Kesumba

Safflower | Carthamus tinctorius
Nama
Kesumba (Safflower)
Nama Latin/Ilmiah
Carthamus tinctorius
Bagian Digunakan
Biji, Bunga
Rasa
Pedas
Nama Lain
kesumba (Indonesia), honghua (Tiongkok), kusum (India), cártamo (Spanyol), safflor (Jerman)
Asal
Timur Tengah (wilayah Bulan Sabit Subur)
Kandungan Utama
Minyak, asam linoleat, karthamin, safflower yellow

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kesumba

Safflower (Carthamus tinctorius) merupakan tumbuhan semusim yang termasuk dalam famili Asteraceae, berasal dari kawasan Timur Tengah dan kemungkinan telah dibudidayakan sejak ribuan tahun lalu. Tumbuhan ini memiliki batang tegak yang dapat mencapai tinggi 30–150 cm, daun lanset dengan duri kecil pada tepinya, serta bunga majemuk berwarna kuning, oranye, hingga merah menyala yang menjadi sumber utama nilai komersialnya. Meskipun kerap disamakan dengan kesumba (Bixa orellana), safflower justru dikenal sebagai “kesumba palsu” atau false saffron karena kerap digunakan sebagai pewarna tekstil dan pengganti safron yang lebih murah.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Sep 2026 - 18:40:59
 

II. Ciri-ciri Kesumba

Tanaman ini suka banget sama cuaca kering dan panas. Biasanya tumbuh subur di daerah beriklim sedang hingga tropis dengan sinar matahari yang berlimpah dan drainase tanah yang bagus (nggak suka becek). Karakteristik/ciri-ciri Kesumba (Carthamus tinctorius):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 30 sampai 150 cm, batangnya keras dan bercabang banyak.
Daun Bentuknya lonjong sampai lanset, tepinya bergerigi tajam kayak gergaji kecil, dan warnanya hijau mengkilap.
Bunga Ini bagian paling ikonik; bunganya berbentuk bonggol (capitulum) dengan warna cerah seperti oranye, kuning, atau kemerahan. Kelopaknya terlihat seperti rumbai-rumbai.
Akar Punya akar tunggang yang cukup dalam, jadi tanaman ini lumayan tahan kalau lagi musim kemarau.
Buah Dan Biji Buahnya bertipe aken (kecil dan kering) yang berisi biji berbentuk lonjong berwarna putih atau krem, mirip banget sama biji bunga matahari tapi versi mini.

III. Manfaat Kesumba

8 Manfaat Kesumba untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada osteoartritis dan artritis reumatoid

    Hydroxysafflor yellow A (HSYA) menghambat fosforilasi NF-κB p65 dan jalur MAPK (ERK/JNK/p38), menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, IL-1β, serta MMP-13 pada kondrosit dan sel sinovial. HSYA juga memodulasi NLRP3 inflammasome sehingga menekan maturasi IL-1β dan mengurangi degradasi kartilago.

    Senyawa Aktif: Hydroxysafflor yellow A (HSYA), Safflor yellow A, Carthamin
    Tampilkan
  2. Angina pektoris stabil dan iskemia jantung

    HSYA meningkatkan aliran koroner melalui vasodilatasi yang dimediasi NO, menghambat agregasi platelet dan adhesi leukosit, menekan apoptosis kardiomiosit melalui jalur PI3K/AKT, serta menurunkan ekspresi ICAM-1 dan VCAM-1 sehingga memperbaiki ketidakseimbangan suplai-kebutuhan oksigen miokard.

    Senyawa Aktif: Hydroxysafflor yellow A (HSYA), Safflower yellow pigments, Adenosine
    Tampilkan
  3. Neuroprotektif pada iskemia serebral (stroke iskemik)

    HSYA menembus sawar darah-otak dan menghambat kaskade iskemik: menurunkan pelepasan glutamat eksitotoksik, menghambat influx kalsium intraseluler, menekan TLR4/NF-κB, mengaktifkan Nrf2/HO-1, mengurangi produksi ROS, apoptosis neuron, dan menjaga integritas tight junction sawar darah-otak.

    Senyawa Aktif: Hydroxysafflor yellow A (HSYA), Safflor yellow B, Anhydrosafflor yellow B
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kesumba

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kesumba.

  1. Hydroxysafflor yellow A (HSYA)

    Golongan: Flavonoid quinochalcone (C-glikosida)
    Bagian Tanaman: Bunga kering (Flos Carthami)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiagregasi Platelet, Antitrombotik, Antiinflamasi, Antioksidan; Kardioprotektif Dan Neuroprotektif; Digunakan Dalam Terapi Adjuvan Angina Pektoris Pada Uji Klinis Di Tiongkok..
    Tampilkan
  2. Carthamin

    Golongan: Flavonoid quinochalcone (pigmen merah)
    Bagian Tanaman: Bunga kering
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antiapoptosis, Dan Neuroprotektif Pada Model Cedera Seluler/iskemia..
    Tampilkan
  3. Kaempferol 3-O-rutinosida (nicotiflorin)

    Golongan: Flavonol glikosida
    Bagian Tanaman: Bunga kering
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Vasorelaksan, Neuroprotektif, Dan Dapat Menghambat Agregasi Platelet..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kesumba

Interaksi & Kontraindikasi Kesumba dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan pada individu sehat dalam dosis wajar

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Umumnya aman, tetapi tetap gunakan sesuai anjuran dan perhatikan efek samping seperti mual atau diare ringan.

  2. Riwayat alergi terhadap famili Asteraceae (misal krisan, bunga matahari)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Dapat memicu reaksi alergi silang; gunakan dengan sangat hati-hati atau hindari.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misal kaptopril, losartan)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kombinasi dapat menurunkan tekanan darah secara berlebihan; pantau tekanan darah rutin.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Kesumba

Kesumba (Carthamus tinctorius) adalah tanaman herbal yang dikenal dalam pengobatan tradisional, terutama karena kemampuannya melancarkan sirkulasi darah dan efek emmenagogue (merangsang aliran darah menstruasi). Namun, konsumsi ekstrak atau suplemen kesumba dapat memicu berbagai efek samping, terutama pada sistem pencernaan dan sistem kardiovaskular. Beberapa individu mungkin mengalami reaksi saluran cerna seperti mual, muntah, dan diare ringan, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau oleh lambung yang sensitif. Selain itu, sifat farmakologisnya yang mempengaruhi aliran darah dapat meningkatkan risiko perdarahan, membuat pasien lebih rentan terhadap memar atau perdarahan yang sulit berhenti.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Kesumba

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kesumba.

  1. Efek suplementasi minyak kesumba terhadap profil lipid: tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkendali

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Suplementasi minyak kesumba menurunkan kolesterol total dan LDL-C secara signifikan. Efek terhadap trigliserida dan HDL-C tidak konsisten di antara studi.
    Tampilkan
  2. Efek suplementasi minyak kesumba terhadap kontrol glikemik: tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkendali

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Minyak kesumba menurunkan glukosa darah puasa dan HOMA-IR secara signifikan. Tidak ada efek bermakna pada kadar insulin puasa.
    Tampilkan
  3. Efikasi dan keamanan injeksi kuning kesumba untuk stroke iskemik akut: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Injeksi kuning kesumba dikombinasikan terapi konvensional memperbaiki defisit neurologis dan tingkat efektif total. Tidak ada peningkatan kejadian efek samping serius yang signifikan.
    Tampilkan

VIII. FAQ Kesumba

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kesumba.

Senyawa fitokimia apa saja yang terkandung dalam Kesumba dan bagaimana mekanisme kerjanya?
Bunga Kesumba mengandung carthamin, carthamidin, safflower yellow A/B, turunan serotonin seperti N-feruloylserotonin, lignan glikosida, flavonoid, dan asam fenolik. Menurut ulasan Asgarpanah & Kazemivashi (2013), carthamin dan safflower yellow berperan dalam aktivitas antioksidan, antiradang, dan antiagregasi trombosit.
Bagaimana cara konsumsi Kesumba yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Penggunaan tradisional adalah menyeduh 1-2 gram bunga kering dalam air panas sebagai teh, 2-3 kali sehari. Monograf Chinese Pharmacopoeia (2015) mengingatkan bahwa dosis harus individual dan penggunaan jangka panjang perlu pengawasan. Dalam jumlah kecil sebagai pewarna makanan, Kesumba relatif aman.
Apa efek samping yang perlu diwaspadai dari Kesumba?
Efek samping yang dilaporkan meliputi gangguan pencernaan seperti diare dan nyeri ulu hati, reaksi alergi, serta peningkatan risiko perdarahan karena efek antiplatelet. Asgarpanah & Kazemivashi (2013) juga menyebutkan bahwa dosis tinggi dapat merangsang kontraksi uterus.
Apakah Kesumba aman untuk ibu hamil?
Tidak aman. Kesumba memiliki efek emmenagog dan abortifasien. Chinese Pharmacopoeia (2015) mencantumkan kehamilan sebagai kontraindikasi penggunaan Hong Hua (bunga Kesumba) karena dapat meningkatkan sirkulasi darah pada panggul dan merangsang uterus, sehingga berisiko keguguran.
Apakah Kesumba aman untuk ibu menyusui?
Belum ada data cukup mengenai keamanan Kesumba selama menyusui. Karena senyawa aktif berpotensi masuk ke dalam ASI dan memengaruhi bayi, penggunaan sebaiknya dihindari tanpa konsultasi tenaga kesehatan. Asgarpanah & Kazemivashi (2013) tidak menemukan studi laktasi yang memadai.
Bolehkah Kesumba diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung pemberian Kesumba pada bayi dan anak-anak. Sistem tubuh anak lebih sensitif terhadap bahan herbal, sehingga tidak dianjurkan digunakan tanpa pengawasan profesional kesehatan.
Apakah Kesumba bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung?
Studi farmakologis menunjukkan bahwa safflower yellow dan carthamin memiliki efek antiagregasi trombosit, vasodilatasi, dan antiinflamasi yang berpotensi mendukung kesehatan kardiovaskular. Namun, Asgarpanah & Kazemivashi (2013) menekankan bahwa uji klinis lebih lanjut masih dibutuhkan sebelum digunakan sebagai terapi pendukung.
Apakah Kesumba dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya. Karena sifat antiplateletnya, Kesumba dapat memperkuat kerja antikoagulan seperti warfarin dan meningkatkan risiko perdarahan. Interaksi juga dapat terjadi dengan obat antiinflamasi nonsteroid dan obat hipertensi. Konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan, sesuai peringatan Chinese Pharmacopoeia (2015).
Berapa dosis Kesumba yang dianjurkan untuk pengobatan?
Dosis belum disepakati secara internasional. Dalam praktik pengobatan tradisional Tiongkok, dosis bunga kering yang direbus adalah sekitar 3-9 gram per hari, tetapi ekstrak dan suplemen komersial memiliki potensi yang berbeda. Asgarpanah & Kazemivashi (2013) menyatakan perlunya penelitian toksikologi dan uji klinis untuk menetapkan dosis aman.

Bunga Jagung

Centaurea cyanus

Teratai Biru Mesir

Nymphaea caerulea

Cari: