspirin modern, menjadikan Salix alba sebagai nenek moyang obat anti-inflamasi nonsteroid yang paling banyak digunakan di dunia saat ini.

Advertisement

Secara tradisional, kulit kayu putih telah digunakan selama ribuan tahun oleh peradaban Mesir kuno, Yunani, dan Romawi untuk meredakan demam, nyeri, serta peradangan. Hippocrates sendiri merekomendasikan mengunyah daun willow untuk mengatasi sakit kepala dan demam, sementara tabib Cina memanfaatkannya untuk mengatasi rematik. Kandungan salisin dalam kulit kayu bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX), sehingga mengurangi produksi prostaglandin—senyawa pemicu inflamasi dan nyeri. Berbeda dengan aspirin sintetis yang bersifat asam dan dapat mengiritasi lambung secara signifikan, senyawa dalam Salix alba cenderung lebih lembut karena proses metabolisme di hati yang bertahap, sehingga efek samping gastrointestinalnya lebih rendah bila digunakan dalam takaran yang tepat.

Aplikasi modern dari ekstrak kulit kayu putih mencakup pengobatan nyeri punggung bawah, osteoartritis, dan gangguan muskuloskeletal lainnya. Penelitian klinis menunjukkan bahwa standarisasi ekstrak Salix alba dengan kandungan salisin 240 mg per hari mampu memberikan efek analgesik yang sebanding dengan obat anti-inflamasi konvensional pada pasien dengan nyeri sendi. Meski demikian, penggunaannya memerlukan kewaspadaan: individu dengan alergi aspirin, gangguan ginjal, penyakit tukak lambung, atau mereka yang mengonsumsi antikoagulan sebaiknya menghindari tumbuhan ini. Selain itu, ibu hamil dan menyusui tidak direkomendasikan menggunakannya tanpa supervisi medis. Dengan profil farmakologis yang unik dan jejak sejarah yang panjang, kulit kayu putih dari Salix alba tetap menjadi jembatan penting antara pengobatan tradisional dan terapi modern.

Update: 31 Jul 2026 - 13:42:11

 

II. Manfaat White Willow Bark

Manfaat White Willow Bark untuk kesehatan.

  1. Nyeri punggung bawah (low back pain)

    Salicin dan salicortin dihidrolisis menjadi asam salisilat, yang menghambat COX-1/COX-2 secara reversibel sehingga menurunkan sintesis prostaglandin E2; asam salisilat juga menghambat IKKβ/NF-κB sehingga menekan sitokin pro-inflamasi seperti IL-1β dan TNF-α.

    Senyawa Aktif: salicin, salicortin, quercetin glikosida
    Tampilkan
  2. Osteoartritis lutut dan/atau pinggul

    Efek anti-inflamasi melalui inhibisi COX dan jalur NF-κB menurunkan prostaglandin serta sitokin inflamasi, yang berkontribusi pada perbaikan nyeri dan kekakuan sendi; flavonoid dan polifenol memberikan efek antioksidan tambahan pada jaringan sinovial.

    Senyawa Aktif: salicin, salicortin, Rutin, polifenol
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan perlindungan stres oksidatif

    Flavonoid dan asam fenolik dalam Salix alba menyumbang elektron untuk menetralkan radikal bebas, mengkelasi ion logam transisi, serta dapat mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutathione.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Rutin, Proanthocyanidin, asam p-hidroksibenzoat
    Tampilkan
  4. Aktivitas antimikroba

    Senyawa fenolik dan tanin merusak membran sel mikroba serta mengikat protein permukaan bakteri; asam salisilat dapat mengganggu pembentukan biofilm dan ketersediaan zat besi yang dibutuhkan mikroba.

    Senyawa Aktif: tanin, Katekin, salicin, Asam Salisilat
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan White Willow Bark

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) White Willow Bark.

  1. Salicin (salicoside)

    Golongan: Fenolik glikosida (salisilat)
    Bagian Tanaman: Kulit batang muda/cabang (Salicis cortex)
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik, Antipiretik, Dan Antiinflamasi; Bekerja Setelah Dikonversi Menjadi Asam Salisilat, Menghambat COX-2 Dan NF-κB. Uji Klinis Manusia Mendukung Penggunaannya Pada Nyeri Punggung Bawah Dan Osteoartritis..
    Tampilkan
  2. Salicortin

    Golongan: Fenolik glikosida (salisilat)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dan Antinociceptif Pada Studi Non-klinis; Menghambat Jalur COX, Lipoksigenase, Dan Produksi Prostaglandin E2..
    Tampilkan
  3. Tremulacin

    Golongan: Fenolik glikosida (salisilat)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dan Analgesik Pada Studi Laboratorium; Bekerja Pada Jalur Prostaglandin Dan Leukotrien..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

Blessed Thistle

Cnicus benedictus