Advertisement
Ocimum tenuiflorum var. krishna, yang dikenal sebagai Tulsi Krishna atau Tulsi Syama, adalah varietas tanaman suci dari keluarga Lamiaceae. Ciri khasnya paling menonjol terletak pada warna daun dan batangnya yang ungu kehitaman, berbeda dari varietas tulsi lainnya yang cenderung hijau. Tanaman ini berasal dari kawasan anak benua India dan telah lama dibudidayakan di berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia. Selain dihargai sebagai tanaman ritual dalam tradisi Hindu, Tulsi Krishna juga dikenal karena aromanya yang kuat, tajam, dan sedikit pedas, menjadikannya mudah dikenali hanya dengan menyentuh atau meremas daunnya.
Tanaman ini asli dari daerah tropis Asia, khususnya India. Sangat suka tempat yang terpapar sinar matahari penuh dan tanah yang gembur dengan drainase yang baik. Biasanya ditanam di pekarangan rumah atau pot karena dianggap suci dalam tradisi tertentu. Karakteristik/ciri-ciri Tulsi Krishna (Ocimum tenuiflorum var. krishna):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Batangnya berwarna ungu gelap atau kehitaman, punya tekstur agak berkayu dan ditumbuhi rambut-rambut halus. |
| Daun | Ini ciri khas utamanya; daunnya berwarna ungu gelap hingga nyaris hitam, bentuknya oval dengan pinggiran yang bergerigi halus. Baunya sangat harum dan khas. |
| Bunga | Muncul dalam bentuk tandan (tangkai bunga memanjang) dengan warna bunga ungu muda atau merah muda keputihan. |
| Akar | Sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang tanaman meski di dalam pot. |
| Tinggi Tanaman | Bisa tumbuh setinggi 30 hingga 60 cm, tergantung pada perawatan dan kondisi lingkungannya. |
8 Manfaat Tulsi Krishna untuk kesehatan.
Mengatur aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA): senyawa adaptogen Ocimum tenuiflorum menurunkan sekresi kortisol, menghambat 11β-HSD1, dan meningkatkan signaling GABA/BDNF sehingga membantu homeostasis stres. Ocimumosides A/B dan eugenol turut memodulasi pelepasan neurotransmitter monoamin.
Eugenol dan rosmarinic acid menghambat aktivitas COX-2 dan 5-LOX, menurunkan PGE2 dan leukotrien; ursolic acid menghambat transkripsi NF-κB sehingga menekan TNF-α, IL-6, dan IL-1β. β-caryophyllene mengaktifkan reseptor CB2 pada sel imun dan menggeser sitokin pro-inflamasi ke anti-inflamasi.
Eugenol, β-caryophyllene, dan linalool berinteraksi dengan fosfolipid membran bakteri, meningkatkan permeabilitas, mengganggu potensial membran, menghambat pembentukan biofilm dan quorum sensing pada bakteri periodontal patogen.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tulsi Krishna.
Interaksi & Kontraindikasi Tulsi Krishna dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Tulsi Krishna (Ocimum tenuiflorum var. krishna) adalah salah satu varian dari tanaman suci Tulsi yang dikenal karena kandungan fitokimia aktifnya seperti Eugenol, asam ursolat, dan rosmarinic acid. Meskipun secara tradisional digunakan dalam pengobatan Ayurveda, konsumsi ekstrak atau bagian tanaman ini dapat memicu beberapa efek samping pada sistem tubuh tertentu, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau jangka panjang. Beberapa efek samping yang umum dilaporkan meliputi gangguan gastrointestinal ringan seperti mual, kembung, dan diare akibat sifat antimikroba kuat yang dapat memengaruhi mikrobiota usus normal.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tulsi Krishna.