Advertisement
Bakuchi (Psoralea corylifolia) merupakan tumbuhan herba semusim yang termasuk dalam famili Fabaceae, berasal dari wilayah Asia Selatan dan tersebar luas di daerah tropis hingga subtropis. Tanaman ini tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 30–120 cm, memiliki daun tunggal berbentuk bulat telur, serta bunga berwarna ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah bijinya yang kecil, pipih, berwarna cokelat kehitaman, dan memiliki bau khas yang tajam. Dalam sistem pengobatan tradisional Ayurveda dan TCM, bakuchi dikenal sebagai tanaman adaptogen yang telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengatasi berbagai penyakit kulit dan gangguan sistemik.
Tanaman ini berasal dari daerah tropis, khususnya India. Biasanya tumbuh liar di lahan terbuka, padang rumput, atau area yang terpapar sinar matahari penuh dengan drainase tanah yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Bakuchi (Psoralea corylifolia):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Termasuk tanaman herbal tahunan yang tegak, tingginya bisa mencapai 60-120 cm. |
| Batang | Batangnya berwarna hijau agak kecokelatan, bertekstur agak keras, dan punya banyak kelenjar kecil yang bikin permukaannya terasa sedikit lengket. |
| Daun | Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur atau agak lonjong dengan ujung meruncing. Pinggiran daunnya bergerigi dan permukaannya punya bintik-bintik kelenjar hitam yang khas. |
| Bunga | Bunganya berbentuk seperti tandan (raceme) dengan warna ungu cerah atau kebiruan yang cantik. |
| Buah Dan Biji | Buahnya berupa polong kecil yang berwarna hitam atau cokelat gelap saat matang, bentuknya bulat telur, dan tidak pecah sendiri. Bijinya punya aroma khas yang tajam kalau dihancurkan. |
7 Manfaat Bakuchi untuk kesehatan.
Furokoumarin psoralen dan angelicin berinterkalasi dengan DNA; pada paparan UVA membentuk photoadduct dengan basa pirimidin. Aktivasi ini memicu pensinyalan melanogenesis: peningkatan cAMP/CREB dan MITF, ekspresi tirosinase dan TRP-1, serta stimulasi proliferasi, migrasi, dan transfer melanosit dari folikel rambut ke epidermis.
Bakuchiol meniru sebagian efek retinoid tanpa berikatan ke reseptor asam retinoat: meningkatkan sintesis kolagen tipe I dan fibrillin, menekan MMP-1/MMP-3 yang didorong UV, serta menurunkan stres oksidatif dan sitokin inflamasi di kulit.
Bakuchiol dan isobavachalcone menghambat fosforilasi IκBα sehingga translokasi p65 NF-κB ke inti berkurang; menekan jalur MAPK (p38, ERK/JNK) dan TLR4/MyD88, lalu menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, IL-6, dan PGE2.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bakuchi.
Interaksi & Kontraindikasi Bakuchi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Bakuchi (Psoralea corylifolia) adalah tanaman herbal yang sering digunakan dalam sistem pengobatan tradisional seperti Ayurveda dan obat tradisional Tiongkok untuk mengatasi berbagai kondisi kulit, termasuk vitiligo dan psoriasis. Namun, penggunaan tanaman ini berkaitan dengan berbagai efek samping yang signifikan. Toksisitas hati (hepatotoksisitas) adalah salah satu efek samping paling serius yang dilaporkan, dengan kasus mulai dari peningkatan enzim hati ringan hingga gagal hati akut yang diinduksi oleh herbal. Senyawa aktif seperti psoralen dan bakuchiol dapat memicu stres oksidatif dan kerusakan sel hepatosit pada individu yang rentan atau ketika dikonsumsi dalam dosis berlebih.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bakuchi.