Bunga Jagung

Cornflower | Centaurea cyanus
Nama
Bunga Jagung (Cornflower)
Nama Latin/Ilmiah
Centaurea cyanus
Bagian Digunakan
Bunga
Rasa
Manis, pedas (seperti cengkih).
Nama Lain
bluebottle (Inggris), bachelor's button (Amerika Serikat), bleuet (Prancis), kornblume (Jerman), fiordaliso (Italia)
Asal
Eropa, Asia Barat (Turki dan Kaukasus).
Kandungan Utama
Antosianin, flavonoid, tanin, minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Bunga Jagung

Cornflower (Centaurea cyanus) adalah tumbuhan berbunga tahunan yang berasal dari kawasan Eropa dan Asia Barat, namun kini telah menyebar luas ke berbagai belahan dunia. Tanaman ini termasuk dalam famili Asteraceae dan dikenal dengan bunga berwarna biru cerah yang khas, meskipun varietas dengan warna putih, merah muda, dan ungu juga dikembangkan. Nama "cornflower" merujuk pada kebiasaannya tumbuh liar di ladang gandum (corn dalam bahasa Inggris kuno berarti gandum), sehingga ia kerap dianggap sebagai gulma sekaligus tanaman hias yang bernilai estetika tinggi.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Sep 2026 - 12:41:09
 

II. Ciri-ciri Bunga Jagung

Bunga ini aslinya berasal dari Eropa. Dia suka banget sama tempat yang kena sinar matahari penuh dan tanah yang sistem drainasenya bagus. Biasanya sering ditemukan tumbuh liar di ladang gandum atau area padang rumput. Karakteristik/ciri-ciri Bunga Jagung (Centaurea cyanus):

Bagian Ciri-Ciri
Tinggi Tanaman Bisa tumbuh setinggi 40 sampai 90 cm dengan batang yang tegak dan agak berbulu.
Daun Daunnya punya bentuk yang memanjang (lanset) dan warnanya hijau agak keabu-abuan karena ada lapisan bulu halus.
Bunga Bentuknya seperti kepala bunga (capitulum) dengan warna biru yang ikonik dan mencolok. Bagian pinggir bunganya punya kelopak yang mekar lebar, sementara di tengahnya lebih padat.
Akar Punya sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang batang tegaknya.
Masa Mekar Biasanya mulai cantik-cantiknya saat musim panas sampai awal musim gugur.

III. Manfaat Bunga Jagung

7 Manfaat Bunga Jagung untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada iritasi kulit dan mukosa

    Flavonoid (apigenin, luteolin, quercetin) dan asam klorogenat menghambat enzim COX-2 dan LOX, menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Pada makrofag, ekstrak juga menekan aktivasi NF-κB dan p38 MAPK sehingga mengurangi ekspresi TNF-α, IL-6, iNOS, dan nitric oxide.

    Tampilkan
  2. Antioksidan / perlindungan terhadap stres oksidatif

    Polifenol dan antosianin bekerja sebagai peredam radikal bebas, pendonor elektron, dan pengkhelat logam transisi. Aktivitas ini dapat mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti katalase dan superoksida dismutase.

    Senyawa Aktif: cyanidin 3-O-glukosida, Kuersetin, Asam Klorogenat
    Tampilkan
  3. Antimikroba (antibakteri dan antijamur)

    Komponen lipofilik minyak atsiri dan asam fenolik berinteraksi dengan membran mikroba, meningkatkan permeabilitas sel dan menyebabkan kebocoran ion serta isi sel. Senyawa flavonoid seperti apigenin juga dapat menghambat pembentukan biofilm.

    Senyawa Aktif: β-kariofilena, germacrena D, Asam Klorogenat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Bunga Jagung

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bunga Jagung.

  1. Cyanidin 3-O-glukosida

    Golongan: Flavonoid (Antosianin)
    Bagian Tanaman: Bunga (petal)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Menangkap Radikal Bebas Dan Menghambat Stres Oksidatif Serta Pelepasan Mediator Proinflamasi Pada Studi Seluler..
    Tampilkan
  2. Apigenin 7-O-glukosida (cosmosiin)

    Golongan: Flavonoid (Flavon glikosida)
    Bagian Tanaman: Bunga dan herba
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi; Neuroprotektif; Memodulasi Reseptor GABA Dan Menekan Faktor Transkripsi NF-κB Pada Model Eksperimental..
    Tampilkan
  3. Luteolin 7-O-glukosida (cynaroside)

    Golongan: Flavonoid (Flavon glikosida)
    Bagian Tanaman: Bunga dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi; Menghambat Enzim INOS Dan COX-2 Sehingga Menurunkan Produksi Prostaglandin Dan Oksida Nitrat Pada Studi In Vitro..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Bunga Jagung

Interaksi & Kontraindikasi Bunga Jagung dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Alergi terhadap keluarga Asteraceae (serbuk sari ragweed, bunga aster, krisan)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan pada individu dengan riwayat alergi terhadap tanaman keluarga Asteraceae. Bunga jagung berpotensi menyababkan reaksi hipersensitivitas seperti ruam, gatal, atau kesulitan bernapas. Segera hentikan jika muncul gejala alergi dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

  2. Kontak langsung dengan mata (bukan sediaan steril)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Jangan mengoleskan bunga jagung mentah atau seduhan yang tidak steril ke mata. Hal ini dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, atau infeksi. Gunakan preparat mata steril yang telah diresepkan oleh profesional medis.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan ginjal

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek diuretik dari bunga jagung dapat meningkatkan kerja ginjal dan memperberat gangguan ginjal yang sudah ada. Gunakan hanya dengan pengawasan dokter dan pantau fungsi ginjal serta kadar elektrolit secara berkala.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Bunga Jagung

Bunga jagung (Centaurea cyanus) umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jumlah yang biasa ditemukan pada makanan atau sebagai infus herbal ringan. Namun, penggunaan topikal atau oral dari ekstrak bunga ini tetap berpotensi menimbulkan beberapa efek samping, terutama bagi individu dengan sensitivitas tinggi. Reaksi alergi adalah efek samping yang paling sering dilaporkan, yang dimanifestasikan melalui dermatitis kontak, kemerahan, gatal, dan pembengkakan pada area kulit yang terpapar. Hal ini sangat relevan bagi individu yang memiliki riwayat alergi terhadap tanaman dari keluarga Asteraceae/Compositae (seperti ragweed, bunga matahari, dan daisy).

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Bunga Jagung

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Bunga Jagung.

  1. Centaurea cyanus L.: Fitokimia dan aktivitas biologis—tinjauan sistematis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Bunga Centaurea cyanus kaya akan antosianin, flavonoid, dan asam fenolat. Senyawa ini menunjukkan aktivitas antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, dan potensi perlindungan kulit.
    Tampilkan
  2. Centaurea cyanus L. sebagai sumber antioksidan alami

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak etanol 70% memiliki IC50 DPPH 12,5 µg/mL dan aktivitas FRAP tinggi; total fenolik mencapai 45 mg GAE/g. Aktivitas antioksidan berkorelasi dengan kandungan fenolik total.
    Tampilkan
  3. Profil antosianin dan stabilitas warna bunga Centaurea cyanus

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Sianidin 3-O-glukosida merupakan antosianin dominan. Warna paling stabil pada pH 3–4 dan suhu di bawah 60°C.
    Tampilkan

VIII. FAQ Bunga Jagung

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bunga Jagung.

Apa saja kandungan fitokimia utama dari bunga jagung (Centaurea cyanus)?
Bunga Centaurea cyanus mengandung pigmen antosianin, terutama protocyanin yang memberikan warna biru, serta flavonoid (antara lain turunan quercetin dan apigenin), tanin, dan asam fenolat. Komponen ini bertanggung jawab atas aktivitas antioksidan yang teramati dalam berbagai penelitian in vitro. Takeda et al. (1994) mengidentifikasi struktur protocyanin sebagai kompleks antosianin-logam, sementara Bruneton (1999) mencantumkan kandungan flavonoid dan turunan fenolik pada spesies Centaurea.
Bagaimana cara penggunaan bunga jagung (Centaurea cyanus) sehari-hari?
Bagian bunga kering dapat diseduh menjadi teh herbal, digunakan sebagai hiasan makanan, atau dibuat kompres mata setelah disaring dan disterilkan secara higienis. Untuk pemakaian luar, rebusan bunga dapat digunakan sebagai pencuci mata hanya jika dibuat dengan air bersih dan disaring baik, sesuai praktik tradisional Eropa. Bisset & Wichtl (2001) menyebutkan penggunaan seduhan bunga sebagai irigasi ringan pada iritasi mata dan kulit.
Dapatkah bunga jagung (Centaurea cyanus) dikonsumsi sebagai bahan makanan?
Kelopak bunga Centaurea cyanus digunakan sebagai edible flower, misalnya untuk salad, dekorasi kue, dan teh. Namun konsumsi harus dibatasi karena belum ada dosis harian yang ditetapkan, dan data toksisitas subkronis masih terbatas. Buku referensi tanaman obat Eropa Bisset & Wichtl (2001) memasukkan bunga jagung sebagai tanaman yang secara tradisional digunakan dalam bentuk infusa.
Apakah ada bukti ilmiah untuk penggunaan bunga jagung (Centaurea cyanus) sebagai obat?
Hingga saat ini, bukti klinis untuk efek terapeutik Centaurea cyanus masih sangat terbatas. Penggunaan tradisional terutama diarahkan untuk iritasi mata ringan dan peradangan kulit. Uji farmakologis menunjukkan aktivitas antioksidan dan antimikroba pada ekstrak bunga, tetapi belum ada studi klinis besar yang memastikan khasiatnya pada manusia. Mills & Bone (2000) menekankan bahwa klaim obat tradisional harus didukung oleh data klinis, bukan hanya data preklinis.
Apakah bunga jagung (Centaurea cyanus) aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak ada studi keamanan yang memadai tentang penggunaan Centaurea cyanus pada bayi dan anak-anak. Oleh karena itu, konsumsi dan penggunaan obat herbal ini tidak dianjurkan pada kelompok usia tersebut. Prinsip kehati-hatian dalam praktik herbal anak juga disarankan oleh Mills & Bone (2000) karena kurangnya data dosis dan toksisitas.
Apakah bunga jagung (Centaurea cyanus) aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Centaurea cyanus pada kehamilan dan laktasi belum pernah diteliti secara sistematis. Karena efeknya pada janin dan bayi tidak diketahui, wanita hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan ekstrak atau teh bunga jagung kecuali atas rekomendasi tenaga kesehatan yang berkompeten. Prinsip umum pada Mills & Bone (2000) juga menyarankan penghindaran herbal yang datanya tidak mencukupi pada kehamilan dan laktasi.
Apa efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan bunga jagung (Centaurea cyanus)?
Efek samping yang paling mungkin adalah reaksi alergi karena Centaurea cyanus termasuk suku Asteraceae/Compositae; individu yang alergi terhadap tanaman seperti krisan atau daisy dapat mengalami dermatitis kontak atau gejala alergi lain. Penggunaan sebagai pencuci mata juga dapat menyebabkan iritasi jika sediaan tidak steril atau mengandung kontaminan. Barnes, Anderson, & Phillipson (2007) mengingatkan risiko sensitivitas pada bahan tanaman suku Asteraceae.
Apakah ada interaksi antara bunga jagung (Centaurea cyanus) dengan obat-obatan?
Belum ada laporan klinis yang terdokumentasi mengenai interaksi antara Centaurea cyanus dan obat-obatan. Namun, karena bunga ini memiliki kandungan flavonoid yang dapat memengaruhi metabolisme obat secara teoritis, pengguna yang sedang menjalani pengobatan sebaiknya berkonsultasi dengan apoteker atau dokter sebelum menggunakan produk herbal. Williamson, Driver, & Baxter (2013) mencatat bahwa data interaksi obat-obatan herbal yang kurang lengkap tidak berarti interaksi tidak mungkin terjadi.

Bunga Matahari

Helianthus annuus

Kesumba

Carthamus tinctorius

Cari: