Advertisement
Cornflower (Centaurea cyanus) adalah tumbuhan berbunga tahunan yang berasal dari kawasan Eropa dan Asia Barat, namun kini telah menyebar luas ke berbagai belahan dunia. Tanaman ini termasuk dalam famili Asteraceae dan dikenal dengan bunga berwarna biru cerah yang khas, meskipun varietas dengan warna putih, merah muda, dan ungu juga dikembangkan. Nama "cornflower" merujuk pada kebiasaannya tumbuh liar di ladang gandum (corn dalam bahasa Inggris kuno berarti gandum), sehingga ia kerap dianggap sebagai gulma sekaligus tanaman hias yang bernilai estetika tinggi.
Bunga ini aslinya berasal dari Eropa. Dia suka banget sama tempat yang kena sinar matahari penuh dan tanah yang sistem drainasenya bagus. Biasanya sering ditemukan tumbuh liar di ladang gandum atau area padang rumput. Karakteristik/ciri-ciri Bunga Jagung (Centaurea cyanus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tinggi Tanaman | Bisa tumbuh setinggi 40 sampai 90 cm dengan batang yang tegak dan agak berbulu. |
| Daun | Daunnya punya bentuk yang memanjang (lanset) dan warnanya hijau agak keabu-abuan karena ada lapisan bulu halus. |
| Bunga | Bentuknya seperti kepala bunga (capitulum) dengan warna biru yang ikonik dan mencolok. Bagian pinggir bunganya punya kelopak yang mekar lebar, sementara di tengahnya lebih padat. |
| Akar | Punya sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang batang tegaknya. |
| Masa Mekar | Biasanya mulai cantik-cantiknya saat musim panas sampai awal musim gugur. |
7 Manfaat Bunga Jagung untuk kesehatan.
Flavonoid (apigenin, luteolin, quercetin) dan asam klorogenat menghambat enzim COX-2 dan LOX, menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Pada makrofag, ekstrak juga menekan aktivasi NF-κB dan p38 MAPK sehingga mengurangi ekspresi TNF-α, IL-6, iNOS, dan nitric oxide.
Polifenol dan antosianin bekerja sebagai peredam radikal bebas, pendonor elektron, dan pengkhelat logam transisi. Aktivitas ini dapat mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti katalase dan superoksida dismutase.
Komponen lipofilik minyak atsiri dan asam fenolik berinteraksi dengan membran mikroba, meningkatkan permeabilitas sel dan menyebabkan kebocoran ion serta isi sel. Senyawa flavonoid seperti apigenin juga dapat menghambat pembentukan biofilm.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bunga Jagung.
Interaksi & Kontraindikasi Bunga Jagung dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Bunga jagung (Centaurea cyanus) umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jumlah yang biasa ditemukan pada makanan atau sebagai infus herbal ringan. Namun, penggunaan topikal atau oral dari ekstrak bunga ini tetap berpotensi menimbulkan beberapa efek samping, terutama bagi individu dengan sensitivitas tinggi. Reaksi alergi adalah efek samping yang paling sering dilaporkan, yang dimanifestasikan melalui dermatitis kontak, kemerahan, gatal, dan pembengkakan pada area kulit yang terpapar. Hal ini sangat relevan bagi individu yang memiliki riwayat alergi terhadap tanaman dari keluarga Asteraceae/Compositae (seperti ragweed, bunga matahari, dan daisy).
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Bunga Jagung.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bunga Jagung.