Shea Tree Bark

Vitellaria paradoxa
Nama
Shea Tree Bark
Nama Latin/Ilmiah
Vitellaria paradoxa
Bagian Digunakan
Kulit Kayu
Rasa
Pahit, kelat
Nama Lain
Karité (Prancis), kadanya (Nigeria), si (Mali), taanga (Burkina Faso), nku (Ghana)
Asal
Shea Tree Bark (Vitellaria paradoxa) berasal dari Afrika Barat dan wilayah Sahel, endemik di negara-negara seperti Benin, Burkina Faso, Ghana, Mali, Niger, Nigeria, dan Senegal.
Kandungan Utama
tanin, saponin, flavonoid, alkaloid, glikosida jantung, dan triterpenoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Shea Tree Bark

Shea Tree Bark berasal dari pohon shea yang dikenal dengan nama ilmiah Vitellaria paradoxa, sejenis pohon tropis asli Afrika Barat yang tumbuh di kawasan sabana kering. Meskipun buah dan bijinya lebih populer sebagai sumber mentega shea, kulit batangnya juga memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional masyarakat setempat. Kulit pohon ini biasanya dipanen secara hati-hati karena pengambilan berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan pohon yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapai kematangan produktif.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 15:52:17
 

II. Ciri-ciri Shea Tree Bark

Pohon ini asli dari sabana Afrika. Dia sangat tangguh, tahan terhadap kekeringan, dan sering jadi peneduh di area padang rumput yang terbuka. Karakteristik/ciri-ciri Shea Tree Bark (Vitellaria paradoxa):

Bagian Ciri-Ciri
Deskripsi Kulit Kayu Kulit batangnya sangat khas, warnanya abu-abu gelap sampai hampir hitam. Teksturnya kasar dan pecah-pecah membentuk kotak-kotak kecil mirip kulit buaya.
Ketebalan Kulit Cukup tebal dan gabus, ini berfungsi sebagai tameng alami supaya pohon nggak gampang terbakar saat ada kebakaran hutan di sabana.
Getah Mengandung lateks atau getah putih yang keluar kalau kulit kayunya tergores.
Batang Pohon Pohonnya sendiri bisa tumbuh sampai 15 meter, batangnya pendek tapi kekar dengan percabangan yang padat dan melingkar.
Daun Daunnya berbentuk lonjong, kaku, dan mengumpul di ujung ranting, warnanya hijau tua dengan tekstur agak kasar.

III. Manfaat Shea Tree Bark

8 Manfaat Shea Tree Bark untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan analgesik pada nyeri sendi

    Triterpenoid seperti lupeol dan asam oleanolat menghambat aktivasi NF-κB sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α dan IL-6. Flavonoid seperti kuersetin juga memodulasi jalur MAPK/ERK dan menurunkan produksi oksida nitrat (NO) pada sel inflamasi. Pada model hewan, efek ini mereduksi edema dan nyeri yang dimediasi oleh mediator prostaglandin dan sitokin.

    Tampilkan
  2. Antimikroba untuk infeksi bakteri dan jamur

    Tanin terkondensasi dan flavonoid mengganggu adhesi mikroba dan berikatan dengan protein dinding sel, sedangkan saponin triterpenoid meningkatkan permeabilitas membran melalui interaksi dengan sterol membran. Efek gabungannya merusak integritas membran sel dan menyebabkan kebocoran komponen intraseluler.

    Senyawa Aktif: tanin terkondensasi, Kuersetin, saponin triterpenoid
    Tampilkan
  3. Antioksidan untuk stres oksidatif

    Polifenol seperti asam galat, katekin dan epikatekin menyumbangkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas dan mengkelat logam transisi. Senyawa ini juga dapat mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase dan katalase.

    Senyawa Aktif: Asam Galat, Katekin, Epikatekin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Shea Tree Bark

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Shea Tree Bark.

  1. Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Kulit batang (Shea tree bark)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi.
    Tampilkan
  2. Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Kulit batang (Shea tree bark)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiproliferatif/kanker.
    Tampilkan
  3. Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Kulit batang (Shea tree bark)
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatoprotektif.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Efek Samping Shea Tree Bark

Ekstrak kulit kayu pohon shea (Vitellaria paradoxa) secara tradisional digunakan dalam pengobatan herbal di wilayah Afrika untuk sifat antimikroba, antiinflamasi, dan penyembuhan luka. Namun, penelitian toksikologi dan farmakologis menunjukkan bahwa penggunaan sediaan botani dari kulit kayu ini dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama jika digunakan secara tidak tepat atau dalam konsentrasi tinggi. Senyawa aktif seperti triterpenoid, saponin, dan tanin yang terkandung di dalam kulit kayu dapat menyebabkan iritasi lokal pada kulit yang sensitif atau pada membran mukosa. Reaksi hipersensitivitas atau dermatitis kontak alergika dapat terjadi pada individu yang memiliki kecocokan rendah terhadap ekstrak tumbuhan tertentu, yang ditunjukkan dengan gejala kemerahan, gatal, dan pembengkakan ringan di area aplikasi.

Baca Semua Efek Samping

Moringa Stenopetala

Moringa stenopetala

African Nightshade

Solanum scabrum

Cari: