Advertisement
Safflower (Carthamus tinctorius) merupakan tumbuhan semusim yang termasuk dalam famili Asteraceae, berasal dari kawasan Timur Tengah dan kemungkinan telah dibudidayakan sejak ribuan tahun lalu. Tumbuhan ini memiliki batang tegak yang dapat mencapai tinggi 30–150 cm, daun lanset dengan duri kecil pada tepinya, serta bunga majemuk berwarna kuning, oranye, hingga merah menyala yang menjadi sumber utama nilai komersialnya. Meskipun kerap disamakan dengan kesumba (Bixa orellana), safflower justru dikenal sebagai “kesumba palsu” atau false saffron karena kerap digunakan sebagai pewarna tekstil dan pengganti safron yang lebih murah.
8 Manfaat Safflower untuk kesehatan.
Hydroxysafflor yellow A (HSYA) menghambat fosforilasi NF-κB p65 dan jalur MAPK (ERK/JNK/p38), menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, IL-1β, serta MMP-13 pada kondrosit dan sel sinovial. HSYA juga memodulasi NLRP3 inflammasome sehingga menekan maturasi IL-1β dan mengurangi degradasi kartilago.
HSYA meningkatkan aliran koroner melalui vasodilatasi yang dimediasi NO, menghambat agregasi platelet dan adhesi leukosit, menekan apoptosis kardiomiosit melalui jalur PI3K/AKT, serta menurunkan ekspresi ICAM-1 dan VCAM-1 sehingga memperbaiki ketidakseimbangan suplai-kebutuhan oksigen miokard.
HSYA menembus sawar darah-otak dan menghambat kaskade iskemik: menurunkan pelepasan glutamat eksitotoksik, menghambat influx kalsium intraseluler, menekan TLR4/NF-κB, mengaktifkan Nrf2/HO-1, mengurangi produksi ROS, apoptosis neuron, dan menjaga integritas tight junction sawar darah-otak.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Safflower.