Advertisement
Pilewort atau Lesser Celandine (Ficaria verna) adalah tumbuhan berbunga tahunan yang termasuk dalam famili Ranunculaceae. Tumbuhan ini dikenal luas dengan nama "Pilewort" karena secara historis digunakan untuk mengobati wasir (hemoroid/piles), berdasarkan doktrin tanda bahwa umbi-umbi kecilnya menyerupai wasir. Ciri khasnya meliputi daun berbentuk hati yang mengilap, bunga kuning cerah dengan kelopak biasanya berjumlah 8–12, serta umbi akar berbentuk gada yang menjadi cadangan makanan. Tumbuhan ini tumbuh rendah dan kerap membentuk hamparan hijau di tanah yang lembap, muncul awal musim semi sebelum kanopi hutan menutup.
Tanaman ini suka banget sama tempat yang lembap dan teduh, kayak di pinggir sungai, hutan yang tanahnya basah, atau padang rumput yang agak becek. Dia tipe tanaman yang muncul duluan pas akhir musim dingin atau awal musim semi sebelum pohon-pohon lain rimbun. Karakteristik/ciri-ciri Pilewort (Ficaria verna):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Punya akar yang bentuknya mirip umbi kecil-kecil (tubers) yang gunanya buat nyimpen cadangan makanan. |
| Batang | Batangnya lunak, agak berair, dan tumbuhnya rendah, biasanya cuma sekitar 5-15 cm aja. |
| Daun | Daunnya berbentuk hati atau bulat telur, warnanya hijau mengkilap, kadang ada bercak gelap di tengahnya, dan pinggirannya agak bergerigi halus. |
| Bunga | Bunganya cantik, warnanya kuning cerah, punya 8-12 kelopak yang kelihatan berkilau kayak emas kalau kena matahari. |
| Buah | Buahnya berupa kumpulan biji kecil yang punya rambut-rambut halus, tapi tanaman ini lebih sering berkembang biak lewat umbi akar atau kuncup kecil (bulbil) dibanding dari biji. |
6 Manfaat Pilewort untuk kesehatan.
Tanin bersifat astringen dengan mengendapkan protein pada mukosa yang mengalami eksudasi, sehingga mengurangi kebocoran cairan dan edema lokal; flavonoid glikosida memperkuat dinding kapiler melalui stabilisasi membran endotel dan penurunan permeabilitas; saponin serta anemonin menekan mediator inflamasi di jaringan perianal.
Anemonin menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK, sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, dan IL-1β. Flavonoid kaempferol dan quercetin menghambat enzim COX/LOX serta menstabilkan mediator peradangan di jaringan.
Senyawa fenolat mendonorkan elektron kepada radikal bebas, menghentikan propagasi peroksidasi lipid, dan mengkhelat logam transisi. Beberapa flavonoid juga mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2, sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti katalase dan superoksida dismutase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pilewort.
Interaksi & Kontraindikasi Pilewort dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Pilewort (Ficaria verna, sebelumnya dikenal sebagai Ranunculus ficaria) adalah tanaman herbal yang secara tradisional kadang digunakan untuk mengatasi wasir. Namun, tanaman ini mengandung senyawa beracun bernama protoanemonin, sebuah lakton tidak stabil yang dilepaskan ketika daun atau batangnya yang segar dihancurkan atau dikunyah. Kontak langsung dengan getah tanaman ini dapat menyebabkan iritasi kulit parah, dermatitis kontak, sensasi terbakar, dan pembentukan lepuh atau blisternya pada kulit yang sensitif.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pilewort.