Advertisement
Kulit kayu putih (Salix alba) merupakan salah satu tumbuhan obat tertua yang dikenal manusia, berasal dari wilayah Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara. Pohon ini termasuk dalam famili Salicaceae dan dapat tumbuh hingga ketinggian 25 meter, dengan kulit batang berwarna abu-abu kecokelatan yang pecah-pecah secara vertikal seiring bertambahnya usia. Bagian yang paling bernilai secara farmakologis adalah kulit batangnya, yang mengandung senyawa aktif utama bernama salisin—sebuah glikosida yang ketika dikonsumsi akan diubah tubuh menjadi asam salisilat. Penemuan ilmiah ini menjadi fondasi pengembangan aspirin modern, menjadikan Salix alba sebagai nenek moyang obat anti-inflamasi nonsteroid yang paling banyak digunakan di dunia saat ini.
Dedalu putih ini suka banget tumbuh di tempat yang basah dan lembap, kayak di pinggiran sungai atau area dekat perairan. Pohon ini tipe yang tahan banting sama tanah yang tergenang air dan butuh banyak sinar matahari buat tumbuh maksimal. Karakteristik/ciri-ciri Dedalu Putih (Salix alba):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Pohon peluruh yang bisa tumbuh tinggi, batangnya sering terlihat agak miring dengan tajuk yang melebar. |
| Kulit Batang | Warnanya abu-abu kecokelatan dengan tekstur yang retak-retak kasar seiring bertambahnya usia. |
| Daun | Bentuknya memanjang (lanset), tepinya bergerigi halus, dan ciri khasnya punya rambut-rambut halus berwarna putih keperakan di bagian bawah daun yang bikin pohon ini kelihatan 'putih' kalau kena angin. |
| Bunga | Berupa untaian yang disebut katkin, muncul barengan sama daun muda di musim semi. |
| Akar | Sistem perakarannya kuat dan menyebar luas, sangat efektif buat menahan erosi tanah di pinggiran sungai. |
5 Manfaat Dedalu Putih untuk kesehatan.
Salicin dan salicortin dihidrolisis menjadi asam salisilat, yang menghambat COX-1/COX-2 secara reversibel sehingga menurunkan sintesis prostaglandin E2; asam salisilat juga menghambat IKKβ/NF-κB sehingga menekan sitokin pro-inflamasi seperti IL-1β dan TNF-α.
Efek anti-inflamasi melalui inhibisi COX dan jalur NF-κB menurunkan prostaglandin serta sitokin inflamasi, yang berkontribusi pada perbaikan nyeri dan kekakuan sendi; flavonoid dan polifenol memberikan efek antioksidan tambahan pada jaringan sinovial.
Flavonoid dan asam fenolik dalam Salix alba menyumbang elektron untuk menetralkan radikal bebas, mengkelasi ion logam transisi, serta dapat mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutathione.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Dedalu Putih.
Interaksi & Kontraindikasi Dedalu Putih dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Dedalu Putih (Salix alba), yang dikenal karena kandungan salisinnya yang bekerja mirip dengan aspirin, umumnya digunakan sebagai obat tradisional untuk meredakan nyeri dan peradangan. Namun, konsumsi ekstrak tanaman ini dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama pada saluran pencernaan. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi gangguan lambung, mual, muntah, dyspepsia, dan iritasi lambung. Senyawa salisin dapat menghambat prostaglandin yang memiliki efek protektif pada mukosa lambung, sehingga penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi berisiko menyebabkan tukak lambung atau perdarahan gastrointestinal pada individu yang rentan.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Dedalu Putih.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Dedalu Putih.