Advertisement
Shea Tree Bark berasal dari pohon shea yang dikenal dengan nama ilmiah Vitellaria paradoxa, sejenis pohon tropis asli Afrika Barat yang tumbuh di kawasan sabana kering. Meskipun buah dan bijinya lebih populer sebagai sumber mentega shea, kulit batangnya juga memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional masyarakat setempat. Kulit pohon ini biasanya dipanen secara hati-hati karena pengambilan berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan pohon yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapai kematangan produktif.
Pohon ini asli dari sabana Afrika. Dia sangat tangguh, tahan terhadap kekeringan, dan sering jadi peneduh di area padang rumput yang terbuka. Karakteristik/ciri-ciri Shea Tree Bark (Vitellaria paradoxa):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Deskripsi Kulit Kayu | Kulit batangnya sangat khas, warnanya abu-abu gelap sampai hampir hitam. Teksturnya kasar dan pecah-pecah membentuk kotak-kotak kecil mirip kulit buaya. |
| Ketebalan Kulit | Cukup tebal dan gabus, ini berfungsi sebagai tameng alami supaya pohon nggak gampang terbakar saat ada kebakaran hutan di sabana. |
| Getah | Mengandung lateks atau getah putih yang keluar kalau kulit kayunya tergores. |
| Batang Pohon | Pohonnya sendiri bisa tumbuh sampai 15 meter, batangnya pendek tapi kekar dengan percabangan yang padat dan melingkar. |
| Daun | Daunnya berbentuk lonjong, kaku, dan mengumpul di ujung ranting, warnanya hijau tua dengan tekstur agak kasar. |
8 Manfaat Shea Tree Bark untuk kesehatan.
Triterpenoid seperti lupeol dan asam oleanolat menghambat aktivasi NF-κB sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α dan IL-6. Flavonoid seperti kuersetin juga memodulasi jalur MAPK/ERK dan menurunkan produksi oksida nitrat (NO) pada sel inflamasi. Pada model hewan, efek ini mereduksi edema dan nyeri yang dimediasi oleh mediator prostaglandin dan sitokin.
Tanin terkondensasi dan flavonoid mengganggu adhesi mikroba dan berikatan dengan protein dinding sel, sedangkan saponin triterpenoid meningkatkan permeabilitas membran melalui interaksi dengan sterol membran. Efek gabungannya merusak integritas membran sel dan menyebabkan kebocoran komponen intraseluler.
Polifenol seperti asam galat, katekin dan epikatekin menyumbangkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas dan mengkelat logam transisi. Senyawa ini juga dapat mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase dan katalase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Shea Tree Bark.
Ekstrak kulit kayu pohon shea (Vitellaria paradoxa) secara tradisional digunakan dalam pengobatan herbal di wilayah Afrika untuk sifat antimikroba, antiinflamasi, dan penyembuhan luka. Namun, penelitian toksikologi dan farmakologis menunjukkan bahwa penggunaan sediaan botani dari kulit kayu ini dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama jika digunakan secara tidak tepat atau dalam konsentrasi tinggi. Senyawa aktif seperti triterpenoid, saponin, dan tanin yang terkandung di dalam kulit kayu dapat menyebabkan iritasi lokal pada kulit yang sensitif atau pada membran mukosa. Reaksi hipersensitivitas atau dermatitis kontak alergika dapat terjadi pada individu yang memiliki kecocokan rendah terhadap ekstrak tumbuhan tertentu, yang ditunjukkan dengan gejala kemerahan, gatal, dan pembengkakan ringan di area aplikasi.