Partridgeberry

Squaw Vine | Mitchella repens
Nama
Partridgeberry (Squaw Vine)
Nama Latin/Ilmiah
Mitchella repens
Bagian Digunakan
Buah, Daun
Rasa
Hambar, sedikit manis
Nama Lain
Twinberry (Amerika Serikat), Running Box (Kanada), Two-eyed Berry (Amerika Serikat), Creeping Snowberry (Inggris Raya)
Asal
Amerika Serikat bagian timur, Kanada bagian tenggara, Meksiko timur, dan Guatemala
Kandungan Utama
Saponin, tanin, glikosida, resin, dan mukilago.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Partridgeberry

Partridgeberry atau Squaw Vine (Mitchella repens) adalah tumbuhan menjalar rendah yang termasuk dalam famili Rubiaceae, keluarga yang sama dengan kopi. Tumbuhan ini berasal dari kawasan hutan Amerika Utara bagian timur, mulai dari Kanada tenggara hingga Florida dan Texas. Daunnya selalu hijau, berbentuk bulat telur dengan urat daun berwarna pucat yang khas, dan tersusun berpasangan pada batang yang ramping. Bunga yang muncul di ujung batang biasanya tumbuh berpasangan—dua bunga menyatu pada satu bakal buah—sehingga menghasilkan buah beri merah tunggal dengan dua bekas "mata" di permukaannya. Buah ini dapat bertahan sepanjang musim dingin dan menjadi sumber makanan bagi burung serta mamalia kecil.

Baca Lebih Lanjut
Update: 11 Sep 2026 - 18:40:54
 

II. Ciri-ciri Partridgeberry

Tanaman ini suka banget tumbuh di lantai hutan yang lembap, teduh, dan punya tanah kaya bahan organik. Sering ditemukan merayap di bawah pepohonan konifer atau hutan gugur yang sejuk. Karakteristik/ciri-ciri Partridgeberry (Mitchella repens):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tumbuhan Tumbuhan herba yang tumbuh merambat (creeping) dan selalu hijau sepanjang tahun (evergreen).
Batang Batang tipis dan fleksibel yang bisa merambat di permukaan tanah, dan biasanya akan mengeluarkan akar di setiap ruas (nodus) yang menempel ke tanah.
Daun Bentuknya bulat telur (oval), ukurannya mungil, warnanya hijau tua mengilap, dan punya garis putih samar di bagian tengahnya. Tumbuh berpasangan (berlawanan) di sepanjang batang.
Bunga Bunganya cantik, berbentuk terompet dengan empat kelopak yang warnanya putih atau sedikit merah muda. Uniknya, bunga ini selalu muncul berpasangan di ujung batang.
Buah Buahnya berbentuk bulat kecil berwarna merah terang dan bisa bertahan lama di tanaman. Buah ini sebenarnya hasil gabungan dari dua bunga, jadi ada dua titik kecil (bekas bunga) di permukaan buahnya.
Sistem Perakaran Akar serabut yang menyebar di permukaan tanah untuk mendukung kebiasaan tanaman ini yang merambat.

III. Manfaat Partridgeberry

5 Manfaat Partridgeberry untuk kesehatan.

  1. Dismenore dan gangguan siklus menstruasi

    Belum diketahui secara pasti pada Mitchella repens. Secara historis disebut sebagai 'uterine tonic'; diduga efeknya terhadap kontraksi otot polos uterus berkaitan dengan iridoid glikosida dan tanin, tetapi belum ada studi farmakodinamik/molekuler yang mengonfirmasi jalur tersebut pada spesies ini.

    Senyawa Aktif: Asperuloside (iridoid glikosida), Tanin polifenol, Saponin triterpenoid
    Tampilkan
  2. Persiapan persalinan dan tonus uterus

    Tidak ada data mekanistik spesifik. Klaim tradisional menyatakan dapat memperkuat dan mengatur kontraksi uterus menjelang persalinan; senyawa yang dilaporkan seperti iridoid glikosida dan saponin berpotensi memengaruhi otot polos, tetapi belum ada bukti eksperimental yang memadai.

    Senyawa Aktif: Asperuloside, Saponin, Tanin
    Tampilkan
  3. Infeksi saluran kemih ringan dan efek diuretik

    Klaim sebagai diuretik dan pembersih saluran kemih mungkin berkaitan dengan iridoid glikosida dan flavonoid yang dapat memengaruhi aliran darah ginjal serta ekskresi urin, tetapi mekanisme ini belum diteliti pada Mitchella repens.

    Senyawa Aktif: Asperuloside, Flavonoid glikosida, Tanin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Partridgeberry

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Partridgeberry.

  1. Asperuloside

    Golongan: Iridoid glikosida
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan batang)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik, Dan Hepatoprotektif Pada Studi In Vitro/hewan..
    Tampilkan
  2. Loganic acid

    Golongan: Iridoid glikosida
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan batang)
    Aktivitas Farmakologis:
    Neuroprotektif, Antiinflamasi, Dan Antioksidan Pada Model Eksperimental..
    Tampilkan
  3. Golongan: Kumarin
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan batang)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antispasmodik, Antiinflamasi, Dan Antihipertensi Pada Studi Farmakologi Dasar..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Partridgeberry

Interaksi & Kontraindikasi Partridgeberry dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplementasi zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan tanin dalam partridgeberry dapat mengikat zat besi non-heme dan menurunkan absorbsinya. Konsumsi herbal ini terpisah minimal 2 jam dari suplemen zat besi. Sumber: data fitokimia Mitchella repens; prinsip interaksi tanin-besi.

  2. Gastritis atau tukak lambung aktif

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Tanin pada partridgeberry dapat mengiritasi mukosa lambung, terutama pada dosis tinggi atau saat perut kosong. Hindari pada gastritis/ulkus aktif. Sumber: data kandungan tanin; prinsip farmakognosi.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat diuretik

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Partridgeberry memiliki efek diuretik. Kombinasi dengan obat diuretik dapat meningkatkan risiko dehidrasi, hipokalemia, dan hiponatremia. Pantau elektrolit dan hidrasi. Sumber: Natural Medicines; kewaspadaan interaksi farmakodinamik.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Partridgeberry

Partridgeberry (Mitchella repens) secara tradisional telah digunakan oleh wanita adat Amerika Utara menjelang akhir kehamilan untuk mempersiapkan persalinan. Namun, penggunaan tanaman ini membawa beberapa potensi efek samping yang harus diwaspadai, terutama karena kurangnya uji klinis ekstensif pada manusia. Efek samping ringan yang sering dilaporkan meliputi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare, terutama jika dikonsumsi dalam dosis yang terlalu tinggi atau dalam bentuk ekstrak pekat. Kandungan senyawa alami di dalamnya dapat mengiritasi lapisan lambung pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Partridgeberry

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Partridgeberry.

  1. Mitchella repens L.: Tinjauan penggunaan tradisional, fitokimia, dan farmakologi

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Mitchella repens mengandung iridoid, flavonoid, dan kumarin yang menunjukkan aktivitas antioksidan, antimikroba, dan antispasmodik. Tanaman ini secara tradisional digunakan untuk gangguan menstruasi dan kehamilan, namun bukti klinis masih terbatas.
    Tampilkan
  2. Analisis UHPLC-MS/MS senyawa fenolik Mitchella repens dan aktivitas antioksidannya

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Teridentifikasi 18 senyawa fenolik, termasuk quercetin dan kaempferol glikosida. Ekstrak daun menunjukkan aktivitas antioksidan kuat dengan IC50 DPPH 12,4 µg/mL.
    Tampilkan
  3. Aktivitas antimikroba ekstrak Mitchella repens terhadap patogen oral

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak etanol Mitchella repens menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis. Nilai MIC berkisar 62,5–250 µg/mL.
    Tampilkan

VIII. FAQ Partridgeberry

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Partridgeberry.

Apa itu partridgeberry (Mitchella repens) dan bagian apa yang biasa digunakan?
Partridgeberry adalah tanaman merambat hijau sepanjang tahun dari famili Rubiaceae yang berasal dari hutan Amerika Utara. Bagian yang paling sering digunakan adalah daun dan buah. Daun umumnya diseduh sebagai teh, sedangkan buah dapat dimakan segar. Moerman, D. E. (1998). Native American Ethnobotany. Timber Press.
Apa saja kandungan fitokimia utama partridgeberry?
Skrining fitokimia menunjukkan kandungan utama pada daun berupa saponin, resin, tanin, pitosterol, dan sejumlah asam lemak. Tanin berkontribusi terhadap efek astringen dan rasa sepat. Komposisi ini menjadi dasar sebagian besar penggunaan tradisionalnya. Duke, J. A. (2002). Handbook of Medicinal Herbs. CRC Press.
Bagaimana cara konsumsi partridgeberry sehari-hari?
Cara lazim adalah menyeduh 1 sendok teh daun kering dalam 200 ml air mendidih selama 10–15 menit, lalu disaring. Minuman teh ini umumnya diminum 1–2 kali sehari. Dosis tersebut bersifat empiris dan belum ada standar klinis resmi. Plants for a Future (PFAF). Mitchella repens. https://pfaf.org
Apa kegunaan tradisional utama partridgeberry untuk kesehatan umum?
Dalam pengobatan tradisional suku asli Amerika, daun digunakan sebagai tonikum wanita: membantu mengatasi siklus menstruasi yang tidak teratur, nyeri haid, mempersiapkan persalinan, melancarkan kelahiran, dan membantu pengeluaran plasenta. Daun juga digunakan untuk gangguan pencernaan seperti diare. Moerman, D. E. (1998). Native American Ethnobotany. Timber Press.
Apakah ada bukti ilmiah modern yang mendukung khasiat partridgeberry?
Hingga saat ini belum ada uji klinis terkontrol pada manusia yang mendukung khasiatnya. Informasi yang tersedia baru berasal dari data etnobotani, kajian fitokimia awal, dan literatur herbal tradisional. Oleh karena itu, klaim terapi pada manusia belum dapat dianggap sebagai bukti klinis yang kuat. Duke, J. A. (2002). Handbook of Medicinal Herbs. CRC Press.
Apa efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi partridgeberry?
Laporan toksisitas akut sangat terbatas. Konsumsi dalam dosis tinggi berpotensi menyebabkan mual, muntah, atau sembelit karena kandungan tanin dan saponin yang dapat mengiritasi saluran cerna. Reaksi alergi jarang tetapi mungkin terjadi pada individu sensitif. Duke, J. A. (2002). Handbook of Medicinal Herbs. CRC Press.
Apakah partridgeberry aman untuk ibu hamil?
Tidak dianjurkan. Mitchella repens secara tradisional digunakan untuk merangsang kontraksi rahim dan memperlancar persalinan, sehingga berisiko meningkatkan kemungkinan keguguran atau persalinan prematur. Ibu hamil sebaiknya menghindari penggunaan herbal ini kecuali atas pengawasan tenaga kesehatan terlatih yang menangani persalinan. Gardner, Z., & McGuffin, M. (Eds.). (2013). American Herbal Products Association's Botanical Safety Handbook. CRC Press.
Apakah partridgeberry aman untuk ibu menyusui?
Belum ada data ilmiah yang memadai mengenai keamanan Mitchella repens pada ibu menyusui. Senyawa saponin dan tanin diduga dapat ikut masuk ke dalam air susu ibu dalam jumlah yang belum diketahui. Sebagai langkah kehati-hatian, ibu menyusui sebaiknya tidak mengonsumsinya dalam jumlah besar atau konsentrasi tinggi. Gardner, Z., & McGuffin, M. (Eds.). (2013). American Herbal Products Association's Botanical Safety Handbook. CRC Press.
Apakah partridgeberry dapat digunakan pada bayi dan anak-anak?
Tidak disarankan. Tidak ada bukti ilmiah mengenai manfaat dan keamanan Mitchella repens pada bayi atau anak-anak. Kandungan tanin dan saponin pada daun dapat mengiritasi saluran cerna yang masih sensitif, sehingga penggunaan pada kelompok usia ini harus dihindari. Gardner, Z., & McGuffin, M. (Eds.). (2013). American Herbal Products Association's Botanical Safety Handbook. CRC Press.
Apakah partridgeberry dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Belum ada laporan interaksi obat spesifik yang terdokumentasi. Namun, secara umum tanin dapat mengikat mineral seperti zat besi dan kalsium, sehingga dapat menurunkan penyerapannya bila diminum bersamaan. Sebaiknya beri jarak sekitar 2 jam antara konsumsi teh partridgeberry dengan obat atau suplemen mineral. Williamson, E. M., Driver, S., & Baxter, K. (2013). Stockley's Herbal Medicines Interactions. Pharmaceutical Press.

Pipsissewa

Chimaphila umbellata

Black Haw

Viburnum prunifolium

Cari: