Advertisement
Safflower (Carthamus tinctorius) merupakan tumbuhan semusim yang termasuk dalam famili Asteraceae, berasal dari kawasan Timur Tengah dan kemungkinan telah dibudidayakan sejak ribuan tahun lalu. Tumbuhan ini memiliki batang tegak yang dapat mencapai tinggi 30–150 cm, daun lanset dengan duri kecil pada tepinya, serta bunga majemuk berwarna kuning, oranye, hingga merah menyala yang menjadi sumber utama nilai komersialnya. Meskipun kerap disamakan dengan kesumba (Bixa orellana), safflower justru dikenal sebagai “kesumba palsu” atau false saffron karena kerap digunakan sebagai pewarna tekstil dan pengganti safron yang lebih murah.
Tanaman ini suka banget sama cuaca kering dan panas. Biasanya tumbuh subur di daerah beriklim sedang hingga tropis dengan sinar matahari yang berlimpah dan drainase tanah yang bagus (nggak suka becek). Karakteristik/ciri-ciri Kesumba (Carthamus tinctorius):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 30 sampai 150 cm, batangnya keras dan bercabang banyak. |
| Daun | Bentuknya lonjong sampai lanset, tepinya bergerigi tajam kayak gergaji kecil, dan warnanya hijau mengkilap. |
| Bunga | Ini bagian paling ikonik; bunganya berbentuk bonggol (capitulum) dengan warna cerah seperti oranye, kuning, atau kemerahan. Kelopaknya terlihat seperti rumbai-rumbai. |
| Akar | Punya akar tunggang yang cukup dalam, jadi tanaman ini lumayan tahan kalau lagi musim kemarau. |
| Buah Dan Biji | Buahnya bertipe aken (kecil dan kering) yang berisi biji berbentuk lonjong berwarna putih atau krem, mirip banget sama biji bunga matahari tapi versi mini. |
8 Manfaat Kesumba untuk kesehatan.
Hydroxysafflor yellow A (HSYA) menghambat fosforilasi NF-κB p65 dan jalur MAPK (ERK/JNK/p38), menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6, IL-1β, serta MMP-13 pada kondrosit dan sel sinovial. HSYA juga memodulasi NLRP3 inflammasome sehingga menekan maturasi IL-1β dan mengurangi degradasi kartilago.
HSYA meningkatkan aliran koroner melalui vasodilatasi yang dimediasi NO, menghambat agregasi platelet dan adhesi leukosit, menekan apoptosis kardiomiosit melalui jalur PI3K/AKT, serta menurunkan ekspresi ICAM-1 dan VCAM-1 sehingga memperbaiki ketidakseimbangan suplai-kebutuhan oksigen miokard.
HSYA menembus sawar darah-otak dan menghambat kaskade iskemik: menurunkan pelepasan glutamat eksitotoksik, menghambat influx kalsium intraseluler, menekan TLR4/NF-κB, mengaktifkan Nrf2/HO-1, mengurangi produksi ROS, apoptosis neuron, dan menjaga integritas tight junction sawar darah-otak.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kesumba.
Interaksi & Kontraindikasi Kesumba dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Kesumba (Carthamus tinctorius) adalah tanaman herbal yang dikenal dalam pengobatan tradisional, terutama karena kemampuannya melancarkan sirkulasi darah dan efek emmenagogue (merangsang aliran darah menstruasi). Namun, konsumsi ekstrak atau suplemen kesumba dapat memicu berbagai efek samping, terutama pada sistem pencernaan dan sistem kardiovaskular. Beberapa individu mungkin mengalami reaksi saluran cerna seperti mual, muntah, dan diare ringan, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau oleh lambung yang sensitif. Selain itu, sifat farmakologisnya yang mempengaruhi aliran darah dapat meningkatkan risiko perdarahan, membuat pasien lebih rentan terhadap memar atau perdarahan yang sulit berhenti.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kesumba.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kesumba.