Bakuchi

Psoralea corylifolia
Nama
Bakuchi
Nama Latin/Ilmiah
Psoralea corylifolia
Famili
Bagian Digunakan
Biji
Rasa
Pahit, pedas
Nama Lain
Babchi (India), Bu Gu Zhi (China), Hokotsushi (Jepang), Bogolja (Korea), Bổ cốt chỉ (Vietnam)
Asal
Asal usul Bakuchi (Psoralea corylifolia) adalah India, Sri Lanka, Pakistan, Nepal, Tiongkok, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, dan wilayah Asia tropis lainnya.
Kandungan Utama
Psoralen, isopsoralen, bakuchiol, dan flavonoid.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Bakuchi

Bakuchi (Psoralea corylifolia) merupakan tumbuhan herba semusim yang termasuk dalam famili Fabaceae, berasal dari wilayah Asia Selatan dan tersebar luas di daerah tropis hingga subtropis. Tanaman ini tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 30–120 cm, memiliki daun tunggal berbentuk bulat telur, serta bunga berwarna ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah bijinya yang kecil, pipih, berwarna cokelat kehitaman, dan memiliki bau khas yang tajam. Dalam sistem pengobatan tradisional Ayurveda dan TCM, bakuchi dikenal sebagai tanaman adaptogen yang telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengatasi berbagai penyakit kulit dan gangguan sistemik.

Baca Lebih Lanjut
Update: 01 Sep 2026 - 03:42:12
 

II. Ciri-ciri Bakuchi

Tanaman ini berasal dari daerah tropis, khususnya India. Biasanya tumbuh liar di lahan terbuka, padang rumput, atau area yang terpapar sinar matahari penuh dengan drainase tanah yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Bakuchi (Psoralea corylifolia):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Termasuk tanaman herbal tahunan yang tegak, tingginya bisa mencapai 60-120 cm.
Batang Batangnya berwarna hijau agak kecokelatan, bertekstur agak keras, dan punya banyak kelenjar kecil yang bikin permukaannya terasa sedikit lengket.
Daun Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur atau agak lonjong dengan ujung meruncing. Pinggiran daunnya bergerigi dan permukaannya punya bintik-bintik kelenjar hitam yang khas.
Bunga Bunganya berbentuk seperti tandan (raceme) dengan warna ungu cerah atau kebiruan yang cantik.
Buah Dan Biji Buahnya berupa polong kecil yang berwarna hitam atau cokelat gelap saat matang, bentuknya bulat telur, dan tidak pecah sendiri. Bijinya punya aroma khas yang tajam kalau dihancurkan.

III. Manfaat Bakuchi

7 Manfaat Bakuchi untuk kesehatan.

  1. Vitiligo (repigmentasi lesi depigmentasi dengan fototerapi UVA/sinar matahari)

    Furokoumarin psoralen dan angelicin berinterkalasi dengan DNA; pada paparan UVA membentuk photoadduct dengan basa pirimidin. Aktivasi ini memicu pensinyalan melanogenesis: peningkatan cAMP/CREB dan MITF, ekspresi tirosinase dan TRP-1, serta stimulasi proliferasi, migrasi, dan transfer melanosit dari folikel rambut ke epidermis.

    Senyawa Aktif: psoralen, isopsoralen (angelicin)
    Tampilkan
  2. Penuaan kulit/fotopenuaan (photoaging)

    Bakuchiol meniru sebagian efek retinoid tanpa berikatan ke reseptor asam retinoat: meningkatkan sintesis kolagen tipe I dan fibrillin, menekan MMP-1/MMP-3 yang didorong UV, serta menurunkan stres oksidatif dan sitokin inflamasi di kulit.

    Senyawa Aktif: Bakuchiol, isobavachalcone, bavachin
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi dan nyeri sendi

    Bakuchiol dan isobavachalcone menghambat fosforilasi IκBα sehingga translokasi p65 NF-κB ke inti berkurang; menekan jalur MAPK (p38, ERK/JNK) dan TLR4/MyD88, lalu menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, IL-6, dan PGE2.

    Senyawa Aktif: Bakuchiol, isobavachalcone, bavachinin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Bakuchi

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bakuchi.

  1. Golongan: Meroterpenoid (fenol monoterpena)
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiaging, Antioksidan, Antiinflamasi, Antibakteri Terutama Terhadap MRSA, Dan Antiproliferatif Pada Sel Tumor Secara In Vitro..
    Tampilkan
  2. Psoralen

    Golongan: Furanokumarin
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Fotokemoterapi Untuk Psoriasis Dan Vitiligo Bila Dikombinasi Dengan UVA (PUVA); Juga Aktif Sebagai Antiproliferatif Dan Antimikroba..
    Tampilkan
  3. Isopsoralen (Angelicin)

    Golongan: Furanokumarin (isomer angular)
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antitumor, Dan Fotomodulasi; Sering Dipelajari Bersama Psoralen Sebagai Senyawa Aktif Kulit..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Bakuchi

Interaksi & Kontraindikasi Bakuchi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Pemakaian kosmetik bakuchiol pada kulit sehat tanpa paparan UV

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Dapat digunakan dengan risiko rendah bila konsentrasi kecil, tidak dipakai pada area luas, dan tanpa paparan sinar matahari. Tetap lakukan patch test sebelum pemakaian. (Sumber: Natural Medicines; Cosmetic Ingredient Review)

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetik: metformin, insulin, sulfonilurea

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hati-hati karena bakuchi dapat menurunkan glukosa darah. Pantau kadar gula darah agar tidak terjadi hipoglikemia, terutama jika diberikan bersama obat antidiabetik. (Sumber: J Ethnopharmacol; Natural Medicines)

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat substrat CYP450: CYP3A4 (simvastatin, karbamazepin), CYP2D6 (antidepresan trisiklik), CYP2C9 (fenitoin, warfarin), dan substrat P-gp (digoxin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Ekstrak bakuchi berpotensi menghambat enzim CYP450 dan/atau P-gp; lakukan monitoring kadar obat/efek klinis, atau hindari kombinasi dengan obat indeks terapi sempit. (Sumber: Natural Medicines; Drug Metab Rev)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Bakuchi

Bakuchi (Psoralea corylifolia) adalah tanaman herbal yang sering digunakan dalam sistem pengobatan tradisional seperti Ayurveda dan obat tradisional Tiongkok untuk mengatasi berbagai kondisi kulit, termasuk vitiligo dan psoriasis. Namun, penggunaan tanaman ini berkaitan dengan berbagai efek samping yang signifikan. Toksisitas hati (hepatotoksisitas) adalah salah satu efek samping paling serius yang dilaporkan, dengan kasus mulai dari peningkatan enzim hati ringan hingga gagal hati akut yang diinduksi oleh herbal. Senyawa aktif seperti psoralen dan bakuchiol dapat memicu stres oksidatif dan kerusakan sel hepatosit pada individu yang rentan atau ketika dikonsumsi dalam dosis berlebih.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Bakuchi

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bakuchi.

Apa saja kandungan fitokimia utama Bakuchi (Psoralea corylifolia)?
Biji Bakuchi mengandung meroterpen fenolik bakuchiol, furokumarin psoralen dan isopsoralen, serta isoflavonoid seperti bavachin dan isobavachalcone. Senyawa-senyawa ini bertanggung jawab atas efek antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan imunomodulator. Referensi: Khushboo et al., 2017, Pharmacognosy Reviews, 11(21), 13–21.
Apakah Bakuchi aman dikonsumsi setiap hari sebagai suplemen?
Tidak. Belum ada uji klinis manusia yang mendukung keamanan konsumsi harian dalam jangka panjang. Dosis tradisional serbuk biji memang sekitar 1–3 g per hari, tetapi penggunaan oral berulang dapat meningkatkan risiko fotosensitivitas dan gangguan fungsi hati. Bakuchi sebaiknya tidak dijadikan suplemen rutin tanpa pengawasan ahli kesehatan. Referensi: Khushboo et al., 2017, Pharmacognosy Reviews, 11(21), 13–21.
Bagaimana Bakuchi digunakan untuk masalah kulit seperti vitiligo?
Dalam pengobatan medis, psoralen yang juga terdapat pada Bakuchi dipakai dalam terapi PUVA, yaitu kombinasi psoralen dan sinar UVA yang dilakukan di bawah pengawasan dokter untuk menangani vitiligo dan psoriasis. Namun, mengoleskan minyak atau ekstrak Bakuchi secara langsung tanpa pengenceran dan tanpa kontrol paparan UV sangat berbahaya karena dapat menyebabkan luka bakar kimia, fototoksisitas, dan hiperpigmentasi. Referensi: Khushboo et al., 2017, Pharmacognosy Reviews, 11(21), 13–21.
Apa efek samping atau toksisitas yang perlu diwaspadai dari Bakuchi?
Efek samping utama meliputi fototoksisitas berupa ruam, lepuh, dan hiperpigmentasi setelah terpapar sinar matahari; gangguan pencernaan seperti mual dan muntah; reaksi alergi; serta potensi hepatotoksisitas. Psoralen dapat bereaksi dengan DNA di bawah sinar UVA sehingga bersifat genotoksik jika digunakan tanpa aturan yang tepat. Penggunaan oral pada dosis tinggi atau jangka panjang tidak disarankan. Referensi: Khushboo et al., 2017, Pharmacognosy Reviews, 11(21), 13–21.
Apakah Bakuchi aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak direkomendasikan. Belum ada penelitian yang memadai mengenai keamanan Bakuchi pada kehamilan dan laktasi. Kandungan furokumarin seperti psoralen berisiko menyebabkan efek fototoksik dan genotoksik, sehingga manfaatnya tidak lebih besar daripada risiko pada janin atau bayi. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari Bakuchi dalam bentuk obat oral maupun topikal. Referensi: Khushboo et al., 2017, Pharmacognosy Reviews, 11(21), 13–21.
Bisakah Bakuchi digunakan pada bayi dan anak-anak?
Tidak. Belum ada dosis aman yang terbukti untuk bayi dan anak-anak. Kulit anak lebih tipis dan sensitif, sehingga pemakaian topikal Bakuchi meningkatkan risiko fototoksisitas dan iritasi. Sistem metabolisme obat pada anak juga belum matang, sehingga risiko efek samping sistemik lebih besar. Penggunaan pada populasi anak harus dihindari. Referensi: Khushboo et al., 2017, Pharmacognosy Reviews, 11(21), 13–21.
Apakah Bakuchi berinteraksi dengan obat-obatan atau sinar matahari?
Ya. Bakuchi bersifat fotosensitisasi, sehingga tidak boleh dikombinasikan dengan obat atau produk yang juga meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari, seperti tetrasiklin, diuretik golongan tiazid, obat antiinflamasi nonsteroid tertentu, dan St. John's Wort. Hindari paparan sinar matahari atau sinar UV setelah pemakaian topikal Bakuchi. Karena potensi hepatotoksisitas, Bakuchi juga tidak boleh digunakan bersama obat yang memengaruhi hati tanpa pengawasan medis. Referensi: Khushboo et al., 2017, Pharmacognosy Reviews, 11(21), 13–21.
Adakah bukti ilmiah tentang manfaat Bakuchi untuk kesehatan umum?
Bukti klinis yang paling kuat justru pada pemakaian topikal bakuchiol sebagai produk perawatan kulit. Bakuchiol 0,5% terbukti memperbaiki kerutan, elastisitas, dan pigmentasi wajah, dengan efektivitas sebanding retinol 0,5% tetapi toleransinya lebih baik. Untuk manfaat oral seperti antiinflamasi dan antimikroba, bukti yang ada masih didominasi penelitian laboratorium dan hewan, sehingga belum dapat digunakan sebagai klaim pengobatan umum pada manusia. Referensi: Dhaliwal et al., 2019, British Journal of Dermatology, 180(2), 289–296; Khushboo et al., 2017, Pharmacognosy Reviews, 11(21), 13–21.

Tulsi Krishna

Ocimum tenuiflorum var. krishna

Kapikacchu / Velvet Bean

Mucuna pruriens

Cari: