Tulsi Krishna

Ocimum tenuiflorum var. krishna
Nama
Tulsi Krishna
Nama Latin/Ilmiah
Ocimum tenuiflorum var. krishna
Bagian Digunakan
Daun, Batang Muda, Bunga, dan Biji
Rasa
Tikta, Katu
Nama Lain
Krishna Tulsi (India), Shyama Tulsi (Nepal), Kalo Tulsi (Bangladesh), Krishna Thulasi (Sri Lanka), Purple holy basil (Amerika Serikat)
Asal
India, Anak Benua India.
Kandungan Utama
Eugenol, metil eugenol, kariofilena, asam ursolat, asam oleanolat.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Tulsi Krishna

Ocimum tenuiflorum var. krishna, yang dikenal sebagai Tulsi Krishna atau Tulsi Syama, adalah varietas tanaman suci dari keluarga Lamiaceae. Ciri khasnya paling menonjol terletak pada warna daun dan batangnya yang ungu kehitaman, berbeda dari varietas tulsi lainnya yang cenderung hijau. Tanaman ini berasal dari kawasan anak benua India dan telah lama dibudidayakan di berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia. Selain dihargai sebagai tanaman ritual dalam tradisi Hindu, Tulsi Krishna juga dikenal karena aromanya yang kuat, tajam, dan sedikit pedas, menjadikannya mudah dikenali hanya dengan menyentuh atau meremas daunnya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 31 Agu 2026 - 21:41:21
 

II. Ciri-ciri Tulsi Krishna

Tanaman ini asli dari daerah tropis Asia, khususnya India. Sangat suka tempat yang terpapar sinar matahari penuh dan tanah yang gembur dengan drainase yang baik. Biasanya ditanam di pekarangan rumah atau pot karena dianggap suci dalam tradisi tertentu. Karakteristik/ciri-ciri Tulsi Krishna (Ocimum tenuiflorum var. krishna):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Batangnya berwarna ungu gelap atau kehitaman, punya tekstur agak berkayu dan ditumbuhi rambut-rambut halus.
Daun Ini ciri khas utamanya; daunnya berwarna ungu gelap hingga nyaris hitam, bentuknya oval dengan pinggiran yang bergerigi halus. Baunya sangat harum dan khas.
Bunga Muncul dalam bentuk tandan (tangkai bunga memanjang) dengan warna bunga ungu muda atau merah muda keputihan.
Akar Sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang tanaman meski di dalam pot.
Tinggi Tanaman Bisa tumbuh setinggi 30 hingga 60 cm, tergantung pada perawatan dan kondisi lingkungannya.

III. Manfaat Tulsi Krishna

8 Manfaat Tulsi Krishna untuk kesehatan.

  1. Anti-stres dan adaptogen (gangguan stres ringan)

    Mengatur aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA): senyawa adaptogen Ocimum tenuiflorum menurunkan sekresi kortisol, menghambat 11β-HSD1, dan meningkatkan signaling GABA/BDNF sehingga membantu homeostasis stres. Ocimumosides A/B dan eugenol turut memodulasi pelepasan neurotransmitter monoamin.

    Senyawa Aktif: ocimumosides A/B, Eugenol, Asam Ursolat
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada peradangan sistemik dan nyeri sendi

    Eugenol dan rosmarinic acid menghambat aktivitas COX-2 dan 5-LOX, menurunkan PGE2 dan leukotrien; ursolic acid menghambat transkripsi NF-κB sehingga menekan TNF-α, IL-6, dan IL-1β. β-caryophyllene mengaktifkan reseptor CB2 pada sel imun dan menggeser sitokin pro-inflamasi ke anti-inflamasi.

    Tampilkan
  3. Antimikroba oral dan penunjang terapi gingivitis

    Eugenol, β-caryophyllene, dan linalool berinteraksi dengan fosfolipid membran bakteri, meningkatkan permeabilitas, mengganggu potensial membran, menghambat pembentukan biofilm dan quorum sensing pada bakteri periodontal patogen.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Tulsi Krishna

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tulsi Krishna.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba Terhadap Bakteri Dan Jamur; Antiinflamasi; Analgesik; Gastroprotektif; Menghambat COX-2 Dan Jalur 5-lipoksigenase.
    Tampilkan
  2. Methyl eugenol

    Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Pada Model Hewan Dilaporkan Memiliki Efek Analgesik Dan Antipiretik Ringan, Tetapi Tidak Direkomendasikan Sebagai Senyawa Terapeutik Karena Karsinogenisitas..
    Tampilkan
  3. Golongan: Seskuiterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi; Analgesik; Gastroprotektif; Neuroprotektif; Agonis Selektif Reseptor Kanabinoid CB2.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Tulsi Krishna

Interaksi & Kontraindikasi Tulsi Krishna dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Antihistamin golongan sedatif (difenhidramin, prometazin)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Dapat meningkatkan efek kantuk. Gunakan hati-hati; jangan mengemudi jika mengantuk berlebihan. Konsultasikan dengan apoteker/dokter.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat hipertensi (ACE inhibitor, ARB, CCB, diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Tulsi Krishna dapat menurunkan tekanan darah, sehingga berisiko menyebabkan tekanan darah terlalu rendah jika dikombinasikan. Monitor tekanan darah secara teratur dan konsultasikan penyesuaian dosis.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat tiroid (levotiroksin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Tulsi dapat memengaruhi kadar hormon tiroid dan penyerapan obat. Beri jeda waktu konsumsi minimal 4 jam dan pantau fungsi tiroid.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+11)

VI. Efek Samping Tulsi Krishna

Tulsi Krishna (Ocimum tenuiflorum var. krishna) adalah salah satu varian dari tanaman suci Tulsi yang dikenal karena kandungan fitokimia aktifnya seperti Eugenol, asam ursolat, dan rosmarinic acid. Meskipun secara tradisional digunakan dalam pengobatan Ayurveda, konsumsi ekstrak atau bagian tanaman ini dapat memicu beberapa efek samping pada sistem tubuh tertentu, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau jangka panjang. Beberapa efek samping yang umum dilaporkan meliputi gangguan gastrointestinal ringan seperti mual, kembung, dan diare akibat sifat antimikroba kuat yang dapat memengaruhi mikrobiota usus normal.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Tulsi Krishna

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tulsi Krishna.

Apa yang membedakan Tulsi Krishna (Ocimum tenuiflorum var. krishna) dari Tulsi hijau?
Tulsi Krishna dikenal dari warna daun dan batangnya yang ungu gelap. Warna ungu itu terutama berasal dari pigmen antosianin. Seperti Tulsi lain, daunnya mengandung minyak atsiri dengan eugenol sebagai komponen utama, serta metileugenol, beta-kariofilen, asam ursolat, asam oleanolat, apigenin, luteolin, dan polifenol. Kandungan fenolik dan antosianinnya berperan dalam aktivitas antioksidan. Pandey G, Madhuri S. Pharmacological activities of Ocimum sanctum (Tulsi): a review. Int J Pharm Sci Rev Res. 2010;5(1):61-66.
Bagaimana cara konsumsi sehari-hari yang aman?
Cara paling aman adalah sebagai teh herbal. Seduh 3-5 gram daun kering atau sekitar 10 helai daun segar Tulsi Krishna dalam 200 ml air panas selama 10-15 menit. Minum 1-2 cangkir per hari. Sebagai acuan dosis obat, The Ayurvedic Pharmacopoeia of India mencantumkan dosis daun kering 1-3 gram per hari dan sari daun segar 10-20 ml per hari. Hindari mengonsumsi minyak atsiri Tulsi secara oral tanpa pengawasan profesional.
Apa manfaat Tulsi Krishna untuk kesehatan umum yang didukung bukti ilmiah?
Tulsi secara umum bersifat adaptogenik dan membantu meningkatkan ketahanan tubuh terhadap stres. Sebuah uji klinik kecil pada sukarelawan sehat menunjukkan bahwa ekstrak daun Ocimum sanctum dapat memperbaiki stres, fungsi kognitif, kualitas tidur, dan rasa kesejahteraan secara umum. Kandungan polifenol seperti asam rosmarinat dan eugenol turut berkontribusi pada efek antioksidan dan adaptogenik ini. Bhattacharyya D, Sur TK, Jana U, Debnath PK. Controlled programmed trial of Ocimum sanctum leaf extract on normal volunteers. Nepal Med Coll J. 2008;10(3):176-179.
Apakah Tulsi Krishna dapat digunakan sebagai obat nyeri, demam, atau radang?
Studi eksperimental pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak daun Ocimum sanctum memiliki aktivitas anti-inflamasi, analgesik, dan antipiretik. Efek ini antara lain dikaitkan dengan eugenol dan flavonoid. Namun, penggunaan untuk terapi nyeri atau demam sebaiknya hanya sebagai dukungan tambahan, bukan pengganti obat modern, dan tetap sesuai dosis yang wajar. Godhwani S, Godhwani JL, Vyas DS. Ocimum sanctum: an experimental study evaluating its anti-inflammatory, analgesic and antipyretic activity in animals. J Ethnopharmacol. 1987;21(2):153-163.
Apakah Tulsi Krishna aman untuk penderita diabetes?
Penelitian menunjukkan Ocimum sanctum memiliki efek hipoglikemik dan dapat memperbaiki status antioksidan pada kondisi diabetes. Karena itu, penderita diabetes yang sedang minum obat antidiabetes tidak boleh menambahkan Tulsi dalam dosis obat tanpa pengawasan dokter, karena dapat menyebabkan hipoglikemia. Jika hanya dikonsumsi sebagai teh encer, tetap pantau gula darah secara teratur. Sethi J, Sood S, Seth S, Talwar A. Evaluation of hypoglycemic and antioxidant effect of Ocimum sanctum. Indian J Clin Biochem. 2004;19(2):152-155.
Apa saja efek samping dan interaksi obat yang perlu diwaspadai?
Konsumsi teh Tulsi Krishna dalam dosis normal umumnya aman. Efek samping ringan dapat berupa mual atau tidak nyaman lambung. Interaksi yang perlu diwaspadai adalah peningkatan efek obat antidiabetes, obat hipertensi, dan obat pengencer darah seperti warfarin. Sebaiknya hentikan penggunaan sediaan pekat Tulsi sekitar 2 minggu sebelum operasi. Minyak atsiri dosis tinggi tidak boleh dikonsumsi karena risiko iritasi dan toksisitas pada hati. Williamson EM, Driver S, Baxter K. Stockley's Herbal Medicines Interactions. 2nd ed. Pharmaceutical Press; 2013.
Bolehkah Tulsi Krishna diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Untuk bayi di bawah 1 tahun tidak dianjurkan. Pada anak-anak, sediaan pekat seperti ekstrak kapsul atau tincture sebaiknya dihindari karena tidak ada data uji klinis yang memadai. Anak di atas 2 tahun dapat diberikan teh encer dari 2-3 daun Tulsi Krishna sesekali, misalnya untuk membantu meredakan batuk atau pilek ringan, tetapi tetap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. WHO. Guidelines on Safety Monitoring of Herbal Medicines in Pharmacovigilance Systems. Geneva: World Health Organization; 2004.
Apakah Tulsi Krishna aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Jumlah yang sangat kecil seperti dalam teh encer mungkin tidak berisiko besar, tetapi dosis obat dalam bentuk ekstrak pekat, kapsul, atau minyak atsiri tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui. Secara tradisional, Tulsi dilaporkan memiliki efek emmenagogue sehingga berpotensi merangsang kontraksi atau menstruasi. Belum ada data keamanan yang memadai tentang ekskresi senyawa aktifnya ke ASI. Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan atau dokter anak sebelum digunakan. Williamson EM, Driver S, Baxter K. Stockley's Herbal Medicines Interactions. 2nd ed. Pharmaceutical Press; 2013.

Vasaka

Justicia adhatoda

Bakuchi

Psoralea corylifolia

Cari: