Pilewort

Lesser Celandine | Ficaria verna
Nama
Pilewort (Lesser Celandine)
Nama Latin/Ilmiah
Ficaria verna
Bagian Digunakan
Daun Muda, Umbi
Rasa
Pedas
Nama Lain
Ficaire (Perancis), Scharbockskraut (Jerman), favagello (Italia)
Asal
Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara
Kandungan Utama
Protoanemonin, anemonin, saponin, tanin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Pilewort

Pilewort atau Lesser Celandine (Ficaria verna) adalah tumbuhan berbunga tahunan yang termasuk dalam famili Ranunculaceae. Tumbuhan ini dikenal luas dengan nama "Pilewort" karena secara historis digunakan untuk mengobati wasir (hemoroid/piles), berdasarkan doktrin tanda bahwa umbi-umbi kecilnya menyerupai wasir. Ciri khasnya meliputi daun berbentuk hati yang mengilap, bunga kuning cerah dengan kelopak biasanya berjumlah 8–12, serta umbi akar berbentuk gada yang menjadi cadangan makanan. Tumbuhan ini tumbuh rendah dan kerap membentuk hamparan hijau di tanah yang lembap, muncul awal musim semi sebelum kanopi hutan menutup.

Baca Lebih Lanjut
Update: 08 Sep 2026 - 12:41:07
 

II. Ciri-ciri Pilewort

Tanaman ini suka banget sama tempat yang lembap dan teduh, kayak di pinggir sungai, hutan yang tanahnya basah, atau padang rumput yang agak becek. Dia tipe tanaman yang muncul duluan pas akhir musim dingin atau awal musim semi sebelum pohon-pohon lain rimbun. Karakteristik/ciri-ciri Pilewort (Ficaria verna):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Punya akar yang bentuknya mirip umbi kecil-kecil (tubers) yang gunanya buat nyimpen cadangan makanan.
Batang Batangnya lunak, agak berair, dan tumbuhnya rendah, biasanya cuma sekitar 5-15 cm aja.
Daun Daunnya berbentuk hati atau bulat telur, warnanya hijau mengkilap, kadang ada bercak gelap di tengahnya, dan pinggirannya agak bergerigi halus.
Bunga Bunganya cantik, warnanya kuning cerah, punya 8-12 kelopak yang kelihatan berkilau kayak emas kalau kena matahari.
Buah Buahnya berupa kumpulan biji kecil yang punya rambut-rambut halus, tapi tanaman ini lebih sering berkembang biak lewat umbi akar atau kuncup kecil (bulbil) dibanding dari biji.

III. Manfaat Pilewort

6 Manfaat Pilewort untuk kesehatan.

  1. Wasir (hemoroid) — terapi topikal simptomatik

    Tanin bersifat astringen dengan mengendapkan protein pada mukosa yang mengalami eksudasi, sehingga mengurangi kebocoran cairan dan edema lokal; flavonoid glikosida memperkuat dinding kapiler melalui stabilisasi membran endotel dan penurunan permeabilitas; saponin serta anemonin menekan mediator inflamasi di jaringan perianal.

    Senyawa Aktif: tanin, flavonol glikosida (quercetin, kaempferol), saponin triterpenoid
    Tampilkan
  2. Peradangan lokal dan nyeri yang menyertai kondisi inflamasi kulit

    Anemonin menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK, sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, dan IL-1β. Flavonoid kaempferol dan quercetin menghambat enzim COX/LOX serta menstabilkan mediator peradangan di jaringan.

    Senyawa Aktif: anemonin, kaempferol glikosida, quercetin glikosida
    Tampilkan
  3. Stres oksidatif — sebagai sumber antioksidan potensial

    Senyawa fenolat mendonorkan elektron kepada radikal bebas, menghentikan propagasi peroksidasi lipid, dan mengkhelat logam transisi. Beberapa flavonoid juga mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2, sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti katalase dan superoksida dismutase.

    Senyawa Aktif: asam fenolat, Kuersetin, Kaempferol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Pilewort

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pilewort.

  1. Ranunculin

    Golongan: Lakton (butenolid glikosida)
    Bagian Tanaman: Seluruh bagian segar; terutama herba berbunga dan umbi
    Aktivitas Farmakologis:
    Prekursor Protoanemonin. Memberikan Efek Iritasi Lokal Dan Antimikroba Setelah Terhidrolisis Oleh Enzim β-glukosidase..
    Tampilkan
  2. Protoanemonin

    Golongan: Lakton (butenolid)
    Bagian Tanaman: Herba segar: daun, batang, bunga, dan umbi
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri Dan Antijamur Pada Uji In Vitro. Tidak Digunakan Sebagai Obat Sistemik Karena Toksisitasnya Terlalu Tinggi..
    Tampilkan
  3. Anemonin

    Golongan: Lakton dimer
    Bagian Tanaman: Herba kering atau sediaan yang telah diolah; sumber awalnya herba segar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik, Dan Spasmolitik Pada Studi Non-klinis..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Pilewort

Interaksi & Kontraindikasi Pilewort dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Sediaan homeopati terstandar

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aman digunakan sesuai petunjuk label sediaan homeopati; bukan berarti sediaan herbal mentah boleh dikonsumsi.

  2. Pemakaian luar pada kulit utuh dengan produk terstandar

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Lakukan uji tempel terlebih dahulu. Hentikan pemakaian jika timbul kemerahan, gatal, atau iritasi.

  3. Penggunaan bersamaan dengan alkohol

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi ini karena alkohol dapat meningkatkan iritasi lambung dan memperberat risiko efek toksik.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Pilewort

Pilewort (Ficaria verna, sebelumnya dikenal sebagai Ranunculus ficaria) adalah tanaman herbal yang secara tradisional kadang digunakan untuk mengatasi wasir. Namun, tanaman ini mengandung senyawa beracun bernama protoanemonin, sebuah lakton tidak stabil yang dilepaskan ketika daun atau batangnya yang segar dihancurkan atau dikunyah. Kontak langsung dengan getah tanaman ini dapat menyebabkan iritasi kulit parah, dermatitis kontak, sensasi terbakar, dan pembentukan lepuh atau blisternya pada kulit yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Pilewort

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pilewort.

Apa kandungan fitokimia utama Ficaria verna?
Kandungan kimia yang paling penting adalah ranunculin, glikosida yang akan berubah menjadi protoanemonin ketika sel-sel tanaman rusak. Protoanemonin bersifat iritan kuat dan menjadi penyebab toksisitas tanaman ini. Pada pengeringan atau pemanasan, protoanemonin dapat berpolimerisasi menjadi anemonin yang kurang reaktif, tetapi prosesnya tidak dapat dianggap selalu sempurna. Selain itu, herba ini mengandung tanin, saponin, dan asam-asam organik. (Frohne, D., & Pfänder, H.J., Poisonous Plants, 2005; Bisset, N.G., Herbal Drugs and Phytopharmaceuticals, 1994).
Bolehkah Ficaria verna dikonsumsi sehari-hari sebagai sayuran atau teh?
Tidak dianjurkan. Tidak ada dosis harian yang ditetapkan untuk konsumsi internal Ficaria verna. Tanaman segar berisiko menyebabkan iritasi mukosa karena protoanemonin. Beberapa literatur etnobotani menyebutkan daun muda dapat dimakan setelah dimasak dengan air rebusan dibuang, tetapi kadar protoanemonin bervariasi menurut kondisi tumbuh dan usia tanaman. Untuk keamanan, bahan ini tidak digunakan sebagai sayuran atau teh rutin. (Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D., Herbal Medicines, 3rd ed., 2007).
Bagaimana Ficaria verna digunakan untuk wasir atau hemoroid?
Penggunaan tradisional pilewort terutama terarah pada hemoroid. Bagian herba kering diolah menjadi salep atau kompres; tanin di dalamnya memberikan efek astringen yang menenangkan jaringan. Namun bukti klinis modern belum memadai dan belum ada uji klinik terkontrol yang dipublikasikan untuk mendukung efektivitasnya. Salep sebaiknya tidak dibuat dari bagian segar tanpa proses pemanasan yang sempurna untuk mengurangi protoanemonin. (Williamson, E.M., Potter's Herbal Cyclopaedia, 2003).
Apa efek samping yang harus diwaspadai?
Efek samping utama adalah iritasi akut. Kontak getah segar dengan kulit dapat menimbulkan dermatitis kontak, kemerahan, dan lepuh. Jika tertelan segar dapat terjadi rasa terbakar di mulut, air liur berlebihan, mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Kasus yang lebih berat dapat disertai gangguan elektrolit atau syok hipovolemik akibat kehilangan cairan. Oleh karena itu, penggunaan oral tanpa pengawasan profesional berisiko. (Frohne, D., & Pfänder, H.J., Poisonous Plants, 2005).
Apakah Ficaria verna aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak aman. Bayi dan anak-anak memiliki berat badan kecil dan jaringan mukosa yang sensitif, sehingga lebih rentan terhadap toksisitas protoanemonin. Tidak terdapat data keamanan maupun pedoman dosis pediatrik untuk Ficaria verna. Penggunaan pada bayi dan anak-anak, baik oral maupun topikal, sebaiknya dihindari kecuali dalam sediaan yang telah melalui evaluasi farmasi dan dengan resep tenaga kesehatan. (Gardner, Z., & McGuffin, M., Botanical Safety Handbook, 2nd ed., 2013).
Bagaimana keamanan Ficaria verna untuk ibu hamil dan menyusui?
Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari Ficaria verna. Belum ada penelitian keamanan yang memadai, dan efek protoanemonin pada kehamilan, janin, atau bayi yang menyusu tidak diketahui. Prinsip kehati-hatian dalam fitoterapi menetapkan bahwa tanaman yang berpotensi iritan tanpa data keamanan dikontraindikasikan selama kehamilan dan laktasi. (Mills, S., & Bone, K., Principles and Practice of Phytotherapy, 2000).
Apakah ada interaksi obat atau kondisi medis yang perlu diperhatikan?
Data interaksi obat formal sangat terbatas. Namun karena Ficaria verna dapat menyebabkan iritasi dan gangguan pencernaan, orang dengan gastritis, ulkus peptikum, penyakit radang usus, atau gangguan ginjal sebaiknya tidak menggunakan tanaman ini secara internal. Penggunaan bersamaan dengan obat-obatan yang juga mengiritasi lambung, seperti NSAID, dapat memperbesar risiko kerusakan mukosa. (Gardner, Z., & McGuffin, M., Botanical Safety Handbook, 2nd ed., 2013).
Apa posisi sains modern terhadap klaim kesehatan Ficaria verna?
Studi modern masih sangat terbatas dan belum ada uji klinik berkualitas yang membuktikan manfaat terapi pilewort. Klaim seperti mengobati wasir secara tuntas, melancarkan sirkulasi, atau menjadi 'detoks' belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Herbal ini sebaiknya dipandang sebagai bahan tradisional berisiko, bukan suplemen berbasis bukti. (Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D., Herbal Medicines, 3rd ed., 2007; Williamson, E.M., Potter's Herbal Cyclopaedia, 2003).

Dedalu Putih

Salix alba

Kubis Kantung Gembala

Capsella bursa-pastoris

Cari: