Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi dan keamanan ekstrak kulit batang dedalu putih (Salix alba) untuk osteoartritis dan nyeri muskuloskeletal: meta-analisis uji acak terkendali

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji acak terkendali; total 846 pasien osteoartritis lutut dan nyeri punggung bawah
    Dosis/Durasi:
    Setara dengan salisin 120–240 mg/hari, diberikan selama 6–12 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak Salix alba yang mengandung 120–240 mg salisin per hari secara bermakna menurunkan skor nyeri dibandingkan plasebo. Profil keamanannya baik dan tidak menunjukkan perbedaan efek samping gastrointestinal berat yang signifikan dibandingkan plasebo.
  2. Ekstrak dedalu putih (Salix alba) meredakan nyeri dan menurunkan kadar protein C-reaktif pada pasien osteoartritis lutut: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    112 pasien osteoartritis lutut derajat II–III menurut Kellgren-Lawrence, usia 40–70 tahun
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak kulit batang setara 240 mg salisin/hari dalam dua dosis terbagi selama 6 minggu.
    Temuan:
    Kelompok yang menerima Salix alba mengalami penurunan skor nyeri VAS yang sebanding dengan diklofenak setelah 6 minggu. Kadar hs-CRP juga menurun lebih besar pada kelompok Salix alba dibandingkan plasebo, dengan keluhan saluran cerna yang lebih sedikit.
  3. Tinjauan sistematis Salix alba sebagai agen antiinflamasi dan antioksidan: bukti dari penelitian in vitro hingga uji klinis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    58 artikel ilmiah dari basis data PubMed dan Scopus
    Dosis/Durasi:
    Tidak dapat ditetapkan karena data dosis bervariasi antartudi.
    Temuan:
    Kulit batang Salix alba mengandung salisin, katekin, dan flavonoid yang berkontribusi terhadap efek antiinflamasi melalui penghambatan jalur COX-2 dan NF-κB. Aktivitas antioksidannya didukung oleh kemampuan ekstrak dalam meningkatkan enzim superoksida dismutase dan katalase.
  4. Ekstrak kulit batang Salix alba memperbaiki gangguan metabolik pada tikus obes akibat diet tinggi lemak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 tikus jantan C57BL/6 yang diberi diet tinggi lemak selama 12 minggu
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanolik Salix alba diberikan secara oral dengan dosis 200 mg/kg berat badan per hari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemberian Salix alba menurunkan berat badan, kadar glukosa darah puasa, dan leptin pada tikus obes. Ekstrak juga memperbaiki toleransi glukosa dan mengurangi akumulasi lemak hati.
  5. Ekstrak dedalu putih (Salix alba) menghambat sinyal NF-κB dan produksi sitokin proinflamasi pada makrofag RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag murin RAW 264.7 yang dipapar lipopolisakarida 1 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 5–100 µg/mL selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak Salix alba secara konsentrasi-tergantung menurunkan kadar TNF-α, IL-6, dan nitrit oksida pada kultur makrofag. Efek ini berkaitan dengan penghambatan fosforilasi NF-κB p65.
  6. Farmakokinetik salisin dan pembentukan asam salisilat setelah pemberian ekstrak dedalu putih (Salix alba) pada sukarelawan sehat

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi farmakokinetik
    Sampel:
    18 sukarelawan sehat dewasa, usia 25–45 tahun
    Dosis/Durasi:
    Dosis tunggal ekstrak setara dengan 240 mg salisin.
    Temuan:
    Salisin dalam ekstrak Salix alba cepat dihidrolisis menjadi asam salisilat, dengan kadar puncak tercapai sekitar 4–6 jam setelah pemberian. Paparan sistemik asam salisilat setara dengan dosis rendah aspirin tetapi menunjukkan tolerabilitas lambung yang lebih baik.
  7. Potensi antinosiseptif ekstrak Salix alba pada nyeri inflamasi dan nyeri neuropatik pada mencit

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 mencit jantan Swiss Webster yang diinduksi formalin dan ligasi saraf skiatik
    Dosis/Durasi:
    Dosis 50, 100, dan 150 mg/kg berat badan diberikan secara intraperitoneal sebagai dosis tunggal.
    Temuan:
    Ekstrak Salix alba dosis 150 mg/kg berat badan secara signifikan mengurangi fase kedua respons nyeri inflamasi pada uji formalin. Pada model nyeri neuropatik, ekstrak meningkatkan ambang batas mekanik tanpa menyebabkan sedasi.
  8. Efek ekstrak dedalu putih (Salix alba) terhadap kadar asam urat dan stres oksidatif pada pasien hiperurisemia tanpa gout

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial
    Sampel:
    66 pasien hiperurisemia asimtomatik, kadar asam urat 7,0–9,0 mg/dL
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak kulit batang setara 120 mg salisin/hari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Pemberian Salix alba selama 4 minggu menurunkan kadar asam urat serum secara bermakna dibandingkan plasebo. Kadar malondialdehid juga menurun, sedangkan kapasitas antioksidan total meningkat.

Advertisement


Cari: